Lanjut ... Saya sepakat dengan mas Dodo, bahwa manusia haruslah menjadi pelaku Karya Tuhan, karena itu memang kewajiban kita sbg makhluknya. Soal berkarya di jalan mana, itu merupakan pilihan bebas kita. Ada banyak jalan untuk kita pilih, dan TUHAN tidak pernah memaksakan kita harus ikut jalan "yang mana", sekali lagi itu adlah kehendak bebasnya manusia. Saya meyakini bahwa, TUHAN telah menciptakan kita dengan tools yg lengkap nan sempurna, sehingga DIA tidak lagi harus mendikte apa yan harus kita buat. Tinggal lagi pada pilihan kita, apakah kita mau menggunakan tool-tool tersebut atau tidak.
Salam harmonis dan tetap harmonis On 10 Nov, 10:34, "dohan satria" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ijinkan menambahkan.. > `~ Yang menjadi Kehendak TUHAN manusia menjalankan'KARYA" nya dalam > kebebasan dalam tanda kutip 'ROH...' yang memiliki "kebebasan',...ber'karya > tanpa tekanan dalam kondisi "bangkit'..dari Coba ~Derita~` > Kebebasan dalam ROH dalam ber KARYA secara bebas utk berbuah yang > Baik,..Manusia tanpa 'KARYA" akan membuat mandul dalam hidupnya ,..~` > > Siapa yang menolak akan 'Jalan Kebeanan',...dia akan "Kesakitan tan[a > Karya"....inilah salah satu dikatakan dengan bahasa 'Dosa..~` > > Salam Sejati > do2 > > 2008/11/10 Jay <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > Bila berkenan, saya mau berbagi pemahaman saya pribadi mengenai > > anugerah keselamatan dan kehendak bebas. > > Dalam konsep kekristenan yang saya pahami keduanya berjalan bersama. > > Keselamatan atau pembebasan manusia dari dosa dan maut adalah karya > > anugerah Allah yang dilakukan tanpa pamrih. Tanpa menuntut apa-apa. > > Kita manusia menerima karya keselamatan tersebut dengan gratis, tanpa > > embel-embel. Karena dikasih gratis, maka Allah tidak memaksakan karya- > > NYA itu untuk diterima oleh manusia. Mau terima atau tidak, terserah > > manusianya -- disini prinsip kehendak bebas tetap berjalan dengan > > baik. Hal ini barangkali yang mampu menjelaskan mengapa setelah karya > > keselamatan oleh Allah telah dipenuhi, ternyata masih banyak orang > > yang melakukan kejahatan, baik kepada sesama maupun terhadap alam > > semesta. Kalau dengan anugerah keselamatan tersebut, otomatis kehendak > > bebas manusia juga tercerabut dari hekekat kemanusiaannya, maka tidak > > akan ada lagi kejahatan di muka bumi ini. Allah menciptakan manusia > > dengan kehendak bebas, dan tidak akan pernah mencabutnya sampai > > kapanpun. Contoh praktis barangkali seperti ini, seseorang yang peduli > > kepada sebuah komunitas masyarakat secara sukarela menyumbang dengan > > membuatkan jalan yang baik, konstruksinya dari Aspal beton ... setelah > > jalan itu siap, sekarang terserah kepada komunitas masyarakat > > tersebut, mau menggunakan jalan itu atau tidak. Setelah jalannya > > selesai dibangun, urusan apakah jalan itu dipakai atau tidak, berapa > > banyak yang tertolong dengan jalan itu, atau berapa banyak yang > > kemudian merasa terhambat dengan jalan tersebut ... itu sudah bukan > > lagi urusan yang menyumbang jalan tersebut maupun yang membuat jalan > > tersebut. urusannya sekarang antara komunitas masyarakat tersebut > > dengan jalan itu sendiri. Kehendak bebas tetap berlaku, masyarakat mau > > jalan di atas jalan aspal itu atau tidak merupakan ekspresi dari > > kehendak bebas mereka, karena masyarakat kemudian tidak dapat dipaksa > > baik oleh penyumbang maupun yang membuat jalan itu untuk harus jalan > > di atas jalan aspal beton itu. > > > On 4 Nov, 20:57, dohan satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam Sejati > > > do2 > > > > --- On Tue, 4/11/08, danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > From: danarhadi2000 <[EMAIL PROTECTED]> > > > Subject: [Spiritual-Indonesia] Re: Mas Rudy ===>>Tuhan Sangat Marah...!!! > > ==Mas Eddy TG > > > To: [EMAIL PROTECTED] > > > Date: Tuesday, 4 November, 2008, 8:43 PM > > > > --->Orang baru boleh masuk sorga dg syarat : Tidak Berdosa (Zero%). > > > Padahal semua orang berdosa, upah dosa adl maut, maka perlu > > > adanya "Rahmat Pengampunan" ; Siapakah yang berkuasa memberi ampunan > > > dan menghapus dosa dunia itu ? Jawab : Yesus Kristus. Adakah orang > > > lain mampu mengampuni dan menghapus dosa dunia ? Eddy Tg > > > <[EMAIL PROTECTED] > > > > > ***** Maut adalah keadaan dimana jiwa meninggalkan raga. Mati. bahaya > > > maut berarti bahaya yang mematikan. Roh adalah energi, sudah terbebas > > > maut. Dosa, adalah sesuatu yang dilakukan manusia dan menjadi beban > > > bagi hidupnya, baik didunia, maupun dalam kehidupannya kemudian. > > > > Manusia yang berdosa dan mati, tak lagi kedua kali mengalami maut > > > karena dosanya. Dia tetap exist, dan mengembara dialam spiritual > > > dalam perjalannya menyempurnakan dirinya. Pengembaraan ini berbasis > > > pada free will tiap makhluk. > > > > Dosa ini harus ditebus TIAP manusia sebagai tanggungjawabnya, dan tak > > > ada yang dapat mengambil-alih dari dirinya. Dosa yang saya lakukan, > > > akan berwujud kharma buruk bagi kehidupan saya, baik kini, > > > dikehidupan ini, maupun dikehidupan kelak. TAK ada satupun atau > > > seorangpun yang akan mengambil tanggung jawab ini dari diri saya. > > > > "Pengampunan" adalah wujud dimana kita mengalami keharmonisan dengan > > > alam makrokosmos berkat upaya mulia kita dalam mengatasi dosa kita. > > > berperilaku mulia. Hanya inilah yang akan membebaskan kita dari > > > kesengsaraan bathin. Bila kesempurnaan ini tercapai, kita terbebas > > > dari beban dosa, kita mencapai level arahat. > > > > Salam > > > > Danardono > > > > --- In Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com, Eddy Tg <[EMAIL PROTECTED] > > > > wrote: > > > > > Komentar lihat bawah : > > > > > --- On Tue, 11/4/08, Sony H Waluyo <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > > > From: Sony H Waluyo <[EMAIL PROTECTED] > > > > > Subject: RE: [Spiritual-Indonesi a] Re: Mas Rudy ===>>Tuhan Sangat > > > > Marah...!!! ==Mas Eddy TG > > > > > To: Spiritual-Indonesia @yahoogroups. com > > > > Date: Tuesday, November 4, 2008, 2:10 AM > > > > > Mas Eddy TG, > > > > > Mohon maaf, yg tak tulis adalah, jika > > > > Yesus menebus dosa dg cara spt yg diajarkan Katolik dan Kristen, > > > itu berarti "fre > > > > will" yg diberikan pd manusia harus dicabut; dan nyatanya "free > > > > will" itu TDK DICABUT, artinya tdk ada penebusan semacam itu. Bapa > > > > (ungkapan utk Sang Pencipta) adalah Maha Kasih, Maha Rahim dan Maha > > > Pengampun, > > > > artinya TDK ADA NERAKA ciptaan Bapa. Manusialah yg menciptakan > > > neraka bagi > > > > dirinya sendiri.~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~Eddy :Kalau dicabut "Free > > > > will" itu maka manusia langsung tereduksi menjadi Manusia Robot. Jadi > > > seperti computer diprogram, keliru mas. Manusia diberi khendak bebas > > > memilih, mau ikut Yesus atau tidak, tidak ada unsur paksaan atau > > > rayuan ! Dengan Syarat kalau mau ikut harus mentaati perintah2NYa dan > > > atas kasih karuniaNya manusia dijamin masuk sorga ! Jadi bukan > > > seperti Mas Sony pahami, manusia langsung diselamatkan, bukan itu yg > > > dimaksud, kalau dg cara itu ya boleh dibilang manusia tdk ada pilihan > > > lain (free will dicabut), shg berlaku seperti ROBOT, bisa diatur mau > > > jalan lurus atau mau bengkok :))) > > > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~ > > > > > Arti dari Maha Rahim, Bapa melahirkan > > > > kembali manusia dalam semangat baru, dimana roh manusia diberi baju > > > (raga) baru > > > > shg bisa mengalami pengalaman2 baru dg semangat baru hidup di > > > dunia, supaya ia > > > > bisa pulang ke rumah Bapa dg sempurna, supaya layak mjd bagian dari > > > keluarga > > > > Bapa yg sempurna. > > > > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ Eddy :Maksudnya Bapa > > > > mempunyai kasih yg begitu besar, maka ia mau mengampuni dosa manusia > > > supaya bisa diselamatkan, sebab upah dosa adl MAUT, Bapa memberi > > > kasih karunia itu kepada manusia lewat siapa? Ya Pasti lewat Yesus > > > Kristus (Yoh 3:16), (Yah 1:1-18). Tp tawaran itu terserah manusia, > > > dia bebas mau ikut atau menolak, tak masalah buat Yesus, itu urusan > > > manusia bukan urusan Tuhan, sebab Rhmat Pengampunan itu sudah > > > disediakan, kalau masih menolak ya itu namanya sudah Keblinger dan > > > kebangetan, kata orang "BOTOL" ! > > > > > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ > > > > > Mohon maaf, di Surga level tertinggi bukan tempat roh utk > > > > ongkang-ongkang kaki bagi roh pemalas. Bersatu dg Bapa di surga, > > > berarti harus > > > > melaksanakan tugas2 Bapa, merawat alam semesta; dan utk itu harus > > > memiliki > > > > karakter sempurna spt Bapa, memberi tanpa diminta baik bagi yg baik > > > dan jahat. > > > > Roh manusia yg masih menyimpan dendam dan amarah bukannya tdk boleh > > > tinggal > > > > disana, tapi sudah pasti tdk akan tahan tinggal disana karena masih > > > memiliki > > > > dendam dan amarah yg akan menyiksanya, shg ia akan menyingkir dg > > > sendirinya > > > > tanpa perlu diusir. > > > > > ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~Eddy :Orang baru boleh masuk sorga dg > > > > syarat : Tidak Berdosa (Zero%). Padahal semua orang berdosa, upah > > > dosa adl maut, maka perlu adanya "Rahmat Pengampunan" ; Siapakah yang > > > berkuasa memberi ampunan dan menghapus dosa dunia itu ? Jawab : Yesus > > > Kristus. Adakah orang lain mampu mengampuni dan menghapus dosa > > > dunia ? Jawab tidak ada orang lain yang berani mengkleim dirinya > > > mampu !> Kan ada Allah Maha Besar? Benar, tapi Allah yg mana, allah yang > > > > tidak tampak, (Allha Maha Besar, Maha-maha > > > segalanya... istilah "Stigma" ini adalah manusia, krn saking pengennya > > > mauk sorga, maka harus ada yg dikultuskan !Dengan memberi kata > > > tambahan "MAHA", maka jadilah dia sbg paling berkuasa, ini dari sisi > > > manusia, dari sisi Allah, maka Ia akan mengatakan itu allah bikinan > > > manusia. Allah yang benar adalah Allah Bapa yang FirmanNYa dalam > > > Yesus Kristus dengan Hidayat atau bimbingan kepada manusia > > > melalui "Roh Kudus". Tak ada allah lain, itu "illa" namanya :))) > > > > > Dan manusia kalau mati mau menjumpai Allah yang mana ? Karena > > > > wajahNya pun tidak tahu bentuknya seperti apa, apalagi tubuhNya, > > > Shg "Tidak bisa di Diskripsikan? ", maka roh manusia akan tersesat, > > > melayang tak keruan arah, apalagi masih ada kelekatan mental, > > > pikiran, emosional, nafsu dll didalam roh manusia shg sangat "RAWAN" > > > dipecundangi para "Syaiton dan IBLIS"! Padahal, kalau mau masuk sorga > > > tidak ada lagi kelekatan-kelekatan itu, harus 100% murni ! Apakah > > > manusia mampu memurnikan, shg dosanya menjadi "NOL",omonk kosonk > > > kalau mampu, itu hanya kata2, illusi dan mithos pikiran manusia > > > belaka. Masih ada kemelekatan & keterikatan ! > > > > > Tapi kalau Yesus sudah jelas, dalam bentuk manusia, Firmannya dg > > > > kata2 yg bermartabat dan berwibawa, bekas paku ditangan dan telapak > > > kakiNYa, lobang di Rusuk kananNya bekas ditombak, Dahi yang > > > penuh "CODET" dan "Goresan" karena bekas "Mahkota Duri" dll dll, tapi > > ... > > baca lainnya » --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
