--- On Mon, 7/7/08, my <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: my <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [GM2020] om henk ini abstrak dari Prof. Dr. Yoseph Paramata, M.Pd.
Guru Besar Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNG
To: [email protected]
Date: Monday, July 7, 2008, 3:25 AM
BANTUAN PROFESIONAL MELALUI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) FISIKA
Cetak
Email ke teman
Tambah komentar
PilihUsefulUseless
DIlihat: 78
Voting: 0
Komentar: 0
Abstract:
The objectives of the research were to identify the KKG implemetastion
around of teacher problems on teaching process, attemps to solve the
problems and to detect the teacher misconceptions on physics, to
introduce and to observe the implementation of some innovations on
physics instruction, and to respond all of them. And then, the KKG is
attemped to be a center of professional services as the functions of
instructional supervision. For the first, usual KKG and supervision
activity were observed. the stakeholders in that were interviewed, and
the products of that were documented. After that, the supervision model
was designed and that was tried out on SMU kota Gorontalo. The model
was implemented on SMU in Propinsi Gorontalo while completed. The model
was design under bottom-up approach, persuasive communication, and
collaborative interaction. Teachers activity in the model could
influeced the process and product quality of instructions shown on
score of classical supervision.
Keyword: KKG, supervisi, persuasif, kolaboratif
Penulis : Yoseph Paramata, Dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo
--- On Sat, 7/5/08, Pandu Nusantara <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Pandu Nusantara <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: FW: [GM2020] Re: Kebijakan 4 hari kerja (tanggapan)
To: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
Date: Saturday, July 5, 2008, 10:14 AM
ini ada alamatnya om henk
http://ung.ac. id/web/lp3/ jurnal/
baru itu yang bisa kami onlinekan dari jurnal2 yang ada di UNG. itupun
hanya judul dan abstrak saja. Kami masih menunggu file2 dari pengelola
jurnal lain.
Kalo saja pak Rektor mau mewajibkan isi jurnal2 itu dionlinekan, kami
tidak akan kesulitan meminta2 file ke pengelola jurnal. :)
Rgrds,
PN
Pada tanggal 05/07/08, R. H. Uno <[EMAIL PROTECTED] net.id> menulis:
> Saya pernah tanya sama pak Rektor apakah ada jurnal yang diterbitkan
> UNG, jawab beliau jurusan2 sudah ada kecuali universitas. Walaupun so
> uzur dan jauh dari Gorontalo, saya tetap ingin punya akses pada hasil
> tulisan paling tidak para DOKTOR2 melalui internet atau situs mana saja.
> Mohon dibantu pak Bei,siapa2 nama DR di UNG yang bisa saya baca
> karyanya. Saya tidak mau hanya mendengar "latabu" dari teman saya pak
> MY.
>
> Wass&maapu juh,OH
>
> -----Original Message-----
> From: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> [mailto:gorontalomaju2020@ yahoogroups. com] On Behalf Of Pandu Nusantara
> Sent: Saturday, July 05, 2008 10:37 PM
> To: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> Subject: Re: [GM2020] Re: Kebijakan 4 hari kerja (tanggapan)
>
> kalau saja dosen UNG yang lebih dari 400an orang itu mampu membuat
> satu tulisan setiap dua bulan dari hasil penelitian & pengabdiannya
> maka setiap 4 bulan akan ada 800an tulisan yang siap dimuat diberbagai
> jurnal. Jadi butuh sekitar 100an jurnal untuk menampung semua karya
> ilmiah itu. Kondisi sekarang dengan jumlah jurnal internal yang
> sekitar 10 saja selalu molor terbit karena minimnya karya ilmiah yang
> masuk. Padahal dosen hanya diminta minimal 2 jam saja dalam sehari
> diluar jam kuliah hadir di kampus untuk keperluan bimbingan akademik
> mahasiswa.
>
> Pak Nurdin, bukannya fenomena di UNG banyak dosen lebih senang rebutan
> jabatan struktural dari pada melaksanakan fungsinya? Rebutan jadi
> kepala dan sekretaris LP2M, Lemlit dll yang seharusnya ditempati para
> administrator. Seharusnya para dosen bergiat menjadi profesor dengan
> kegiatan ilmiahnya bukan rebutan menjadi rektor atau jabatan2
> administratif lainnya.
>
> Ini sekedar sharing, untuk lanjutannya silahkan diteruskan di milis ung.
>
> Rgrds,
> PN
>
> Pada tanggal 05/07/08, Nurdin Baderan, SP <udinsoilung@
> <mailto:udinsoilung %40yahoo. com> yahoo.com> menulis:
>> assalamu alaikum
>> setelah membaca posting tentang 4 hari kerja bagi dosen terkait dengan
> uang
>> lauk pauk, saya sebagai salah satu bagian tersebut menilai cukup baik
> jika
>> dilihat dari sudut pandang administratif. tetapi jika kita lihat dari
>> keseluruhan permasalahan kinerja dosen yang dianggap belum efektif dan
>> efisien, rasanya tidak cukup untuk menjadi solusi terbaik. selama
> bekerja
>> dengan profesi ini, saya justru melihat beban kerja dosen dengan
> dharma yang
>> seharusnya dilaksanakan oleh seorang dosen belum berimbang. seorang
> dosen
>> khususnya di UNG harus bekerja kadangkala sudah melampaui jam kerja
> efektif
>> seorang dosen dan paling banyak justru bukan persoalan akademik,
> tetapi
>> persoalan administrasi contohnya penyiapan berkas administrasi
> programstudi
>> (prodi), jurusan,bahkan fakultas..akibatnya , produktifitasnya sebagai
>> seorang fungsionalist belum terpenuhi secara optimal, seperti
> meneliti,
>> menulis (artikel atau buku)dan mengabdi kepada khalayak sasaran antara
> yang
>> strategis
>> (masyarakat) . hal ini merupakan fenomena yang terjadi hampir disemua
>> fakultas. di sisi lain, UNG harus menjadi universitas yang besar dan
>> kualifaid dengan jumlah dosen ahli yang punya spesifikasi khusus di
>> bidangnya masing2 serta diakui oleh masyarakat lokal Gorontalo,
> regional
>> sulawesi, tingkat nasional, bahkan internasional. ini dapat dicapai
>> diantaranya jika UNG punya prodi dengan kurikulum standar nasional
> prodi
>> tersebut dengan dosen yang kompeten dan kulifaid di mata kuliah pada
>> kurikulum tersebut. untuk mencapai hal tersebut, dosen harus diberikan
> waktu
>> untuk mengexplore ranah ilmunya yang spesifik tersebut melalui
> membaca,
>> meneliti, menulis dan mensosialisasikan hasil explorasi keilmuannya
> baik
>> studi literatur maupun penelitian kepada khayalayak (masyarakat)
> supaya
>> terjadi interaksi yang baik. ini butuh waktu dan kesempatan yang cukup
> lama.
>> sehingga kebijakan absensi dosen, apalagi bagi dosen dengan basik
> lapangan
>> cukup menjadi kendala bagi
>> kesempatan mengexplore ranah kilmuannya, seperti dosen di faperta.
> IPB, UGM
>> dan universitas yang sudah besar saat ini, dosen-dosennya banyak
> meneliti
>> dan berinteraksi di luar kampus, sehingga dikenal dan secara tidak
> langsung
>> melambungkan nama besar almamaternya (interaksi yang positif), tetapi
> punya
>> komitmen yang kuat terhadap kegiatan akademik..ini dapat dijadikan
> bahan
>> perbandingan untuk UNG dan dosen-dosennya, agar UNG menjadi
> universitas yang
>> lebih maju dari sekarang..
>>
>> NM
>>
>>
>> --- On Sat, 7/5/08, Pandu Nusantara <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:tepandu% 40gmail.com> com> wrote:
>>
>>> From: Pandu Nusantara <[EMAIL PROTECTED] <mailto:tepandu% 40gmail.com>
> com>
>>> Subject: Re: [GM2020] Re: Kebijakan 4 hari kerja
>>> To: gorontalomaju2020@ <mailto:gorontaloma ju2020%40yahoogr oups.com>
> yahoogroups. com
>>> Date: Saturday, July 5, 2008, 5:27 AM
>>> Bung Redho, sebenarnya latar belakang adanya daftar hadir
>>> bagi dosen hanya
>>> terkait dengan uang lauk pauk. Syarat administrasi menerima
>>> uang lauk pauk
>>> yang sekitar 500 - 600 rb perbulan (kalau tidak salah) itu
>>> hanya daftar
>>> hadir yang sudah ditandatangani. Sayangnya absen yang
>>> manual ini pun sering
>>> dirapel, ditandatangan sekaligus untuk satu bulan
>>> hehehe.... Absensi finger
>>> print hanya sekedar data pembanding absen manual.
>>> Tapi di beberapa unit kerja di UNG, data absensi finger
>>> print ini yang
>>> dijadikan acuan pencetakan absensi manual. Artinya kalau
>>> tidak absen finger
>>> print di hari tertentu, tidak bisa tandatangan absen manual
>>> karena kotak
>>> tempat untuk tanda tangannya itu otomatis tercetak hitam
>>> penuh. jadi
>>> walaupun tanda tangannya di rapel saru bulan, pegawai tidak
>>> bisa tanda
>>> tangan di hari-hari dimana dia tidak hadir (tidak absen
>>> finger print)
>>>
>>> Rgrds,
>>> PN
>>>
>>> Pada 5 Juli 2008 03:06, rhedho <[EMAIL PROTECTED]
> <mailto:rhedho% 40yahoo.co. id> co.id>
>>> menulis:
>>>
>>> > Teruntuk Bung Pandu Nusantara! Benar sekali apa yang
>>> anda kemukakan di
>>> > milis ini. Secara pribadi, saya selaku orang UNG
>>> mengakui keadaan yang
>>> > terjadi di UNG sedemikian adanya seperti yang Bung
>>> Pandu kemukakan.
>>> > Namun ada hal yang perlu saya kemukakan tentang isi
>>> dari Pedoman
>>> > Akademik UNG yang telah anda baca tersebut. Hal ini
>>> saya kaitkan juga
>>> > dengan apa yang dipertanyakan oleh Ibu Titien tentang
>>> daftar hadir
>>> > para dosen yang ada dimasing-masing jurusan dan
>>> program studi di UNG.
>>> > Salah satu latar belakang dimunculkannya konsep
>>> kehadiran dosen dalam
>>> > Pedoman Akademik UNG dengan direalisasikannya dalam
>>> bentuk Daftar
>>> > Hadir Dosen adalah dalam rangka mengenjot kinerja para
>>> dosen di UNG
>>> > yang dihargai dengan kenaikan pendapatan dari
>>> Kelebihan Mengajar para
>>> > dosen di UNG (entah sekarang masih berlaku atau
>>> tidak). Menurut saya
>>> > tujuannya sangat baik jika benar dalam rangka
>>> meningkatkan kinerja Tri
>>> > Dharma Perguruan Tinggi para dosen di UNG. Namun! Hal
>>> ini menurut saya
>>> > tidaklah efektif dan efesien.
>>> >
>>
>>
>>
>>
>
>