Kepada rekan-rekan sekalian, Kami sekeluarga meyampaikan "Selamat merayakan Natal 25 Desmber 2009". Kiranya berkat rohani dari Allah Bapa kita dalam Tuhan Yesus Kristus terus menjadi pengharapan kita dan kita hidup di dalamnya. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita.
Salam kami, hery sa & keluarga ---------------------------------------- * <http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/>* * <http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/>* *Gali Kata Alkitab <http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata/>* Rubrik ini menyediakan artikel yang berisi makna suatu kata dalam Alkitab yang diteliti dengan menggali akar kata dalam bahasa Ibrani Kuno. Artikel yang dimuat di rubrik ini merupakan pengembangan dari artikel pendek dalam "Pelayanan via SMS" yang disebarkan setiap hari Rabu dengan rubrik "Gali Kata Alkitab" dari telepon selular nomor 085294397157 atas nama Hery Setyo Adi. Sedangkan rubrik “Gali Kata Alkitab” –yang disebarkan melalui e-mail ini -- mempostingkan satu artikel seminggu sekali setiap hari Kamis. Artikel yang sama disebarkan juga melalui http://herysa.blogs.friendster.com/gali_kata. Harap artikel-artikel ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.** Pelayanan via E-mail Edisi 72: Kamis, 23 Juli 2009 Menyelamatkan Kata “menyelamatkan” di antaranya diterjemahkan dari kata Ibrani dalam bentuk dasar *yasha’* (disusun dari huruf-huruf Ibrani “Yod-Qames-Shin-Patah-Ayin). Matius 1:21 dalam terjemahan bahasa Ibrani menggunakan kata *yoshia’* (Yod-Holem Waw-Shin-Hiriq Yod-Patah-Ayin) dari bentuk dasar *yasha’ *ini. Menarik sekali, nama Yesus dalam bahasa Ibrani disebut *Yeshua* (Yod-Sere-Shin-Surek-Patah-Ayin), yang berhubungan dekat dengan kata kerja *yasha’*. Kata *yasha’* berasal dari akar-induk kata *Sh‘* (Shin-Ayin). Dalam piktograf Ibrani kuno huruf Shin adalah gambar dua gigi bagian atas yang digunakan untuk memakan atau penghancuran. Huruf Ayin adalah gambar mata. Gabungan dua gambar tersebut berarti “penghancur mengawasi.” Apa hubungan antara kata “menyelamatkan” dengan makna kata secara harfiah “penghancur mengawasi” dari tinjauan piktograf Ibrani kuno itu? Gembala mengawasi dengan seksama atas binatang piaraan atau gembalaan dan wilayah sekelilingnya. Ia waspada terhadap bahaya yang setiap waktu mengancam kawanan binatang yang digembalakannya. Ketika binatang buas datang menyerang, gembala berusaha membinasakannya. Gambaran kehidupan gembala yang bertanggungjawab atas kehidupan kawanan binatang gembalaannya dapat dilihat dalam diri Daud. Percakapan Daud dengan raja Saul sebelum melawan Goliat dalam 1 Samuel 17:34-36a mencerimankan hal itu. Daud menyelamatkan domba ayahnya dari singa atau beruang yang datang menyerangnya. Ia mengejar nya, menghajarnya, dan melepaskan dombanya dari mulut binatang buas itu. Tidak jauh dari tempat saya tinggal ada beberapa peternak kelinci. Saya dan anak terkecil saya sering melewati kandang-kandang itu ketika berolah raga pagi. Saya mengamati kandang yang sebagian besar terbuat bambu itu. Kandang itu dibuat dengan kuat dan dindingnya berasal dari jajaran bilahan bambu yang agak rapat. Bahkan, anak-anak kelinci yang terkecil pun tidak dapat keluar dari sela-selanya. “Kucing bisa menerkam anak-anak kelinci itu, sebab ia menganggapnya tikus. Jika ada kelinci dewasa yang terlepas dari kandang, saya segera mengejar dan menangkapnya untuk melindunginya dari serangan anjing. Kelinci itu sangat lemah. Anjing akan memakannya”, jelas sang pemilik. Di sekitar tempat saya tinggal ada penggembala 6-7 ekor domba atau kambing, namun tidak ada tantangan bagi mereka untuk menahan serangan binatang buas. Namun cerita seorang peternak kelinci itu sedikit memberi gambaran bahwa ia melindungi dan menyelamatkan kelincinya dari ancaman binatang lain. Seorang gembala benar-benar melindungi kawanan binatang gembalaannya dari binatang yang mengancam. Ia sebagai “penghancur mengawasi.” *Matius 1:21* *“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."* Tuhan Yesus, yang kelahiranNya diperingati umat Kristen di seluruh dunia pada bulan Desember, “menyelamatkan” umatNya dari dosa mereka. Tuhan Yesus bertindak “menyelamatkan” umatNya, seperti seorang gembala sebagai “penghancur mengawasi.” Seperti seorang gembala yang menyelamatkan kawanan domba-dombanya, begitulah Tuhan Yesus. Bukan lagi beruang atau singa yang datang menyerang kawanan dombaNya, tapi dosalah yang menyerang umat Tuhan itu. Tuhan Yesus mengetahui ancaman dan serangan dosa tersebut, itulah sebabnya Dia selalu mengawasi, memantau, menjagai, dan memperhatikannya. Dia mau umatNya selamat. Seorang gembala sangat menghargai domba-dombanya, terlebih lagi Tuhan Yesus terhadap umatNya. Dia tidak mau umatNya diterkam dosa dan tidak dapat terlepas darinya. Dia mau umatNya terbebas dari dosa dan kuasa dosa. Dia tahu umatNya tidak mampu melepaskan diri dari dosa itu, sebagaimana domba tidak sanggup membebaskan diri dari terkaman binatang buas. Karena itu, sang Gembala Agunglah, yaitu Tuhan Yesus sendiri, sebagai satu-satunya pihak yang mampu melepaskan umatNya dari cengkeraman dosa, menolong mereka. *Implikasi* Adakah di antara umat manusia yang tidak berdosa? Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23). Tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan tidak kehilangan kemuliaan Allah. Karena itu, kebutuhan semua orang adalah diselamatkan dari dosa mereka. Namun, mereka tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Apakah ada di antara Anda yang masih mengabaikan kehadiran Tuhan Yesus yang mau menyelamatkan Anda dari dosa? Jika ada di antara Anda yang seperti itu, silakan ambil keputusan untuk percaya kepada Tuhan Yesus itu. Mengapa? Firman Tuhan kembali menegaskan: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Tuhan Yesus berkata: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Bagian lain Firman Tuhan menyatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Jika Anda seorang yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, beritakanlah hal ini kepada orang lain supaya mereka mau mempertimbangkan untuk mengambil keputusan percaya atau tidak percaya kepada Tuhan Yesus. *(Artikel ini ditulis oleh Hery Setyo Adi, yang menggunakan rujukan dari berbagai sumber)*
