Rohingya Muslim Yang Ditindas
Dilulus terbit pada Wednesday, December 24 @ 10:14:44 MYT oleh TokPenghulu
 Oleh abu_ayub

"Arrahmah.Com – kebelakangan ini kita sering membaca tentang keradaan politik 
negara jiran kita Myanmar yang sedang bergolak. Media menyiarkan tentang tunjuk 
perasaan sami Buddha dan orang awam yang menghadapi tekanan oleh rejim tentera 
di bawah pimpinan Jendral Than Swhe. Namun ada hal lain yang seakan kita 
terlupa atau sengaja dilupakan oleh masyarakat antarabangsa, iaitu tekanan 
tentera junta  terhadap warga Muslim Myanmar.


Wujudkah warga Muslim di Myanmar? mungkin itu adalah pertanyaan yang akan 
mencul pertama kali ketika membaca judul artikel ini. Ya tentu saja ada warga 
Muslim di Myanmar, mereka adalah orang Rohingya, keturunan Bengali, Panthay 
(Muslim Burma-China) dan Pashu atau Moken (penduduk kepulauan Andaman, atau 
dikenal juga sebagai Orang Laut dalam bahasa Melayu)
Siapakah Rohingya itu?
Etnik Rohingya adalah penduduk asli negara bahagian Arakan. Arakan sendiri 
merupakan sebuah Negara seluas 14.200 mil persegi yang terletak di barat 
Myanmar. Merupakan daerah pesisir timur teluk benggal yang bergunung-ganang. 
Bersempadan dengan utara India, Timur Laut China, Timur Magwe dan Pegu, selatan 
Irrawady dan barat laut Bangladesh. Ketika ini dihuni oleh sekitar 5 juta 
penduduk yang terdiri dari dua etnik utama, Muslim Rohingya dan Rakhine/Maghs 
yang beragama Buddha.
Perkataan Rohingya berasal dari kata Rohang, yang merupakan nama lama dari 
negara bagian Arakan. Etnis Rohingya sudah tinggal di Arakan sejak abad ke 7 
Masehi. Hal ini merupakan bantahan bagi junta militer yang menyatakan, bahwa 
etnis Rohingya merupakan pendatang yang di tempatkan oleh penjajah Inggris dari 
Bangladesh. Memang secara fisik etnis Rohingya memiliki kesamaan fisik dengan 
orang Bangladesh. Merupakan keturunan dari campuran orang bengali, Parsi, 
Mongol, Turki, Melayu dan Arab menyebabkan kebudayaan Rohingya sedikit berbeza 
dari kebanyakan orang Myanmar. Termasuk dari segi bahasa yang banyak 
dipengaruhi oleh bahasa Arab, Parsi, Urdu dan Bengali.
Arakan dulunya merupakan sebuah negara merdeka yang pernah dikuasai secara 
bergantian oleh orang Hindu, Buddha dan Muslim. Pada 1203 M Bengal menjadi 
sebuah negara Islam, dan sejak saat itu pula pengaruh Islam mulai merambah 
masuk ke wilayah Arakan. Hingga pada akhirnya pada 1430 M Arakan menjadi sebuah 
negara Muslim. Selama 350 tahun kerajaan Muslim berdiri di Arakan dan Umat 
Islam hidup dengan aman. Namun pada 24 September 1784 M raja Boddaw Paya dari 
Burma menakluk Arakan dan menguasainya.
Pada 1824-1826 perang Anglo-Burma pertama berlaku. Ketika perang ini berakhir 
pada 24 Februari 1426 yang ditandai dengan termetrainya perjanjian Yandabo 
menyebabkan Burma, Arakan dan Tenasserim dimasukkan ke wilayah British-India. 
Lalu dengan Government of India Act. tahun 1935 diputuskan bahwa Burma terpisah 
dari British-India pada 1 April 1937. Melalui keputusan ini pula di gabungkan 
Arakan menjadi sebagian British-Burma, bertentangan dengan keinginan majoriti 
penduduknya yang beragama Islam dan ingin bergabung dengan India. hingga pada 
akhirnya Arakan menjadi bagian Burma merdeka pada tahun 1948
Penduduk Muslim Rohingya merupakan majoriti penduduk di Arakan, dengan jumlah 
kurang lebih 90 peratus. Namun selama 49 tahun kemerdekaan Burma (Myanmar) 
jumlah itu terus berusaha dikurangi, mulai dari pengusiran hingga pembunuhan, 
hingga saat ini hanya tinggal sedikit umat Islam Rohingya di selatan Arakan 
sedangkan di bagian utara Rohingya masih menjadi majoriti.
Nasib Muslim Rohingya Setelah Burma Merdeka
Pada saat bangsa Burma yang lain merayakan kemerdekaan pada tahun 1948, Umat 
Islam Rohingya justru seakan dipencilkan dari kegembiraan itu. Kerana  tidak 
diundangnya satu pun perwakilan Umat Islam Rohingya saat perjanjian penyatuan 
Burma di tanda tangani pada 12 September 1947 di Pinlong, negara bagian Shan 
antara Jenderal Aung San (Ayah tokoh pro Demokrasi Aung San Su Kyi) dan 
perwakilan dari berbagai etnis di Burma untuk bersama-sama merebut kemerdekaan 
dari Inggris dan kemudian membentuk negara persekutuan Burma yang terdiri dari 
negeri negeri sesuai dengan komposisi etnik dan dengan hak untuk menggabungkan 
diri setelah 10 tahun, Etnik Rohingya sama sekali tidak dilibatkan dalam proses 
ini.
Berbeza dengan etnik lain yang berhak mendirikan negara sendiri, etnik Rohingya 
kehilangan haknya, bahkan wilayahnya (Arakan) diserahkan kepada etnik Rakhin 
yang beragama Buddha, walaupun populasinya kurang dari 10 persen penduduk 
Arakan. Sejak saat itulah hak-hak etnis Rohingya berusaha dihilangkan oleh para 
politisi Buddha Burma.
Bahkan semenjak tentera junta menguasai Burma keadaan semakin buruk, bukan saja 
hak-hak politik yang dikekang, tetapi juga dalam bidang sosial-budaya, hal ini 
ditandai dengan ditutupnya tempat-tempat belajar bahasa Rohingya pada tahun 
1965 oleh junta.
Bentuk-Bentuk Kekejaman Junta Militer Terhadap Muslimin Rohingya


 
1.      Penafian Pemberian Kewarganegaraan,Hal ini menyebabkan etnik Rohingya 
menjadi bangsa tanpa kewarganegaraan. Walaupun mereka merupakan penduduk asli 
Arakan. Hal ini menyebabkan Junta memiliki kebenaran untuk mengusir etnik 
Rohingya dari tanah leluhurnya, akibatnya lebih dari setengah populasi Rohingya 
diusir dari Arakan. Kebanyakan saat ini hidup di pengungsian di Bangladesh, 
Malaysia, Thailand dan Arab Saudi (termasuk Indonesia, pernah perahu etnik 
Rohingya sebanyak 50 orang yang terdampar di Aceh 2 atau 3 tahun lalu. Kesan 
lainnya adalah perubahan populasi penduduk Arakan, yang mana asalnya 90 peratus 
Muslim menjadi hanya 30 peratus atau hanya sekitar 1,5 juta dari 5 juta 
penduduk, sedangkan selebihnya adalah orang Rakhine (Buddha) dari luar Arakan 
yang sengaja ditempatkan di Arakan.
 
2.      Sekatan Untuk Berpindah, Etnis Rohingya yang masih tinggal di Myanmar 
saat ini menghadapi masalah yang sangat pelik, iaitu larangan perjalanan dari 
satu daerah ke daerah yang lain. untuk pergi keluar daerah mereka harus 
mendapatkan kebenaran dari pihak berkuasa tempatan, yang sememangnya amat sulit 
untuk dilakukan. Selain itu etnik Rohingya di Arakan utara telah dimasukkan ke 
dalam kem padat yang tidak memungkinkan mereka untuk berpindah dan menjadikan 
mereka sebagai buruh paksa.
 
3.      Sekatan Dalam Kegiatan Ekonomi, Bukan itu sahaja, pihak Junta juga 
menolak membrikan izin usaha bagi etnis Rohingya, sedangkan di sisi lain Junta 
mengenakan cukai yang sangat tinggi bagi etnik Rohingya yang majoritinya adalah 
petani dan nelayan. Akibatnya sebagian besar hasil pertanian, perikanan dan 
harta milik etnik Rohingya saat ini telah di sita secara paksa, sebagai hukuman 
karena tidak mampu membayar cukai.
 
4.      Sekatan Dalam Bidang Pendidikan, Dalam bidang pendidikan hal yang sama 
juga diterapkan oleh junta. anak-anak etnik Rohingya dilarang masuk ke 
universiti yang ada di Myanmar dan pada saat yang bersamaan juga dilarang 
melanjutkan pendidikan tinggi keluar Myanmar.
 
5.      Pembunuhan, Penahanan dan Penyiksaan, Pihak Junta telah melakukan 
kekejaman lainnya yaitu berupa pembunuhan etnik Rohingya, bahkan hal ini 
dilakukan secara rambang dalam rangka penghapusan etnik Rohingya. Selain itu 
penyiksaan dan penahanan secara haram dilakukan setiap hari di Arakan, ratusan 
etnis Rohingya hilang dan tidak diketahui nasibnya setiap tahun. Saat ini 
Arakan telah menjadi tempat penyiksaan etnik Rohingya.
 
6.      Buruh Paksa
 
7.      Pengusiran Etnik Rohingya dari kampung mereka
 
8.      Penghinaan Terhadap Kaum Wanita dan Sekatan Perkahwinan,bukan sesuatu 
yang ganjil lagi di Arakan ketika tentara tiba-tiba masuk ke dalam rumah etnik 
Rohingya pada tengah malam dan memperkosa kaum wanita di depan suami dan 
anak-anak mereka. Aduan terhadap perkara ini hanya akan diakhiri denagn 
penahanan oleh polis terhadap pelapor bahkan dalam banyak kes pelapor disiksa 
dan dibunuh. Selain dari itu pihak junta juga sengaja menyusahkan gadis-gadis 
Rohingya untuk bernikah dan berkahwin.
 
9.      Rusuhan anti Rohingya, pihak junta sengaja mewujudkan rusuhan di 
berbagai wilayah Arakan secara sistematik dalam rangka melenyapkan etnik ini 
dari Myanmar, akibatnya ribuan etnik Rohingya mati dan harta benda mereka juga 
hancur. Dengan cara ini pihak junta boleh lepas tangan terhadap orang awam 
Buddha yang telah diupah oleh junta untuk membunuhi etnik Rohingya
 
10.  Penghancuran, Ratusan Masjid dan Madrasah telah dihancurkan oleh pihak 
junta, bahkan Al Qur’an dalam banyak kasus dibakar dan diinjak-injak oleh 
tentara sedangkan kitab-kitab tentang Islam disita dan dijadikan sebagai bahan 
pembungkus. Pihak junta juga melarang kaum Muslim untuk melakukan berbagai 
ibadah.
 
Kesepuluh tersebut tersebut hanya sebagian dari kejahatan pihak junta terhadap 
kaum Muslimin Rohingya, diwaktu ini jumlah etnis Rohingya di Myanmar 
dianggarkan seramai 2 juta orang dan sebanyak 1,5 juta diantaranya tinggal di 
Arakan. Sebanyak 600.000 tinggal di Bangladesh, 350.000 di Pakistan, 400.000 di 
Arab Saudi dan 100.000 di UAE, Thailand dan Malaysia.
Sampai bilakah kita menutup mata dari kekejaman junta terhadap saudara kita 
Muslim Rohingya? Kita mungkin tidak peduli dengan kekejaman yang berlaku di 
Myanmar dan memang seharusnya kita tidak perlu ambil tahu dengan keadaan 
mereka, tetapi hakikatnya Rohingya adalah saudara kita sesama Islam.
Maka mulai saat ini mari kita bantu saudara kita dengan segenap kemampuan yang 
kita miliki. Doakan mereka, Doakan laknat dan kehancuran bagi junta, sebarkan 
informasi tentang keadaan yang meereka hadapi, kumpulkan bantuan, baik uang 
maupun tenaga untuk membebaskan Arakan dari Myanmar.
Akhi dan Ukhti ingatlah mereka saudara-saudara kita di Arakan, Thailand Selatan 
(Pattany, Yala, Narathiwat, Satun dan Songkla) dan Philipina Selatan (Mindanau, 
Sulu, Basilan dan Selatan Palawan) dalam doa kalian, dalam Qunut kalian, dalam 
munajat kalian di tengah malam… bantulah mereka dengan doa anda jika kalian 
tidak sanggup membantu mereka dengan hal lain…
 
Mungkin anda berfikir bagaimana caranya  membantu mereka, ????
Tidak lain dan tidak bukan Kita mulakan dengan jihad dengan izin ALLAH SWT kita 
bina kekuatan dari sana untuk membentuk Tentera Islam yang kuat untuk membela 
umat islam yang tertindas..
 
Dimana perginya tentera tentera kita untuk membela saudara saudara kita??
Dimana perginya pesawat sukhoi??? Dimana perginya kereta kereta kebal kita??? 
Dimana perginya senjata senjata camggil kita??? Untuk apa itu semua???
Dimana tentera Malaysia??? Dimana tentera Indonesia?? Dimana tentera umat 
islam???
 
Biarkan “tentera muslim” ini tidur dengan lenanya, biarkan mereka terus 
berkawad, mengilat kasut, berlatih berlatih dan terus berlatih, yang mana 
sampai saat dan ketika ajal mereka sampai mereka akan diazab dengan azab yang 
pedih kerana membiarkan saudara saudara mereka diratah oleh kuffar, sedangkan 
ditangan mereka terdapat senjata yang canggih canggih.. nauzubillah..
Ayuh kita bangkit.. Bergabung dengan kafilah mujahidin, yang mana dengan izin 
ALLAH SWT golongan ini bakal menjatuhkan rejim thogut di Asia Tenggara.. 
membebaskan manusia dari kegelapan, membela manusia dari kezaliman, membangkit 
manusia dari tidur, mengajar manusia dari kejahilan.. InsyaALLAH..
BERGABUNGLAH DENGAN TENTERA PANJI-PANJI HITAM KERANA DISITU TERDAPAT 
KEKHALIFAHAN
 


http://al-tawbah.com/f/
http://pintusyurgadipattani.blogspot.com

http://www.arrahmah.com/




      

Kirim email ke