Rekan-rekan yang terkasih, 
Saya perkenalkan artikel-artikel Gali Kata Alkitab yang merupakan hasil kajian 
dari akar kata bahasa Ibrani kuno. Harap berguna dan menjadi berkat bagi Anda 
sekalian. Saya juga menunggu masukan, saran, ataupun kritik dari Anda sekalian. 
Untuk penyebaran artikel itu saya juga menyediakan blog Gali Kata Alkitab yang 
dapat diakses di alamat berikut: 
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/ 
Jika Anda keberatan dengan email ini, saya mohon maaf, dan silakan Anda kirim 
email balik dengan pesan “berhenti”. 
Jika Anda tidak keberatan menerima email seperti ini, saya akan mengirimnya 
secara rutin, seminggu sekali. 
Tuhan memberkati kita sekalian. 
  
Salam saya, 
herysa 
--------------------- 
Gali Kata Alkitab 
Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang 
diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang 
dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam 
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata 
Alkitab" dari telepon selular nomor  085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. 
Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- 
mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama 
disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap 
artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. 
  
Pelayanan via E-mail 
Edisi 21: Kamis, 31 Juli 2008 
Hati 

“Seorang dari perempuan-perempuan itu 
yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang 
penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. 
Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan 
Apa yang dikatakan oleh Paulus” 
(Kisah Para Rasul 16:14, cetak miring oleh penulis) 
  
Kata “hati” berpadanan dengan kata Ibrani leb (lamed-sere-bet, baca: lev) atau 
lebab (lamed-sere-bet-qames-bet, baca: levav), yang dibentuk dari akar kata lb 
(lamed-bet). Dalam piktograf Ibrani kuno, huruf “lamed” adalah gambar tongkat 
gembala yang melambangkan ide “otoritas” atau “yang berkuasa”. Sedangkan huruf 
“bet” adalah gambar denah bagian dalam tenda yang antara lain berarti “di 
dalam”. Gabungan dua piktograf itu, lb (lamed-bet) atau “hati”, berarti “yang 
berkuasa di dalam”. 
Hati menentukan semua hal dalam hidup manusia. Sikap, keinginan, perilaku, 
tutur kata, iman, dan lain-lain ditentukan oleh hati. Seseorang yang haus, lalu 
dalam hatinya muncul hasrat untuk minum, maka ia akan mengambil minuman dan 
meminumnya. 
Manusia seringkali tidak mengenal hal-hal yang ada di dalam hati orang lain. 
Pengenalannya sebatas sesuatu yang dapat dilihat mata. Padahal, sesuatu yang 
tak terlihat mata itulah yang seringkali menggambarkan hal yang sebenarnya. 
Samuel pernah ditegur Tuhan menyangkut hal ini. Samuel mungkin memandang bahwa 
paras dan perawakan yang tinggi kakak-kakak Daud cocok menjadi raja Israel. 
Namun, Tuhan tidak melihat sesuatu yang di depan mata itu, Dia melihat hati. 
Tuhan melihat hati Daud dan ia cocok menjadi raja Israel (1 Samuel 16:7). 
Hati yang Dibuka 
Dalam Kisah Para Rasul 16:14, diceritakan tentang Lidia yang percaya kepada 
Tuhan. Bagaimana ia menjadi seorang yang percaya kepada Tuhan? Tuhan membuka 
hati (leb) Lidia, sehingga ia memperhatikan perkataan Paulus ketika ia mengajar 
di rumah ibadat di Filipi. Dalam ayat itu dijelaskan bahwa Lidia adalah seorang 
penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. 
Apakah Lidia memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan? Setidaknya ada 
tiga alasan yang dapat menjadi rujukan tentang kesungguhan imannya. Pertama, 
Tuhan sendiri yang membuka hatinya (ay 14). Kedua, Paulus dan Silas menerima 
permintaan Lidia untuk menumpang di rumahnya sebagai bukti bahwa mereka 
menganggap Lidia sungguh-sungguh percaya (ayat 15). Ketiga, Lidia adalah salah 
seorang yang dilaporkan Alkitab sebagai orang percaya dari penginjilan Paulus 
di Filipi, wilayah Makedonia, setelah Paulus mendapatkan mimpi di Troas. Saat 
itu, Tuhan melarang Paulus menginjili di daerah Asia dan memintanya menyeberang 
ke Makedonia. Bagaimana mungkin Tuhan telah “mengorbankan” orang-orang Asia 
untuk mendapatkan penginjilan Paulus, sementara di Makedonia (daerah yang Tuhan 
tetapkan sendiri untuk diinjili) ada seorang yang dilaporkan menjadi percaya 
ternyata tidak sungguh-sungguh (ayat 6-15)? 
Implikasi 
Iman berasal dari “hati” (leb) yang dibukakan Tuhan, sebab “hati” adalah “yang 
berkuasa di dalam”. Jika segala sesuatu, termasuk iman, berasal dari “hati”, 
maka tidak ada topeng atau kemunafikan dalam diri kita. 
Sungguhkah iman dan ekspresi iman kita berasal dari “hati”, bukan karena untuk 
memenuhi kesenangan atau tuntutan orang lain, atau sekedar bisa dilihat oleh 
mata orang lain? Bagaimana iman atau ekspresi iman dari orang-orang yang kita 
layani, juga bukan karena untuk memenuhi kesenangan atau tuntutan kita, atau 
sekedar dapat dilihat oleh mata kita? Mari kita ingat, bahwa Tuhan melihat 
“hati”, bukan melihat apa yang ada di depan mata! 
(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang dikembangkan dari artikel dengan 
judul “Hati” yang dimuat dalam Pelayanan via SMS dalam rubrik "Gali Kata 
Alkitab" edisi 21, Rabu 30 Juli 2008 dari nomor HP 085294397157. Berbagai 
sumber dipakai sebagai rujukan tulisan ini) 
  
 


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke