Rekan-rekan yang terkasih,
Pada kesempatan ini saya mengirimkan artikel Gali Kata Alkitab berjudul “Nabi”
yang merupakan hasil kajian dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna
dan menjadi berkat bagi Anda sekalian. Saya tetap menunggu masukan, saran,
ataupun kritik dari Anda sekalian.
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab yang
dapat diakses di alamat berikut:
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
Silakan jika Anda ingin menyebarkan artikel ini kepada rekan, kenalan, sahabat,
atau siapa saja. Atau, jika Anda ingin mendaftarkan alamat-alamat email rekan,
beritahukan kepada saya dan saya akan mengirim ke alamat-alamat tersebut.
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita.
Salam saya,
herysa
-------------
Gali Kata Alkitab
Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Layanan via Email
Edisi 15, Kamis, 19 Juni 2008
Nabi
“Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul,
kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat
karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk
memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh”
(1 Korintus 12:28)
Jemaat Tuhan telah ditetapkan Allah sebagai “nabi”. Apa makna kata “nabi” dalam
tinjauan tulisan Ibrani kuno?
Kata “nabi” dipadankan dengan kata dalam bahasa Ibrani, di antaranya nabi’
(dibaca navi’ dan ditulis “nun-qames-bet-hiriq yod-alef”). Padanan lain dalam
bahasa Ibrani adalah ro’eh dan khozeh. Kedua kata tersebut diterjemahkan
“pelihat”, sebagaimana fungsi nabi sebagai orang yang melihat hal-hal yang
masih tersembunyi.
Kata nabi’ merupakan turunan dari akar induk “nb” (nun-bet). Dalam tulisan
gambar (piktograf) Ibrani Kuno, “nun” adalah gambar sebuah benih, sedangkan
“bet” adalah gambar sebuah denah ruang dalam tenda, yang antara lain
menggambarkan ide “di dalam”. Gabungan dua piktograf tersebut berarti “benih di
dalam”. Apa maksudnya “benih di dalam” itu?
Sebagaimana masyarakat petani lainnya, orang Ibrani memiliki pemahaman yang
memadai tentang berbagai jenis tanaman, di antaranya tanaman berbiji. Tanaman
berbiji berkembang biak secara alamiah dengan biji atau benih yang ada di dalam
buah.
Nabi berarti seseorang yang membawa keluar bagian dalam buah. Ia melihat bahwa
ada sesuatu di dalam buah yang tersembunyi, yaitu benih. Jika benih yang
tersembunyi tersebut dikeluarkan dari tempatnya untuk ditanam, maka benih itu
akan tumbuh menjadi tanaman dan pada saatnya akan berbuah. Sesuatu yang
tersembunyi, yaitu benih, akan terlihat. Inilah cikal bakal pengertian kata
“nabi” bagi orang Ibrani.
Dalam 1 Korintus 12:28 Rasul Paulus dengan jelas menyatakan bahwa Allah telah
menetapkan di antara jemaat menjadi nabi. Mungkin pernyataan Paulus ini
berkaitan dengan peran menonjol pelayanan bernubuat bagi sekelompok khusus
orang-orang di kalangan jemaat Korintus. Namun sebenarnya secara umum tugas
kenabian melekat kepada setiap orang percaya, karena mereka telah mengalami
pencurahan Roh Kudus. Dampak dari pencurahan itu “mereka akan bernubuat”
(Kisah Para Rasul 2:18).
Dengan demikian setiap jemaat Tuhan berperan membawa keluar hal-hal yang telah
dibukakan bagi dirinya, tetapi masih tersembunyi bagi orang lain.
Tugas kenabian yang pertama berkaitan dengan tugasnya di antara orang yang
belum percaya. Ia bertugas menyampaikan berita Injil, bahwa Tuhan Yesus adalah
satu-satunya Juruselamat. Jika mereka menolak Tuhan Yesus, maka mereka akan
menerima hukuman kekal. Berita Injil masih tersembunyi bagi sekelompok orang
tertentu.
Tugas kenabian yang kedua berkaitan dengan tugasnya di antara orang percaya
itu sendiri. Anak-anak Tuhan mengalami tingkat pertumbuhan yang berbeda antara
satu dengan yang lain. Karena itu tugas kenabian berguna agar mereka saling
memperlengkapi, sehingga mencapai kesatuan iman, pengetahuan yang benar tentang
Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan
kepenuhan Kristus (Efesus 4:13).
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel “Nabi”
yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik Gali Kata Alkitab edisi 15,
Rabu 19 Juni 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber dipakai sebagai
rujukan tulisan ini).
___________________________________________________________________________
Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.
http://id.search.yahoo.com/search?p=%22ramalan+bintang%22&cs=bz&fr=fp-top