http://www.dakwatuna.com

Rahasia Iman

Oleh: Dr. Amir Faishol Fath
________________________________


dakwatuna.com – Dalam Al-Qur’an, Allah swt. selalu menegaskan tentang
iman. Bahkan panggilan identitas hamba-hamba-Nya disebut dengan:
almu’minuun, atau alladziina aamanuu. Iman secara bahasa artinya
percaya. Dari percaya muncul sikap atau perbuatan. Seorang pasien yang
percaya kepada dokternya, ia akan patuh ikut apa kata dokter. Ketika
dokter memutuskan: ”Anda kena penyakit kanker, ia langsung percaya.
Lalu ketika dokter memutuskan: Anda harus diopreasi,” Ia langsung siap
berapapun harus membayar biaya. Obat-obatan dari dokter diminum sesuai
dengan aturan yang ditentukan, ada yang tiga kali atau dua kali sehari
dan lain sebagainya. Semua itu dipatuhi dengan sungguh-sungguh. Bahkan
pantangan makanan yang dilarang oleh dokter pun dijauhi, seenak apapun
makanan tersebut, ia berusaha menghindar semaksimal mungkin.

Pernah seorang pasien penderita diabet, ditawarin makanan kue yang
sangat enak dan lezat. Seketika ia berkata, kata pak dokter ini tidak
boleh saya makan. Perhatikan sungguh tidak sedikit manusia yang sangat
patuh kepada dokter, tetapi kepada Allah tidak demikian. Padahal Allah
jauh lebih luas pengetahuan-Nya dari pada seorang dokter.

”Percaya” adalah kekuatan untuk patuh, seperti patuhnya seorang pasien
yang sangat percaya kepada sang dokter. Percaya dalam Islam disebut
iman. Iman harus berkaitan dengan yang ghaib. Sebab ia merupakan
kebutuhan ruhani. Karenanya di pembukaan surah Al-Baqarah:3, Allah
berfirman: ”Alladziina yu’minuuna bilghaibi (yaitu orang-orang yang
beriman kepada yang ghaib).” Berdasarkan ayat ini maka iman itu harus
berkaitan kepada yang ghaib. Seperti beriman kepada Allah, para
malaikat dan wahyu yang turun kepada para rasul, itu semua adalah
ghaib. Dan ternyata ini adalah kebutuhan fitrah manusia. Inilah makna
fithrah yang Allah firmankan:

”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah
atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus;
tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (30:30)

Jadi pada dasar penciptaannya manusia telah dibekali iman. Dalam surah
Al-A’raf: 72, Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu
mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah
Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami
menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat
kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”

Inilah persaksian setiap janin, ketika masih dalam rahim ibunya, ia
telah dengan jujur mengakui keimanannya kepada Allah. Inilah makna
hadits Nabi saw. Yang sangat terkenal: “Kullu mawluudin yuuladu ‘alal
fithrah (setiap bayi yang baru lahir, ia lahir dalam keadaan fitrah
(maksdunya berimana kepada Allah swt).”

Sayangnya kemudian bahwa materialisme telah menyeret manusia untuk
hanya menekuni kebutuhan fisiknya. Akibatnya mereka selalu sibuk
dengan hal-hal yang berupa benda. Bahkan yang lebih parah mereka
berusaha untuk membendakan yang ghaib. Itulah asal-muasal munculnya
matahari, patung, pohon besar dan lainya dianggap sebagai tuhan.
Mereka merasa kurang puas kalau tuhan yang mereka sembah tidak nampak.
Padahal tabiat iman harus selalau berkaitan dengan yang ghaib. Maka
selama kecendrungan materialistik tetap menguasai dan diutamakan di
atas segalanya, otomatis keimanan akan terkesampingkan. Dan mereka
tidak akan pernah merasakan nikmatnya iman. Dari sinilah kekeringan
ruhani terjadi.

Semua orang sebenarnya ingin bahagia. Tetapi banyak dari mereka yang
tidak menemukan kebahagiaan itu. Ada yang mengejar kebahgiaan di balik
hiburan dan kemegahan. Bahkan banyak juga yang sampai tercebur dalam
dosa-dosa. Namun ternyata kebahagiaan tidak juga didapatkan. Banyak
orang mengalami stress dan depressi justru di saat telah mencapai
puncak keberhasilan secara keduniaan. Di sini jawabannya adalah iman.
Bahwa hanya iman yang akan mengisi kekeringan ruhani mereka. Caranya
patuhi Allah dengan sesungguh-sungguhnya. Bukan sekedar basa-basi atau
puara-pura atau setengah hati. Bila mereka patuh kepada dokter atau
bos dengan sungguh-sungguh, maka patuhlah kepada Allah di atas semua
itu.

Yang banyak terjadi adalah bahwa Allah sering dikesampingkan. Shalat
diabaikan karena rapat dan lain sebagainya. Seharusnya seorang muslim
waktunya diseting oleh shalat, bukan dia yang menseting shalat.
Demikinlah Rasulullah dan sahabat-sahabatnya mencontohkan hal ini.

Maka selama kepatuhan kepada Allah dianggap sampingan, iman tidak akan
pernah berdaya. Dan akibatnya kebahagiaan hakiki tidak bisa dicapai.
Sebaliknya ketika keimanan benar-benar menggelora, lalu dibuktikan
dengan kepatuhan yang jujur dan maksimal kepada Allah, maka
kebahagiaan akan tercapai. Wallahu a’lam bishshowab.

Edmonton Kanada, 12 April 2010.

http://www.dakwatuna.com/2010/rahasia-iman/


------------------------------------

Free download [Internet Explorer/Firefox]:
Hidayahnet Toolbar [no virus, adware, malware etc] 
http://hidayahnet.ourtoolbar.com

--------------------------------------------------------------------------
**Boycott Israel**Support Palestine** 

All views expressed herein belong to the individuals concerned and do not in 
any way reflect the official views of Hidayahnet unless sanctioned or approved 
otherwise. 

If your mailbox clogged with mails from Hidayahnet, you may wish to get a daily 
digest of emails by logging-on to http://www.yahoogroups.com to change your 
mail delivery settings or email the moderators at 
[email protected] with the title "change to daily digest". 

--------------------------------------------------------------------------

Affiliates:
iPerintis - eGroup untuk Saintis dan Jurutera Muslim  
http://groups.yahoo.com/group/iperintis/

Hidayahnet Toolbar [no virus, adware, malware etc] 
http://hidayahnet.ourtoolbar.com

Recommended sites:
Angkatan Belia Islam Malaysia  : http://www.abim.org.my
Jamaah Islah Malaysia          : http://www.jim.org.my
Palestinkini Info              : http://www.palestinkini.info
Partai Keadilan Sejahtera      : http://pk-sejahtera.org
Fiqh Siber                     : http://al-ahkam.net/
The Muslim Brotherhood         : http://ikhwanweb.com
Hidayahnet website             : http://hidayahnet.multiply.com/  Yahoo! Groups 
Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/hidayahnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke