Ada
apa dengan demokrasi?, sehingga AS terus menerus memaksakannya kepada kita.
Kerajaan
Saudi masih mampu mengontrol dua kota suci Makkah al-Mukarramah dan Madinah
al-Munawarah. Tetapi jika kita saksikan acara TV di Jedah maka nyanyian dalam
bahasa Arab disertai dengan pakaian dan goyangan seperti Britney Spears, inikah
kebebasan berdasarkan demokrasi yang mereka tawarkan kepada kita. Merusak
pemuda-pemudi Islam
Arab dan non-Arab. Pelajaran bagi orang-orang yang
berakal.
Salam,
azh
Bush Minta Saudi dan Mesir
Lakukan Reformasi Demokrasi
Publikasi:
03/02/2005 15:23 WIB
eramuslim - Presiden
AS Goerge W. Bush kembali bercuap-cuap atas dunia Arab. Dalam sebuah
pidatonya tentang kondisi persatuan atas proyek AS di Timur Tengah Bush menyerukan Arab Saudi
dan Mesir agar melaksanakan reformasi demokrasi.
Dalam pidatonya di depan Kongres Bush menilai bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi
berpotensi menjadi pemimpin di kawasan Timur Tengah lewat pertumbuhan peran rakyatnya dalam menentukan masa depan. �Reformasi yang dipenuhi dengan harapan itu tengah dalam realisasi dalam busur yang memanjang dari Maroko ke Yordania lewat Bahrain,� klaim Bush.
Dalam masa jabatannya yang kedua kali ini Bush membeberkan kebijakannya dengan menegaskan bahwa hal itu bertujuan untuk meningkatkan kebebasan dan demokrasi, tapi ia sangat
menjauhi cara-cara kekerasan untuk mewujudkannya atau memaksakannya model AS. Demikian seperti dikatakan
Bush.
Dalam kesempatan itu Bush mengkritik keras
Iran yang disebutnya sebagai negara pertama yang bertanggungjawab atas terorisme di dunia dan
Iran tengah
berupaya untuk mendapatkan senjata nuklir serta menghalangi rakyatnya dari kebebasan.
Kendati
demikian Bush menambahkan bahwa pemerintahnya tengah bekerja sama dengan
sekutu-sekutunya di Eropa untuk meyakinkan Iran agar melucuti senjata nuklirnya.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Iran bersikeras bahwa program nuklirnya
diperuntukkan untuk tujuan-tujuan damai.
Demikian
juga dalam kesempatan itu Bush kembali mengulang tuntutannya atas Suriah agar
segera menghentikan sokongannya atas terorisme, kemudian Bush mengancam akan
memberikan sanksi atas Suriah dengan persetujuan Kongres berkaitan dengan
balasan atas Suriah dan kedaulatan Libanon.
Selain Iran,
Korea Utara juga diminta oleh Bush agar melucuti program senjata
nuklirnya.
Berkaitan
dengan perdamaian antara Palestina dan Israel, Bush menegaskan, AS akan membantu
kedua belah pihak demi berdirinya dua negara demokrasi berdaulat, yaitu Israel
dan Palestina, yang hidup damai secara berdampingan dalam satu
tangan.
Bush
menyatakan bahwa dirinya meminta Kongres agar memberikan bantuan senilai $US350
juta demi reformasi ekonomi dan keamanan Otoritas
Palestina.
Adapun ihwal
Irak, Bush menolak memastikan jadwal waktu penarikan militer AS dari negeri
seribu satu malam itu. Kendati demikian Bush menegaskan perlunya pemberian
bantuan atas kekuatan keamanan Irak serta pelatihan mereka agar lebih kuat dan
efektif serta dapat melindungi negerinya. Bush menilai bahwa Pemilu yang digelar
pada Ahad lalu telah membukakan fase baru bagi kondisi politik
Irak.(lys/aljzr)