Salam Sejati

do2

--- On Wed, 5/11/08, danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Jalan spiritual daily --> mas Dipo
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, 5 November, 2008, 9:23 PM










    
            Kemana roh pergi, terjawab tergantung dari posisi spiritual kita 

masing masing, tak ada satu dalil yang diimani setiap manusia. karena 

kebenaran yang diimani setiap manusia, adalah benar baginya, maka 

tiap insan layak bertumpu pada apa yang ia imani, sesuai dengan iman 

masing masing. Yang satu percaya akan Api Pencucian, yang lain 

percaya akan sorga dan neraka, yang lain mempercayai versi lain lagi.



Saya yakin, banyak diantara saudara saudara disini, yang telah 

mengalami pengalaman spiritual yang sangat unik, mengenai roh dari 

orang dekat atau siapapun yang telah memperlihatkan diri, baik dalam 

mimpi ataupun dalam bentuk lain.



Bagi yang tertarik akan hal ini, saya anjurkan membaca buku Journey 

of Souls karangan Michael Newton.



Wikipedia: "Michael Newton has documented the results of his 35 years 

of interviews of age regression case studies. His patients were 

originally seeking hypnotherapy as a theraputic means. Newton 

describes that during their continuous visits, a great number of his 

patients regessed beyond this life and passed through the spirit 

worlds; through ongoing age regression sessions, these subjects have 

recalled and revealed their past life experiences and their journey 

through the spirit world."



Dalam perjalanan menuju Emaus, Yesus dikabarkan menampakkan diri pada 

dua muridnya. Dia juga berada dialam spiritual, entah dimana itu.

Apa yang saya PRIBADI percayai, tidak relevan bagi manusia lain. It 

is not worth telling.



Ketika berusia 17 tahun, saya pernah bertamu ke seorang tetangga 

sahabat disebuah sore. Setelah ngobrol ber-jam2, sahabat ini pamit 

sebentar, mau kembalikan sesuatu kekamar pamannya di tingkat atas. 

Ketika kembali, dengan muka pucat dan agak gemetar, dia kisahkan, 

baru saja bertemu ibunya yang sudah meninggal, dianak tangga yang 

menuju kekamar ditingkat atas, beberapa detik sebelumnya. Dalam 

kagetnya setengah mati, dia menyapa sang ibu, namun ibunya hanya 

tersenyum, mundur lalu lenyap..

Dimanakah sang ibu gerangan?



Salam spiritual



Danardono



--- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, mang dipo <[EMAIL PROTECTED] .> 

wrote:

>

> Mas Danar,

> Terima kasih atas waktunya telah memberikan pencerahannya.

> Akan saya simak dengan penjelasannya ini.

> Mohon penjelasan Mas Danar tentang:

> Manusia TAK perlu dibangkitkan dari kematian, karena roh memang 

> selalu bangkit dari kematian, karena jasad sudah hancur, Kehancuran 

> jasad adalah bagian dari hukum alam, yakni SEMUA akan 

berakhir.Anicca.

>  

> Kemana perginya roh dan apakah ada yang dituju?

> 

> Salam, dipo

> 

> ____________ _________ _________ __

> From: danarhadi2000 <danarhadi2000@ ...>

> 

> 

> Mas Dipo yang baik, 

> 

> kita temukan dalam mencari jawaban atas pertanyaan mas Dipo cara 

> berpikir analisis seperti yang terdapat pada konsep Empat Kebenaran 

> Mulia. Cara berpikir tersebut adalah:

> 

> +Memahami Suatu Masalah dan menganalisa masalah tersebut 

> +Menyadari dan menemukan ada penyebab masalah tersebut 

> +Mengetahui bahwa masalah dapat teratasi dan mencari cara 

> penyelesaiannya 

> +Menemukan cara mengatasi masalah tersebut dan Menjalankan caranya 

> 

> Ketika pikiran yang terkonsentrasi telah demikian termurnikan, 

> terang, tak ternoda, bebas dari ketidaksempurnaan, dapat diolah, 

> lentur, mantap dan mencapai keadaan tak terganggu, Kita 

> mengarahkannya pada pengetahuan tentang hancurnya noda-noda (tiga 

> akar kejahatan yaitu: keserakahan/ lobha, kebencian/dosa dan 

> ketidaktahuan atau kebodohan-batin/ moha). 

> 

> Secara langsung kita mengetahui sebagaimana adanya: `Inilah 

> penderitaan' , `Inilah asal mula penderitaan' , `Inilah berhentinya 

> penderitaan' , `Inilah jalan menuju berhentinya penderitaan' ; 

Secara 

> langsung aku mengetahui sebagaimana adanya `Inilah noda-

> noda', `Inilah asal mula noda-noda', `Inilah berhentinya noda-

> noda', `Inilah jalan menuju berhentinya noda-noda'

> 

> Kata penderitaan yang digunakan di sini mewakili kata dukkha, 

> walaupun tidak sepenuhnya dapat mewakili makna kata dukkha. Sebelum 

> lebih lanjut membahas tentang penderitaan (dukkha), kita akan 

melihat 

> definisi dukkha;

> 

> "Kelahiran adalah penderitaan; menjadi tua adalah penderitaan; 

> penyakit adalah penderitaan; kematian adalah penderitaan; 

kesedihan, 

> ratap tangis, rasa sakit, kesengsaraan (ketidaksenangan) dan 

> keputusasaan adalah penderitaan; tidak memperoleh apa yang 

diinginkan 

> adalah penderitaan Dengan kata lain Lima kelompok kehidupan 

> (Pancakhandha) yang dipengaruhi kemelekatan adalah penderitaan 

> (dukkha)." 

> 

> Memang jika diterjemahkan sebagai penderitaan, kata dukkha akan 

> membuat seolah-olah hidup ini pesimistis. Namun, dukkha bukan hanya 

> berarti penderitaan dalam artian biasa. Penderitaan disini yang 

> dimaksud adalah penderitaan dari ketidakpuasan seseorang terhadap 

> suatu hal, padahal apapun pasti berubah. Dukkha bisa diartikan 

> sebagai penderitaan karena tidak bisa menerima perubahan.

> 

> Sebelum membahas lebih jauh tentang dukkha, perlu diketahui bahwa 

> ciri semua hal yang ada di dunia ini bersifat `selalu berubah'. Ini 

> adalah sesuatu yang pasti. Perubahan selalu terjadi, entah disadari 

> atau tidak, diakui atau tidak. 

> 

> Tiga corak umum mempunyai arti bahwa tiga hal tersebut pasti dan 

> selalu berlaku, yakni ketidakkekalan (anicca), penderitaan atau 

> ketidakpuasan (dukkha), dan tidak ada diri/sesuatu yang tetap 

> (anatta). Ketiganya tak lain mewakili realitas dunia yang selalu 

> berubah.

> 

> Jadi dukkha sebenarnya adalah cara pandang manusia terhadap 

perubahan 

> itu. Dukkha adalah penderitaan atau ketidakpuasan karena manusia 

> tidak bisa hidup kekal (anicca). 

> 

> Konsep perubahan diwujudkan dari 3 sisi pandang yaitu:

> 

> Bagi alam atau benda mati dikatakan sebagai anicca (tidak kekal) 

> 

> Bagi cara pandang manusia terhadap dirinya sendiri dikatakan 

sebagai 

> dukkha (menderita karena merasakan perubahan) 

> 

> Bagi manusia atau mahkluk hidup dikatakan sebagai anatta (tidak ada 

> diri yang tetap abadi tanpa perubahan atau roh/jiwa yang kekal 

tanpa 

> perubahan) 

> 

> Jadi dukkha di sini menjadi jelas jika memandangnya dari sudut 

> manusia terhadap diri sendiri dan itu berarti dukkha lebih tepat 

> dikatakan sebagai penderitaan karena cara pandang yang salah 

terhadap 

> kenyataan. Dengan kata lain dukkha terjadi karena manusia masih 

> bersifat subjektif dalam memandang realitas segala sesuatu, yaitu 

> perubahan.

> 

> Sebelumnya telah dijelaskan bahwa perasaan tidak puas karena 

> kehilangan atau perubahan itulah yang dinamakan dukkha. Dengan 

> pemahaman terhadap penderitaan (dukkha) seperti itu, kita dapat 

> melihat bahwa penderitaan tersebut diakibatkan oleh `perasaan tidak 

> puas'. 

> 

> Perasaan tidak puas ini,tanha adalah nafsu keinginan yang melekat. 

> Melekat artinya jika tidak mendapatkan, maka akan menderita. Kita 

> perlu memahami dengan jelas keinginan biasa dan keinginan yang 

> melekat. Contohnya adalah seorang anak kecil yang ingin mainan. Ia 

> terus ingin dan ingin padahal faktor penunjang untuk mendapatkan 

> mainan tersebut tidak ada. Akhirnya anak tersebut menangis dan ia 

> merasa menderita. Seandainya anak tersebut hanya ingin, namun ia 

> sadar bahwa kenapa orang tuanya tidak membelikannya, keinginannya 

> menjadi hal yang wajar dan tidak melekat. 

> 

> Akar dari keinginan yang melekat adalah ketidaktahuan (avijja). 

> Ketidaktahuan (avijja) adalah ketidaksadaran pada suatu momen (saat 

> ini) akan realitas dunia ini yang selalu berubah. Contohnya adalah 

> anak kecil yang ingin mainan tersebut. Seandainya anak kecil 

tersebut 

> mengerti bahwa keinginannya hanya sesaat dan belajar dari 

pengalaman 

> sebelumnya bahwa mainan tersebut lama-kelamaan akan membuatnya 

bosan 

> juga, ia akan terbebas dari keinginan yang melekat. Jadi ketika 

> keinginan datang menghampiri, kita harus hati-hati untuk tidak 

> terikat kepadanya. Pikiran dan renungkan dengan bijak apakah 

> keinginan tersebut betul-betul kita butuhkan atau hanya untuk 

> memuaskan keserakahan kita. 

> 

> Berhentinya penderitaan adalah pemudaran dan penghentian tanpa 

sisa, 

> penyerahan, pelepasan, membiarkan pergi, dan penolakan nafsu 

> keinginan. 

> 

> Disini, kita tak mempersoalkan maut, yang selalu datang, bila hidup 

> ini berakhir. Apakah kita berdosa atau tidak. Juga kebangkitan roh, 

> adalah selalu terjadi, apabila sebuah kehidupan didunia berakhir. 

> Manusia TAK perlu dibangkitkan dari kematian, karena roh memang 

> selalu bangkit dari kematian, karena jasad sudah hancur, Kehancuran 

> jasad adalah bagian dari hukum alam, yakni SEMUA akan 

berakhir.Anicca.

> 

> Nibbana sebagai kedamaian atau kebahagiaan sejati adalah ketika 

> penderitaan lenyap, ketika akar penderitaan yaitu keserakahan 

> (lobha), kebencian (dosha) dan kebodohan batin (moha) telah lenyap. 

> Itulah Nibbana, kebahagiaan sejati yang saat ini dapat kita alami 

> karena sifat keserakahan, kebencian dan kebodohan batin dapat kita 

> hancurkan saat ini juga dengan ketidakserakahan atau 

ketidakmelekatan 

> (berdana), ketidakbencian atau cinta kasih dan welas asih, serta 

> dengan kebijaksanaan sejati.

> 

> Matur nuwun, telah sabar mendengar keterangan ini.

> 

> Salam spiritual universal

> 

> Danardono

>




      

    
    __._,_.___
    
    
              
          
            Messages in this topic           (87)
        
        
          
            Reply           (via web post)
          | 
        
          Start a new topic        
           
    
    
    
                Messages  
            |    Files  
            |    Photos  
            |    Links  
            |    Database  
            |    Polls  
        
        
      
    

                
                  
      MARKETPLACE
      
                  
            From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft 
Foods
          
                              
    
      
    
    
    
      
       

      Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 

      Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 


      
        Visit Your Group 
       |
      
        Yahoo! Groups Terms of Use       |
      
        Unsubscribe       
         
   

  
  
  
  
    
    


     


            
            
                        Recent Activity
                
                        
       25
      New Members
    
  
                    
                    
                    
                    
                    
                
                      
                Visit Your Group              
             
                              
            
                          
              
                      New business? 
Get new customers. 
List your web site 
in Yahoo! Search.                  
                    
                      Moderator Central 
An online resource 
for moderators 
of Yahoo! Groups.                  
                    
                      Check out the 
Y! Groups blog 
Stay up to speed 
on all things Groups!                  
          
            
                  
          .
                           

        
        __,_._,___
        
         
        
        








        


        
        


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke