Orang2 Hindu Minta Doa

 

Bismillahir rahmanir rahiem

 

Rombongan kami dihantar ke Saleem, Madras, di selatan India. Untuk sampai ke sana kita memerlukan 2 hari 2 malam perjalanan dengan kereta api dari New Delhi.

 

Di satu masjid, pagi2, yakni selepas musyawarah, beberapa orang tempatan meminta kami untuk ziarah khususi. Ketika kami keluar masjid, sejenak saya terpana... Di depan masjid ternyata sudah berderet orang2 Hindu (laki2, perempuan dan anak2). Jumlahnya ada sekitar 30 orang yang berbaris secara rapi dari dekat pintu masjid ke arah luar. Mereka benar2 menunggu kita. Sebagiannya bahkan datang dari jauh dengan kendaraan mereka. 

 

Ketika saya tanyakan hal itu, orang tempatan menjawab bahwa mereka adalah orang2 hindu yang minta doa (selamat) dan 'berkah' dari kita. Ketika saya tanyakan bagaimana caranya, orang tersebut mengisyaratkan agar kita membaca ayat atau surat lalu ditiup ke dahi orang2 Hindu tersebut. Mungkin, sebagaimana 'petinggi'2 agama mereka melakukannya. (Pada kesempatan itu kita doakan supaya mereka dan atau keturunan mereka dapat hidayah).

 

Tidak itu saja, ketika kita berjalan di luar masjid, kita juga mendapati orang Hindu yang mendekati kita lalu dengan isyaratnya (karena kita tidak paham bahasa mereka), mereka minta 'ditiup'. Kata orang tempatan, kebanyakan mereka adalah orang2 Hindu dari kasta terendah yang tidak cukup layak untuk meminta doa di kuil2 mereka, juga karena mereka tak mampu untuk membayar doa 'kyai'2 mereka.

 

Ketika saya tanyakan kenapa kita tidak mendakwah langsung kepada mereka agar mereka masuk Islam (sehingga mereka dapat langsung berdoa kepada Allah), maka dijawabnya bahwa belum saatnya kita melakukan hal itu. Jika hanya seorang dua orang yang masuk Islam, maka hal itu tidak saja berbahaya buat mereka (sekira dibunuh) tapi juga bagi usaha agama ini secara keseluruhan (khususnya di India).

 

Kelak, jika iman dan yakin ummat ini menjadi baik, maka insya Allah akan kita dapatkan bahwa amal kita juga menjadi baik. Dan jika hal itu wujud, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak merangkul orang2 lain ke dalam Islam. Jika tidak, jangankan orang2 non-muslim, bahkan orang2 Islam sendiri akan menjual agamanya. Na 'udzu billahi min dzalik.

 

Oleh karena itu, untuk mendakwah orang2 non muslim (musyrik), kita memerlukan kesabaran ekstra. Bukan saja kita mesti bersabar untuk menunggu masa dimana kita dapat mendakwah mereka secara ijtimai, tetapi lebih daripada itu kita juga mesti bersabar dalam mengusahakan orang2 Islam agar benar iman dan yakinnya. Subhanallah.

 

Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 13/06/2005

*

http://imanyakin.modblog.com/core.mod?show=blogview&blog_id=638034




--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the title "change to daily digest".




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke