Assalamualaikum,
Mohon maaf saya hanya bisa copast, hal ini sangat menarik bagi saya untuk 
diikuti perkembangannya dan mudah-mudahan dapat menginspirasi para milister 
Yth terutama yang doyan permak mesin dan tentu saja jago kimia.

Brown Energy sudah dipatenkan sebagai Public Licence, jadi tidak masalah untuk 
developingnya kedepan. Energi ini sudah terbukti meskipun belum seperti yang 
diharapkan (maksudnya langsung diaplikasikan ke mesin biasa tanpa modifikasi 
serius). Dan seperti yang disebutkan dibawah bahwa sebenarnya ada konspirasi 
besar untuk menutupi perkembangan teknologi ini untuk kepentingan pihak-pihak 
tertentu (terutama Rockefeller families).
Pak Tesla dan Meyer sudah menjadi korban untuk kemaslahatan ummat, dan alangkah 
baiknya kita mengikuti langkah mereka secara berjama'ah. (Toh US Government 
tidak mungkin bunuh kita semua sekaligus)....
Jangan lupa beli bukunya biar tidak kesasar.
"Brown Energy" 
Oleh Poempida Hidayatullah Ph.D University of London dan 
F. Mustari, lulusan Teknik Elektro UNHAS.

Wassalam,
Dok
----- Forwarded Message ----
From: Yosmansyah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, July 9, 2008 11:01:45
Subject: Re: [Land_Rover_Indonesia] Brown Energy


Mas Christian kalo boleh panggil Mas, tanggapan yg logis terkait dng teknologi2 
yg memang sudah mapan seperti penggunaan tabung NOS untuk meningkatkan kinerja 
engine.
Saya sama sekali bukan penggagas idee, ide hybrid air sudah ada sejak 80 tahun 
yg lalu dan dimatikan terutama oleh JURAGAN MINYAK dunia, sampai Nicolas Tesla 
dipenjarakan dan dibunuh juga Stanley Meyer diracun pada tahun 1998. Jgn2 Joko 
(jika konsepnya memang Brown Energy)  juga begitu jadi ngeri juga ya.
 
Saat ini yg sudah secara terbuka menerbitkan buku plus CD adalah Sdr. Poempida 
dan Mustari lengkap dengan contoh dan hasil prakteknya. Makanya saya angkat 
tema ini agar teman2 Landy Mania dapat segera menerapkannya. .
 
Proses Elektrolisa tidak membutuhkan energy yg besar, jadi dengan arus 2 amper 
dan tegangan 1,24 volt, hanya membutuhkan daya 2,48 watt, karena tegangan 
diatas 1,24 volt tdk akan menambah keluaran gas HHO nya, malah jadi masak air 
yg akan menghasilkan uap air. Jadi seyogyanya jika kita gunakan aki 12 volt, 
kita bisa membuat rangkaian serie botol elektrolisa jadi 6 atau 7 botol, maka 
gas HHO dari botol tsb dpt dikumpulkan untuk mensuplai ruang bakar mesin. Jadi 
daya total cuma kurang dari 20 watt pdhal lampu saja bisa 50watt/100watt, shg 
tdk membebani alternator.
Satu pertanyaan kenapa dng 1,24 volt gas HHO sudah bisa dihasilkan sebabnya 
adalah sbb:
 
1. Katoda anoda menggunakan kawat stainless steel 316 yg dililit secara 
berulir, shg medan magnit yg dihasilkan akan berputar (Magnet Vortex) dng 
demikian ion2 + dan - dari molekul air mudah menjadi gas.
2. Penggunaan katalisator soda kue.
3. Kondisi vakum ruang mesin yg terhubung dng botol elektrolisa 
 
Jadi 4 liter air murni dan 4 sd 6 sendok soda dapat meningkatkan efisiensi BBM 
untuk jelajah 16000km.
 
Terimakasih.

 
 

--- On Wed, 7/9/08, PBC Christian <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: PBC Christian <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [Land_Rover_ Indonesia] Brown Energy
To: Land_Rover_Indonesi [EMAIL PROTECTED] com
Date: Wednesday, July 9, 2008, 9:16 AM


Ikutan urun rembuk nih.
 
Kan untuk memisahkan ikatan H2 dan O butuh energy listrik. Sedangkan gas H2 dan 
O2 jika dibakar aja bisa langsung terbakar, walaupun belum tentu bisa langsung 
digunakan sebagai bahan bakar. Tetapi kalau untuk membantu pembakaran bensin 
atau diesel ya pasti bisa sekali. 
 
Kalau digunakan untuk mobil, yang pasti untuk memisahkan air menjadi gas itu 
kan akan memakan arus listrik, yang ujungnya pasti akan memberatkan alternator. 
Masalah yang akan timbul adalah, apakah peningkatan kinerja mesin lebih besar 
daripada energi yang dibutuhkan untuk memutar alternator yang lebih berat ?
 
Menurut saya sih, cara yang lebih efisien adalah, elektrolisa air menjadi gas 
H2 dan O2 dilakukan di suatu tempat yang dekat dengan pembangkit listrik, 
sehingga biaya listrik menjadi lebih murah, dengan alat yang berskala lebih 
besar sehingga lebih efisien. Kemudian gas tersebut ditampung ke dua tabung 
yang terpisah (supaya tidak bereaksi kembali menjadi air), baru tabungnya 
dibawa ke dalam mobil dan dipakai untuk membuat pembakaran lebih efisien.
 
Cara yang paling gampang dan invest minim, ya beli aja oksigen dan hidrogen 
dalam tabung, kemudian kita pasang di mobil. Gampang kan ? Tinggal memasang 
sirkuit dan regulator, mirip sekali dengan memasang tabung NOS. Tinggal 
eksperimen berapa perbandingan H2 dan O2 yang optimal untuk membantu kinerja 
mesin. Lalu dihitung aja dengan harga BBM sekarang ini, penghematan dan harga 
gasnya apakah sebanding ?
 

Terima kasih
 
 
Christian

 
----- Original Message ----- 
From: echo 
To: Land_Rover_Indonesi [EMAIL PROTECTED] com 
Sent: Tuesday, July 08, 2008 11:06 AM
Subject: Re: [Land_Rover_ Indonesia] Brown Energy

Dari beberapa literatur justru baking soda is a no-no, begitu juga 
dengan garam, cuka, ataupun aki zuur/H2S04. Disebutkan, baking soda akan 
dikonsumsi pada proses elektrolisis. . Yang terbaik adalah KOH (pottasium 
hydroxide) atau NaOH (sodium hydroxide). Tapi memang ini bahan yang 
harus hati-hati handlingnya karena basa kuat.
Yah memang masih kontroversial semuanya hehe.

Sembarang stainless steel saja mas, tidak usah 316L (food grade ss).

Rgds,

.e

H.R. Hardiyanto wrote:
> ..snip..
>
> NB:
>
> belum berani pakai KOH mas, lebih beresiko
>
> cari yang jual stainless steel 316 berbentuk plat dimana ya?
>
> 
>
> regards
>
> anto
>
> 
>
>
 
 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke