Rekan-rekan sekalian,  



Berikut ini saya postingkan 3 edisi artikel Gali Kata Alkitab :

(Edisi  43):  "Bulatkanlah"  Hatiku!  ; 
(Edisi  44 ): Huruf T ; (Edisi 45): Menyembunyikan



Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian.  



Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:  



http://herysa.blog.friendster.com/





Tuhan Yesus memberkati.  



   



Salam,  



herysa  

-------------------------------------------------







Gali Kata
Alkitab

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam
Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno.
Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek
dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan
rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular nomor 
085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab”
–yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui 
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata.
Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus
memberkati.

 

Pelayanan
via E-mail 

Edisi
43: Kamis, 1 Januari  2009

“Bulatkanlah” Hatiku!

“Tunjukkanlah
kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, 

supaya
aku hidup menurut kebenaran-Mu; 

bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu” 

(Mazmur
86:11)

 

Kata
Ibrani yakhad (dibentuk dari susunan huruf-huruf
“yod-patah-khet-qames-dalet”) dipadankan dengan beberapa kata dalam bahasa
Indonesia, seperti “bulat”, “bersatu”,  dan “bersama-sama”. Ada beberapa kata 
lain
yang dipadankan dengan kata itu.

Kata
tersebut diturunkan dari akar induk kata khd (khet-dalet). Huruf “khet”
(kh) adalah gambar dinding tenda, sedangkan huruf “dalet” (d) adalah gambar
pintu tenda. Gabungan dua gambar tersebut berarti “pintu dinding”. Dinding
tenda atau rumah memisahkan sesuatu yang berada di dalam dan yang di luar tenda
atau rumah. Hanya melalui pintu sesuatu yang ada di dalam menyatu dengan
sesuatu yang ada di luar.

Kebulatan
Hati Daud (Mazmur 86)

Pada
saat Daud mengalami kesesakan hidup, ia hanya datang kepada Tuhan dan meminta
pertolonganNya. Ia tahu keberadaan dirinya yang memerlukan pertolongan dan
keberadaan Tuhan yang menjadi sumber pertolongan (ayat 1-7). Ia tahu kebesaran
Tuhan dan pertolongan yang pernah Tuhan kerjakan terhadap dirinya (ayat 8-13).
Atas hal-hal tersebut, Daud memohon Allah berpihak kepadanya (ayat 14-17). 

Daud
sangat yakin bahwa Tuhan akan menjawab doa-doanya. Karenanya, Daud meminta
Tuhan “membulatkan” hatinya untuk takut akan namaNya (ayat 11).  

Berdasarkan
kajian kata yakhad di atas, makna permintaan Daud dalam ayat 11 tersebut
berarti Tuhan diminta menyatukan hatinya (supaya tidak “terpisah-pisah”),
sehingga hatinya itu menjadi satu untuk takut akan nama Tuhan, yaitu YHWH. Daud
memberi tempat untuk takut akan nama Tuhan tidak di sebagian hatinya, tapi di
hatinya yang satu, utuh, bulat.

Daud
memang berada dalam kesesakan, dan ia berdoa untuk meminta pertolongan Tuhan.
Tapi, Daud tidak lupa memohon petunjuk tentang jalanNya, FirmanNya, bahkan
hatinya minta dibulatkan untuk takut kepada nama Tuhan.

(Artikel
ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan
rujukan)

---------------------------------------------------------------









Gali Kata
Alkitab

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam
Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno.
Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek
dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan
rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular nomor 
085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab”
–yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui 
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata.
Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus
memberkati.

 

Pelayanan
via E-mail 

Edisi
44: Kamis, 8 Januari  2009

Huruf T

“…Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, 

jangan singgung!...” (Yehezkiel 9:6)

 

Apa yang
menarik dengan huruf T (Yehezkiel 9:4,6), yang menjadi tanda pada dahi
orang-orang yang dihindarkan dari hukuman Tuhan?

Huruf T
(Alkitab terjemahan LAI) merupakan transliterasi untuk huruf “taw” (taw dagesh
lene-qames-waw), huruf terakhir dalam abjad Ibrani. Dalam piktograf Ibrani kuno
huruf “taw” merupakan gambar dua tongkat menyilang yang membentuk salib. Gambar
itu berarti tanda.Tanda berfungsi untuk menegaskan, memperkuat, atau menetapkan
sesuatu. Jika tanda dibubuhkan pada suatu dokumen, maka tanda tersebut akan
membuktikan kebenarannya. 

Dalam
kitab Yehezkiel gambar salib tersebut dipakai menjadi tanda pada dahi
orang-orang yang diselamatkan Tuhan. Mereka yang bertanda salib di dahinya itu
dibebaskan dari hukuman Tuhan. Gambar itu Tuhan pakai untuk menegaskan,
memperkuat, atau menetapkan orang-orang pilihanNya untuk diselamatkan dari
murkaNya. Sekalipun itu hanya sebuah tanda, tapi hal itu telah ditetapkan Tuhan
sendiri dan pasti Ia membuktikan kebenarannya.

Penggenapan
nubuatan Yehezkiel itu berdimensi ganda: dimensi ke-kini-an dan ke-akan-an.
Mari kita lihat dua dimensi ini! Pada tahun 597 SM, sang nabi meyampaikan
nubuatannya setelah menerima penglihatan di sungai Kebar. Saat itu ia
bersama-sama para buangan yang dibuang ke negeri Babel . Apa yang terjadi dalam 
sejarah Yehuda
11 tahun kemudian? Pada tahun 586 SM Yerusalem dimusnahkan. Itulah dimensi
kekinian penggenapan nubuatan Yehezkiel. Nubuatannya telah digenapi!

Bagaimana
dengan dimensi keakanan penggenapan nubuat Yehezkiel? Jika dimensi kekinian
sudah tergenapi, dimensi keakanan pun akan digenapi. Artinya: orang yang tidak
mau taat kepada Allah, akan dihukum.

Salib
Tuhan Yesus

Pada
zaman Yehezkiel tanda salib ditetapkan Tuhan menjadi penanda bagi orang-orang
yang diselamatkanNya. Pada zaman Perjanjian Baru salib pun dipakaiNya sebagai
penanda karya penyelamatan Tuhan bagi orang-orang yang dibebaskan dari
murkaNya. Bukankah oleh salib itu manusia berdosa telah dilenyapkan
perseteruannya dengan Allah (bandingkan Efesus 2:16)? 



Salib telah ditetapkan Allah menjadi tanda dalam Perjanjian Lama dan karya
dalam Perjanjian Baru untuk membebaskan manusia dari hukuman Allah. 

Karena
itu, mari kita terus camkan betapa agungnya karya Kristus di kayu salib itu!
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya
kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh
bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24).

(Artikel
ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan
rujukan)

---------------------------------------------------------------------

 

Gali Kata Alkitab

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam
Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno.
Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek
dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan
rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular nomor 
085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab”
–yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui 
http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata.
Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus
memberkati.

Pelayanan
via E-mail 

Edisi
45: Kamis, 15 Januari  2009

Menyembunyikan

 

Rahab
telah “menyembunyikan” orang-orang suruhan bangsa Israel
ketika mereka mengintai kota
Yerikho (Yosua 6:17,25). Apa makna kata “menyembunyikan” ditinjau dari tulisan
Ibrani kuno?

 

Kata
tersebut merupakan padanan dari kata Ibrani khaba’ (kata yang dibentuk
dari rangkaian huruf-huruf Ibrani “khet-qames-bet-qames-alef”), yang diturunkan
dari akar induk kata kh-b (khet-bet). Akar induk kata kh-b
tersebut juga menurunkan kata yang lain khabab
(khet-qames-bet-patah-bet) yang berarti “mengasihi” (misalnya Ulangan 33:3). 

 

Huruf
Ibrani modern “khet” dan “bet” merupakan perkembangan dari tulisan gambar 
(piktograf)
Ibrani kuno yang melambangkan suatu ide tertentu. Huruf “khet” adalah sebuah
gambar dinding tenda, sedangkan huruf “bet” adalah sebuah gambar denah ruangan
dalam tenda, yang menjadi tempat tinggal (rumah) orang-orang Ibrani pada zaman
kuno. Gabungan dua gambar tersebut berarti “dinding rumah”. 

 

Dinding
rumah terpasang mengelilingi rumah, yang memungkinkan rumah tersebut menjadi
tempat berlindung bagi keluarga. Sebagai tempat perlindungan, rumah
menyembunyikan seluruh keluarga dari situasi apa pun yang mengancam, seperti
badai, binatang buas, dan lain-lain, atau bahkan orang-orang yang bermaksud
jahat.

 

Rahab
telah berlaku seperti “dinding rumah”, yakni menjadi tempat berlindung bagi
orang-orang suruhan Israel
dari ancaman tentara Yerikho. Oleh karena itu kata “bersembunyi” pada
hakikatnya memiliki makna “berlindung”. Yesaya 49:2 misalnya, kata khaba’
dipadankan dengan kata “berlindung”.

 

Beberapa
Penggunaan Kata Khaba’

 

Dalam
Perjanjian Lama kata khaba’ digunakan beberapa kali, di antaranya dalam beberapa
peristiwa berikut ini.

 

Setelah
manusia jatuh ke dalam dosa, mereka “bersembunyi” dari hadapan Tuhan Allah
(Kejadian 3:8, 10). Bayangkan, Tuhan Allah yang mestinya menjadi pelindung bagi
mereka, tapi justru dianggapnya sebagai ancaman!

 

Lima raja yang dikalahkan
Yosua, lari dan “bersembunyi” di dalam gua di Makeda (Yosua 10). Mereka mencari
tempat berlindung karena jiwanya terancam oleh Yosua. 

Mereka
bisa berlindung di dalam gua, tapi Allah tidak melindunginya. Akhirnya mereka
semua mati, karena memang Allah telah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yosua.


 

Pada
waktu kelaparan hebat di Samaria
ada seorang wanita “menyembunyikan” anaknya karena tiba gilirannya untuk
memasak dan memakan anaknya itu (2 Raja-raja 6:29).

 

Yonatan
memberitahukan maksud jahat ayahnya, Raja Saul,  yang akan membunuh Daud.
Lalu, ia menyarankan agar Daud “duduk di suatu tempat perlindungan dan
bersembunyi di sana
” (1 Samuel 19:2). Daud memang terancam jiwanya, tapi Allah melindunginya. 

 

Obaja,
sang nabi, “menyembunyikan” 100 nabi Tuhan dari upaya pembunuhan yang dilakukan
Izebel (1 Raja-raja 18:4,13). Yoseba menyembunyikan Yoas bin Ahazia pada waktu
Atalya membunuh semua keturunan raja. Yoas tinggal bersama Yoseba itu dengan
“bersembunyi” di rumah Tuhan selama enam tahun (2 Raja-raja 11:3).

 

Tuhanlah
Tempat Bersembunyi atau Berlindung

 

Dinding
rumah atau pun gua, memang bisa menjadi tempat berlindung secara fisik. Tapi,
apalah arti tempat-tempat seperti itu kalau Tuhan tidak menjadi tempat 
berlindungnya?
Yesaya, sang nabi besar, telah dipanggil Tuhan sejak dalam kandungan. Ia paham
betul bahwa Tuhan telah membuatnya “berlindung” (khaba’) dalam naungan
tanganNya (Yesaya 49:2).

 

Tuhanlah
“dinding rumah” atau tempat “bersembunyi” atau “tempat berlindung” bagi
orang-orang yang mengasihinya. Sudahkan Dia kita jadikan tempat berlindung
selama hidup kita?

 

(Artikel
ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber sebagai bahan
rujukan)

 --------------------------------------

 




      Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke