Politikus AS Didesak Jangan Terus Main Api di Selat Taiwan

http://indonesian.cri.cn/20201029/b851348d-881c-65a4-8774-dfd31d961de4.html
2020-10-29 12:21:53

Politikus AS Didesak Jangan Terus Main Api di Selat Taiwan_fororder_rp1

Menyusul  meratifikasi rencana penjualan tiga sistem senjata kepada daerah Taiwan Tiongkok pada pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini meratifikasi lagi penjualan 100 set Sistem Pertahanan Pantai Harpoon (HCDS) kepada daerah Taiwan. Ternyata, AS sedang mencoba menghasut ketegangan hubungan kedua tepi Selat dengan alasan “penjualan senjata kepada Taiwan” pada tahun pemilu, mengtransfer kontradiksi dengan apa yang disebut sebagai penunjukan kekuatan kepada Tiongkok, dalam rangka mencegat pembangunan Tiongkok. Akan tetapi, rencananya sama sekali salah!

Diketahui umum, Prinsip Satu Tiongkok adalah dasar politik hubungan Tiongkok-AS. Isu Taiwan berkaitan dengan kepentingan inti Tiongkok, juga masalah yang paling sensitif dalam hubungan Tiongkok-AS. Namun, dalam pemerintah Donald Trump, sejumlah politikus terus menyentuh “garis merah” ini, mendukung pihak berwenang Partai Progresif Demokrat dan “Taiwan Merdeka”, sehingga terus meningkatkan ketegangan. Khususnya sekarang ini, pihak AS mengintensifkan manipulasi isu Taiwan, mengirim pejabat senior berkunjung ke   Taiwan, mengirim kapal perang melintasi Selat Taiwan, dan menjual intensif senjata ke Taiwan, sejumlah politikus AS terus mengancam dan memeras Tiongkok dengan serangkaian tindakan tersebut.

Politikus AS Didesak Jangan Terus Main Api di Selat Taiwan_fororder_rp2

Rakyat Tiongkok mencintai perdamaian, tapi juga tidak akan menelan buah pahit kerugian kedaulatan dan keamanan negara. Tiongkok baru-baru ini telah melaksanakan aksi setimpal, mengumumkan sanksi kepada perusahaan AS yang mengikuti penjualan senjata kepada Taiwan, serta individu dan entitas AS yang pernah memainkan peran buruk dalam proses penjualan senjata kepada Taiwan.

Tiongkok memperingatkan serius kepada pihak AS agar dapat mengenal jelas situasi dan keinginan rakyat, segera mencabut rencana penjualan senjata kepada Taiwan, menghentikan hubungan militer dengan Taiwan, jangan mencoba mencegat pembangunan Tiongkok dengan peningkatan hubungan AS-Taiwan. 1,4 miliar rakyat Tiongkok sama sekali tidak mengizinkan kerugian kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan negara, tidak mengizinkan siapapun dan kekuatan manapun untuk melanggar dan memisahkan wilayah tanah air. Orang yang main api di Selat Tawan itu pasti akan membayar mahal.



 Asean Selalu Menjadi Prioritas Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20201029/300f7fe0-6d1f-1e15-ab1b-2ce0a75b59fc.html
2020-10-29 12:53:06

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin dalam jumpa pers rutin kemarin (28/10) menyatakan, Tiongkok selalu memperlakukan ASEAN sebagai kawasan yang diprioritaskan dalam diplomatik tetangga Tiongkok dan kawasan penting pembangunan “Satu Sabuk Satu Jalan”.

Wang Wenbin mengatakan, hari Selasa, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Luo Zhaohui mengadakan pertemuan visual dengan Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam merangkap Pejabat Tinggi Vietnam untuk Urusan ASEAN, Nguyen Quoc Dung. Kedua belah pihak bertukar pendapat terkait persiapan serangkaian konferensi tingkat tinggi kerja sama Asia Timur.

Wang Wenbin mengatakan, kedua pihak sepakat bahwa di bawah latar belakang perubahan situasi yang tidak pernah terjadi selama seratus tahun disertai pandemi Covid-19, hendaknya dunia mendorong serangkaian konferensi tersebut untuk mecapai kesepahaman dan solidaritas, mendorong  penanggulangan wabah dan kerja sama pembangunan, mendorong pemulihan kembali ekonomi di Asia Timur, membangkitkan kepercayaan rakyat di kawasan. Sementara itu, mendukung status pusat ASEAN dalam kerja sama Asia Timur, memegang sebaik-baiknya arah pembangunan kerja sama Asia Timur. Mempertahankan multilateralisme, menentang pemikiran Perang Dingin, dengan sebaik-baiknya menangani masalah sensitif, memelihara situasi besar perdamaian, kestabilan, kerja sama dan pembangunan. Tiongkok mendukung Vietnam menyelenggarakan baik rangkaian konferensi agar menginjeksikan lebih banyak energi positif ke dalam kerja sama Asia Timur.

Kirim email ke