Cinta [9]
Satu
waktu, Ketika aku melewati sebuah
pintu, Kucari-cari kunci yang bisa
membukanya, Dan ketika kutemukan sebuah
serat yang lusuh, �Sutra Agung Cinta Orang
Tua�, di balik patung sang
Budha, di balik klenteng kotor yang
berdebu, kutemukan sebuah Melalui pintu gerbang
itu, Kudendangkan sebuah
lagu, Buat engkau��, Hari ini
adalah hari bahagiamu, Untukmu dan
terutama sekali untuk kedua or-tu mu, Betapa
bahagia hati Ibu, saat buah
hati yang ditunggu, hadir
dipangkuan�� ibarat
wanita pelit, yang
menemukan harta sang Maha Kuasa. Buat
engkau, Betapa
sengsara ibu, Makan tak
enak minumpun tak enak, Apalagi
tidurnya�.. Selama 9
bulan lewat� Dari kecil
dibesarkan, Ayah yang
menemani, Ibu yang
senantiasa membimbing, Ditempat
kerja yang diingat adalah anaknya, Dapat
makanan yang diingat adalah anaknya, Dapat
rejeki yang didahulukan adalah anaknya, Kemudian�.. Sudah besar
dipinang orang, Terpisahlah
kasih� Terpisahlah
perhatian� Terpisahlah
anak panah dari busurnya� Kedua orang
tua hanya ingin melihat, Anaknya
berbahagia� (23
Rojab) Dan ijinkan aku bersyair
untukmu wahai mawar merahku, �Engkau Mawar Merah di Taman
Raja-Raja� oleh : huttaqi Engkau Mawar
Merah di Taman Raja-raja Yang kini
bertambah dewasa dan bijaksana Wahai Royal
Majestica ! Engkau patut menjadi idola di dalam taman
raja-raja, Bagi Black Beauty si Mawar merah gelap, Bagi Delilah si Mawar ungu, Bagi Emerald si Mawar hijau, Bagi Jacaranda si Mawar Pink, Bagi Evergold si Mawar Kuning, Dan terutama
bagi sang Harimau Persada yang ada dibuaian. Engkau Mawar Merah di Taman Raja-Raja Yang kini mekar dan menebar wangi di
sekitarmu Wahai Royal Majestica ! Wangimu menumbuhkan Coral si Mawar Orange, Lambang keinginan dan hasrat yang menggebu Maka perkuatlah, Duri-duri pada tubuhmu, Asahlah dan pertajamlah, Sebab itu adalah senjata bagimu. Engkau Mawar Merah di Taman Raja-Raja Yang kini mekar dan menebar harum di sekitarmu
Wahai Royal Majestica ! Harum Baumu menumbuhkan GoldenTimes si Mawar
Kuning, Lambang kecemburuan yang membisu Maka berhati-hatilah, Jangan biarkan angin menerbangkan debu
kemapananmu, Jangan biarkan angin mengguncang batang dan
daunmu. Jangan biarkan angin merontokkan kelopakmu. Engkau Mawar Merah di taman Raja-Raja Yang sulit dicari tandingannya Wahai Royal Majestica ! Tak ada yang dapat kuucap, Tak ada yang dapat kuungkap, Hanya kupersembahkan 50
kuntum Mawar Putih padamu, �The Flower of Light� Sungguh jika kau yang mengaku
orang pintar, Akan menjadi bodoh jika cinta
tlah merasuk ke dalam hatimu. Sungguh jika kau yang mengaku
orang pandai, Akan menjadi tolol jika cinta
telah menguasai dirimu, Mata menjadi
buta, Telinga menjadi
tuli, Mulut
ternganga, Lidahpun
kelu, Dada terus
bergetar, Meski hanya nama yang kau
dengar, Jangan salahkan jika ketika
melihat orang lain, Yang kulihat adalah orang yang
kucintai, Kemanapun aku menghadapkan
wajahku, Yang kulihat adalah wajah
kekasihku, Mendengar nama orang
lain, Aku mencari kesamaan dengan
nama-nama yang kucinta, Melihat kesukaan orang
lain, Aku teringat akan kesukaan
yang kucinta, Melihat kebencian orang
lain, Aku teringat pada apa yang
dibenci oleh yang kucinta, Mataku buta selain memandang
yang kucinta, Meski ditawarkan sepuluh
pengganti yang lebih baik, Aku akan tetap berkata �TIDAK
!� Telingaku
tuli, Tak kudengar berita jelek
tentang yang kucinta, Tak kudengar cacat cela pada
diri yang kucinta, Bila
ada, Apa peduliku
? Cintaku tetap dan tak
berubah. Apapun yang akan
kubicarakan, Akan kubawa pada pembicaraan
tentang yang kucinta, Bertemu dengan
siapapun, Akan kuajak bicara tentang
yang kucinta, Cinta membuat seseorang
menjadi bodoh dan menjadi tolol. Jika Gibran pernah
berkata, �Jangan dikira cinta datang
dari keakraban yang lama, dan karena pendekatan yang
tekun. Cinta adalah kecocokan
jiwa, dan jika itu tidak pernah
ada, Cinta tak akan pernah
tercipta, dalam hitungan tahun bahkan
abad� Dan jika Dewa pernah berlirik dalam
gitanya, �Aku bisa membuatmu jatuh
cinta padaku, meski kau tak cinta
kepadaku�..� Maka akupun akan
berkata, �Jangan dikira jiwa yang
berbeda tak akan pernah menjadi sama, dalam hitungan waktu, dalam
hitungan masa, Sebab sumber jiwa adalah
Satu, Maka memohonlah pada sang Maha
Jiwa, Dan engkau akan tenggelam dalam lautan
Cinta� Tetapi
ingatlah, Wahai ingatlah
! Mencintai apa saja
boleh�.boleh� dan boleh Asal tidak melebihi cinta pada
tiga hal, Cinta pada
Alloh, Cinta pada
Rosululloh, Dan Cinta pada Jihad
Fisabilillah. Jika tidak, ��tunggulah hingga Alloh mendatangkan
keputusanNya. Dan Alloh tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang fasik.� -------------------------------------------------------------------------- All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise. If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest". Yahoo! Groups Links
|
<<clip_image001.gif>>
