Pertemuan III [3]

 

Bermalam di Mina,

 

Kemudian sampailah di Mina,

Suatu kota kecil yang di dalamnya terdapat tiga buah Jumroh,

Yang harus dilontari batu kerikil menurut wajib haji.

 

Orang-orang pada kecapekan,

Beberapa orang jatuh sakit,

 

Kalau di Arofah kebanyakan orang-orang berkomat-kamit dzikir,

Sekarang kebalikannya,

Hampir semua tergeletak tidur,

Atau sekedar meluruskan punggung yang capek.

 

Tempat untuk mandi sangat terbatas,

Airnya juga terbatas�.

 

Aku inget, salah seorang dosenku di Surabaya, berbareng tahun ini juga berangkat menunaikan ibadah haji,

 

Agak malam sedikit,

Aku mulai berjalan menyusuri jalanan,

Menyusuri bawah kolong jembatan,

Menyusuri terowongan yang terkenal itu..

Terowongan Mina��.

 

Sungguh sebuah pemandangan yang menyedihkan,

Di kolong jembatan puluhan orang tidur istirahat,

menunggu besok untuk melompar jumroh-jumroh,

sempat terpikir, mengapakah mereka tidak kembali beristirahat di tenda masing-masing saja ?

Ah�memang jaraknya jauh�.

Seorang tua yang dipangku anaknya di kedua belah kakinya sedang tidur setengah mengigil�

Hanya beralaskan selembar kain dan berselimutkan selembar kain,

Ditengah hawa angin dingin bercampur panas�

Dengan penuh kasih sayang si anak membelai wajah ayahnya dan seakan-akan berkata,

�tunggulah..sebentar lagi hari sudah pagi, kita bisa segera melempar jumroh�.

 

Aku tak tahan melihat adegan itu,

Langakah kupercepat memasuki terowongan mina�

Melalui sebuah jembatan,

Kulihat bayangan kilas balik kejadian terowongan mina..

 

Orang-orang berteriak berlarian sebagian ada yang melempar dirinya dari jembatan itu,

Sebagian ada yang berbenturan dengan rombongan lain,

Dan kemudian jatuh tergencet kaki-kaki ribuan orang�..

 

Bagaimana tidak,

Luas jalan kira-kira 10 meter dengan tinggi terowongan kira-kira8 meter�

Dari arah yang berlawanan masing-masing berombongan,

saling berebut untuk bisa segera sampai di tempat yang diharapkan.

Yang dari arah jumroh masuk ke dalam terowongan menuju tenda-tenda penginapan,

Yang dari arah tenda-tenda penginapan masuk ke dalam terowongan untuk bersegera menuju tempat melontar jumroh..

Bertemu di dalam terowongan mina ini, dan terjadilah kejadian itu��

Teriakan teriakan minta tolong,

Dan teriakan-teriakan kesakitan dimana-mana,

Beberapa berlarian kalang kabut menyelamarkan diri,

Dan beberapa terlontar keluar dari jembatan dan mati dibawah jembatan�

Hatiku bergidik mengingat peristiwa itu,

Untunglah, beberapa tahun setelah aku ke sana,

Dibuatlah sebuah terowongan lagi,

Sehingga 1 terowongan tidak lagi dipakai two way traffic, melainkan dibuat one way saja.

 

Sampailah aku kemudian di tenda-tenda tempat penginapan jamaah haji Indonesia yang regular�.

Situasinya sungguh memprihatinkan,

Satu tenda mungkin diisi lebih dari 27 orang�

Bagaimana mandinya, bagaimana kalau buang air, dll,dll,dll aku sudah ndak tahu lagi.

Ada yang agak lumayan, tidak berada di dalam tenda, tapi berada di penginapan-penginapan,

Tetapi bisa dibayangkan juga, seandainya saja seorang yang sudah tua mendapat bagian di lantai 6 penginapan tersebut, padahal kamar mandinya ada dibawah,

Maka sungguh dia harus naik turun berulang-ulang kalau membutuhkan ke kamar mandi.

 

Dosen yang kucari kutemukan tendanya,

Tetapi tidak kujumpai orangnya,

Sudahlah..pikirku,

Aku titip pesan saja ke temannya yang ada di situ�

 

Aku kembali kepenginapan,

Untuk bermalam di Mina��

 

bersambung

www.huttaqi.com




--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke