https://www.gatra.com/detail/news/470960/info-kemenhan/kemenhan-lapor-dpr-hibah-alutsista-dari-pemerintah-amerika-


*Kemenhan Lapor DPR, Hibah Alutsista dari Pemerintah Amerika*

Gatra.com | 02 Mar 2020 17:31


*Jakarta, Gatra.com* – Kementrian Pertahanan (Kemhan) akan mendapat hibah
14 drone ScanEagle dan upgradetiga unit Helikopter Bell 412 dari Pemerintah
Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat Alat utama system senjata (Alutsista)
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Sebelum mendapatkan alat tersebut, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan)
Sakti Wahyu Trenggono meminta pendapat dari DPR RI saat rapat kerja dengan
Komisi I DPR, Rabu (26/2). “Kami hadir di Komisi I DPR ini untuk
menyampaikan permohonan persetujuan penerimaan hibah 14 drone Scan Eagle
UAV dan upgrade Helikopter Bell 412 dari . Pemerintah AS,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemerintah AS sejak tahun 2014 sampai 2015 menawarkan
program hibah (FMF) kepada TNI. Atas dasar itu, maka pada tahun 2017 TNI AL
mengambil program FMF Hibah tersebut berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV)
dan upgrade helikopter Bell 412. Sesuai ketentuan dibentuklah timpeng kaji
oleh Kemhan untuk melakukan, ekonomis, politis, dan strategis. Dari kajian
tersebut Kemhan memutuskan untuk menerima program hibah dimaksud.

Drone ScanEagle memiliki nilai US$28,3 juta, dibutuhkan TNI AL untuk
meningkatkan kemampuan ISR maritim guna memperkuat pertahanan negara.
ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang
dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing
Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScanIns itu yang
dikembangkan untuk industry perikanan komersial.

Menurut laman Boeing, drone ScanEagle dapat beroperasi di atas 15.000 kaki
(4.572 m) dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang
hingga 20 jam. Drone dengan bobot maksimum tempat pilot diizinkan untuk
lepas landas atau maximum takeoff weight (MTOW) 22 kg ini, digerakkan mesin
piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km/jam dan
kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m.
ScanEagle sanggup berada di udara dengan lama terbang (endurance) lebih
dari 24 jam.

ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patrol maritim, integrasi ISR
(intelijen, pengawasan, dan pengintaian). Sementara itu, untuk upgrade
peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai US$6,3 juta dibutuhkan TNI AL
untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan
pertahanan negara.

“Nantinya Drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan
khusus. Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan
dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan Alutsista lainnya.
Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan,” katanya.


------------------------------

*Reporter: ftkl*
*Editor:*

Kirim email ke