Pertemuan [5]

 

Belajar agama Umum [5]

 

Beberapa tahun aku belajar agama Katholik,

berdasarkan bimbingan langsung dari guru-guru SMA K St. Maria,

dan dengan bantuan sahabat-sahabatku,

(thanks for St.Fr, Mr Sab,Mr Filip, Eliz, Lyn, Rub, Tgh, dan semuanya)

yang telah memberikanku pandangan akan keindahan agama ini.

Katholik,

dengan disiplin yang ketat,

dengan Bunda Maria sebagai titik contoh teladannya,

wanita istimewa.

Dan al-Kitab sebagai pegangannya

serta kesetiaan para suster di dalam melayani Tuhan,

sedikit banyak mempengaruhiku di dalam cara berpikirku diwaktu itu.

 

Dengan kisah dan cerita dari sahabatku, 'G' di kota 'S',

menumbuhkan gambaran keindahan tersendiri pada ajaran Kristen.

Teladan Yesus sang Juru Selamat.

Dan terkhusus selama 4 tahun dengan 'sahabat'ku,

yang kini di Jakarta,

'lawan' diskusiku,

'guruku' di dalam memahami keindahan ajaran Kristus.

mengantarkanku ke dalam kebenaran yang sesungguhnya.

 

Dengan dialog-dialog dengan sobatku orang Bali 'Md',

aku mengetahui kesederhanaan sikap ajaran Hindu,

ketawadhuan, kesendirian dan ketenangan.

 

Mulailah kemudian,

disetiap kesempatan aku mencari dan mencari,

berbagai keterangan-keterangan dari ahlinya.

Kutingkatkan pemahamanku tentang Katolik dari buku yang ditulis para Romonya,

Kutingkatkan pemahamanku tentang Kristen dari buku yang ditulis para Pendetanya,

Kutingkatkan pemahamanku tentang Hindu dari buku yang ditulis para Biksu-nya,

Kutingkatkan pemahamanku tentang ajaran Budha dari buku-buku Budha,

 

Dan masih terus kumanfaatkan pertemuanku dengan orang-orang umat agama lain dengan dialog dan diskusi.

 

Di situlah aku belajar banyak.

bahwa umat beragama, itu bermacam-macam karakternya.

Ada yang pecinta kebenaran sejati,

dari merekalah aku menggali kebenaran.

Ada seorang pemeluk yang taat,

dari merekalah aku juga belajar,

Ada yang fanatik buta dengan agama,

maka tak ada artinya diskusi dengan mereka.

Ada yang merasa benar dengan keyakinan agamanya,

maka kutinggalkan ia.

dll.

 

.he..he....he..

 

bahkan kalau aku mau jujur,

dari merekalah semua aku belajar ilmu debat,

ilmu menang-menangan,

ilmu jatuh menjatuhkan.

dan juga ..........

tentang ilmu dialog,

dari hati kehati menuju kebenaran.

 

Tetapi aku masih terus merasa kehausan dan kekurangan.

 

sampai satu waktu,

aku menemukan sebuah sumber,

samudera tanpa tepi,

yang tak habis di gali ilmunya,

yang terus mengalir tak henti-hentinya,

 

Sedalam apapun aku menggali,

tak kunjung sampai kedasarnya,

Sebanyak apapun aku menimba,

airnya tak kunjung musnah,

Sejauh apapun aku mengukurnya,

tak ada batas garis akhirnya.

 

Tak kutemukan itu dibuku-buku,

tak kutemukan itu di diskusi-diskusi,

tak kutemukan itu didialog-dialog,

 

tetapi...............

 

tetapi ...........

kutemukan itu di dalam ketenangan hati Budha,

ketegaran jiwa Kresna,

kesucian ruh Yesus,

Kesetiaan Bunda Maria,

Keindahan Yusuf,

Kegalauan Yakub,

Penderitaan Ayub,

Ketegasan Ibrahim,

Kecerdikan Musa,

Keghaiban Khidir,

Pertobatan Adam,

dan...

semua bermuara......

kesebuah samudra tanpa tepi......

Bachrul Muchid.......

Muhammad utusan ilahi.

 

"Takkan ada yang sampai pada Alloh tanpa melalui Muhammad".

 

bersambung......



--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke