*Gali Kata Alkitab <http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/>*

Rubrik  ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab
yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel
yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam
"Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali
Kata Alkitab" dari telepon selular nomor  085294397157, 08987403198, dan
08986864954 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab”
–yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu
sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui blog
dengan alamat:  http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata  dan
http://www.sabdaspace.org/blog/hery_setyo_adi  Harap artikel-artikel ini
menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

Pelayanan via E-mail

Edisi 65: Kamis, 4 Juni 2009

* *

*Tuhan “Benteng” Hidupku*

*“Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku
harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus
gemetar?” (Mazmur 27:1)***

Kata “benteng” dalam ayat di atas diterjemahkan dari kata Ibrani
*ma‘oz*(dibentuk dari huruf-huruf Ibrani: Mem-Qames-Ayin-Holem
Wow-Zayin). Kata
“benteng” bukanlah satu-satunya kata yang dipadankan dengan kata
*ma‘oz*tersebut. Kata-kata seperti “tempat perlindungan” (Mazmur 31:3;
Nahum 3:11),
“pelindung” (Mazmur 60:9; 108:9; Yesaya 30:3 ), “perlindungan” (Amsal
10:29), dan “tempat pengungsian” (Yesaya 25:4) juga dipakai sebagai padanan
dari kata *ma‘oz*.

Berdasarkan persamaan terjemahan itu, maka “Tuhan benteng hidupku” dapat
berarti “Tuhan tempat perlindungan hidupku”, “Tuhan pelindung hidupku”,
“Tuhan perlindungan hidupku”, dan “Tuhan tempat pengungsian hidupku”.

Benteng, tempat perlindungan, ataupun tempat pengungsian, merupakan
tempat-tempat yang memberikan keamanan secara fisik bagi setiap orang dalam
situasi perang. Benteng dan tempat perlindungan adalah tempat yang aman bagi
tentara yang sedang berperang. Sedangkan tempat pengungsian adalah tempat
yang aman bagi masyarakat sipil yang negaranya sedang berperang.

Tempat fisik seperti itu digambarkan oleh orang Ibrani sebagai tempat yang
aman. Bagaimana halnya bila tempat perlindungannya adalah Tuhan, bukankah
Dia akan memberikan perlindungan yang mutlak?

Kata-kata Ibrani lain yang seakar-induk dengan kata *ma‘oz* adalah
*‘oz*yang dipadankan dengan kata “kuat” dan “kuasa”. Orang yang
mengetahui
senjata, dialah yang kuat. Karena kuat, dia pula yang akan berkuasa (lihat:
Gali Kata Alkitab edisi 31). Kata “benteng” dan padanan lain dari kata *
ma‘oz* seperti “tempat perlindungan”, “pelindung”, “perlindungan”, dan
“tempat pengungsian”, memiliki makna yang berhubungan erat dengan kata
“kuat” dan “kuasa”. Dengan demikian “Tuhan benteng hidupku” berarti juga
“Tuhan kekuatan hidupku” dan “Tuhan asal kuasa hidupku.”

Bila “Tuhan kekuatan hidupku” dan “Tuhan asal kuasa hidupku”, bukankah kita
tidak perlu risau, khawatir, takut, dan gemetar akan hidup kita?

*Kajian Ibrani Kuno*

Apa makna kata *ma‘oz* dilihat dari tulisan-gambar Ibrani kuno? Kata
*ma‘oz*berasal dari akar-induk kata ‘z (Ayin-Zayin). Huruf Ayin pada
awalnya adalah
sebuah gambar mata, yang berarti pengetahuan, sebagaimana fungsi mata untuk
melihat segala sesuatu yang ada di sekitarnya dan menjadi sumber
pengetahuan. Sedangkan huruf Zayin adalah sebuah gambar alat pemotong
(senjata). Gabungan dua gambar tersebut berarti “mengetahui sebuah senjata.”


Dalam peperangan, pengetahuan tentang senjata adalah hal yang penting.
Seorang tentara yang dapat memilih dan menggunakan sebuah senjata secara
tepat akan menolongnya berhasil dalam pertempuran. Sebab ia dapat memakainya
sebagai alat untuk menyerang dan melindungi diri dari musuh.

Jika kita menjadikan Tuhan sebagai senjata dalam hidup kita, bukankah kita
akan terlindung dari serangan musuh dan kuat untuk menyerangnya?

*Perlindungan Tuhan*

Perlindungan Tuhan dalam Mazmur 27 digambarkan dengan dua ungkapan: “Tuhan
adalah bentengku” (ayat 1) dan “Ia melindungi aku dalam pondokNya” (ayat 5).
Ungkapan itu untuk menjelaskan bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan
(bandingkan ayat 9).

Makna “Tuhan adalah bentengku” (sudah dipaparkan di atas) sejajar dengan “Ia
melindungi aku dalam pondokNya.” Dalam budaya orang Ibrani kuno, tenda atau
pun rumah di samping sebagai pelindung bagi orang-orang yang tinggal di
dalamnya, juga pelindung bagi orang asing yang datang dari jauh. Budaya
seperti itu dipelihara hingga waktu-waktu yang kemudian (misalnya: kisah
orang Lewi di Gibea Benyamin dalam Hakim-hakim 19).

Dengan demikian sungguh beralasan ketika Daud menyatakan bahwa dirinya tidak
harus takut dan gemetar terhadap musuh, sebab Tuhan adalah pelindungnya,
kekuatannya, dan senjatanya.

*Implikasi*

Seorang rekan melayani di sebuah gereja di Kalimantan. Ia mengunjungi sebuah
keluarga dan tuan rumah menghidangkan segelas minuman untuknya. Pada saat ia
mengambil gelas untuk meminumnya, tiba-tiba gelas itu pecah. Tuan rumah
mengambilkan segelas minuman lagi dan ketika rekan tersebut mengambil untuk
meminumnya, gelas itu pecah lagi. Segelas minuman ketiga dihidangkan lagi,
dan gelas itu tidak pecah saat ia mengambil untuk meminumnya.

Beberapa hari kemudian kepala keluarga tersebut mendatangi rekan saya dan
menanyakan tentang jimat yang ia miliki. Sebab, pikirnya, rekan saya
tersebut seorang yang sakti. Rupanya, keluarga tersebut menghidangkan
segelas minuman yang sudah dibubuhi racun dan memanterainya. Minuman di
gelas ketigalah yang tidak dibubuhi racun dan diucapkan mantera.  Rekan saya
itu menjawab bahwa ia memiliki Tuhan Yesus Kristus yang berkuasa untuk
melindunginya.

Serangan musuh berasal dari mana saja, kapan saja, dan dalam bentuk apa
saja. Apakah saya dan Anda telah menjadikan Tuhan Yesus benteng, pelindung,
kekuatan, tempat pengungsian, sumber kuasa dan senjata hidup kita?

*(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan rujukan
dari berbagai
sumber).*

Kirim email ke