MEMPERTEMUKAN POLARITAS OTAK KIRI DAN OTAK KANAN
Minat masyarakat belajar meditasi semakin meningkat dari waktu ke waktu. Perkembangan ini merupakan sesuatu yang wajar sekaligus menggembirakan di tengah kompleksitas perubahan dan persaingan yang secara alami memang membutuhkan penyeimbang. Sepanjang bukan tipe orang yang berpikir dengan otak kiri dalam takaran ektrim, setiap orang bisa belajar meditasi sekaligus merasakan pengalaman spiritual, hanya dalam waktu yang sangat singkat. Meditasi/pengalaman spiritual merupakan kegiatan otak kanan yang harus melibatkan rasa (harus dialami agar dimengerti) dan keyakinan (relatif tidak terjangkau oleh indera biasa dan intelektualitas). Ini berbeda dengan kegiatan otak kiri yang bertumpu pada logika dan membutuhkan bukti-bukti empiris serta berbagai syarat yang berlaku pada kalangan intelektual dan akademisi. Perbedaan di atas seringkali menyebabkan komunikasi yang "tidak nyambung" antara kalangan intelektual (yang dominan menggunakan IQ) dengan praktisi/ pembimbing meditasi yang kebetulan hanya bertumpu pada keyakinan (SQ - Kecerdasan Spiritual). Untuk mendapatkan hasil yang baik, pembelajar meditasi perlu membuka diri/pikiran -nya dengan bertekad: 'Mari kita kesampingkan dorongan hati yang hanya puas bila segala sesuatu masuk akal, dan mari kita ikuti petunjuk dari pembimbing meditasi dengan pikiran terbuka'. Sebaliknya pembimbing meditasi perlu mengembangkan penjelasan-penjelasan yang masuk akal dalam memberi bimbingan meditasi. Dengan cara ini, dikotomi antara fungsi otak kiri dengan otak kanan dapat berubah menjadi bersifat dialektis, yakni mempersandingkan dua hal berbeda tanpa mempertentangkannya untuk mendapatkan suatu pandangan yang baru. Dengan cara ini pula akan terjadi hubungan sinergistik antara fungsi otak kiri dan otak kanan yang memberi hasil lebih efektif dan lebih efisien, untuk berbagai sasaran dan tujuan. Prinsip dari meditasi adalah pemanfaatan enerji pikiran (the power of mind) dalam keterhubungan mikrokosmos (- seseorang) dengan makrokosmos (alam jagat raya) pada frekuensi yang sama. Bila proses berpikir seseorang didukung oleh enerji alam semesta yang jumlahnya tak terbatas, maka probabilitas akan hasil dapat meningkat secara tajam. Selain itu, alam jagat raya akan membantu proses penyelesaian masalah dengan berbagai mekanisme daur ulang yang ada padanya. Tulisan ini merupakan kombinasi ringkas dan praktis dari berbagai informasi berkenaan dengan meditasi, terutama yang diajarkan pertama-tama kepada penulis oleh Carl Lewis, seorang turis Australia yang sedang berlibur di Bali dan, buku "You, the Healer" karangan Jose Silva, serta berbagai buku yang membahas teknik-teknik bawah sadar. Sesuai dengan tujuannya, versi ini kita sebut, Meditasi Menuju Sukses. LOGIKA RASIONAL Diri seseorang disebut mikrokosmos (bhuana alit) sementara alam jagat raya atau alam semesta dikenal dengan istilah makrokosmos (bhuana agung). Mikrokosmos dan makrokosmos pada kondisi dan saat-saat tertentu berhubungan satu sama lain. Dalam suatu kegiatan doa terjadi proses pikiran yang bekerja, mendambakan atau memohon sesuatu yang diinginkan. Di sini terjadi penggunaan 'enerji pikiran' yang berasal atau bersumber dari diri individu yang bersangkutan. Apabila mikrokosmos dan makrokosmos saling berhubungan maka enerji pikiran yang bekerja pada saat itu tidak hanya bersumber dari individu yang bersangkutan. Ia didukung oleh enerji alam semesta yang tak terbatas. Dengan demikian kemungkinan (probabilitas) akan hasil yang akan dicapai menjadi berlipat ganda. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah; dapatkah, kapankah dan bagaimana mempertahankan kondisi di mana mikrokosmos berhubungan dengan makro-kosmos, atau diri individu berhubungan dengan alam semesta (the universe) dalam rentang waktu (durasi) tertentu sesuai dengan keinginan. GELOMBANG ALPHA, PUSAT ENERJI PIKIRAN Otak dan pikiran manusia bekerja dengan getaran gelombang atau frekuensi tertentu, tergantung suasana hati dan kondisi dari masing-masing individu. Frekuensi ini dapat diukur dengan alat electro encephalograph (EEG). a.. Gelombang antara 14 - 21 getaran (cycle) per detik disebut gelombang BETA di mana kita umumnya berada dalam keadaan terjaga, melakukan aktivitas atau tindakan sehari-hari, atau disebut juga outer conscious level. Pada level ini kita berada pada alam jasmani (physical world). a.. Gelombang antara 7 - 14 disebut gelombang ALPHA yang dikenal juga sebagai alam spiritual (spiritual world), atau berada dalam inner/sub conscious level. Pada gelombang ini ditambah beberapa tingkat di bawahnya terletak pusat bekerjanya pikiran. Pada level ini kita berada dalam keadaan setengah tertidur. a.. Gelombang antara 4 - 7 disebut gelombang THETA, di mana bekerja mekanisme persepsi di luar indra atau extra sensory perception (ESP), tempat bekerjanya intuisi. a.. Gelombang antara 0 - 4 disebut gelombang DELTA yang merupakan alam tidak sadar atau unconscious level. Alam semesta (the universe) mempunyai gelombang frekuensi yang konstan pada 10 getaran per detik. Apabila kita turun dari frekuensi 20 (dalam keadaan terjaga dan sadar) menjadi lebih tenang, damai dan santai (rileks) menuju frekwensi 10, pada frekwensi 10 inilah kita (mikrokosmos - bhuana alit) berhubungan dengan alam jagat raya (makrokosmos - bhuana agung). Gambaran analoginya adalah, bila radio penerima di rumah disetel pada frekuensi yang sama dengan frekuensi dari stasiun pemancar tertentu, maka program yang dipancarkan akan terdengar pada radio tersebut. Bila gelombangnya digeser maka siarannya akan hilang. Salah satu praktek doa pada umat Islam yang ditujukan pada solusi dari suatu masalah yang berat adalah sembahyang tahajud. Sembahyang ini dilakukan di sekitar atau lewat tengah malam. Bila dirujuk pada konsep di atas, situasi atau suasana ini akan cocok dengan keadaan yang mendukung posisi frekuensi 10 getaran per detik, atau gelombang alpha, yakni keadaan antara tertidur dan terjaga. Di Bali, kondisi ini dikenal dengan suasana/kondisi 'ngerambang sawa'. PENERAPAN KONSEP MEDITASI MENUJU SUKSES Dalam posisi berbaring atau duduk tegak dan santai pejamkan mata Anda, lalu arahkan bola mata seakan-akan melihat keatas, untuk memperoleh keadaan lebih cepat mengantuk/rileks 1. Tarik nafas, lakukan relaksasi otot atau sikap santai bersamaan dengan hembusan nafas keluar , secara perlahan beberapa kali. 2. Bayangkan otak/pikiran berada pada frekuensi 20, Perintah dan rasakan frekuensi tersebut turun perlahan-lahan bersamaan dengan perubahan suasana pikiran yang menjadi semakin tenang dan damai, menuju 19 - 18 - dst. sampai pada frekwensi 15. 3. Untuk turun lebih lanjut dari 15 menuju frekuensi 10 prosesnya akan menjadi lebih sulit dibanding turun dari 20 menuju 15 yang telah dilakukan sebelumnya, walaupun intervalnya sama-sama lima. Analoginya sama dengan proses larutnya gula dari sendok kedua di dalam segelas air teh yang akan lebih sulit dibanding dengan sendok pertama sebelumnya. Oleh karenanya dibutuhkan teknik bantuan dalam bentuk relaksasi otot, berurutan satu persatu meniru proses menjadi dingin pada tubuh orang yang mati raga. 4. Katakan kepada diri sendiri; 'Saya akan mulai menggunakan teknik bantuan', lalu perintah dan rasakan otot-otot manjadi rileks dimulai dari ujung jari kaki dan tangan, naik perlahan-lahan berturut-turut sampai seluruh tubuh menjadi sangat rileks, lemas, dan santai. Dalam tahap ini tubuh benar-benar lemas seperti selembar handuk setengah basah yang diletakkan di lantai, teronggok tanpa tenaga yang menyangga. Atau seperti balon karet yang menjadi kempes/kolaps bila sumbat penutupnya dibuka. 5. Kemudian lanjutkan hitungan turun dari frekuensi 15 menuju 14 - 13 - 12 - 11 - dan akhirnya Anda berada pada frekuensi 10 di mana diri Anda telah menyatu dengan alam semesta. Alam semesta (makrokosmos) sekarang siap memberi Anda (mikrokosmos) enerji dalam jumlah yang berlimpah serta berbagai mekanisme daur ulang yang dibutuhkan. 