Joe Biden menang pilpres AS di tengah bangsa yang terpecah
 Minggu, 8 November 2020 00:21 WIB
 
Calon presiden Amerika Serikat dari Demokrat Joe Biden berbicara tentang hasil 
pemilihan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Jumat (6/11/2020). ANTARA 
FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque/WSJ/cfo (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)

Washington (ANTARA) - Kandidat partai Demokrat Joe Biden memenangkan pemilihan 
presiden Amerika Serikat pada Sabtu, sebagaimana dilaporkan Edison Research dan 
sejumlah jaringan televisi.

Kemenangan itu diraih Biden ketika para pemilih dengan tegas menolak 
kepemimpinan yang gaduh dari petahana dari Partai Republik Donald Trump, untuk 
menyambut janji Biden tentang upaya baru dalam melawan pandemi virus corona, 
memperbaiki ekonomi dan menyembuhkan bangsa yang terpecah.

Biden (77) menjadi kandidat tertua yang terpilih sebagai presiden AS karena 
Trump secara signifikan gagal memperluas daya tariknya untuk menjangkau 
kelompok di luar pemilih kulit putih pedesaan dan kelas pekerja yang 
berkomitmen mendukung populisme sayap kanan dan nasionalisme "Amerika Urutan 
Pertama".

Baca juga: CEO VW sebut strategi perusahaan sejalan bila Biden menang

Edison Research dan sejumlah jaringan televisi besar, termasuk CNN dan NBC, 
telah memproyeksikan bahwa Biden akan mengantongi lebih dari 270 suara 
Electoral College yang dibutuhkan untuk muncul sebagai pemenang dalam sistem 
pemilihan presiden berdasarkan negara-negara bagian yang kompleks, meskipun 
kampanye Trump memperdebatkan penghitungan suara di pengadilan dan mengupayakan 
penghitungan ulang di satu negara bagian.

Biden unggul dengan perolehan suara Electoral College 273 dibanding 214 dalam 
pemungutan suara Electoral College negara bagian demi negara bagian yang 
menentukan pemenang, setelah memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania untuk 
menempatkannya di atas 270, angka yang dibutuhkan untuk mengamankan kursi 
kepresidenan, menurut Edison Research.

Sumber: Reuters

Baca juga: Partai Republik butuh 60 juta dolar AS buat danai gugatan pemilu 
Trump

Baca juga: Pendukung Biden menari di jalan-jalan, suporter Trump ayunkan senjata
  
Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Yuni Arisandy Sinaga



Partai Republik butuh 60 juta dolar AS buat danai gugatan pemilu Trump
 Sabtu, 7 November 2020 18:14 WIB
 
Presiden AS Donald Trump terpantul di kaca saat meninggalkan ruangan setelah 
memberikan keterangan media mengenai hasil pemilu presiden 2020 di Ruang 
Pengarahan Media Bradi di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Kamis 
(5/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/WSJ/djo (REUTERS/CARLOS BARRIA)

Presiden Trump mengancam akan menempuh jalur hukum untuk menghalangi proses 
tabulasi suara yang selayaknya,
Washington (ANTARA) - Partai Republik tengah berupaya untuk menggalang dana 
sedikitnya 60 juta dolar AS (sekitar Rp852,9 miliar) untuk membiayai tuntutan 
hukum yang diajukan oleh Donald Trump atas hasil pemilu AS, demikian menurut 
tiga sumber pada Jumat (6/11).

Tim kampanye Trump telah mengajukan sejumlah gugatan hukum di beberapa negara 
bagian atas  penghitungan suara pemilu di wilayah itu--terkait dengan sang 
rival dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang semakin mendekati syarat kemenangan 
270 electoral college.

"Mereka menginginkan 60 juta dolar," kata seorang donatur untuk Partai Republik 
yang menerima permohonan dari tim kampanye Trump dan Komite Nasional Partai 
Republik (RNC).

Dua sumber lainnya menyebut bahwa tim kampanye Trump menginginkan dana sebesar 
100 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun) untuk komite penggalangan dana 
bersama yang dikelola oleh tim kampanye dan RNC--suatu tanda bahwa skala 
tuntutan hukum Trump mungkin akan lebih besar.

Baca juga: Polisi Philadelphia antisipasi serangan ke tempat penghitungan suara
Baca juga: Trump siap gugat Nevada usai tuntutannya gagal di Georgia dan 
Michigan

Ketiga sumber tersebut memberikan keterangan kepada Reuters tanpa ingin 
disebutkan identitasnya karena terkait isu yang sensitif. Tim kampanye Trump 
dan RNC belum memberikan komentar mereka mengenai masalah ini.

Permohonan dana itu muncul selagi tim kampanye Trump dan juga Biden bersiap 
untuk beradu kekuatan atas hasil pemilu melalui jalur hukum.

Sejak pemungutan suara ditutup pada Selasa (3/11) malam, tim kampanye Trump 
mulai mengirimkan surel dan pesan teks yang berisi tudingan proses pemilu yang 
licik serta permohonan sumbangan dana.

Trump memulai kampanye dengan keuntungan finansial yang kuat, harus 
mengakhirinya dengan perjuangan agar dapat mengimbangi Biden yang kemudian 
mendapatkan bantuan finansial tinggi dari penggalangan dana.

Seorang penasihat Trump, yang juga tidak ingin dibuka identitasnya, bahkan 
menyebut strategi perkara hukum sejauh ini sebagai suatu kekacauan, berantakan, 
serta "merugikan bagi Presiden".

Penasihat tersebut mengatakan bahwa tim kampanye Trump tampaknya terkejut 
dengan hasil penghitungan suara, dan tidak mempunyai persiapan untuk membawanya 
ke jalur hukum.

David Bossie, penasihat senior tim kampanye Trump dan juga seorang aktivis 
konservatif terkemuka yang memimpin kelompok advokasi Citizens United, dipilih 
sebagai pemimpin tim gugatan hukum pascapemilu, menurut sumber yang dekat 
dengan masalah tersebut.

Bossie sebelumnya menjadi bagian dari kelompok pendukung Trump yang mengajukan 
tuntutan hukum di Las Vegas terhadap penghitungan suara di Negara Bagian Nevada.

Sementara itu, tim kampanye Biden pada Rabu (4/11) meluncurkan "Biden Fight 
Fund" (Dana Perlawanan Biden), program penggalangan dana untuk bertarung di 
jalur hukum dengan Trump, menurut surel yang dikaji oleh Reuters.

"Presiden Trump mengancam akan menempuh jalur hukum untuk menghalangi proses 
tabulasi suara yang selayaknya," kata Manajer Kampanye Biden, Jen O'Malley 
Dillon, melalui surel.

Seorang pejabat Partai Republik berkomentar mengenai langkah kandidat presiden 
dari partainya itu, dengan menyebut bahwa sekarang sudah waktunya Trump untuk 
move on.

"Persaingan ini sudah selesai, dan satu-satunya orang yang tidak menyedari hal 
itu adalah Donald Trump," kata dia.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pendukung Biden menari di jalan-jalan, suporter Trump ayunkan senjata
Baca juga: Kemenangan Biden di Pilpres AS semakin dekat, Trump bersumpah 
melawan 
Penerjemah: Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto

Kirim email ke