Imam Saat Beribadah

Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Salah satu wujud
kebudayaan dan kesosialannya, mereka mengenal lembaga kepemimpinan.
Di mana pun dan pada zaman kapan pun masyarakat manusia mengenal
kepemimpinan. Dalam bahasa Arab, pemimpin disebut imam, amir, ra'is,
za'im dan qa'id. Dalam Iingkungan Islam, Imam dipergunakan untuk
menyebut pemimpin ibadah dan pemimpin dalam pengertian umum, Amir
(umara/amirul mukminin) dipergunakan untuk menyebut panglima, qa'id
digunakan untuk menyebut komandan, sedangkan rais digunakan untuk
menyebut kepala negara atau Presiden dan za`im untuk menyebut
pemimpin kemasyarakatan (non formal).

Agama Islam sangat menganjurkan ummatnya untuk menjalankan ibadah
salat berjamaah. Salat jama'ah dipimpin oleh seorang imam, dan
selebihnya menjadi makmum di belakangnya. Dalam salat jamaah,
laiknya kepemimpinan dalam masyarakat, juga dikenal kriteria-
kriteria (a) siapa yang layak menjadi imam salat, (b) apa etika
seorang imam, (c) apa kewajiban makmum, dan (d) hak-hak makmum.
Secara fiqhiyyah, siapa saja dengan syarat-syarat tertentu bisa
menjadi imam salat, tetapi pada hakekatnya, karena salat merupakan
amal ibadah dimana manusia menghadap, melapor dan berdialog dengan
Tuhan Yang Maha Agung, maka hanya orang-orang tertentu yang layak
menjadi imam salat jamaah.

Imam Ghazali dalam Ihya `Ulum ad Din, kitab fiqh yang sufistik,
menyebut enam kriteria persyaratan etis seorang imam. (1) Mempunyai
kredibilitas moral dan senioritas keilmuan agama; Bermakmum kepada
orang yang dikenal rendah kredibilitasnya akan membuat makmum tidak
dapat tuma'ninah (2) Tidak boleh rangkap jabatan, sebagai muazzin
dan imam sekaligus, (3) Sang imam sendiri harus terbiasa disiplin
salat awal waktu setiap harinya, (4) Imam harus ikhlas menjalankan
amanah Allah, (5) Sebelum bertakbir harus meyakinkan dirinya bahwa
barisan makmum di belakangnya telah berbaris rapih, dan (6)
bertakbir dengan suara lantang serta membaca Al Qur'an dengan fasih.

Shalat berjamaah melambangkan sistem kepemimpinan dalam masyarakat,
oleh karena itu, karena seorang imam akan menjadi panutan yang
diikuti secara patuh oleh makmum di belakangnya, maka seorang imam
harus mengerti aspirasi makmum di belakangnya. Seorang imam salat
berjamaah tidak boleh beruku' atau sujud berlama-lama, karena belum
tentu semua makmum di belakangnya sanggup melakukannya. Ia juga
tidak boleh membaca ayat Al Qur'an terlalu panjang sekiranya ia tahu
bahwa jamaah di belakangnya sedang berpacu dengan berbagai urusan
pekerjaan. Imam juga harus memberi peluang makmum menggenapi
kekurangannya, yakni diam sejenak sebelum membaca ayat Al Qur'an,
memberi kesempatan makmum yang belum sempurna membaca Fatihah.
Laiknya sistem kepemimpinan, makmum harus patuh total mengikuti
gerak imam yang sudah dipilih secara syah, tidak boleh pula
mendahului gerakan imam, tetapi jika imam melakukan kekeliruan,
makmum diberi hak untuk mengingatkan, yakni dengan mengucapkan
kalimat Subhanallah. Sebagai imbangan dari keharusan makmum mematuhi
imam, seorang imam secara sportif langsung harus mengundurkan diri
jika di tengah-tengah salat ia terkena hadas, buang angin misalnya,
karena buang angin membatalkan wudu, dan batalnya wudu membuat
salatnya tidak sah.

"Jabatan" Imam salat sangat tinggi kedudukannya dalam agama,
melebihi jabatan muazzin. Tetapi profesi imam bukan bersifat
duniawi, oleh karena itu banyak orang justeru merasa tidak layak
menjadi imam salat jamaah. Para sahabat dulu juga tidak berebutan
untuk menjadi imam, sebaliknya justru saling dorong-mendorong yang
lain. Seorang imam salat yang ideal adalah imam yang bisa meneladani
perilaku Rasulullah dan sahabat model Abu Bakar dan Umar bin
Khattab. Imam salat adalah teladan bagi makmum, karena semua gerakan
imam akan diikuti oleh makmum di belakangnya. Karena itu Imam
Ghazali membuat bab tentang imam dengan judul (al-bab fi al imamah
wa al qudwah) Bab tentang keimaman dan keteladanan di dalam buku
karya utamanya Ihya'.

Wassalam,
agussyafii
http://agussyafii.blogspot.com
http://mubrok-institute.blogspot.com

















--------------------------------------------------------------------------

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at [EMAIL PROTECTED] with the 
title "change to daily digest". 

--------------------------------------------------------------------------

Recommended sites:
Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
Jamaah Islah Malaysia          : http://www.jim.org.my
Radio Islam Kuliyyah           : http://www.kuliyyah.com
Palestinkini Info              : http://www.palestinkini.info
Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
Fiqh Siber                     : http://al-ahkam.net/
The Muslim Brotherhood         : http://ikhwanweb.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke