Bekri Yaqub: Semua Masjid Utuh Terpelihara di Xinjiang
2020-11-06 15:34:22    
http://indonesian.cri.cn/20201106/6e2dee57-fe3a-baab-ad46-90f51e4f1b8d.htmlBekri
 Yaqub yang berusia 71 tahun adalah Ketua Komite Pengelolaan Sipil Masjid 
Yanghang Urumqi, Xinjiang. Menanggapi hoaks yang menyebut adanya pembongkaran 
masjid dengan paksa di Xinjiang, Yaqub menyatakan, tidak pernah mendengar hal 
serupa di Xinjiang.

Menurut perkenalan Bekri Yaqub, di seluruh Xinjiang, sebagian besar masjid 
dibangun pada tahun 1980-an hingga 1990-an, dengan temboknya terbuat dari tanah 
liat, skalanya kecil dan tua bahkan menjadi bangunan yang terancam runtuh. Jika 
turun hujan atau tertiup angin kencang, kegiatan ibadah akan terpaksa 
dihentikan demi keselamatan para umat Islam.

Pada tahun-tahun terakhir ini, seiring dengan proses urbanisasi dan pembangunan 
pedesaan baru dipercepat, untuk memenuhi permintaan muslim, beberapa pemerintah 
lokal mulai membangun atau memperbesar masjid yang perlu direnovasi, juga 
membangun kembali sejumlah masjid yang tidak memenuhi kondisi anti gempa bumi. 
Ini dengan baik menyelesaikan masalah masjid yang akan runtuh. Sementara 
memudahkan Muslim bersolat, pemerintah memberikan bantuan untuk memasang AC 
pada musim panas. Pada Musim Dingin juga tersedianya air panas di kamar cuci 
untuk melayani umat Islam.

Yaqub mengatakan, Masjid Yanghang dibangun pada 1897, dia bukan hanya  adalah 
lapangan agama milik Muslim etnis Uygur dan Hui Xinjiang, Muslim dari luar 
negeri pun bisa bersolat di sini. Pada tahun-tahun terakhir ini, kondisi Masjid 
Yanghang menjadi semakin baik, muslim dalam dan luar negeri yang bersolat di 
sini semuanya merasa puas.




Esbiton Saimahdi: Menyatakan Tiongkok Musnahkan Agama Islam Hanyalah Fitnah!
2020-11-06 15:39:25        
http://indonesian.cri.cn/20201106/3ca33407-7f95-f32a-f038-6777f06814ac.htmlEsbiton
 Saimahdi yang datang dari Xinjiang adalah Imam di Mesjid Oshakand, Kecamatan 
Gilgrang.

Menanggapi sejumlah media AS yang menyebut “pemerintah Tiongkok sedang 
memusnahkan agama Islam, dan sejumlah tokoh agama ditahan oleh pemerintah”, 
Esbiton Saimahdi membantah laporan itu sama sekali adalah omong kosong, adalah 
fitnahan terhadap Tiongkok. Sebaliknya, pemerintah Tiongkok selalu melakukan 
banyak pekerjaan untuk mendorong perkembangan sehat agama Islam. “Sebagai 
seorang Imam, saya paling punya hak berbicara”, tuturnya.

Diperkenalkan Esbiton Saimahdi, apa yang disebut “tokoh agama yang ditahan 
pemerintah”, sebenarnya mereka bukanlah petugas agama, sebaliknya mereka adalah 
penjahat yang menggunakan agama Islam untuk menyebarkan ekstremisme dan 
melakukan kegiatan separatis dan teroris. Mereka menggunakan perasaan religius 
sederhana para muslim, menyebarluaskan pikiran ekstremisme, memutarbalikkan 
ajaran Islam, menyangkal semua ide sekuler dan hasil peradaban modern, 
menganiaya “kafir”dan “pengkhianat”, bahkan sejumlah tokoh agama ortodoks juga 
diusir, dipukul bahkan dibunuh oleh mereka.

Esbiton Saimahdi menyatakan, Tiongkok adalah negara yang bertata hukum, 
pemerintah memukul berbagai macam kegiatan kejahatan berdasarkan hukum, tindak 
kejahatan yang menggunakan agama juga tidak terkecuali. Dalam proses pemukulan 
kejahatan, pemerintah tidak pernah merujuk kepada agama apapun. Ekstremisme 
bukan agama, itu anti manusia, anti masyarakat dan anti peradaban, juga anti 
agama. Menurut saya, pemukulan terhadap ekstremisme agama justru untuk lebih 
baik menjaga agama yang sah.

Kirim email ke