Rekan-rekan yang Terkasih dalam Tuhan Yesus,
Saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab berikut ini, harap menjadi berkat 
bagi Anda sekalian. Saran, kritik, dan masukan terus saya harapkan guna 
mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kata-kata Alkitab yang dibahas.
Jika Anda bermaksud mendaftarkan rekan untuk bisa menerima email Gali Kata 
Alkitab ini, silakan tulis dan kirim alamat email tersebut kepada saya. Saya 
senang artikel ini bisa dibaca banyak orang dan menjadi berkat bagi mereka.
Jika Anda keberatan menerima email ini dan bermaksud tidak bersedia menerimanya 
lagi, silakan kirim email balik dan nyatakan Anda berhenti.
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab yang 
dapat diakses di alamat berikut:
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/
http://herysetyoadi_001.blogs.friendster.com/gali_kata/
 
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita.
 
Salam,
herysa
------------------------
Gali Kata Alkitab
Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang 
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari nomor selular 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan 
rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan 
satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan 
juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
 
Pelayanan via E-mail 
Edisi 19: Kamis, 17 Juli 2008


Sahabat
Dalam bahasa Ibrani, kata “sahabat” dipadankan dengan kata re’eh (resh- 
sere-ayin-segol-he), yang diturunkan dari akar kata r’ (resh-ayin). Dalam 
tulisan Ibrani kuno, huruf “resh” adalah sebuah gambar kepala seorang 
laki-laki, sedangkan huruf “ayin” adalah gambar sebuah mata. Gabungan dua 
gambar “resh-ayin” tersebut berarti “seorang memperhatikan atau mengamati”.
Ada beberapa kata yang lain yang diturunkan dari akar kata r’ (resh-ayin), 
seperti ra’ah (resh-qames-ayin-qames) yang dipadankan dengan kata “melihat” dan 
ro’eh (resh-holem-ayin-segol) yang berarti “gembala”.  Ketiga kata di atas, 
yaitu “sahabat”, “melihat”, dan “gembala”, memiliki makna yang hampir sama dan 
berhubungan erat antara satu dengan yang lain karena diturunkan dari akar kata 
yang sama.
Orang Ibrani kuno yang sangat biasa dengan pekerjaan menggembalakan kambing 
atau domba, memaknai kata  “sahabat” tersebut berhubungan dengan kebiasaan 
gembala yang memperhatikan binatang gembalaannya. Mereka adalah satu-satunya 
teman. Binatang lain mungkin binatang buas yang menjadi musuh binatang sang 
gembala. Orang lain mungkin pencuri yang akan mencuri, membunuh, dan 
membinasakan binatang gembalaan. Dengan demikian, sang gembala hanya berteman 
dengan binatang yang digembalakannya dan sang binatang hanya mengenal gembala 
yang menggembalakannya.
 
Belajar dari Zabut 
Catatan 1 Raja-raja 4:5 menyatakan bahwa Zabut bin Natan adalah seorang imam 
dan menjadi sahabat raja Salomo.  Penulis kitab ini mendaftarkan orang-orang 
yang memangku jabatan dalam pemerintahan Salomo (ayat 1-19). Keberadaan Zabut, 
di mata penulis ini, tentu istimewa. Mengapa? Zabut adalah seorang imam yang 
mendapat kedudukan sebagai “sahabat raja”.  Meskipun perannya tidak semenonjol 
Husai, sahabat raja Daud, dan namanya disebut sekali saja dalam seluruh 
Alkitab, ia memainkan peran yang tidak bercacat di mata Allah. Buktinya, tidak 
ada catatan hitam tentang dia di Alkitab.
Dalam 1 Raja-raja 1-11, penulis mencatat mengenai kekokohan dan kejayaan 
kerajaan Israel . Di pasal 1 dikisahkan, bahwa Salomo diurapi menjadi raja. 
Sedangkan di pasal-pasal berikutnya penulis menceritakan segala hikmat, 
kekuasaan, kekayaan, dan kemegahan Salomo. Keadaan raja dan kerajaan Israel 
yang demikian ini dapat dikaitkan dengan dukungan para pejabat, di antaranya 
Zabut, sahabat raja, selain pribadi Salomo sendiri. 
Zabut adalah seorang “imam” dan “sahabat” raja. Sesuai pengertian “sahabat” 
(re’eh), Zabut bertugas “memperhatikan atau mengamati” sang raja. Bila sang 
Raja berbuat salah, ia akan mengingatkannya. Bila tahu ada musuh, ia akan 
menunjukkannya.  Arti “imam” yang secara harfiah berarti “membuka benih” (lihat 
edisi 14 “Imam”), Zabut berperan menjadikan Salomo sebagai seorang yang kuat di 
dalam Tuhan, sebagaimana benih yang dapat bertumbuh ke atas membentuk pohon dan 
ke bawah membentuk akar tanaman yang kuat.
 
Implikasi
Orang-orang Kristen (orang yang didiami Roh Kristus, Roma 8:9) memiliki 
kesempatan yang luas untuk menjadi sahabat orang lain. Mereka bisa 
“memperhatikan dan mengamati” sahabatnya supaya tetap hidup di dalam Tuhan. 
Kalau sahabatnya sedang mengalami pergumulan hidup, ia tahu dan mendukungnya. 
Jika sahabatnya berbelok dari jalan Tuhan, ia mengingatkannya. Jika sahabatnya 
akan jatuh, ia menopangnya.
Saya dan Anda sekalian adalah orang Kristen. Sudahkah kita berperan sebagai 
“sahabat” bagi orang lain? Ataukah kita justru mengambil keuntungan dengan 
menjadi sahabat mereka, tanpa menghiraukan mereka akan terperosok kepada 
berbagai hal yang tidak sesuai kehendak Tuhan?
 
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel dengan 
judul "Sahabat" yang dimuat dalam Pelayanan via SMS "Gali Kata Alkitab" edisi 
ke-19, Rabu 16 Juli 2008 dari nomor 085294397157. Berbagai sumber dipakai 
sebagai acuan untuk tulisan ini) 


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke