Taubat Nashuha 
(1/2)http://blog.vbaitullah.or.id/2006/07/26/772-taubat-nashuha-12/

Posted on July 26th, 2006 by admin



Manusia
tidak lepas dari kesalahan, besar maupun kecil, disadari maupun tanpa
disengaja.. Apalagi jika hawa nafsu mendominasi jiwanya. Ia akan menjadi
bulan-bulanan berbuat kemaksiatan. Ketaatan, seolah tidak memiliki
nilai berarti.




Meski manusia dirundung oleh kemaksiatan dan dosa menumpuk, bukan
berarti tak ada lagi pintu untuk memperbaiki diri. Karena, betapapun
menggunung perbuatan maksiat seorang hamba, namun pintu rahmat selalu
terbuka. Manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Yaitu dengan
bertaubat dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengantarkannya ke jurang
neraka. Taubat yang dilakukan haruslah total, yang dikenal dengan
taubat nashuha. Rasulullah bersabda;


Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik- baiknya
orang yang bersalah adalah yang bertaubat..
HREF="#foot113">2


Seandainya hamba-hamba Allah tidak ada yang berbuat dosa, tentulah
Allah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni
mereka.
HREF="#foot114">3


Dengan bertaubat, kita dapat membersihkan hati dari noda yang mengotorinya.
Sebab dosa menodai hati, dan membersihkannya merupakan kewajiban.
Rasulullah bersabda :


Sesungguhnya seorang mukmin bila berbuat dosa, maka akan (timbul)
satu titik noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, meninggalkan
(perbuatan tersebut) dan memohon ampunan (kepada Allah), maka hatinya
kembali bersih. Tetapi bila menambah (perbuatan dosa), maka bertambahlah
noda hitam tersebut sampai memenuhi hatinya. Maka itulah ar
raan (penutup hati) yang telah disebutkan Allah dalam firmanNya :
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu
mereka usahakan itu menutup hati mereka." (QS Al
Muthaffifin:14).
HREF="#foot115">4



Allah juga menganjurkan kita untuk segera bertaubat dan beristighfar,
karena hal demikian jauh lebih baik daripada larut dalam dosa. Allah
berfirman, (artinya):


Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan
jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab
yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai
pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi. (QS At Taubah
: 74).

Rasulullah sendiri telah memberikan contoh dalam bertaubat ini.. Beliau
banyak bertaubat dan beristighfar, sampai-sampai para sahabat menghitungnya
sebanyak lebih dari seratus kali dalam satu majlis, sebagaimana Nafi’
maula Ibnu Umar telah menyatakan :


Ibnu Umar pernah menghitung (bacaan istighfar) Rasulullah, dalam suatu
majlis sebelum bangkit darinya seratus kali, (yang berbunyi) :
Ya Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau
Maha penerima taubat lagi Maha pengampun.
HREF="#foot116">5



1 Pengertian Taubat Nashuha


Yang dimaksud dengan taubat nashuha, adalah kembalinya seorang hamba
kepada Allah dari dosa yang pernah dilakukannya, baik sengaja ataupun
karena ketidaktahuannya, dengan jujur, ikhlas, kuat dan didukung dengan
ketaatan-ketaatan yang mengangkat seorang hamba mencapai kedudukan
para wali Allah yang muttaqin (bertakwa) dan (ketaatan) yang dapat
menjadi pelindung dirinya dari setan.

2 Hukum Dan Anjuran Taubat Nashuha


Hukum taubat nashuha adalah fardhu ‘ain (menjadi kewajiban setiap
individu) atas setiap muslim. Dalilnya :


        1. Firman Allah :


Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung. (QS An Nuur:31).



Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat
yang semurni- murninya. (QS At Tahriim : 8).


        2. Sabda Rasulullah :


Wahai, kaum mukminin. Bertaubatlah kepada Allah, karena saya juga
bertaubat kepada Allah sehari seratus kali.
HREF="#foot117">6


Umat Islam juga telah bersepakat tentang kewajiban bertaubat, sebagaimana
dinyatakan Imam Al Qurthubi : "(Para ulama) umat telah ijma’
(bersepakat) bahwa hukum bertaubat adalah fardhu (wajib) atas seluruh
mukminin".
HREF="#foot118">7 Ibnu Qudamah juga menyatakan demikian.8



3 Keluasan Rahmat Allah Dan Keutamaan Taubat Nashuha


Manusia hendaklah jangan khawatir jika taubatnya tidak diterima, karena
rahmat Allah sangat luas, sebagaimana do’a para malaikat yang dijelaskan
dalan firmanNya, (artinya):


Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka
berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan
Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala- nyala,
(QS Al Mu’min:7).


________________________________

Catatan Kaki



…
HREF="#tex2html2">2

HR At Turmidzi, no. 2499 dan dihasankan Al Albani dalam Shahh
Al Jami’ Ash Shaghir, no. 4391.

…
HREF="#tex2html3">3

HR Al Hakim, hlm... 4/246 dan dishahihkan Al Albani dalam
Silsilah Shahihah, no. 967.

…
HREF="#tex2html4">4

HR Ibnu Majah, no. 4244 dan dihasankan Al Albani dalam Shahih
Al Jaami’ no. 1666.

…
HREF="#tex2html5">5

HR At Tirmidzi, no. 3434 dan dishahihkan Al Albani dalam
Silsilah Shahihah, no. 556.

…
HREF="#tex2html6">6

HR Muslim (17/24) dengan Syarh Nawawi, dari hadits ‘Abdullah
bin ‘Umar.


->Be D'MASTER of D'TEACHERS...<- as GREAT as Nabiina...MUHAMMAD RASULULLAH, 
insya-Allah.
          -Segalanya Demi ISLAM-



      Yahoo! Toolbar kini dikuasa dengan Search Assist.Muat turunnya sekarang.
http://malaysia.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke