si Trump kayak gitu ya sudah lama bukan sekarang ini saja, cuman tinggal 3 
bulanan ya biarin saja di-puas2in sdh tidak dianggep lagi juga. 
Saya rasa nantinya jadi anti klimaks.

    On Monday, November 9, 2020, 03:58:03 PM PST, 'Chan CT' 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
 
 

Saya perhatikan dengan sikap Trump yang brutal seenak udelnya sendiri tentu 
mendorong pertengkaran Republik vs Demokrat makin menjurus antagonis, 
setidaknya makin tegang dan akan lebih sulit diselesaikan. Sekalipun Biden 
sudah menekankan selesai pemilu tidak ada perpecahan antara Merah dan Biru, 
tidak ada musuh diantara kita karena kita sama-sama orang Amerika, ...! Tentu, 
ketegangan makin sengit juga tidak akan bisa dihindari oleh siapapun disaat 
situasi ekonomi makin sulit dan terpuruk, ... setiap kepeentingan oligarki 
penopang politik kedua belah pihak juga akan saling berebut keuntungan yang 
tidak terdamaikan, ... bagaimana Biden menjalankan kekuasaan dengan lancar 
kalau selalu terganjal menelorkan kebijkan di legislatif kalau kekuatan nyaris 
berimbang! BELUM lagi menghadapi ancaman diboikot, ... seperti legislatif HK 
saja utk memilih ketua sidang saja sampai berlarut-larut lebih 6 bulan tidak 
juga berhasil! Padahal oposisi masih dipihak minoritas, ... membuat legislatif 
macet, TIDAK jalan!    From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, November 10, 2020 5:45 AMTo: [email protected] Subject: 
Re: [GELORA45] Sejarah! Kamala Harris, Wapres Wanita Kulit Hitam Pertama AS   

Kemenangannya Biden terhitung telak 306 vs.232 Electoral Colleges, juga menang 
banyak dalam popular votes, komplit.Tetapi yg juga menentukan adalah pemilihan 
Senat yg sementara ini 48 vs 48 (dari total 100), seandainya nantinya GOP bisa 
51+ artinya banyak policy Biden yg tidak bisa jalan atau kena blok. Kalah dalam 
pemilu bukan berarti tidak bisa memimpin, ini adalah 2 hal yang berbeda. Pemilu 
lebih dalam popularitas yg menarik orang utk mencoblos, sedang memimpin lebih 
dalam leadership. Wapres Harris saya kira tidak akan membantu banyak, politik 
beliau sementara ini lebih ke politik identitas. Tidak tahu nantinya.   On 
Sunday, November 8, 2020, 05:43:42 PM PST, 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:   

Apapun yang terjadi sesungguhnya dengan kemenangan pasangan Biden-Harris 
terhadap Trump kali ini, saya kok merasa perjuangan Biden untuk membenahi 
perpolitikan-ekonomi AS dan dunia yang rusak/pecah masa Trump, akan berjalan 
terseok-seok, jadi lebih sulit! Saya tidak tahu jelas sampai dimana kemampuan 
kepemimpinan Biden, tapi melihat kiprah selama ini berapa kali GAGAL dalam 
pemilu dan hanya bisa berperan sebagai wapres, menunjukkan kemampuannya 
terbatas. Ini pertama. Kedua, mengingat bertambah usia dan pernah 2X operasi 
otak, akan membuat merosot kemampuannya; ketiga, kemenangan tipis kali ini, 
akan membuat Biden lebih SULIT menangkan kebijakan di legislatif, ... Mudah2an 
saja perkiraan saya hanya subjektif saja, dan dengan adanya BANTUAN wapres 
Harris, kiprahnya bisa lebih baik dan keadaan perpolitikan demokrasi AS tidak 
separah yang saya duga, ......   From: Jonathan Goeij [email protected] 
[GELORA45] Sent: Monday, November 9, 2020 2:39 AMTo: [email protected] 
Subject: Re: [GELORA45] Sejarah! Kamala Harris, Wapres Wanita Kulit Hitam 
Pertama AS   Kamala Harris jadi VP karena ditunjuk Biden, omong kosong kalau 
dikatakan mengalahkan ini itu.Biden kalah di Florida saya kira karena Kamala yg 
sedemikian bermain politik identitas, seandainya yg dipilih orang lain sudah 
akan menang waktu election day.  On Sunday, November 8, 2020, 03:47:24 AM PST, 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:   


 

 

Sejarah! Kamala Harris, Wapres Wanita Kulit Hitam Pertama AS

SHARE  

 Foto: Senator dan calon presiden dari Partai Demokrat AS, Kamala Harris, 
berkampanye di sebuah pertemuan balai kota di Charleston Utara (REUTERS/Elijah 
Nouvelage)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kamala Harris membuat sejarah baru pada Sabtu waktu 
AS. Dia menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi wakil presiden 
(wapres) Amerika Serikat (AS).

Dia berhasil melibas penghalang yang membuat pria, hampir semuanya berkulit 
putih, yang bercokol di tingkat tertinggi politik AS selama lebih dari dua abad.

Mengutip APNews, Minggu (8/11/2020) Senator California berusia 56 tahun ini 
merupakan orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih sebagai wakil 
presiden.





Terpilihnya Haris sebagai Wapres mendampingi Joe Biden, mewakili 
multikulturalisme yang mendefinisikan Amerika, tetapi sebagian besar tidak ada 
di pusat-pusat kekuasaan Washington.

|  
Baca:
 
 Jadi Presiden Baru AS, Ini Dia Sepak Terjang Joe Biden
 |


Identitas kulit hitamnya dinilai memberikan kebebasan baginya untuk bersuara 
secara pribadi di tengah pertiwa sebetulnya soal kebrutalan polisi dan rasisme 
yang begitu sistemik di AS.

Sebagai wanita dengan peringkat tertinggi yang pernah terpilih dalam 
pemerintahan Amerika, kemenangannya memberikan harapan bagi wanita yang 
terpukul oleh kekalahan calon wanita sebelumnya yaitu Hillary Clinton, 4 tahun 
lalu, melawan Donald Trump.

Harris telah menjadi bintang baru dalam politik Demokrat selama hampir dua 
dekade terakhir, menjabat sebagai jaksa wilayah di San Francisco dan jaksa 
agung California sebelum menjadi senator AS.

Setelah Harris mengakhiri kampanye presiden Demokrat 2020, Joe Biden menunjuk 
Harris sebagai wakilnya. Mereka akan dilantik sebagai presiden dan wakil 
presiden pada 20 Januari 2021.

Pemilihan pasangan Biden menambah signifikansi karena Biden akan menjadi 
presiden tertua yang pernah dilantik, pada usia 78, dan belum berkomitmen untuk 
mengupayakan masa jabatan kedua pada 2024.

APNews menilai, Harris sering membingkai pencalonannya sebagai bagian dari 
warisan, dari perempuan kulit hitam perintis yang datang sebelum dia, termasuk 
Mary McLeod Bethune, aktivis hak sipil Fannie Lou Hamer dan Shirley Chisholm, 
kandidat kulit hitam pertama yang mencari partai besar pencalonan presiden, 
pada tahun 1972.

"Kami jarang mengajarkan cerita mereka. Tapi sebagai orang Amerika, kita semua 
berdiri di atas bahu mereka," ujar Harris, Agustus lalu, saat dia menerima 
nominasi wakil presiden partainya.

Terlepas dari euforia kemenangan Biden-Haris atas Trump-Mike Pence, dia dan 
Biden menghadapi tantangan yang berat, termasuk memperdalam ketegangan rasial 
di AS setelah pandemi yang telah memakan korban yang tidak proporsional pada 
orang kulit berwarna dan serangkaian pembunuhan polisi terhadap orang kulit 
hitam Amerika.

Pekerjaan Harris di masa lalu sebagai jaksa penuntut telah memicu skeptisisme 
di antara kaum progresif dan pemilih muda yang menginginkannya untuk mendukung 
perubahan kelembagaan atas reformasi tambahan dalam kepolisian, kebijakan 
narkoba, dan lainnya.