6. Bayangkan diri anda di dalam pikiran (lakukan mental picture) bahwa anda; a.. Masih muda, sehat, bersinar, berwibawa, dan menarik. b.. Ajukan pertanyaan dalam pikiran; "Mengapa saya mengalami masalah fisik seperti ini" dan "Bagaimana masalah ini menjauh dan hilang dari diri saya". Kemudian bayangkan orang-orang, siapapun yang terlintas dalam pikiran. Gambarkan diri anda sedang berjabat tangan atau berpelukan dengan mereka, saling memaafkan, saling mendukung dan saling mengasihi. c.. Tegaskan sekali lagi di dalam pikiran bahwa anda sepenuhnya dalam keadaan sehat, secara fisik maupun mental. 7. Panjatkan doa, ajukan permohonan dan keinginan kepada 'Yang ada di atas sana', apapun wujud yang Anda yakini (Hyang Widhi, Yesus, Allah, Langit, Alam semesta, Dlsb) dan ingat bahwa proses ini menyangkut hubungan (spiritual) Anda dengan sesuatu yang lebih besar (Maha kuasa, Maha mulia, Maha pengasih, dll) yang Anda yakini ada di atas sana. 8. Bayangkan terjadinya proses-proses sesuai dengan yang dikehendaki; a.. Penyembuhan suatu penyakit tertentu. b.. Pemecahan masalah-masalah tertentu. c.. Pencapaian suatu target/sasaran tertentu dengan berhasil. Sebagai catatan, semakin jelas dan spesifik Anda menggambarkannya di dalam pikiran, semakin baik hasil yang akan dicapai. 9. Sebelum mengakhiri sessi/metode ini , ucapkan dalam hati; 'Sebentar lagi saya akan keluar dari gelombang alpha. Setelah menghitung secara perlahan-lahan dari 1 - 5 saya akan membuka mata dan mendapatkan diri saya dalam keadaan sehat, segar, enak, dan jauh lebih baik dari sebelumnya'. § Mulailah menghitung perlahan-lahan dari 1 - 3, lalu berhenti sejenak untuk melakukan penegasan. § Ulangi sekali lagi ucapan di atas dalam hati; 'Sebentar lagi saya akan keluar dari gelombang alpha. Setelah hitungan kelima, saya akan membuka mata dan mendapatkan diri saya dalam keadaan sehat, segar, enak, dan jauh lebih baik dari sebelumnya'. § Selesaikan hitungan ke 4 dan 5, bukalah mata anda dan nikmati keadaan segar, enak dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Teknik ini cukup praktis dan dari pengalaman penulis, teknik ini dapat diajarkan kepada siapa saja mulai dari anak usia 10 tahun sampai dengan usia lanjut (asal daya nalarnya belum belum sepenuhnya hilang). Bagi penulis teknik ini dapat memperkuat teknik yang lain yang serupa seperti visualisasi/afirmasi, Neuro-linguistic Programming, serta berbagai teknik bawah sadar lainnya. Satu-satunya masalah yang kami temui (walaupun jarang) adalah kemungkinan munculnya kembali "rekaman-rekaman pengalaman traumatis" pada saat sessi/teknik ini dilakukan. Bila kemungkinan ini terjadi, peserta diminta segera menghentikan sessi meditasi untuk mendapat bimbingan menghapus rekaman buruk tersebut, secara terpisah. Sekali teknik ini berhasil dilakukan, maka masalah tersebut di atas sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Silakan mencoba dengan suatu keyakinan, dan biarkan alam semesta membantu Anda mengatasi berbagai masalah serta memberi jalan untuk menggapai keinginan-keinginan positif yang Anda dambakan. ------------------------------------------------------------ Catatan: Pengertian sukses adalah mencapai apa yang benar-benar menjadi keinginan yang tumbuh dari hati yang paling dalam.; Sumber : Dr. N. Sutrisna Widjaya, MPH --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** Milis HU Internasional: http://health.groups.yahoo.com/group/harmonization-universal **** HU Databases List : **** Mendaftar Inisiasi HU by Pillar: (6 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/hCdOmk1co96klX1PA8fgt7LnP4sbzIbQloEIJFU7 **** Inisiasi Shamballa MDH Level 2: (13 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/ykJ2OKwfPd0uHQATQmAkA6Jrw72yYiPxCyzri6G8 **** Inisiasi Silver Violet Flame : (20 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/48FOSscdpUw1Of8AhI0lP4uwoPiO4EU9NAYF3bTs **** Wings of Light Empowerment : (27 Juli 09) http://www.flexlists.com/key/EdV3X1Rh3CEuXN94s4pyQAHNiEyS731LhWOfYFw1 **** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
