--- On Mon, 15/3/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

> From: [email protected] <[email protected]>
> Subject: Help Palestine [hidayahnet] Mendidik Anak Cara Nabi Ibrahim
> To: "Ikhwanul Muslimun" <[email protected]>
> Date: Monday, 15 March, 2010, 2:46 AM
> http://www.dakwatuna.com
>
> Mendidik Anak Cara Nabi Ibrahim
>
> Oleh: Kodar Slamet, SPd
>
>
> dakwatuna.com – Kawinilah wanita yang kamu cintai lagi
> subur (banyak
> melahirkan) karena aku akan bangga dengan banyaknya kamu
> terhadap umat
> lainnya. [HR. Al-Hakim]
>
> Begitulah anjuran Rasulullah saw kepada umatnya untuk
> memiliki anak keturunan.
>
> Sehingga lahirnya anak bukan saja penantian kedua orang
> tuanya, tetapi
> suatu hal yang dinanti oleh Rasulullah saw. Dan tentu saja
> anak yang
> dinanti adalah anak yang akan menjadi umatnya Muhammad saw.
> Berarti,
> ada satu amanah yang dipikul oleh kedua orang tua, yaitu
> bagaimana
> menjadikan atau mentarbiyah anak—yang titipan Allah
> itu—menjadi bagian
> dari umat Muhammad saw.
>
> Untuk menjadi bagian dari umat Muhammad saw. harus
> memiliki
> karakteristik yang disebutkan oleh Allah swt.:
>
> Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang
> bersama dengan
> dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi
> berkasih sayang
> sesama mereka. kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari
> karunia Allah
> dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka
> mereka dari
> bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat
> dan
> sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang
> mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu
> Kuat lalu
> menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya;
> tanaman itu
> menyenangkan hati penanam-penanamnya Karena Allah hendak
> menjengkelkan
> hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang
> mukmin). Allah
> menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan
> amal yang
> saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS.
> Al-Fath,
> 48: 29]
>
> Jadi karakteristik umat Muhammad saw adalah: [1] keras
> terhadap orang
> Kafir, keras dalam prinsip, [2] berkasih sayang terhadap
> sesama umat
> Muhammad, [3] mendirikan shalat, [4] terdapat dampak
> positif dari
> aktivitas shalatnya, sehingga orang-orang yang lurus, yang
> hanif
> menyukainya dan tentu saja orang-orang yang turut serta
> mentarbiyahnya.
>
> Untuk mentarbiyah anak yang akan menjadi bagian dari Umat
> Muhammad
> saw. bisa kita mengambil dari caranya Nabi Ibrahim, yang
> Allah
> ceritakan dari isi doanya Nabi Ibrahim dalam surat Ibrahim
> berikut
> ini:
>
> Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan
> sebahagian
> keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di
> dekat
> rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami
> (yang demikian
> itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati
> sebagian
> manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka
> dari
> buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur.
>
> Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang
> kami
> sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada
> sesuatupun yang
> tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang
> ada di
> langit.
>
> Segala puji bagi Allah yang Telah menganugerahkan kepadaku
> di hari tua
> (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar
> Maha
> mendengar (memperkenankan) doa.
>
> Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang
> tetap
> mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
>
> Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan
> sekalian
> orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari
> kiamat)”.
> [Ibrahim: 37-41]
>
> Dari doanya itu kita bisa melihat bagaimana cara Nabi
> Ibrahim mendidik
> anak, keluarga dan keturunannya yang hasilnya sudah bisa
> kita ketahui,
> kedua anaknya—Ismail dan Ishaq—menjadi manusia pilihan
> Allah:
>
> Cara pertama mentarbiyah anak adalah mencari, membentuk
> biah yang
> shalihah. Representasi biah, lingkungan yang shalihah bagi
> Nabi
> Ibrahim Baitullah [rumah Allah], dan kalau kita adalah
> masjid [rumah
> Allah]. Maka, kita bertempat tinggal dekat dengan masjid
> atau
> anak-anak kita lebih sering ke masjid, mereka mencintai
> masjid.
> Bukankah salah satu golongan yang mendapat naungan Allah di
> saat tidak
> ada lagi naungan adalah pemuda yang hatinya cenderung
> kepada masjid.
>
> Kendala yang mungkin kita akan temukan adalah
> teladan—padahal belajar
> yang paling mudah itu adalah meniru—dari ayah yang
> berangkat kerjanya
> ba’da subuh yang mungkin tidak sempat ke masjid dan
> pulangnya sampai
> rumah ba’da Isya, praktis anak tidak melihat contoh
> shalat di masjid
> dari orang tuanya. Selain itu, kendala yang sering kita
> hadapi adalah
> mencari masjid yang ramah anak, para pengurus masjid dan
> jamaahnya
> terlihat kurang suka melihat anak dan khawatir terganggu
> kekhusu’annya, dan ini dipengaruhi oleh pengalamannya
> selama ini bahwa
> anak-anak sulit untuk tertib di masjid.
>
> Cara kedua adalah mentarbiyah anak agar mendirikan shalat.
> Mendirikan
> shalat ini merupakan karakter umat Muhammad saw sebagaimana
> yang
> uraian di atas. Nabi Ibrahim bahkan lebih khusus di ayat
> yang ke-40
> dari surat Ibrahim berdoa agar anak keturunannya tetap
> mendirikan
> shalat. Shalat merupakan salah satu pembeda antara umat
> Muhammad saw
> dengan selainnya. Shalat merupakan sesuatu yang sangat
> penting,
> mengingat Rasulullah saw memberikan arahan tentang
> keharusan
> pembelajaran shalat kepada anak: suruhlah anak shalat pada
> usia 7
> tahun, dan pukullah bila tidak shalat pada usia 10 tahun.
> Rasulullah
> saw membolehkan memukul anak di usia 10 tahun kalau dia
> tidak
> melakukan shalat dari pertama kali disuruh di usia 7 tahun.
> Ini
> artinya ada masa 3 tahun, orang tua untuk mendidik
> anak-anaknya untuk
> shalat. Dan waktu yang cukup untuk melakukan pendidikan
> shalat.
>
> Proses tarbiyah anak dalam melakukan shalat, sering
> mengalami gangguan
> dari berbagai kalangan dan lingkungan. Dari pendisiplinan
> formal di
> sekolah dan di rumah, kadang membuat kegiatan [baca:
> pendidikan]
> shalat menjadi kurang mulus dan bahkan fatal, terutama cara
> membangun
> citra shalat dalam pandangan anak. Baru-baru ini, ada
> seorang suami
> yang diadukan oleh istrinya tidak pernah shalat kepada
> ustadzahnya,
> ketika ditanya penyebabnya, ternyata dia trauma dengan
> perintah
> shalat. Setiap mendengar perintah shalat maka terbayang
> mesti tidur di
> luar rumah, karena ketika kecil bila tidak shalat harus
> keluar rumah.
> Sehingga kesan yang terbentuk di kepala anak kegiatan
> shalat itu tidak
> enak, tidak menyenangkan, dan bahkan menyebalkan. Kalau hal
> ini
> terbentuk bertahun-tahun tanpa ada koreksi, maka sudah
> bisa
> dibayangkan hasilnya, terbentuknya seorang anak [muslim]
> yang tidak
> shalat.
>
> Cara keempat adalah mentarbiyah anak agar disenangi banyak
> orang.
> Orang senang bergaul dengan anak kita, seperti yang
> diperintahkan oleh
> Rasulullah saw: “Berinteraksilah dengan manusia dengan
> akhlaq yang
> baik.” [HR. Bukhari]. Anak kita diberikan cerita tentang
> Rasulullah
> saw, supaya muncul kebanggaan dan kekaguman kepada nabinya,
> yang pada
> gilirannya menjadi Rasulullah menjadi teladannya. Kalau
> anak kita
> dapat meneladani Rasulullah saw berarti mereka sudah
> memiliki akhlaq
> yang baik karena—sebagaimana kita ketahui—Rasulullah
> memiliki akhlaq
> yang baik seperti pujian Allah di dalam al-Quran:
> “Sesungguhnya engkau
> [Muhammad] berakhlaq yang agung.” [Al-Qalam, 68: 4]
>
> Cara ketiga adalah mentarbiyah anak agar dapat menjemput
> rezki yang
> Allah telah siapkan bagi setiap orang. Anak ditarbiyah
> untuk memiliki
> life skill [keterampilan hidup] dan skill to life
> [keterampilan untuk
> hidup]. Rezki yang telah Allah siapkan Setelah itu anak
> diajarkan
> untuk bersyukur.
>
> Cara keempat adalah mentarbiyah anak dengan mempertebal
> terus
> keimanan, sampai harus merasakan kebersamaan dan pengawasan
> Allah
> kepada mereka.
>
> Cara kelima adalah mentarbiyah anak agar tetap
> memperhatikan
> orang-orang yang berjasa—sekalipun sekadar doa—dan
> peduli terhadap
> orang-orang yang beriman yang ada di sekitarnya baik yang
> ada sekarang
> maupun yang telah mendahuluinya.
>
> http://www.dakwatuna.com/2007/mendidik-anak-cara-nabi-ibrahim/
>
>
> ------------------------------------
>
> Free download [Internet Explorer/Firefox]:
> Hidayahnet Toolbar [no virus, adware, malware etc]
> http://hidayahnet.ourtoolbar.com
>
> --------------------------------------------------------------------------
> **Boycott Israel**Support Palestine**
>
> All views expressed herein belong to the individuals
> concerned and do not in any way reflect the official views
> of Hidayahnet unless sanctioned or approved otherwise.
>
> If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may
> wish to get a daily digest of emails by logging-on to 
> http://www.yahoogroups.com to change your mail delivery
> settings or email the moderators at [email protected]
> with the title "change to daily digest".
>
> --------------------------------------------------------------------------
>
> Affiliates:
> Islamic_Board - Malaysia - Islamic Events and Notices 
> http://groups.yahoo.com/group/islamic_board/
>
> iPerintis - eGroup untuk Saintis dan Jurutera Muslim 
>
> http://groups.yahoo.com/group/iperintis/
>
> Hidayahnet Toolbar [no virus, adware, malware etc]
> http://hidayahnet.ourtoolbar.com
>
> Recommended sites:
> Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
> Jamaah Islah Malaysia          :
> http://www.jim.org.my
> Palestinkini Info           
>   : http://www.palestinkini.info
> Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
> Fiqh Siber             
>        : http://al-ahkam.net/
> The Muslim Brotherhood     
>    : http://ikhwanweb.com
> Hidayahnet website         
>    : http://hidayahnet.multiply.com/  Yahoo! Groups
> Links
>
>
>     [email protected]
>
>
>


      
________________________________________________________________________________________________________________________
Join the fun on Yahoo! Messenger with all your friends. Simply add them from 
your email or social networks today!
http://malaysia.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke