Sebanyak 138 Negara Tandatangani Dokumen Kerja Sama “Sabuk dan Jalan” dengan Tiongkok http://indonesian.cri.cn/20201106/f16ed3b3-8c95-8a7d-782b-c4db9127cdba.html 2020-11-06 12:58:31
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kemarin (5/11) di Beijing mengatakan, sudah tercatat 138 negara yang menandatangani dokumen kerja sama terkait Inisiatif “Sabuk dan Jalan” dengan Tiongkok. Sebanyak 2000 lebih proyek telah dikerjakan dan diciptakan puluhan juta lowongan kerja bagi masyarakat setempat. Ketika menjawab pertanyaan bagaimana Tiongkok menilai peranan yang dimainkan kerja sama internasional “Sabuk dan Jalan” dalam menanggulangi wabah dan memperbaiki kesejahteraan rakyat di negara-negara terkait, Wang Wenbin menyatakan: “Dalam waktu 7 tahun yang lalu setelah Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan diajukan, inisiatif tersebut sudah menjadi produk publik internasional yang disambut baik masyarakat luas dan dianggap sebagai platform kerja sama berskala terbesar. Pembangunan bersama ‘Sabuk dan Jalan’ bertujuan untuk merancangkan lebih banyak proyek yang menguntungkan rakyat setempat. Selama pandemi covid-19, sejumlah besar proyek ‘Sabuk dan Jalan’ telah berkontribusi demi pemulihan ekonomi dan sosial setempat.” Wang Wenbin mengatakan, “Forum Tingkat Tinggi Citra Perusahaan Tiongkok di Luar Negeri 2020” yang digelar hari Selasa lalu telah meluncurkan Laporan Survei Citra Perusahaan Tiongkok di Luar Negeri 2020-Versi “Sabuk dan Jalan”. Hasil survei atas 12 negara mitra “Sabuk dan Jalan” di Asia, Afrika dan Eropa menunjukkan bahwa penilaian positif atas perusahaan Tiongkok mencapai 78%. Sebagian terbesar memberikan penilaian positif atas bantuan penanggulangan wabah dan pengentasan kemiskinan setempat yang dilakukan oleh perusahaan Tiongkok. Sebanyak 60% responden paling terkesan atas tindakan penanggulangan wabah oleh perusahaan Tiongkok yaitu “mengutamakan keselamatan jiwa dan kesehatan karyawan ke posisi teratas”. Lebih dari 50% responden berpendapat perusahaan Tiongkok memperbaiki infrastruktur negerinya, dan memberi dukungan kepada pendidikan, kedokteran dan kesehatan di negerinya masing-masing. “Tiongkok akan terus bersama para mitra kerja sama mendorong kerja sama internasional ‘Sabuk dan Jalan’ demi membawa keuntungan benar-benar kepada berbagai negara dan rakyatnya,” tutur Wang Weibin. Tiongkok Sesuaikan Kebijakan Kedatangan ke Tiongkok 2020-11-06 13:00:32 Kedutaan Besar Tiongkok di beberapa negara mengumumkan kebijakan yang menunda kedatangan warganya ke Tiongkok karena wabah virus corona. Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kemarin (5/11) dalam jumpa pers menyatakan bahwa adaptasi kebijakan tersebut merupakan tindakan sementara yang diambil Tiongkok untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Dilaporkan, Kedutaan Besar Tiongkok di Belgia, Inggris dan Filipina masing-masing mengumumkan, atas pertimbangan penanganan wabah virus corona, warga dari tiga negara tersebut yang mempunyai visa Tiongkok, surat izin kerja atau urusan pribadi dan surat izin tinggal akan dilarang masuk ke Tiongkok untuk sementara. Wang Wenbin menyatakan, dengan bercermin pada kebijakan beberapa negara, Tiongkok melakukan penyesuaian kebijakan terkait kedatangan warga negara tersebut ke Tiongkok atas pertimbangan perubahan situasi wabah virus corona, hal ini masuk akal dan sesuai dengan praktek internasional. Adaptasi kebijakan tersebut diyakini akan dipahami masyarakat internasional. Kedutaan besar Tiongkok di negara-negara terkait akan tepat pada waktunya mengumumkan informasi terbaru sesuai dengan perubahan situasi.
