aeee... mak cik apa kabaar...?waaah, lama ndak nongol kemana saja. :-) ini kisah, eke copy paste dr internet. bukan menjelek-jelek-kan sodara. mudah2an bisa dimengerti yaa.
kirimannya mana neee, milis jd sepi ndak ada geliatnya. salam, mmj Pada 28 September 2009 05:33, Husni Mustafa <[email protected]> menulis: > Salam..kalau mau berbangga dengan negara dan bangsa sendiri ngga > apa-apa..tapi jangan memperlekehkan bangsa dan negara orang lain..Ya,semua > orang juga tau Indonesia memang lebih terkenal dari Malaysia..lagi pula > kebanyakkan nya warga Malaysia ini berasal dari susur galur keturunan dari > Indonesia..seperti juga saya berdarah keturunan dari Padang dan > Betawi..namun begitu saya tetap menyanjungi negara nenek moyang saya tetapi > saya tidak pernah merendah-rendahkan warga Indonesia malah banyak juga > sahabat2 saya disana..lebih2 lagi saya sudah beberapa kali berkunjung ke > sana...juga dikirimkan peta dijaman dulu kala.. permisi dulu dong.. > > 2009/9/4 Ki Djoko Lemot <[email protected]> > >> >> Indonesia, Truly Atlantis………. >> >> 7 March 2009 611 views 3 Comments >> >> [image: >> atlantis3]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis3.jpg>Ingat >> iklan pariwisata Malaysia yang cantik itu ? Malaysia, Truly Asia… >> >> Banyak orang kita yang sebal melihat iklan yang bagus itu, karena banyak >> hal-hal yang digambarkan dalam iklan itu sebenarnya lebih banyak dijumpai di >> pelbagai wilayah Indonesia dari pada di Malaysia. >> >> Yah, kita selalu ‘keduluan’ oleh mereka. >> >> Hal lain yang menyebalkan menyangkut negeri tercinta ini adalah manakala >> ada yang mengatakan bahwa banyak orang di Amerika atau di luar negeri yang >> tidak mengenal Indonesia. Katanya mereka tahu Bali, tapi Indonesia itu >> dimana sih…., konon tanya mereka….. >> >> Tapi perkembangan terbaru rada beda ; mempromosikan Indonesia akhir-akhir >> ini mestinya ibarat mendayung perahu ke hilir, yang didorong arus sungai >> dari belakang. Banyak kemudahan yang didapat secara gratis. >> >> Bukan hanya akibat kedatangan Hillary Rodam Clinton, tapi terutama oleh >> ulah Prof. Arysio N. dos Santos yang menerbitkan buku yang menggemparkan : >> “Atlantis the Lost Continents Finally Found”. >> >> Dimana ditemukannya ? >> >> Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak >> kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (!). >> >> Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah >> benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat >> tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke >> dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari para >> Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa, dan upaya penelusuran >> terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah >> dicapai oleh bangsa Atlantis itu. >> >> Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea, sampai ke >> kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian >> orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng >> semata. >> >> [image: >> santos]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/santos.gif>Profesor >> Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah >> ditemukan karena dicari di tempat yang salah. >> >> Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya. Dia >> mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 >> tahun terakhir ini. >> >> Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu >> Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan >> Comparative Mythology. >> >> Kualifikasi Santos dapat dilihat dengan cara di KLIK >> DISINI<http://atlan.org/author/resume.htm>. >> >> >> Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata >> habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan >> websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak >> 2.500.000 visits. >> >> Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke >> dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI. >> >> Sebagaimana dapat diikuti dari websitenya, Plato menulis tentang Atlantis >> pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western >> World). >> >> Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya >> menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya >> dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah >> fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ? >> >> Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, >> batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran >> benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, >> memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, >> musik, dan olahraga. >> >> Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, >> kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka >> dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang >> sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu. >> >> Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan >> bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah >> sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa >> setempat. >> >> Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before >> Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, >> yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat. >> >> Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat >> itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan >> Cro-Magnon. >> >> Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, >> Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan >> benua Asia. >> >> [image: >> atlantis1]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis1.jpg> >> >> Gambar 1 : Atlantis >> >> Sulawesi, Maluku dan Irian masih menyatu dengan benua Australia dan >> terpisah dengan Sumatera dan lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini >> dipisahkan oleh sebuah >> >> [image: Gambar 2 : Atlantis (National Geographic >> Magazine)]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis2.jpg> >> >> Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine) >> >> selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. Lihat gambar 1. >> >> Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, >> yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa >> Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari >> ‘Ring of Fire’. >> >> Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting >> dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ >> (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya >> dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung >> Rinjani. >> >> Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat >> gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk >> sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau >> Sumatera dan Jawa. >> >> Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, >> yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan >> Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan >> Kalimantan. >> >> Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke >> udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian >> besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene). >> >> Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, >> es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan >> abu tersebut. >> >> Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh >> bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia. >> >> Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik >> sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di >> Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran >> tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. Lihat Gambar 1. >> >> Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada >> lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung >> berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya >> Zaman Es Pleitocene secara dramatis. >> >> Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang >> bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman >> Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat >> Celcius lebih dingin dari sekarang. >> >> Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang >> memang terletak di katulistiwa. >> >> Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih >> besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas >> ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut >> China Selatan. >> >> Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, >> berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi >> realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan >> bukan di tempat lain. >> >> [image: >> maya_titan]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/maya_titan.gif>[image: >> osiris1]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/osiris1.gif>Santos >> telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu dia mencermati >> tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir, Mesopotamia, Phoenicia, >> Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian. >> >> Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata >> istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang >> sama. >> >> Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa >> suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas. >> >> Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang >> lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai >> Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. >> >> Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, >> yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara >> menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene. >> >> Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang >> indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, >> saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan >> dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. >> >> Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). >> >> Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik >> setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar >> dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika. >> >> Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah >> Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di >> lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, >> Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara. >> >> Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali >> budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka. >> >> Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India >> melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, >> Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam >> tersebut. >> >> Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia. >> >> Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba >> atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, >> metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh >> dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. >> >> Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. >> Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan >> semantik. >> >> Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari >> India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia. >> >> Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang >> menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, >> Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. >> >> Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis >> diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, >> Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain. >> >> Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua >> atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. >> >> Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan >> dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu >> matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’ (KLIK >> DISINI<http://atlan.org/articles/checklist/#checklist>). >> >> >> Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau >> tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor >> Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar >> ke Indonesia. >> >> Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas. >> >> Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama >> sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari >> bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju >> atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun. >> >> Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang >> Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar >> dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita. >> >> Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang Dia pergilirkan. >> Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya. >> >> Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna >> membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang >> mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana >> yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan >> canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti >> pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia. >> >> Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ? >> >> Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi >> teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : >> sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ? >> >> Coba dong beri pula perhatian yang memadai. >> >> Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk >> cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk >> lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang >> “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah >> seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini. >> >> Khususnya bagi warga Minang, ada juga ‘utak-atik’ yang bisa dilakukan. >> >> Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah tentang >> negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir besar, >> letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah berbagai >> bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya. >> >> Apa pula kata Tambo Minangkabau tentang ranah Minang zaman baheula ? >> >> “….Pada maso sabalun babalun balun, urang balun pinangpun balun, samaso >> tanah ameh ko sabingkah jo Simananjuang, kok gunuang baru sabingkah batu, >> tanah darek balun lai leba……, lah timbua gunung Marapi” (Pada masa serba >> belum, orang belum pinangpun belum, semasa tanah emas ini masih menyatu >> dengan Semenanjung, gunung baru sebingkah batu, tanah daratan belum lebar, >> sudah timbul gunung Merapi). Ada lagi “…waktu bumi basintak naiak, lauik >> basintak turun…” (Sewaktu daratan bergerak naik, laut bergerak turun). >> >> ‘………Samaso tanah ameh sabingkah jo Simananjuang’ , ini adalah masa sewaktu >> Atlantis masih exist. >> >> [image: >> menhir_mahat2_t2]<http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/menhir_mahat2_t2.jpg> >> >> Salah satu Menhir di Mahat >> >> Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di Mahat >> posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur. >> >> Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang >> tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.Arah >> Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang tenggelam >> oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi. >> >> Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang disebut >> sebagai Taprobane. >> >> Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon, tapi kalau melihat ukuran >> besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane adalah Sumatera yang dikisahkan >> kaya dengan emas, batuan mulia, dan beragam binatang termasuk gajah. >> >> Itulah kira-kira teori Santos secara sangat ringkas. >> >> Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website >> Profesor Santos http://atlan.org/ atau membeli bukunya yang disebutkan >> diatas ke penerbit ‘Amazon.com’ (kalau sudah ada terbitan barunya). >> Dan….perusahaan penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan : >> Indonesia, Truly Atlantis………[eb] >> >> >> >> >> > > > > -- -Mbah MaridJoss- Mariyuk Marisini Kitageligeli Trah R.M.Ngabehi Dr.Tjitrowardojo vs R.Ng Soeratinah. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || - Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta pembunuhan terhadap karakter kebudayaan. STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!! - -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
