HIWAR
Ustadz Farid Wadjdi, SIP:
AS, MUSUH BERSAMA
=========================
Pengantar Redaksi:
George Bush Yunior kembali terpilih menjadi presiden AS. Kebijakannya selama ini banyak merugikan dan berbahaya bagi umat Islam. Sementara itu,
=========================
Tanya: Ustadz, George Bush kembali memimpin AS, sementara
FW: Ya. Hal pertama yang harus kita pahami, AS adalah negara ideologis, yang menjadikan Kapitalisme sebagai nilai yang mereka emban. Karenanya, kebijakan luar negeri AS dan metodenya secara umum tidak akan berubah, yakni menyebarkan ideologi Kapitalisme ke seluruh dunia dengan metode penjajahan�secara ekonomi, politik, militer, budaya, pendidikan, dll.
Tanya: Jadi, sebenarnya Bush hanya melanjutkan �misi� AS sebagai negara ideologis?
FW: Benar sekali. Siapapun presiden AS pasti tidak akan mengubah pakem itu. Jadi, bukan semata soal Bush atau Kerry, tapi implikasi dari ideologi Kapitalisme yang diemban AS. Yang sedikit bergeser hanya grand strategy-nya. Semasa Perang Dingin, AS menjadikan Komunisme sebagai musuh, sekarang Islam dijadikan sebagai musuh.
Tanya: Bisa dijelaskan lebih jauh, bagaimana langkah strategis AS tersebut?
FW: Sebagai gambaran, lihat dokumen The National Security Strategy of The United States of America yang diterbitkan Gedung Putih, September 2004.
Tanya: Bagaimana arah kebijakan AS untuk
FW: Secara mendasar, tidak akan banyak berubah. AS tetap akan menjajah
Tanya: Kelihatannya posisi
FW: Jelas, sangat penting. Tidak mengherankan kalau dalam Pemilu kemarin AS-lah pemberi bantuan paling besar, 8,96 juta dolar. Lembaga-lembaga pendukung kebijakan AS seperti The Ford Fondation dan The Asia Fondation juga diketahui banyak memberikan dana untuk mengokohkan sistem kapitalis di
Tanya: Tadi dikatakan, AS ingin mengokohkan Kapitalisme di Indonesia, Apa pentingnya AS melakukan semua ini?
FW: Dengan kokohnya sistem Kapitalisme di Indonesia, penjajahan AS di Indonesia akan terjamin. Anda tentu ingat pidato Bush saat terpilih lagi; dengan tegas dia berkata, �Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi.�
Jelas dikatakannya, �untuk melindungi negara kita�, jadi bukan yang lain. Langkah penting pertama adalah memastikan Indonesia tetap dalam sistem sekular. Pemilu dijadikan alat membangun sistem demokrasi di Indonesia untuk menjamin sekularisme.
Tanya: Maksudnya, Pemilu sebenarnya digunakan AS untuk mempertahankan sistem politik sekular?
FW: Benar. Ini dilakukan di hampir semua negeri Islam. AS-lah sponsor utama pembentukan negara sekular seperti di Irak dan Afganistan. Dengan sistem negara sekular, aturan-aturan kapitalis lain bisa dipastikan berjalan, terutama ekonomi. Kalau sistem politik-nya sistem politik Islam, yakni Daulah Khilafah, ekonomi kapitalis pasti dibuang; utang LN, penguasaan kekayaan alam oleh swasta atau asing, dan penggunaan dolar akan dijauhkan. Jadi, AS akan gigit jari.
Tanya: Bagaimana dengan kekayaan alam yang luar biasa dan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam?
FW: Sebagai negara kapitalis, AS mengincar negara-negara yang berlimpah kekayaan alamnya untuk dieksploitasi. Karenanya, AS sangat memperhatikan Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta merupakan pasar yang sangat menggiurkan. Jumlah itu menjadi potensi yang luar biasa. Anda bisa bayangkan, kalau 200 juta rakyat Indonesia ini setuju menegakkan syariat Islam, Indonesia tentu akan menjadi Daulah Khilafah Islam yang besar dan kuat.
Tanya: Ada langkah lain yang dilakukan AS untuk mengokohkan sekularisme ini ?
FW: Tampaknya AS akan all out dalam masalah ini. Di bidang pendidikan, AS getol merekayasa perubahan kurikulum pesantren di Indonesia. Pesantren juga dikirimi buku-buku propaganda AS. Bidang pemikiran Islam juga sangat mengkhawatirkan. Proyek liberalisasi Islam adalah bagian dari proyek pengokohan Kapitalisme di Indonesia. Sebab, semua itu akan menjauhkan umat dari akidah yang benar dan dari syariat Islam. Akidah dan syariat Islam itu sangat penting untuk melawan penjajahan AS. Tanpa keduanya, perlawanan kaum Muslim akan lumpuh.
Tanya: Bagaimana dengan politik adu domba?
FW: Itu juga perlu kita cermati. Pengkotakan kaum Muslim Indonesia atas Islam moderat-radikal, fundamentalis-modernis, tekstual-kontekstual, kultural-struktural adalah bagian dari proyek memecah-belah umat Islam. Lebih bahaya lagi, AS malah menggunakan kelompok Islam untuk menghantam sesama kelompok Islam. Akibatnya, umat sibuk berpolemik dan berkonflik sesama mereka. Musuh sejati kita bersama, yaitu AS, justru terabaikan. Yang untung AS. Sudah seharusnya umat Islam menyadari bahaya ini.
Tanya: Dalam Perang Melawan Terorisme yang dikomandani AS, terlihat Indonesia semakin diperhatikan dan dijadikan salah satu fokus oleh AS. Bagaimana pendapat Ustadz?
FW: Sebenarnya, bukan hanya Indonesia, tapi hampir seluruh negeri Islam. AS menggunakan War on Terorism (WOT) sebagai alat kepentingannya. Dengan alasan itu AS menyerang Afganistan dan Irak, meskipun tampak kebohongannya. Tampaknya Indonesia tinggal tunggu giliran. Dengan WOT ini, AS bisa menekan pemerintah Indonesia. WOT itu sejatinya perang untuk menghancurkan ideologi Islam.
Tanya: Tapi, bukankah AS menolak mengatakan sasaran WOT ini adalah Islam?
FW: Benar, tapi Islam yang dimaksud AS adalah Islam yang hanya sekadar moral dan spiritual. Mereka menyebutnya �Islam moderat dan pluralis�. Sebaliknya, Islam yang k�ffah, yang menginginkan tegaknya syariat Islam secara total lewat Daulah Khilafah, akan menjadi musuh nomor satu AS. Lihat saja, dalam WOT ini, AS dan sekutunya sering mengaitkan terorisme dengan perjuangan penegakan syariat dan Khilafah Islam. Rumsfeld pernah berkata bahwa para ekstremis (teroris) ingin menegakkan Khilafah, sama seperti yang dilontarkan John Howard, PM Australia. Mereka ingin memunculkan image, bahwa yang ingin menegakkan syariat Islam dan Khilafah adalah juga teroris.
Tanya: Tapi, bukankah ada kelompok Islam yang memang mengaku melakukan pemboman seperti di Bali, Marriot, dan di jalan depan Kedubes AS ?
FW: Memang, kita tidak bisa menutupi hal ini. Tapi perlu dicatat, apa yang mereka lakukan adalah reaksi atas kebiadaban AS di negeri-negeri Islam. Coba Anda tanya pelakunya, pasti alasannya itu.
Kita harus menghindari generalisasi dalam kasus terorisme ini. Memang, beberapa peristiwa pemboman yang terjadi di Indonesia, dalam pandangan syariat Islam, pantas dipertanyakan, yang menjadi korbannya justru banyak orang Islam. Tapi, perlawanan rakyat Irak, Afganistan dan Palestina adalah sah menurut syariat Islam. Sebab, mereka berjuang untuk mengusir penjajah yang merampas negeri mereka. Mereka tidak bisa disebut teroris. Mereka sama dengan para pejuang Indonesia yang mengusir penjajah dulu.
Tanya: Ustadz, bagaimana posisi dan peran pemerintah Indonesia selama ini dalam Perang Melawan Terorisme?
FW: Sangat disayangkan kalau pemerintah Indonesia sampai tunduk pada skenario WOT ala AS ini. Apalagi sampai melakukan tindakan-tindakan yang justru merugikan rakyat sendiri. Jika benar-benar ingin menghilangkan �terorisme�, pemerintah Indonesia harus berani mengkritik AS dan kekejamannya terhadap kaum Muslim.
Tanya: Tapi, mungkinkah ini dilakukan oleh pemerintah sekarang ?
FW: Memang tidak gampang, sebab ini bukan hanya persoalan Presiden SBY saja, tapi seluruh elit politik, termasuk parlemen dan rakyat Indonesia. Untuk itu, jelas kita harus berani melakukan perubahan sistem.
Tanya: Tapi, apa cukup dilakukan Indonesia saja?
FW: Tentu saja tidak. WOT adalah perang global yang dilakoni AS. Untuk melawan dan membongkar kepalsuan WOT ini juga harus ada kekuatan global dengan ideologi yang tegas, yakni Islam. Di sinilah pentingnya kaum Muslim seluruh dunia bersatu di bawah naungan Daulah Khilafah Islam. Jadi, tugas kita sekarang bersama-sama membangun kesadaran umat untuk melawan penjajah kapitalis AS dengan menegakkan Daulah Khilafah Islam.
======================
Biodata:
Ust. Farid Wadjdi lahir di Berastagi, 19 Agustus 1971. Sejak kecil sudah bergelut dengan �suasana dakwah�. Oleh sang ayah, Ust. Farid sering diajak berkeliling pedesaan di pedalaman untuk mendakwahkan Islam di daerah kelahirannya.
Alumnus Hubungan Internasional Fisip Unpad Bandung ini dikenal sebagai penulis di beberapa media masa. Pernah juga nyantri di Pesantren Miftahul Khoir Bandung. Sebagai aktivis mahasiswa, Ust. Farid menjadikan masjid sebagai organisasi dakwahnya. Di sinilah dia bertemu dengan istri beliau, Sulistiawati, dan saat ini telah dikaruniai dua orang anak, Muhammad al-Fatih dan Fatimah az-Zahra.
Sekarang beliau diamanahi menangani media politik dan dakwah al-wa�ie sebagai pemimpin redaksi.
======================
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
--------------------------------------------------------------------------
All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.
If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
