Tanggapan terhadap Ahmad Fuad Fanani

 

Sehubungan dengan tulisan Ahmad Fuad Fanani di Opini Media Indonesia (Jumat 4 Februari 2004), ada beberapa hal yang perlu kami luruskan dan kritisi. Tulisan itu  lebih tepat disebut dengan kumpulan klaim-klaim yang tidak berdasar, tidak merujuk pada sumbernya, kurang teliti, dan terjebak pada banyak generalisasi. 

(1)     Ketika umat Islam kembali kepada syariah Islam untuk menyelesaikan persoalan hidup mereka, bukanlah semata-mata karena romantisme sejarah atau mencari kambing hitam, tapi dalam rangka memenuhi perintah Allah SWt untuk berhukum kepada aturan Allah dalam segala perkara. Allah SWT telah memerintahkan kaum muslim untuk kembali kepada Allah dan Rasulnya (syariat Islam ) sebagai solusi  segala pertikaian mereka. (QS An Nisa: 59)

(2)     Hizbut Tahrir (HT)  dalam upayanya memperjuangkan kembali syariat Islam yang diterapkan dalam sistem Daulah Khilafah Islam, telah menggariskan perjuangan yang non kekerasaan (la madiyah). Hal ini semata-mata mengikuti thariqoh (metode) dakwah Rasulullah saw saat memperjuangkan Daulah Islam di Madinah yang tidak menggunakan kekerasaan. Hal ini bisa anda baca dalam buku-buku HT. Jadi melakukan generalisasi bahwa HT sama dengan Al Qaida atau Osma bin Laden adalah keliru dan tidak sesuai dengan fakta.

(3)     Meskipun demikian HT, dengan berpedoman kepada Al Qur�an dan Sunnah, memang menyerukan jihad fi Sabilillah (perang) untuk membebaskan negeri-negeri Islam dari penjajahan seperti yang terjadi di Irak, Afghanistan, dan Palestina, sekarang ini. Sebab hal ini merupakan fardhu a�in mengusir penjajah dari negeri Islam, sebagaimana yang dulu pernah dilakukan oleh kaum muslimin di Indonesia saat mengusir penjajah Portugis, Belanda, dan Jepang. Bagaimana mungkin tindakan mengusir penjajah yang juga dilakukan oleh ulama-ulama kita terdahulu (baik NU maupun Muhammadiyah) disebut tindakan terorisme. Istilah terorisme, ekstrimisme, justru digunakan oleh Belanda sebagai cap terhadap perjuangan umat Islam melawan penjajah saat itu.

(4)     HT juga sudah menegaskan ketidaksetujuannya terhadap penyerangan-penyerangan target sipil yang terjadi di daerah non konflik seperti pemboman di beberapa tempat di Indonesia, di mana di sana penjajah tidak bercokol langsung. Anda bisa baca berbagai statement yang dikeluarkan oleh HT tentang ini.

(5)     Meskipun demikian perlu juga kami tegaskan bahwa semua perlawanan yang dilakukan oleh kelompok Islam pada dasarnya merupakan reaksi terhadap kekejaman dan penindasan yang dilakukan AS dan sekutu Baratnya di dunia Islam seperti di Irak, Afghanistan dan Palestina.

(6)     Kami menyayangkan tulisan itu hanya mempersoalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh umat Islam, yang dituduh penulis sebagai teroris. Sementara penulis tidak mengkritisi tindakan kekerasan negara yang dilakukan AS dalam rangka menyebarkan demokrasi.  Padahal justru tindakan terorisme negara  yang dilakukan oleh AS inilah yang menyuburkan aksi-aksi kekerasaan selama ini.

(7)     Salah satu bentuk kontradiktif dari tulisan anda, satu sisi anda menyoroti bahaya kalau agama dan politik disatukan, di sisi lain anda menginginkan pemimpin seperti Muhammad Iqbal dan Imam Khomeini kembali. Bukankah tokoh-tokoh yang anda sebut tadi justru menyatukan antara Islam dan Kekuasaan?

(8)     Memang bukan berarti saat Islam dan politik menyatu tidak muncul persoalan. Tapi persoalan yang terjadi saat itu justru karena syariat Islamnya tidak dijalankan secara benar. Dan ini adalah penyimpangan dari syariat Islam. Sehingga menyimpulkan bahwa kalau Islam dan kekuasaan bersatu akan menimbulkan banyak masalah adalah tergesa-gesa dan tidak objektif. Seharusnya Anda juga harus melihat fakta bagaimana kemajuan Islam yang memberikan sumbangan yang nyata terhadap peradaban dunia saat Politik dan Islam tidak dipisahkan. Ini berlangsung dalam waktu yang berabad-abad. Fakta-fakta tentang ini tentu bisa anda baca dalam buku-buku sejarah. Jadi menutupi fakta ini justru tidak mencerminkan sikap seorang intelektual.

 

Secara terbuka HT siap berdiskusi dengan Anda, kapan saja dan di mana saja. Demikian juga terhadap umat Islam yang lain, sehingga tidak muncul pandangan picik kita terhadap Islam dan sesama umat Islam. 

 

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia

 

Ir. Ismail Yusanto



Link Hizbut-Tahrir :

1.       www.hizbut-tahrir.or.id (bahasa Indonesia)

2.       www.al-islam.or.id (bahasa Indonesia)

3.       www.hizb-ut-tahrir.org (bahasa Arab, Turki, Rusia, Inggris, Belanda, Urdu, Denmark)

4.       www.khilafah.com (bahasa Inggris)

5.       www.al-aqsa.org (bahasa Arab)

 

http://www.hizbut-tahrir.or.id/modules.php?name=News&file=article&sid=398

 

 

��� ���� ������ ������

HTI News on Republika

Waspadai LSM Asing

 

Republika, Selasa 8 Februari 2005

Banda Aceh�Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) asing melalui kaki tangannya di Aceh mulai mengincar kantong-kantong pengungsi yang belum tertangani secara baik oleh lembaga/ormas Islam. Bahkan di beberapa lokasi, mereka membuat kamp penampungan sendiri untuk menggiring pengungsi ke satu tempat tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima Posko Tabanni Mashalih Aceh (TMA), Hizbut Tahrir Indonesia di Banda Aceh, LSM tersebut menerapkan sistem pengajaran tersendiri kepada anak-anak yang diduga keras di dalamnya ada misi-misi penggerogotan akidah Islam. Untuk mendukung misi itu, mereka didukung logistik yang kuat sehingga memungkinkan bertahan dalam waktu yang lama.

Posko TMA HTI mengharapkan seluruh lembaga/ormas Islam bersatu untuk mewaspadai manuver lembaga-lembaga asing di Aceh, serta terus �menjaga stamina� agar dakwah Islam di Aceh berlangsung secara berkesinambungan. Warga Aceh perlu didampingi oleh saudaranya yang Muslim untuk bangkit kembali seperti sedia kala dengan tetap bersendikan syariat Islam.

Sementara itu dilaporkan para pengungsi di kamp-kamp pengungsian di Banda Aceh dan sekitarnya mulai berkurang. Belum diperoleh informasi secara jelas ke mana para pengungsi tersebut pergi. Ada yang menyatakan pergi ke daerah asal atau keluarga mereka, tapi ada juga yang pergi ke kamp lain yang dirasa lebih baik.

Salah satu kamp yang terpantau jumlah pengungsinya bertambah adalah kamp pengungsi di TVRI di Mata Ie. Kedatangan pengungsi baru ini jelas meningkatkan kebutuhan hidup yang harus disediakan oleh posko di tempat itu. Karena itu, kebutuhan prasarana dan sarana pengungsian sudah layaknya ditinjau lagi oleh pemerintah. 

Berdasarkan informasi, sebagian pengungsi akan direlokasi ke barak-barak pengungsian yang baru mulai 15 Februari mendatang. Tanggapan beragam muncul dari para pengungsi. Ada yang menolak, ada yang setuju, dan ada yang pasrah.  



HTI Bantu Konseling Siswa

Republika, Jum�at 4 Februari 2005

Banda Aceh � Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh Drs. Ramli Rasyid meminta Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membantu memberikan konseling kepada para siswa sekolah. Permintaan itu disampaikan Ramli saat bertemu dengan delegasi HTI di Banda Aceh Rabu (2/2).

Ramli menjelaskan secara umum kebutuhan guru di Banda Aceh masih mencukupi. Yang kurang adalah tenaga yang bisa memberikan konseling kepada para siswa. Menurutnya, tenaga guru hanya sedikit yang bisa dimanfaatkan untuk program tersebut karena banyak diantara para guru yang terkena musibah baik secara langsung maupun tidak langsung (kehilangan sanak saudaranya). Karenanya, lanjutnya, siswa dan sekolah membutuhkan relawan untuk itu.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Posko Tabanni Mashalih Aceh HTI di Banda Aceh kemarin mulai mengakses beberapa sekolah. Langkah ini diambil untuk menjajagi program apa yang paling cocok untuk siswa. �Dan kita akan secepatnya mengadakan konseling� kata Marsi, relawan HTI di Banda Aceh.  Rencananya konseling itu selain ditujukan kepada siswa juga kepada para guru bila dibutuhkan.

Selama ini HTI melakukan aktivitas mental recovery di titik-titik pengungsian yang berbasis masjid.  Selain itu, HTI juga membuka pesantren pengungsi yang dimulai Ahad lalu. 

Sementara itu, Posko Tabanni Mashalih Aceh di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, terus menyisir kantong-kantong pengungsian yang belum terjamah oleh dinas/instansi pemerintah.  HTI menjembatani pemenuhan kebutuhan mereka mengingat banyak diantara mereka yang belum memiliki akses ke posko-posko bantuan Satkorlak.

Berdasarkan pantauan Posko HTI Meulaboh, persediaan kebutuhan pengungsi sangat cukup.  Hanya saja persediaan itu teronggok di gudang penyimpanan dan belum terdistribusi dengan baik.

 

Laporan Dana TMA HTI per 31 Januari 2005 :

Ø       Total Penerimaan   : Rp.            1,032,897,941

Ø       Total Pengeluaran  : Rp.               654,040,800

Ø       Saldo                         : Rp.               376,857,141

 

Ø       Daftar donatur dapat dilihat di www.hizbut-tahrir.or.id. 

Ø       Saran dan masukan dapat disampaikan ke email : [EMAIL PROTECTED]. 

 

Ø       Bantuan dana musibah Tsunami dapat disalurkan via Posko HTI ke :

1.     Bank Syariah Mandiri, Cabang Rawamangun, No. 039.002.8034, a.n. Muklas

2.     Bank Central Asia, Cabang Suryopranoto Jakarta, No. 261.173.1002 .a.n. Muh. Luthfie Hakim SH.



Catatan: Baca di Harian Republika pada SubJudul �Bangun Kembali Aceh!� Edisi Jum' at 4 Februari 2005 dan Edisi Selasa 8 Februari 2005 ...

 

http://www.hizbut-tahrir.or.id/modules.php?name=News&file=article&sid=389


Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'

--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke