Pertemuan [4]
 
Mungkin engkau akan bertanya ??
 
"Tentulah banyak hal tentang Kristen, Katolik, Hindu, Budha,
 
yang aku peroleh dari guru tasawuf-ku."
 
he..he..he..
 
aku manggut-manggut memaklumi munculnya pertanyaan itu.
 
Karena engkau wahai saudaraku,
 
belum pernah ngaji tasawuf yang sesungguhnya,
 
tentulah engkau akan beranggapan seperti itu.
 
tasawuf tak dapat dipelajari dari buku-buku,
 
tasawuf tak dapat dipelajari dari diskusi,
 
tasawuf tak dapat dimengerti dari ceramah,
 
tasawuf adalah praktek.
 
untuk membersihkan hati,
 
agar dapat menuju taqwa yang sebenar-benarnya takwa.
 
he..he..he..
 
Aku jadinya ingat kejadian beberapa minggu yang lalu,
 
Ada salah seorang teman yang berminat ngaji tasawuf,
 
maka kuajaklah ia menemui seorang sufi beneran di daerah situ.
 
Kemudian beliau bercerita,
 
"Di dalam alqur`an ada perintah bagi umat Islam,
 
untuk tidak membuat kerusakan dimuka bumi.
 
Untuk tidak menghancurkan tempat-tempat ibadah agama lain,
 
baik itu vihara, Gereja, Klenteng, dll. (QS. Haji-pen)"
 
Seandainya ada umat Islam yang melakukan tindakan itu, bukanlah karena diperintah oleh agama, melainkan karena si orang Islam itu mengikuti HAWA NAFSU-nya sendiri"
 
Sebab itulah ISLAM TIDAK IDENTIK DENGAN MUSLIM".
 
Kemudian beliau melanjutkan,
 
"Meskipun kita meyakini bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang benar, dan salah satu buktinya adalah TETAP dan TIDAK BERUBAHnya al-Qur`an walau satu huruf saja mulai dulu sampai sekarang,
 
tetapi ya......tidak boleh kemudian mengatakan kalau Injil yang sekarang itu sudah berubah, sudah nggak asli lagi".
 
Ingatlah,"Lakum dinukum waliyadin",
 
dan marilah saling hormat menghormati diantara UMAT beragama.
 
Pas waktu itu aku minum,
 
hampir tersedak rasanya...
 
Sebab apa yang disampaikan beliau, adalah hal-hal yang baru saja kubicarakan,
 
baru saja kudiskusikan dengan teman saya itu sebelum berangkat shilaturrohmi tadi.
 
Sementara si sobat rekan saya ini ndak kuat ngempet ketawa juga.
 
"khok tahu yaa..." katanya.
 
"Ah ndak usah kaget, biasa-biasa saja seperti itu", kataku.
 
Kemudian si sufi meneruskan fatwanya menyangkut hal-hal masalah hati,
 
dan hal-hal yang mendalam lainnya.
 
Kita semua tahu,
 
kalau kita ingin belajar tentang ajaran Katholik,
 
janganlah bertanya pada umat Katholiknya,
 
karena dia bukan yang ahli.
 
Tetapi bertanyalah pada romo-romo yang ada ditiap misa.
 
Kalau engkau ingin belajar ajaran Kristen,
 
jangan bertanya pada umat Kristen umumnya,
 
karena dia bukan ahlinya,
 
tetapi bertanyalah pada Pendeta-pendeta yang ada di gereja.
 
Kalau engkau ingin belajar agama Hindu, Budha,
 
bertanyalah pada para pendeta HIndu, atau pada Bikhu,
 
karena merekalah yang ahli di masalah ajaran Hindu dan Budha.
 
dan...........
 
Kalau engkau ingin belajar ajaran tasawuf,
 
sebagai salah satu bagian dari ajaran Islam yaitu Ihsan,
 
jangan bertanya pada umat Islam umumnya,
 
dan kalau perlu......
 
jangan bertanya pada orang yang baru belajar tasawuf,
 
tetapi bertanyalah pada guru-gurunya,
 
merekalah yang ahli di dalam masalah itu.
 
ingat-ingatlah hadits Nabi,
 
"Jika engkau bertanya, bertanyalah pada ahlinya,
 
Jika tidak, tunggulah kehancuranmu".
 
bersambung


--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke