Scrool tuyus... [:D]
--- In [email protected], "Sri Agustiani"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pembayaran fiskal itu memang hukumnya wajib bagi orang yang
> berpergian holiday ke luar negri atau baru pertama kali berpergian ke
> luar negri, tapi bukan untuk WNI yang tinggal di luar negri sebagai
> resident atau pelajar.
>
> Berikut tips ini mungkin bisa membantu bagi ada yang mau berpergian
> ke luar negri berkaitan dengan bebas Fiskal:
>
> 1. Kalau baru pertama kali berpergian keluar negri sudah pasti harus
> bayar fiskal di Air Port. Tiba di negara yang dituju kalau bisa
> segera lapor ke DuBes Indonesia perwakilan negara masing2. (Anda akan
> diminta untuk mengisi biodata, dan mendapatkan cap keterangan dari
> DuBes tentang tempat tinggal anda). Pengurusannya cumam 15 menit.(ini
karna pemerintah Indo kita punya petugas yang dari negara dimana KBRI
berada..contoh diSwiss..ada orang Swiss kerja didalam KBRI...jadi
malu2in dung kalau takes longer... [:D] )
>
> 2.Cap keterangan tempat tinggal tersebut tersebut membuktikan bahwa
> anda sebagai resident, pekerja, atau pelajar di negara yg dituju.
>
> 3. Jika kita mau pulang ke Indonesia dan balik lagi ke negara yg
> dituju kita akan terbebas dari pembayaran fiskal. Caranya, isi
> formulir 'bebas fiskal' di loker dekat pintu 'check in' yang terdapat
> di Air port. Serahkan passport bersama formulir (akan di proses kira2
> 5 menit). Selama proses tidak ada biaya sama sekali.(5 menit jika
petugas fiskalnya nggak Bad Mood...hihihihi......biar bebas fiskal suruh
cepat joh balamar temisternya dikau Titien....nanti juga gratis
koq..hanya saja kemana2 tetap bayar visa seperti Keterangan Ibu Sri.)
[;)]
>
> Pengurusan bebas fiskal itu mudah dan tidak sulit kalau kita sudah
> melaporkan diri di kedubes ketika kita berada di luar negri. Pihak
> terkait bebas fiskal tidak akan berani mempersulit kita.
>
> Yg saya dengar dari dulu memang pembayaran fiskal mau di tiadakan
> tapi sampe sekarang masih berlanjut. Lagi pula cuma Indonesia aja
> yang ada fiskal2an, apa ada negara lain yg bayar fiskal di benua
> Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika?! Heran juga bayar fiskal sama tax
> air port tapi air portnya gak bagus2 juga. Thailand yg gak bayar
> fiskal airportnya bisa ngalahin Heathrow, terbesar dan tersibuk di
> dunia! Lah bandara kita?! Belum lagi pembayaran stay over bagi
> tourist ngalahin negara2 asia lainnya! Duitnya di kemanain seh?!!
>
> Salam,
> SAM
>
>
> --- In [email protected], titien mohammad
> titienf_m@ wrote:
> >
> > hmm.. katanya kalo udah punya NPWP bisa bebas fiskal ya?  cuma aneh
> saja.. kalo orang kerjanya or studi di luar negeri harus bayar pajak
> di Indo.. any ideas? mohon pencerahannya..
> >
> > Titien FM
> >
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: nyong buton h2o_ram@
> > To: [email protected]
> > Sent: Wednesday, December 3, 2008 12:59:30 PM
> > Subject: [GM2020] Bisa bebas Fiskal. Paksa Punya NPWP, Tarif Fiskal
> Bakal Tiga Kali Lipat
> >
> >
> > Bisa juga bebas fiskal, dengan cara ngurus pindah alamat, dari
> alamat passport di Indonesia (yang tertera pada halaman akhir)
> menjadi alamat di negara tempat studi (misalnya di kos atau asrama
> tempat tinggal). Urusan ini dapat diselesaikan dalam waktu tiga hari
> kerja di Konsulat Jenderal Indonesia di negera tempat studi (luar
> negeri). Hal ini sudah dilakukan oleh teman saya (yang memakai
> passport hijau) yang studi di Malaysia, yang setiap balik ke Malaysia
> dia tidak bayar fiskal.
> > ciao.
> > sayoonara.
> >
> > --- On Tue, 12/2/08, titien mohammad [EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> >
> > From: titien mohammad [EMAIL PROTECTED] com>
> > Subject: Re: [GM2020] Paksa Punya NPWP, Tarif Fiskal Bakal Tiga
> Kali Lipat
> > To: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > Date: Tuesday, December 2, 2008, 12:52 AM
> >
> >
> > yah..issu yang sama juga lagi berkembang di milist Indo-
> melbourne. . aneh juga ya.. mungkin pemerintah mau menguras abis
> duit2 orang yg suka ke luar  negeri sebelum 2010 yang nanti akan
> bebas fiskal..
> >
> > hmm.. padahal gak semua orang ke luar negeri itu orang kaya seperti
> mungkin yg di benak pemerintah.. cos bisa saja lagi sekolah.. atau
> training karna kerja dsb.. sebagai contoh banyak penerima
> beasiswa sekolah di luar negeri yang pek passport hijau means harus
> bayar fiskal.. kalopun bisa pake bebas fiskal.. pasti prosesnya
> rumit..
> >
> >
> > yah.. any ideas??
> >
> > http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 12/02/09011338/ Paksa.Punya.
> NPWP..Tarif. Fiskal.Bakal. Tiga.Kali. Lipat
> >
> > Titien FM
> >
> >
> >
> >
> >
> > ________________________________
> > From: Taufik Polapa [EMAIL PROTECTED] com>
> > To: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com
> > Sent: Tuesday, December 2, 2008 7:34:00 PM
> > Subject: [GM2020] Paksa Punya NPWP, Tarif Fiskal Bakal Tiga Kali
> Lipat
> >
> >
> > Dear All Gm2020
> >
> > Khususnya buat org gtlo yang senang berpergian ke luar negeri
> seperti pak Toti,dll, serta teman2 yang lagi Studi di Luar Negeri,
> Ini ada berita menarik nih khususnya mengenai Tarif Fiskal Khususnya
> bagi WNI yang akan melakukan Perjalanan ke Luar Negeri dan berlaku
> per 1 Jan 2009.
> >
> > Yang selama ini Tarif Fiskalnya hanya 1 Juta maka akan naik sebesar
> 200% menjadi 3 Juta.
> >
> > Menurut banyak Komentar dari berita tersebut terkesan Pemerintah
> Indonesia kerjanya hanya memeras Rakyat saja, dengan memberlakukan
> Pajak dimana2. Tapi utk Fungsi Pengawasan Uang Hasil Pajak belum
> pernah di Publikasikan ke Khalayak ramai agar bisa di tahu larinya
> kemana. Seperti Iklan di TV. "Di Awasi Bersama"
> >
> >
> > Gimana pendapat anda semua,,, khususnya yang sering doyan jalan ke
> luar negeri ?
> >
> > salam
> >
> >
> > TP
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Selasa, 2 Desember 2008 | 09:01 WIB
> > JAKARTA, SELASA -  Tarif fiskal untuk masyarakat yang bepergian ke
> luar negeri akan naik berlipat mulai awal 2009. Tarif baru akan
> menjadi tiga kali lipat atau naik sebesar 200 persen dari tarif saat
> ini.
> > Kalau tahun ini Anda rnelancong ke luar negeri dengan menggunakan
> pesawat udara hanya merogoh dompet untuk fiskal sebesar Rp 1 juta,
> maka tahun depan nanti tarif fiskalnya menjadi Rp 3 juta per orang.
> Untuk perjalanan ke luar negeri lewat laut tarifnya akan meroket dari
> Rp 500.000 menjadi Rp 1,5 juta per orang. Demikian juga dengan
> perjalanan via darat tarif tahun depan bakal melompat menjadi Rp
> 600.000 per orang.
> > Direktorat Jenderal Pajak memang belum memutuskan tarif itu secara
> resmi. "Saat ini besaran tarif itu masih digodok," kata seorang
> pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, Senin (1/12). Tarif resmi itu
> nantinya akan tertera dalam beleid Peraturan Pemerintah (PP) tentang
> Tarif Fiskal Luar Negeri. Ditjen Pajak dan Departemen Hukum dan HAM
> saat ini masih membahas rancangan PP tersebut.
> > Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Departemen Hukum
> dan HAM Wicipto Setiadi mengakui adanya pembahasan rancangan PP tarif
> fiskal itu. Namun Wicipto enggan menjelaskan soal besarnya tarif
> fiskal. "Pembahasannya belum selesai," elak Wicipto.
> > Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution juga tidak memberi jawaban
> atas konfirmasi KONTAN. Darmin hanya menyatakan, "Sebaiknya, semua
> wajib pajak yang ingin keluar negeri untuk membuat Nomor Pokok Wajib
> Pajak (NPWP)," kata Darmin, diplomatis.
> > Memang, orang yang sudah mengantongi kartu NPWP tak perlu risau
> dengan tarif ini  fiskal sebesar itu memang hanya untuk mereka yang
> behmm memiliki NPWP namun suka bepergian atau berbisnis ke luar
> negeri. Ditjen Pajak menetapkan batas akhir pengurusan NPWP pada 31
> Desember 2008 ini.
> > Namun orang yang baru memegang NPWP pada tanggal 31 Desember 2008
> akan tetap terkena tarif fiskal baru bila bepergian pada Januari
> 2009. Maklum, gratis fiskal itu berlaku bila jarak antara pembuatan
> NPWP dengan keberarfgkatan ke luar negeri minimal satu bulan.
> > Kenaikan tarif yang besar itu adalah cara Ditjen Pajak untuk
> mendongkrak penerimaan pajak tahun depan nanti. Maklum target pajak
> 2009 nanti membengkak menjadi Rp 697 triliun dari target tahun ini
> yang cuma sebesar Rp 580,2 tribun.
> > Selain itu, kenaikan tarif ini juga untuk memanfaatkan sisa waktu
> penerapan fiskal yang akan berakhir pada 31 Desember 2010. Sebab
> mulai awal 2011 nanti, pungutan fiskal ke luar negeri sudah bebas
> tanpa syarat bagi semua masyarakat. Ketentuan itu adalah amanah pasal
> 25 ayat 8a Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak
> Penghasilan (PPh).
> > Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepertinya tidak berkeberatan
> dengan kenaikan tarif fiskal sebesar 200% itu. "Kami bahkan
> mengusulkan kalau perlu tarifnya Rp 5 juta," kata Anggota DPR dari
> fraksi Golkar Melchias M. Mekeng.
> > Namun Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna
> Zahir berpendapat, untuk menaikkan tarif fiskal perjalanan ke luar
> negeri, pemerintah sebaiknya menyerap dulu aspirasi
> masyarakat. "Pungutan itu untuk apa? Sudah tidak ada lagi negara yang
> memungut biaya fiskal untuk bepergian ke luar negeri," kata Husna.
> >
>

Kirim email ke