*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
{ Sila lawat Laman Hizbi-Net - http://www.hizbi.net }
{ Hantarkan mesej anda ke: [EMAIL PROTECTED] }
{ Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED] }
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
-----Original Message-----
From: Mohd Nasir Che Mood <P> <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, May 16, 2000 1:49 PM
Subject: H-Net* Qada dan Qadar
>Assalamualaikum.
>
>Allah subhanahuwataala adalah memang Maha Mengetahui yang lepas dan yang
>akan datang. Dia mengetahui dari sebelumlagi akan nasib seseorang. Itulah
>Qada dab QadarNya. Dia mengetahui apa akan terjadi kepada hambaNya
contohnya
>samada seseorang itu akan masuk syurga atau neraka. Bolehkah ini kita
>ibaratkan Allah telah menentukan nasib seseorang? Kalau dia telah
menentukan
>seseorang itu ahli neraka, di manakan keadilanNya. Tentulah Allah itu zalim
>yang mana itu mustahil kerana Allah adalah Hakim Yang Maha Adil. Inilah
>persoalan yang ingin saya ketengahkan. Adakah ini ber"conflict" dengan Qada
>dan Qadar?
>
>Wallahualam.
>
>Mohd Nasir Che Mood
>________________________________________________________________________
Manusia hidup dalam dua lingkaran. Yang pertama adalah lingkaran yang
menguasai manusia dan yang lain adalah lingkaran yang dikuasai manusia.
Lingkaran yang menguasai manusia adalah lingkaran yang di dalamnya berlaku
Nizamul Wujud (Sunnatullah/hukum alam) atas manusia. Manusia berjalan
bersama alam dan kehidupan sesuai dengan suatu aturan tertentu yang tidak
berubah. Oleh karena itu,dijumpai beberapa kejadian menimpa manusia di dalam
lingkaran ini, yang terjadi di luar keinginannya. Di sini, manusia musayyar
(dikendalikan), bukan mukhayyar (diberi pilihan). Misalnya manusia lahir ke
dunia ini bukan atas kehendaknya dan ia akan
meninggalkannya, juga bukan atas kehendaknya; dalam hal ini ia tidak mampu
melepaskan diri dari hukum Alam. Oleh karena itulah manusia tidak akan
dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan yang berasal dari
dirinya sendiri atau yang menimpanya, tetapi tercakup di dalam
lingkaran ini.
Adapun lingkaran yang dikuasai oleh manusia, adalah lingkaran dimana manusia
bebas berjalan di dalamnya, sesuai dengan sistem yang dipilihnya; apakah itu
syariat Allah atau syariat yang lainnya (bukan dari Allah). Di dalam
lingkaran ini, terjadi perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia atau yang
menimpanya sesuai dengan keinginannya. Misalnya, ia berjalan, makan, minum
atau pergi pada saat yang diinginkannya, dan iapun mampu untuk tidak
melakukan perbuatan-perbuatan
itu pada saat yang diinginkannya pula. Ia bebas untuk menentukannya. Kerana
itu, ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan yang
dilakukannya di dalam lingkaran ini.
Rujukan:
Mafahim al-Islamiyah, Syeikh Ahmad ad-Daur
>Pengirim: "Mohd Nasir Che Mood <P>" <[EMAIL PROTECTED]>
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body : SUBSCRIBE HIZB)
( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED] pada body: UNSUBSCRIBE HIZB)
( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan )
( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net )
( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED] )
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pengirim: "Abu Az-Zuhri" <[EMAIL PROTECTED]>