Perjalanan II [4]

 

Kisah-Kisah seputar tanah suci

 

Guru kedua berkata,"Pada saat engkau melempat jumroh, itu mengingatkan pada peristiwa Nabi Ibrohim dikala akan mengurbankan Ismail, yaitu beliau digoda oleh Iblis". "Kemudian beliau dan Ismail melempari Iblis tersebut dengan batu", "begitulah asbab-nya, sampai kemudian ada ritual ibadah melempar jumroh".

"Tiga kali iblis menggoda Ibrohim, tiga kali pula Ibrohim dan Ismail melemparinya".

"Bagi orang tasawuf, ingatlah, bahwa pada saat melempar jumroh itu, niatkan untuk melempar Iblis/setan yang ada di dalam diri kita"."Agar kita dapat mengalahkan setan atau Iblis, agar kita dapat menang melawannya".

"Sudahkah engkau tahu bagaimana ciri Iblis atau setan itu ??", tanya beliau kepadaku.

Kujawab,"Hanya ALloh, Rosul dan pewarisnya yang tahu".

Kemudian beliau melanjutkan,"Bagaimana kita bisa menang melawan Iblis atau setan jika kita tidak tahu ciri dan karakternya ??".

"Kalau wujudnya sih, minal jinati wannas","Bisa berbentuk jin dan bisa berbentuk manusia", "tetapi satu cirinya".

Beliau diam sejenak, menghisap rokok dan mengepulkannya perlahan.

 

"Satu cirinya, yaitu dia SOMBONG"."Dari sombong inilah, muncul PENOLAKAN terhadap KEBENARAN".

"Ingatkan kamu tentang awal penciptaan Adam ??",

"Seluruh malaikat dan Iblis diperintahkan sujud oleh Alloh, dan Iblis timbul kesombongan, tidak mau sujud pada Adam, karena dia merasa lebih baik dari adam yang hanya diciptakan dari tanah, sedangkan dia diciptakan dari api."."Kemudian KEBENARAN Perintah Tuhan-pun diTOLAK-lah, dia tidak mau sujud pada Adam".

"Maka ingatlah 80.000 tahun Iblis taat beribadah, hanya karena satu hal saja, yaitu masalah KESOMBONGAN dan terjadilah MENOLAK KEBENARAN, maka dia dilaknat oleh Alloh".

 

Tiba-tiba pikiranku seolah melayang-layang, aku ingat ketika di kost-kost-an dengan salah seorang temanku yang beragama Islam sedang menonton TV. Pas acaranya adalah mimbar KEPERCAYAAN.

Baru saja si orang yang ada di mimbar kepercayaan itu memberikan renungannya yaitu,"wahai saudara-saudara, marilah kita ELING..ELING...ELING pada Tuhan yang telah menciptakan kita", tiba-tiba saja si teman yang beragama Islam itu menutup TV (TV jaman dulu ada penutupnya), sambil berkata," AJARAN APA INI...!!!!","BRAAKK !!!" TV ditutup.

"Wah..wah..wah..bukankah itu sama artinya menolak kebenaran ??"

"Bukankah sama artinya kita tidak mau untuk diajak ELING pada ALLOH ??"

" Bukankah Alloh memerintahkan kita untuk DZIKIR...DZIKIR (bahasa Arab) atau ELING..ELING (bahasa jawa) pada Alloh." Sungguh aku telah melihat ciri dari Iblis pada waktu itu. MENOLAK KEBENARAN.

Maka akupun berhati-hati, jagan sampai aku terjebak untuk menjadi orang yang menolak kebenaran.

 

Ketika orang Kristen mengatakan,"Bersikaplah lemah lembut dan penuh kasih sayang", Maka meskipun itu ajaran Kristen, tetapi aku tahu itu adalah kebenaran, Qur'an yang memerintahkan aku untuk berbuat seperti itu juga,"Bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang, Alloh Maha Rohman Maha Rohim".

Kalau ajaran itu kutolak, celakalah aku karena berarti aku menolak kebenaran.

Ketika orang Kristen mengatakan bahwa Tuhan itu Trinitas, maka pastilah kutolak itu, karena itu bukan kebenaran.

 

Ketika umat Hindu mengatakan "jangan mencuri, jangan berbuat jahat", maka aku tahu bahwa itu adalah ajaran yang benar, dan aku tidak akan menolak kebenarannya. Tetapi seandainya umat hindu mengatakan bahwa Kresna adalah Tuhan, maka akan kutolak itu, karena itu bukan kebenaran.

 

Ketika ajaran Budha mengatakan tentang 8 jalan yang benar,"berpikir yang benar, berbicara yang benar, dll", maka aku tidak akan menolaknya karena itu adalah kebenaran, sungguh celaka bila aku menolaknya.

Tetapi seandainya ajaran Budha mengatakan bahwa nanti setelah kita mati akan ada reinkarnasi, pada saat itu akan kutolak ajaran itu, karena reinkarnasi bukanlah kebenaran.

 

Sungguh, berhati-hatilah jangan menolak kebenaran meski itu datangnya dari seorang anak kecil, atau meski itu datangnya dari orang kafir sekalipun.

 

Imam Ghozali pernah mengatakan, bahwa emas di dalam lumpur adalah tetap emas, dan kita mesti pandai-pandai mengambil emas dari dalam lumpur. Tapi bagi orang awam, berhati-hatilah, jangan sampai membuang emas dari dalam lumpur hanya karena menganggap bahwa isi lumpur semuanya adalah lumpur juga.

 

Bukankah Qur'an sendiri telah mengatakan bahwa agama mulai Nabi Adam, Musa, Ibrohim, Isa, sampai Muhammad adalah Islam ??

Atau bukankah Nabi pernah bersabda, bahwa "utama-utama ucapan Nabi-Nabi sebelumku mulai Adam sampai ke Aku adalah LAA ILAAHAA ILLALLOH ??"

 

"Byaarr..."

tiba-tiba lamunanku buyar ketika guru kedua berkata,"Begitulah seharusnya", katanya sambil melihatku dari sudut matanya, sambil tersenyum..he..he..he....

 

 

bersambung 

 

salam

huttaqi

www.huttaqi.org 



--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke