Rekan-rekan
sekalian,  

Berikut ini saya postingkan artikel Gali Kata Alkitab (Edisi 47): Melindungi



Harap artikel ini menjadi berkat bagi kita sekalian.  

Artikel ini dan artikel sejenis dapat Anda akses di alamat berikut ini:  



http://herysa.blog.friendster.com/



Tuhan Yesus memberkati.

Salam,  



herysa  

-------------------------------------------------

Gali Kata Alkitab

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna
suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa
Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari
artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari
Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular
nomor  085294397157 atas nama Hery Setyo
Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini
-- mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang
sama disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata.
Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus
memberkati.

Pelayanan via E-mail 

Edisi 47: Kamis, 29 Januari  2009

Melindungi

“…Tuhan melindungi dia
setiap waktu…” (Ulangan 33:12). 

Kata “melindungi” di antaranya merupakan padanan dari kata
Ibrani khopep. Kata ini dibentuk dari
susunan huruf-huruf konsonan dan tanda vokal “khet-holem-pe-sere-pe”, yang
diturunkan dari akar kata kh-p
(khet-pe). Apa arti harfiah kata “melindungi” (khopep) ditinjau dari tulisan 
Ibrani kuno?

Huruf “khet” dalam piktograf Ibrani kuno merupakan gambar
dinding tenda. Huruf “pe” adalah gambar mulut terbuka yang berarti “membuka”.
Gabungan dua gambar tersebut berarti “dinding terbuka”. Apa maksudnya?

Dinding tenda yang terbuka memungkinkan orang lain
memasukinya. Jika dinding tenda itu ditutup kembali, maka orang yang telah
berada di dalamnya mendapatkan perlindungan dari si pemilik tenda. Dia aman.
Sang pemilik tenda melindunginya dengan segala resiko. 

Itulah tradisi melindungi orang asing dalam budaya Ibrani
kuno. Tradisi seperti ini masih terlihat kisahnya di Alkitab seperti dalam
peristiwa Lot yang melindungi kedua tamunya
dengan menawarkan kedua anak gadisnya (Kejadian 19:4-8), atau pun kisah
perbuatan noda di Gibea (Hakim-hakim 19:22-24).

Apakah
Tuhan memang Melindungi?

Kasus suku Benyamin (Hakim-hakim 19-20) menjawab dengan
jelas pertanyaan itu. Mereka pernah memiliki sejarah kelam di antara
saudara-saudaranya. Mereka berbuat noda, membayar harga dengan diperangi dan
ditumpas oleh saudara-saudaranya sendiri, tapi juga ditolong Tuhan. 

Tragedi itu dimulai ketika seorang suku Lewi dan gundiknya
bermalam di salah seorang Benyamin di Gibea. Tapi orang-orang dursila Gibea
mengepung rumah tersebut untuk menjahati seorang Lewi itu. Akhirnya, gundik
orang itu dibawa dan diperkosa mereka sampai mati. Peristiwa tersebut
dikomunikasikan kepada suku-suku Israel
dengan cara unik, yaitu memutilasi tubuh mayat itu menjadi dua belas potongan
dan mengirimkannya ke suku-suku Israel.
Kesebelas suku Israel
menjadi marah dan berkeputusan untuk memerangi suku Benyamin, saudaranya.
Apalagi, suku Benyamin tidak mau menyerah orang-orang dursila Gibea Kisah
tersebut berakhir dengan ditumpasnya seluruh suku Benyamin dan kota-kotanya
dibakar. Ada
sisa, memang, sejumlah enam ratus orang yang lari di bukit batu Rimon.

Mereka ditumpas dan kota-kotanya dibakar habis karena Tuhan
menyerahkan suku Benyamin tersebut kepada sebelas suku yang lain. Tapi,
bagaimana Tuhan melindungi suku Benyamin sehingga mereka tidak punah?

Keputusan Israel
untuk memaklumkan damai bagi orang Benyamin yang tersisa yang melarikan diri ke
bukit batu Rimon dan belas kasihan mereka untuk memberikan gadis-gadis
Yabesh-Gilead dan perempuan Silo merupakan cara Tuhan melindungi kemusnahan
suku itu. Sisa penduduk yang sedikit itu masih dapat menurunkan keturunan.
Ulangan 33:12, bahwa Tuhan melindungi suku itu setiap waktu, terbukti.

Suku Benyamin telah berbuat jahat dan beresiko
mempertaruhkan nyawa penduduk dan kotanya, namun Tuhan masih “melindungi” 
(khopep) mereka. Sebagaimana diperlakukan
Tuhan terhadap suku itu, begitu juga Tuhan memperlakukan saya dan Anda. Kita
masih dan mungkin sering berbuat jahat di hadapan Tuhan. Kita masih berbuat
dosa dan menaggung resiko di dunia ini. Tapi, Tuhan juga tetap “melindungi”
kita. Mari kita terus kagum dan bersyukur kepadaNya yang senantiasa
“melindungi” kita!

(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan berbagai sumber 
sebagai bahan
rujukan)

 




      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke