|
Pertemuan IV [8] Qola Zainal Abidin r.a Yaa Robbi jauharu ilma lau abuha bihi. Laqilali anta min man ya�budul watsana. Walastahalla rijalun muslimuna damiyyu. Yarouna aqbaha maa ya�tunahu hasanan. Inni laaktumu min �ilmi jawahirohu. Kai laa yarol haqqo dzu jahlin fayuftanina. Artinya: �Berkata Zainal Abidin r.a: � Yaa Tuhan, berlian ilmu bila aku tunjukkan dia, pastilah orang menuduh saya, engkau (Zainal Abidin) termasuk orang-orang yang menyembah berhala. Dan orang-orang Islam akan menghalalkan darah saya. Mereka memandang paling buruk sesuatu yang baik didatangkan kepadanya. Oleh sebab itu, saya simpan saja berlian ilmuku. Agar
tidak mereka ketahui al-Haq, orang-orang bodoh itu memfitnah diri saya� Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan
al-Busthami. Lahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persi.
Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton
Aulia, yang merupakan salah satu Syech yang ada di silsilah dalam thoriqoh
Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain. Tetapi beliau
sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri
Salah satu kisahnya, Di suatu tahun, ia menunaikan ibadah Haji.
Ia mengenakan pakaian yang berbeda untuk setiap tahap perjalanannya sejak mulai
menempuh "Siapakah orang-orang ini?", ia bertanya sambil melihat
kebelakang. Untuk menghilangkan kecintaan mereka kepada
dirinya dan agar dirinya tidak menjadi penghalang bagi mereka, maka setelah
selesai melakukan sholat shubuh, Abu Yazid berseru kepada mereka, "Ana Alloh ,Laa ilaha illa ana,
Fa'budni". Sesungguhnya Aku adalah Alloh, Tidak ada Tuhan melainkan Aku,
maka Sembahlah Aku" "Abu Yazid sudah gila!", seru mereka kemudian meninggalkannya.
He..he..he.. Padahal Abu Yazid cuman nyampekan firman
Alloh di Qur�an
Abul Mughits al Husain bin Masnur al-Hallaj adalah tokoh yang paling
kontroversial di dalam sejarah tasawuf Islam.
Mengenai ini, orang-orang banyak terpecah dua, ada yang menentang ada
yang mendukung, tetapi akhirnya politik penguasa-lah yang
berjaya� Husain Mansur al-Hallaj harus di hukum mati
dengan tuduhan karena menyatakan �Ana al-Haq� �Katakanlah, hanya Dialah yang Haq�, mereka
berseru kepada Hallaj. �Ya. Dialah Segalanya�, jawab
Hallaj,�kalian mengatakan bahwa Dia telah hilang. Sebaliknya, Hallaj-lah yang
telah hilang, Samudra tidak akan hilang atau menyusut
airnya�.
Beberapa tahun setelah lama di penjara, satu waktu, Mansur al-Hallaj
dibawa ke tiang gantungan, Tak perlu diceritakan detailnya, hanya
kata-katanya yang terakhir sebelum meninggal adalah �Cinta kepada Yang Maha Esa adalah Tauhid
ke dalam Yang esa�. Kemudian di senandungkanlah ayat
berikut: �Orang-orang yang tidak mempercayai-Nya
ingin segera mendapatkanNya, tetapi orang-orang yang mempercayaiNya, takut
kepadaNya sedang mereka mengetahui kebenaranNya�. Kemudian kepala Hallaj di penggal. Ketika
dipenggal itu, Hallaj masih tampak tersenyum. Sesaat kemudian iapun
mati.
Orang-orang ramai menjadi gempar. Hallaj telah membawa bola takdir ke
Dan Hallaj tidak mau mundur untuk hal
sekecil itu� Dan seolah dari setiap anggota tubuhnya
terdengar kata-kata, � Ana al-Haq�.
Kemudian marilah kita berjalan ke Indonesia, negri yang terkenal dengan
kisah wali songonya, yang salah satunya, Sunan Kalijogo adalah tokoh penyebar
Islam yang diakui di dunia, nama dan ceritanya diabadikan di salah satu kitab di
Kairo.
Nama sunan Kalijogo, melekat pula dengan nama salah seorang �sahabat�nya,
yakni Syech Siti jenar�.
Ketika utusan para wali songo sudah sampe di pelataran gubuk Syech Siti
Jenar, kemudian mereka berkata, �Syech Siti Jenar..syech siti jenar
dipanggil oleh dewan wali songo, mohon kehadirannya di
Demak�. Dari dalam gubuk terdengar jawaban Syech
siti Jenar, �Syech siti Jenar tidak ada, yang ada
Alloh� Utusan para wali kembali
berkata, �Alloh dipanggil menghadap dewan wali
songo�. Dari dalam gubuk terdengar lagi suara Syech
Siti Jenar, �Alloh tidak ada yang ada Siti
Jenar�. Utusan para wali songo kembali menyampaikan
perintahnya, �Baiklah, �. Baik Syech siti jenar maupun
Alloh dipanggil menghadap dewan wali songo di Demak�. Barulah kemudian Syech Siti jenar muncul
dan berkata, �tidak ada yang memerintah aku kecuali
hatiku, tidak juga para wali� Kemudian Syech Siti Jenar berangkat ke
Demak, Singkat cerita, hukum syari�at di tegakkan
dan Syech Siti Jenar mati�. Sebagian riwayat menceritakan Syech Siti
Jenar di penggal lehernya, Sebagian riwayat lagi menyatakan bahwa
Syech Siti Jenar mati atas kehendaknya sendiri. ������������� -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
