Mantap bos.....

2009/9/4 Ki Djoko Lemot <[email protected]>

>
> Indonesia, Truly Atlantis……….
>
> 7 March 2009 611 views 3 Comments
>
> [image: 
> atlantis3]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis3.jpg>Ingat
> iklan pariwisata Malaysia yang cantik itu ? Malaysia, Truly Asia…
>
> Banyak orang kita yang sebal melihat iklan yang bagus itu, karena banyak
> hal-hal yang digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak dijumpai di
> pelbagai wilayah Indonesia dari pada di Malaysia.
>
> Yah, kita selalu ‘keduluan’ oleh mereka.
>
> Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala
> ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang
> tidak mengenal Indonesia. Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia itu
> dimana sih…., konon tanya mereka…..
>
> Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan Indonesia akhir-akhir
> ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong arus sungai
> dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis.
>
> Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh
> ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan :
> “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.
>
> Dimana ditemukannya ?
>
> Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak
> kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!).
>
> Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah
> benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat
> tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke
> dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para
> Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran
> terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah
> dicapai oleh bangsa Atlantis itu.
>
> Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke
> kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian
> orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng
> semata.
>
> [image: 
> santos]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/santos.gif>Profesor
> Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah
> ditemukan karena dicari di tempat yang salah.
>
> Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya. Dia
> mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29
> tahun terakhir ini.
>
> Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu
> Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan
> Comparative Mythology.
>
> Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK 
> DISINI<http://atlan.org/author/resume.htm>.
>
>
> Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata
> habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan
> websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak
> 2.500.000 visits.
>
> Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia
> luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.
>
> Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang Atlantis
> pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western
> World).
>
> Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya
> menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya
> dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah
> fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ?
>
> Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas,
> batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran
> benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi,
> memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater,
> musik, dan olahraga.
>
> Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya,
> kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka
> dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang
> sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.
>
> Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan
> bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah
> sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa
> setempat.
>
> Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before
> Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene,
> yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat.
>
> Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat
> itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan
> Cro-Magnon.
>
> Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa,
> Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan
> benua Asia.
>
> [image: 
> atlantis1]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis1.jpg>
>
> Gambar 1 : Atlantis
>
> Sulawesi, Maluku dan Irian masih menyatu dengan benua Australia dan
> terpisah dengan Sumatera dan lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini
> dipisahkan oleh sebuah
>
> [image: Gambar 2 : Atlantis (National Geographic 
> Magazine)]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis2.jpg>
>
> Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)
>
> selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. Lihat gambar 1.
>
> Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang
> menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa
> Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari
> ‘Ring of Fire’.
>
> Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting
> dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’
> (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya
> dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung
> Rinjani.
>
> Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat
> gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk
> sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau
> Sumatera dan Jawa.
>
> Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi,
> yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan
> Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan
> Kalimantan.
>
> Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke
> udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian
> besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene).
>
> Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu,
> es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan
> abu tersebut.
>
> Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh
> bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia.
>
> Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik
> sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di
> Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran
> tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1.
>
> Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada
> lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung
> berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya
> Zaman Es Pleitocene secara dramatis.
>
> Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang
> bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman
> Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat
> Celcius lebih dingin dari sekarang.
>
> Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang
> memang terletak di katulistiwa.
>
> Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih
> besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas
> ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut
> China Selatan.
>
> Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat,
> berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi
> realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan
> bukan di tempat lain.
>
> [image: 
> maya_titan]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/maya_titan.gif>[image:
> osiris1]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/osiris1.gif>Santos
> telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati
> tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia,
> Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian.
>
> Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata
> istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang
> sama.
>
> Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa
> suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.
>
> Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu,
> yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia
> lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.
>
> Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang,
> yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara
> menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.
>
> Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang
> indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau,
> saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan
> dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya.
>
> Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!).
>
> Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik
> setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar
> dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika.
>
> Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah
> Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di
> lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia,
> Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.
>
> Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali
> budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.
>
> Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India
> melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan,
> Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam
> tersebut.
>
> Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia.
>
> Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau
> seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi,
> agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama
> masa yang disebut Neolithic Revolution.
>
> Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida.
> Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan
> semantik.
>
> Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari
> India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia.
>
> Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang
> menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan,
> Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain.
>
> Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis
> diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala,
> Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.
>
> Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua
> atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia.
>
> Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan
> lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix
> yang disebutnya sebagai ‘Checklist’ (KLIK 
> DISINI<http://atlan.org/articles/checklist/#checklist>).
>
>
> Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau
> tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor
> Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar
> ke Indonesia.
>
> Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.
>
> Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama
> sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari
> bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju
> atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun.
>
> Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang Malaysia
> dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita,
> dan sekarang mereka relatif berada di depan kita.
>
> Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan.
> Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya.
>
> Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna
> membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang
> mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana
> yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan
> canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti
> pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia.
>
> Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ?
>
> Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi
> teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat :
> sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?
>
> Coba dong beri pula perhatian yang memadai.
>
> Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk
> cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk
> lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang
> “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah
> seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.
>
> Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa dilakukan.
>
> Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang
> negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar,
> letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai
> bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.
>
> Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ?
>
> “….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, samaso
> tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah batu,
> tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba
> belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu
> dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar,
> sudah timbul gunung Merapi). Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik
> basintak turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun).
>
> ‘………Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu
> Atlantis masih exist.
>
> [image: 
> menhir_mahat2_t2]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/menhir_mahat2_t2.jpg>
>
> Salah satu Menhir di Mahat
>
> Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat
> posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur.
>
> Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang
> tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah
> Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam
> oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.
>
> Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut
> sebagai Taprobane.
>
> Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran
> besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan
> kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah.
>
> Itulah kira-kira teori Santos secara sangat ringkas.
>
> Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website
> Profesor Santos http://atlan.org/ atau membeli bukunya yang disebutkan
> diatas ke penerbit ‘Amazon.com’ (kalau sudah ada terbitan barunya).
> Dan….perusahaan penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan :
> Indonesia, Truly Atlantis………[eb]
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). 
Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta 
pembunuhan terhadap karakter kebudayaan.


STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! 
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!!

-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke