Salam, semoga saja pak Dave Bobihu punya rencana hebat buat kab gtlo. Mudah2an 
bpak2 itu tidak kecolongan sama banci2 thailand yg cantik2 itu, tapi mungkin 
saja sekembalinya di gtlo, semua banci2 akan di berdayakan dan juga bsa seperti 
banci thailand itu. " buah semangka buah kedondong, jangan gila dong" (ivan 
gunawan mode on) hehehe

-----Original Message-----
From: Fadli <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 2008-02-05 14:21:40 GMT+08:00
To: [email protected]
Subject: [GM2020] Re: Stuban Ke Thailand bukan Jalan jalan.......!!

Asswrwb,

Amerika serikat pernah berkoar bahwa Jepang akan bangkit 100 tahun 
lagi setelah bom hiroshima Nagasaki) padahal Jepang hanya perlu 25 
tahun untuk bangkit dan menjadi raksasa.

Yang dilakukan oleh Jepang bukan Studi banding, tapi STUDI (tidak 
pake banding)dan Permanent research (stay 4-5 th)ke negara2 lain 
termasuk amerika, atau sebaliknya mereka mengundang Teknokrat asing 
untuk mendesain dan memonitor pembangun sektoral di Jepang.

Sistem ini di anut oleh India diantaranya mengatasi korupsi di tahun 
1980-an. Setidaknya negara kita pernah mengirim Polisi2 terbaik pada 
era itu ke India (atas undangan India) untuk mendsain sistem kontrol 
(dan perundang2an)mulai dari perekrutan hingga MPP. (walaupun 
sekarang Polisi kita menjadi institusi terkorup ke-2 setelah 
Pengadilan berbanding terbalik dengan kepolisian India)

Negara Arab Saudi mengadopsi sistem hujan buatan Amerika dengan 
mengundang Teknokrat AMerika.

dsb, dsb

Di Thailand Utara, Sebagian besar petani bukan berasal dari Thailand 
melainkan Petani2 tersebut banyak diimport oleh Thailand dari Laos 
(sama seperti kita eksport tki/petani kelapa sawit ke Malaysia).
semua infrastruktur, sdm, jejaring dan lain2 tentang pengolahan lahan 
pertanian telah diatur dengan sangat baik di Thailand.

Pertanyaan mendasar apakah Gorontalo sudah punya sistem seperti 
itu ????? Ya iya lah, gtlo sudah punya, dan dengan bangga saya setuju 
dengan sebutan Propinsi Agropolitan pertama di Indonesia. sistem 
kontrol pengembangan sudah ada, tinggal bagaimana memproteksi harga 
agar petani dan pedagang sama-sama diuntungkan. 

Benar kata Bram, ayo gunakan Teknorat Lokal (jika ada dan mumpuni) 
untuk mebangun kapasitas lokal itu sendiri, namun jika tidak aa kita 
perlu Teknokrat luar untuk memfasilitasi kemajuan daerah demi 
kemakmuran masyarakat kita tercinta.

akhirul kata, sambe lo lo studi banding, kalo memang ada istilah 
Reward saya setuju tapi tidak lantas berlaku untuk setiap anggota 
insititusi yg dimakusd, sehingga kamuflase berkedok studi banding 
selalu terulang dan terulang.
dan perlu digaris bawahi, jika ada reward maka harus ada punishment. 
apakah para pembesar2 daerah mau berbesar hati untuk menerima 
punishment gak hanya mau terima reward?.


Tapi kalo memang para camat tetap berangkat lebeh bae ke Vietnam 
daripada Thailand. Orang (baca petani) vietnam itu pekerja keras dan 
tidak pernah mengenal kata puas. Kalo Petani Thailand 
karakteristiknya lebih cepat puas dengan apa yg dihasilkan.

Topik Ini menjadi pembelajaran menarik untuk anggota milis, agar 
kelak jangan mewarisi cara-cara tidak pintar dan tidak efisien 
seperti ini.

bolo maapu ju..

salam

Fadli
anak adalah anak, kemerdekaan berpendapat juga hak mereka
  

--- In [email protected], "imusafir" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> Om Ramang.....
> dari dulu saya itu bingung
> sebenarnya yang Bodoh itu Pemerintah
> atau rakyat Gorontalo?? (karena mau di bodoh-Bodohi  !!!)
> 
> Atau ini sudah menjadi Trend Pemerintahan Fadel Muhammad ??
> sehingga berlaku hukum   "Mongkey see mongkey do"??
> Lihat saja ketika Pejabat di kantor gubernur "jalan-jalan"
> ehh Camat juga nggak mau kalah unjuk Gigi
> 
> Hari ini camat besok Lurah  bulan depan Kapala Jaga
> somo jadi apa kasiang torang pe kampung??
> 
> Kita semua harus memikirkan Solusi dari Persoalan INI !!!
> 
> Mungkin sudah saatnya kita memberdayakan "keberadaan"
> Gorontalo Maju di jajaran pemerintah Gorontalo
> sehingga untuk studi banding
> Para pemerintah tidak perlu ke luar negeri.
> caranya ????
> Silahkan posting negara mana yang ingin di pelajari
> saya yakin Para penghuni milis ini dengan segudang pengalamannya
> di Luar negeri akan membantu mencarikan dan memberikan informasi
> serta  membagi pengalamannya .
> 
> sebagai contoh
> sekiranya Pemerintah Pingin Studi Banding ke Australia
> ajukan makalah yang sistimatis ke milis ini
> dan di tujukan kepada titien,Ibu nove dan cs...
> saya yakin mereka akan meluangkan waktunya for the sake of Gorontalo
> 
> Atau Pingin Tau Soal Swiss
> ada tata Sitti..,
> mo ke ireland ada Mbak sri
> di amerika ada Om rommy juga ibu Mila
> belum lagi  Fadli Usman, Om toti Lamusu, Om Henk
> dan teman-teman lain yang sepak terjangnya
> di dunia internasional dapat kita manfaatkan sebagai
> bahan studi banding.
> 
> Bottom linenya adalah
> Mari sama-sama kita semua mempromosikan milis ini
> ke Jajaran Pemerintah dan masyarakat Gorontalo
> dan  mari kita semua ikut ambil bagian memberdayakan milis ini .
> 
> Kalau bukan kita siapa lagi yang perduli dengan Gorontalo ??
> 
> Saya tidak tau Apakah persoalan yang ada cukup menggugah hati  
kita ??
> 
> atau mungkin sama saja seperti kemarin, email ini hanya akan 
berakhir di
> "trash" seperti email-email kemarin.
> 
> 
> 
> Yang Ikut Prihatin
> 
> Musafir
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "ramang H.demolinggo"
> <rama_demolinggo@> wrote:
> >
> > Assalam alaikum wr wb
> > Teman teman milis menaggapi stuban bagi para camat dan anggota 
dewan
> kabupaten gorontalo ke Thailand, sepertinya harus dicermati lebih 
bijak,
> karena, manakala stuban itu hanya menjadi ke inginan dari kelompok
> tertentu utk melanggengkan jabatan dan apalah dalam pemerintahan 
daerah
> tentu menjadi tidak efektif, bahkan barangkali hanya menghambur
> hamburkan anggaran yang ada.Masih teringat setahun yg lalu ketika
> seluruh kades kab.grontalo stubah ke jakarta dan sumedang, kalau gak
> salah sekalian dengan silatnas di Hotel Haris jakarta dan akhirnya 
dari
> hasil stuban itu tidak ada pengaruhnya dalam perkembangan desa desa 
yg
> ada di kab gorontalo, terutama desa saya yg ada di BATUDAA. Tetapi 
kita
> sangat setuju apabila hasil dari stuban itu menjadi sangat efektif 
dan
> bisa di terapkan dalam pemerintahan daerah kita.Terutama preman 
preman
> di Batudaa bisa di berdayakan dalam segala hal positif, baik itu 
memberi
> mereka keterampilan, kerajinan atau apalah yg bisa di berdayakan di 
desa
> > mereka masing masing. Kita setuju juga dgn tanggapan Pak 
bupati"Bahwa
> jika menginginkan sebuah perubahan maka harus melihat perkembangan
> daerah yang lebih maju, dalam hal ini melalui perjalanan (studi 
banding,
> red). "Akan tetapi bukan jalan-jalan, dan jangan sampai mengambil
> hak-hak rakyat," tegas Bupati seraya menambahkan, dalam mencari
> nilai tambah maka dibutuhkan kebersamaan. Kalau ini juga kita sangat
> setuju sekali, bahwa kebersamaan merupakan suatu keharusan bersama 
utk
> membangun Gorontalo. Terlepas itu jalan jalan atau apalah tetapi 
yang
> jelas buat Bapak bapak camat bahwa stuban bukanlah hadiah perjalanan
> dari pemerintah yg sedang menjabat saat ini, tetapi menggunakan 
anggaran
> yang ada di kabupaten, jadi pergunakanlah stuban ini dgn sebaik
> baiknya.Semoga dgn hasil dari stuban ke Thailand bisa di 
implementasikan
> ke masyarakat kita. Oke Selamat jalan jalan buat bapak 
bapak.....dan ibu
> ibu camat..
> > Wassalam,
> > ramang H demolinggo
> > warga Batudaa.
> >
> > ---------------------------------
> > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! 
Mobile. Try
> it now.
> >
>



Kirim email ke