Harris adalah wanita kulit hitam kedua yang terpilih menjadi senat.

|  
Baca:
 
 Biden Menang Pilpres AS, Ini Dia PM Pertama yang Beri Selamat
 |


Re kannya, Senator Cory Booker, yang juga berkulit hitam mengatakan 
kehadirannya membuat institusi menjadi lebih dapat diakses oleh lebih banyak 
orang dan menyarankan agar dia melakukan hal yang sama saat menjadi wakil 
presiden.

Harris lahir pada tahun 1964 dari dua orang tua yang aktif dalam gerakan 
hak-hak sipil. Shyamala Gopalan, dari India dan Donald Harris dari Jamaika, 
bertemu di University of California, Berkeley, yang kemudian menjadi sarang 
aktivisme tahun 1960-an.

Mereka bercerai, Harris dan saudara perempuannya dibesarkan oleh mendiang 
ibunya yang dianggapnya paling berpengaruh dalam hidupnya.

Kamala adalah bahasa Sansekerta untuk "bunga teratai", dan Harris mengiyakan 
soal warisan India-nya ini selama kampanye, termasuk dengan panggilan kepadanya.

Namanya menjadi ejekan oleh Partai Republik, termasuk Trump. Ini hanyalah salah 
satu serangan yang dihadapi Harris. Trump dan sekutunya berusaha mencapnya 
sebagai radikal dan sosialis terlepas dari catatannya yang lebih sentris, upaya 
yang bertujuan untuk membuat orang tidak nyaman tentang prospek perempuan kulit 
hitam dalam kepemimpinan.

Dia menjadi sasara n disinformasi online yang dicampur dengan rasisme dan 
seksisme tentang kualifikasinya untuk melayani sebagai presiden.

Anggota Kongres Pramila Jayapal dari Washington mengatakan kekuatan Harris 
tidak hanya berasal dari pengalaman hidupnya tetapi juga dari orang-orang yang 
sudah dia wakili.

California adalah negara dengan populasi terpadat dan salah satu negara bagian 
yang paling beragam; hampir 40% orang adalah Latino dan 15% adalah Asia..

Di Kongres, Harris dan Jayapal bekerjasama dalam rancangan undang-undang untuk 
memastikan perwakilan hukum bagi Muslim yang menjadi target larangan perjalanan 
Trump tahun 2017 dan untuk memberikan hak kepada pekerja rumah tangga.

Ibu Harris membesarkan putrinya dengan pemahaman bahwa dunia akan melihat 
mereka sebagai wanita kulit hitam, dan begitulah cara dia menggambarkan dirinya 
saat ini.

Dia kuliah di Howard University, salah satu perguruan tinggi dan universitas 
kulit hitam historis bangsa, dan berjanji Alpha Kappa Alpha, perkumpulan 
mahasiswa pertama bangsa yang dibuat untuk perempuan kulit hitam.

Dia berkampanye secara teratur di HBCUs dan mencoba untuk mengatasi 
kekhawatiran pria dan wanita kulit hitam muda yang bersemangat untuk upaya yang 
kuat guna membongkar rasisme sistemik.

APNews menilai, kemenangannya bisa mengantarkan lebih banyak perempuan kulit 
hitam dan orang kulit berwarna ke dalam politik.

Walikota San Francisco London Breed, yang menganggap Harris sebagai mentor, 
memandang kesuksesan Harris melalui kacamata identitasnya sendiri.

"Orang Afrika-Amerika tidak jauh dari perbudakan dan kengerian rasisme di 
negara ini, dan kami masih merasakan dampaknya dengan cara kami diperlakukan 
dan apa yang terjadi di sekitar pemberontakan rasial ini," katanya.

Pencalonan Harris menanamkan banyak kebanggaan dan beserta harapan, 
kegembiraan. Harris menikah dengan seorang pria Yahudi, Doug Emhoff, seorang 
lawyer, yang anak-anaknya dari pernikahan sebelumnya memanggilnya "Momala".

Kegembiraan tentang pencalonannya meluas kepada wanita dari berbagai ras.

 

 






  

Kirim email ke