Rekan-rekan
sekalian,  



Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab (Edisi 46): “Pengenalan”
akan Tuhan



Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian.  

Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:  



http://herysa.blog.friendster.com/



Tuhan Yesus memberkati.  



Salam,  



herysa  

-------------------------------------------------

Gali Kata Alkitab

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna
suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa
Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari
artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari
Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular
nomor  085294397157 atas nama Hery Setyo
Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini
-- mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang
sama disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata.
Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus
memberkati.

Pelayanan via E-mail 

Edisi 46: Kamis, 22 Januari  2009


 “Pengenalan” akan Tuhan


Kata Ibrani da’at
(ditulis dengan huruf-huruf konsonan dan tanda-tanda bunyi: “dalet-dagesh
lene-patah-ayin-patah-taw”) di antaranya dipadankan dengan kata “pengenalan”
dan “pengetahuan”. Kata itu diturunkan dari akar induk kata d’ (“dalet-ayin”). 
Kata de’ah (Gali Kata Alkitab edisi 18), yang
berarti “tahu”, juga turunan dari akar induk kata tersebut. 


Dalam tulisan Ibrani kuno, huruf “dalet” merupakan gambar
sebuah pintu, sedangkan huruf “ayin” merupakan gambar sebuah mata. Gabungan dua
gambar tersebut berarti “pintu mata”. Apa makna “pintu mata” tersebut? 


Tenda orang Ibrani tidak memiliki jendela. Untuk melihat
keadaan di luar tenda, seseorang harus berdiri di pintu tenda yang terbuka
dan  mendongakkan kepalanya ke luar
tenda. Pintu adalah satu-satunya celah untuk bisa melihat dunia di luar tenda.
Dengan melihat dunia di luar tenda, seseorang akan mendapatkan pengalaman dan 
pengetahuan.
Pengalaman dan pengetahuan itu sangat mendalam, sebab ia mengamati dengan
matanya sendiri itu. Bahkan, jika ia melihat orang lain dengan matanya sendiri,
maka ia akan memiliki hubungan pribadi yang mendalam dengannya.


Dengan demikian kata da’at
(pengenalan atau pengetahuan) berarti melihat dengan matanya sendiri untuk
memperoleh ide atau pengalaman dan hubungan pribadi yang mendalam.


Pengenalan
Paulus dan Petrus


Kata “pengenalan” dalam 2 Korintus 2:14, 10:5; Filipi 3:8; 2
Petrus 1:2. 1:3, 2:20, dan 3:18 berpadanan dengan kata da’at dalam bahasa 
Ibrani (Lihat: terjemahan Salkinson-Ginsburg
Hebrew New Testament).


Dalam 2 Korintus 2:14, Paulus menghubungkan antara “jalan
kemenangan”,  “pengenalan akan Allah”,
dan “dalam Kristus”. Paulus bersyukur kepada Allah karena Dia selalu membawa
dirinya (dan Timotius) di jalan kemenanganNya. Maksudnya, bahwa dengan
perantaraan mereka “Allah menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia”. Uniknya,
hal itu terjadi dalam Kristus (ayat 14). 



Pengenalan akan Allah, bagi Paulus,  adalah pokok yang penting dan bersifat 
ilahi.
Oleh karenanya, Paulus “mematahkan” dan “merubuhkan” keangkuhan manusia untuk
menentang pengenalan akan Allah tersebut (2 Korintus 10:5). Sedangkan senjata
yang dipakai berjuang pun bukanlah senjata duniawi. Senjata Paulus adalah
senjata yang diperlengkapi kuasa Allah (ayat 4).


Karena “pengenalan” akan Kristus pula, Paulus memiliki nilai
baru: “segala sesuatu kuanggap rugi”, “aku melepaskan semuanya itu dan
menganggapnya sampah”. Paulus menganggap “Yesus Kristus, Tuhanku, lebih mulia”
(Filipi 3:8). Apa yang ia lepaskan dan dianggapnya tidak berharga lagi? Dalam
ayat 4-6 Paulus menjelaskan semuanya itu, yaitu: menaruh percaya kepada hal-hal
lahiriah, yaitu: 

“Disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku
Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang
Farisi,  tentang kegiatan aku penganiaya
jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat”.


Sedangkan Rasul Petrus menyatakan beberapa
pokok yang berkaitan dengan pengenalan akan Allah dan Yesus. Dalam pengenalan
akan Allah, kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi orang-orang percaya (2
Petrus 1:2). Hidup saleh (2 Petrus 1:3) dan lepas dari kecemaran dunia (2
Petrus 2:20) terjadi oleh pengenalan akan Tuhan. Karena itu Petrus menasihati
orang-orang percaya agar bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan
akan Tuhan dan Yesus Kristus (2 Petrus 3:18).


Implikasi


“Pengenalan” dan “pengetahuan” (da’at) terjadi karena melihat dengan
mata sendiri. Dalam hubungannya dengan pribadi lain, jika seseorang melihat
dengan mata sendiri, maka ia akan memiliki hubungan pribadi yang mendalam
dengan orang itu.


Bagaimana dengan kehidupan iman kita?
Apakah kita telah “melihat dengan mata sendiri” segala sesuatu yang Tuhan Yesus
kerjakan dalam diri kita? Jika jawabnya “ya”, maka kita akan memiliki hubungan
pribadi yang mendalam dengan Dia. Sebaliknya, jika jawabnya “tidak”, maka kita
tidak dijamin telah memiliki hubungan pribadi yang mendalam dengan Dia.


(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber 
sebagai bahan
rujukan)




      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke