Mas Jay,
kalo menurut Mas Jay, jalan "aspal beton" cuma ada satu jalan dan 
satu-satunya jalan atau
banyak jalan lain mungkin "jalan tikus" yang jelek dan sempit tapi pintas.
terima kasih....
mahesh

Jay wrote:
> Bila berkenan, saya mau berbagi pemahaman saya pribadi mengenai
> anugerah keselamatan dan kehendak bebas.
> Dalam konsep kekristenan yang saya pahami keduanya berjalan bersama.
> Keselamatan atau pembebasan manusia dari dosa dan maut adalah karya
> anugerah Allah yang dilakukan tanpa pamrih. Tanpa menuntut apa-apa.
> Kita manusia menerima karya keselamatan tersebut dengan gratis, tanpa
> embel-embel. Karena dikasih gratis, maka Allah tidak memaksakan karya-
> NYA itu untuk diterima oleh manusia. Mau terima atau tidak, terserah
> manusianya -- disini prinsip kehendak bebas tetap berjalan dengan
> baik. Hal ini barangkali yang mampu menjelaskan mengapa setelah karya
> keselamatan oleh Allah telah dipenuhi, ternyata masih banyak orang
> yang melakukan kejahatan, baik kepada sesama maupun terhadap alam
> semesta. Kalau dengan anugerah keselamatan tersebut, otomatis kehendak
> bebas manusia juga tercerabut dari hekekat kemanusiaannya, maka tidak
> akan ada lagi kejahatan di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia
> dengan kehendak bebas, dan tidak akan pernah mencabutnya sampai
> kapanpun. Contoh praktis barangkali seperti ini, seseorang yang peduli
> kepada sebuah komunitas masyarakat secara sukarela menyumbang dengan
> membuatkan jalan yang baik, konstruksinya dari Aspal beton ... setelah
> jalan itu siap, sekarang terserah kepada komunitas masyarakat
> tersebut, mau menggunakan jalan itu atau tidak.  Setelah jalannya
> selesai dibangun, urusan apakah jalan itu dipakai atau tidak, berapa
> banyak yang tertolong dengan jalan itu, atau berapa banyak yang
> kemudian merasa terhambat dengan jalan tersebut ... itu sudah bukan
> lagi urusan yang menyumbang jalan tersebut maupun yang membuat jalan
> tersebut. urusannya sekarang antara komunitas masyarakat tersebut
> dengan jalan itu sendiri. Kehendak bebas tetap berlaku, masyarakat mau
> jalan di atas jalan aspal itu atau tidak merupakan ekspresi dari
> kehendak bebas mereka, karena masyarakat kemudian tidak dapat dipaksa
> baik oleh penyumbang maupun yang membuat jalan itu untuk harus jalan
> di atas jalan aspal beton itu.
>
> On 4 Nov, 20:57, dohan satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   
>> Salam Sejati
>> do2
>>
>> --- On Tue, 4/11/08, danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> From: danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]>
>> Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Mas Rudy ===>>Tuhan Sangat Marah...!!! 
>> ==Mas Eddy TG
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Date: Tuesday, 4 November, 2008, 8:43 PM
>>
>> --->Orang baru boleh masuk sorga dg syarat : Tidak Berdosa (Zero%).
>> Padahal semua orang berdosa, upah dosa adl maut, maka perlu
>> adanya "Rahmat Pengampunan" ; Siapakah yang berkuasa memberi ampunan
>> dan menghapus dosa dunia itu ? Jawab : Yesus Kristus. Adakah orang
>> lain mampu mengampuni dan menghapus dosa dunia ? Eddy Tg
>> <[EMAIL PROTECTED] >
>>
>> ***** Maut adalah keadaan dimana jiwa meninggalkan raga. Mati. bahaya
>> maut berarti bahaya yang mematikan. Roh adalah energi, sudah terbebas
>> maut. Dosa, adalah sesuatu yang dilakukan manusia dan menjadi beban
>> bagi hidupnya, baik didunia, maupun dalam kehidupannya kemudian.
>>
>> Manusia yang berdosa dan mati, tak lagi kedua kali mengalami maut
>> karena dosanya. Dia tetap exist, dan mengembara dialam spiritual
>> dalam perjalannya menyempurnakan dirinya. Pengembaraan ini berbasis
>> pada free will tiap makhluk.
>>
>> Dosa ini harus ditebus TIAP manusia sebagai tanggungjawabnya, dan tak
>> ada yang dapat mengambil-alih dari dirinya. Dosa yang saya lakukan,
>> akan berwujud kharma buruk bagi kehidupan saya, baik kini,
>> dikehidupan ini, maupun dikehidupan kelak. TAK ada satupun atau
>> seorangpun yang akan mengambil tanggung jawab ini dari diri saya.
>>
>> "Pengampunan" adalah wujud dimana kita mengalami keharmonisan dengan
>> alam makrokosmos berkat upaya mulia kita dalam mengatasi dosa kita.
>> berperilaku mulia. Hanya inilah yang akan membebaskan kita dari
>> kesengsaraan bathin. Bila kesempurnaan ini tercapai, kita terbebas
>> dari beban dosa, kita mencapai level arahat.
>>
>> Salam
>>
>> Danardono
>>
>> --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, Eddy Tg <[EMAIL PROTECTED] >
>> wrote:
>>
>>     
>>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke