*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
 {  Sila lawat Laman Hizbi-Net -  http://www.hizbi.net     }
 {        Hantarkan mesej anda ke:  [EMAIL PROTECTED]         }
 {        Iklan barangan? Hantarkan ke [EMAIL PROTECTED]     }
 *~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
          PAS : KE ARAH PEMERINTAHAN ISLAM YANG ADIL
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Assalamu alaikum,

FITNAHKAH AJARAN SEPERTI DI BAWAH INI?

sekian wassalam,
kb


TIGA LANDASAN UTAMA (Usulu Thalatha)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

Muqaddimah

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah sentiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :
1. Ilmu, ialah mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam 
berdasarkan dalil-dalil.
2. Amal, ialah menerapkan ilmu ini.
3. Da�wah, ialah mengajak orang lain kepada ilmu ini.
4. Sabar, ialah tabah dan tangguh menghadapi segala rintangan dalam menuntut 
ilmu, mengamalkannya dan berda�wah kepadanya.
  Dalilnya, firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Demi masa. Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam 
kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shalih dan 
saling nasihat menasihati untuk (menegakkan) yang haq, serta 
nasihat-menasihati untuk (berlaku)  sabar�. (Al-�Ashr : 1-3).

  Imam Asy-Syafi�i1 Rahimahullah Ta�ala, mengatakan :�Seandainya Allah hanya 
menurunkan surah ini saja sebagai hujjah buat makhluk-Nya, tanpa hujjah 
lain, sungguh telah cukup surah ini sebagai hujjah bagi mereka�.

Dan Imam Al-Bukhari(2) Rahimahullah Ta�ala, mengatakan :�Bab Ilmu 
didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan�.

Dalilnya firman Allah  Ta�ala.
  �Artinya : Maka ketahuilah, sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq)selain 
Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu�. (Muhammad : 19). Dalam ayat ini, 
Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan).... ..� 
(3) sebelum ucapan dan perbuatan.

   Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah sentiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk 
mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini :

1.Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan yang memberi rizki kepada kita. 
Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus 
kepada kita seorang rasul, maka barangsiapa mentaati rasul tersebut pasti 
akan masuk surga dan barangsiapa menyalahinya pasti akan masuk neraka. Allah 
Ta�ala berfirman :�Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang 
rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kepada 
Fir�aun seorang rasul, tetapi Fir�aun menderhakai rasul itu, maka Kami siksa 
ia dengan siksaan yang berat�.  (Al-Muzammil :15-16).

  2.Bahawa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepada-Nya, 
Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang 
terdekat atau dengan seorang nabi yang diutus manjadi rasul. Allah Ta�ala 
berfirman :�Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, 
karena itu janganlah kamu menyembah seorang-pun di dalamnya disamping 
(menyembah) Allah�.  (Al-Jinn : 18).

3.Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak 
boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, 
sekalipun mereka itu keluarga dekat. Allah Ta�ala berfirman :�Kamu tidak 
akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling 
berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, 
sekalipun orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, 
ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah 
mantapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan 
pertolongan yang datang dari-Nya dan mereka akan dimasukkan-Nya ke dalam 
syurga syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di 
dalamnya. Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada-Nya. Mereka 
itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah 
golongan yang beruntung�.  (Al-Mujaadalah : 22).

Akhi (Saudaraku).
Semoga Allah mebimbing anda untuk taat kepada-Nya.

Ketahuilah, bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah 
kepada Allah semata dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Itulah yang 
diperintahkan Allah kepada seluruh umat manusia dan hanya itu sebenarnya 
mereka diciptakan-Nya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta�ala.

  �Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk 
beribadah kepada-Ku�.    (Adz-Dzaariyaat : 56).
  Ibadah dalam ayat ini, artinya : Tauhid. Dan perintah Allah yang paling 
agung adalah Tauhid, yaitu : Memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. 
Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : Menyembah 
selain Allah di samping menyembah-Nya. Allah Ta�ala berfirman :

  �Artinya : Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu 
apapun dengan-Nya�. (An-Nisaa : 36).
  Kemudian, apabila anda ditanya : Apakah tiga landasan utama yang wajib 
diketahui oleh manusia ? Maka hendaklah anda jawab : Yaitu mengenal Tuhan 
Allah �Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad 
Shallallahu �alaihi wasallam.


  Fote Note.

   1.Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-�Abbas bin �Utsman bin Syafi�i 
Al-Hasyim Al-Quraisy Al-Muthallibi (150-204H - 767-820M) Salah seorang imam 
empat. Dilahirkan di Gaza (Palestina) dan meninggal di Cairo. Diantara karya 
ilmiyahnya Al-Umm, Ar-Risalah dan Al-Musnad.

2.Abu �Abdillah Miuhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah Al- Bukhari 
(194-256H - 810-870M) Seorang Ulama ahli Hadits. Untuk mengumpulkan hadits 
ia telah menempuh perjalanan yang panjang, mengunjungi Khurasan, Irak, Mesir 
dan Syam. Kitab-kitab yang disusunnya antara lain Al-Jaami Ash-Shahih (yang 
lebih dikenal dengan Shahih Bukhari), At-Taarikh, Adh-Dhu�afaa, Khalq Af�aal 
al-Ibaad.

3.Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-�ilm, bab.10


MENGENAL ALLAH, �AZZA WA JALLA

Apabila anda ditanya : Siapakah Tuhanmu ? Maka katakanlah : tuhanku adalah 
Allah, yang memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala 
ni�mat yang dikurniakan-Nya. Dan dialah sembahanku, tiada sesembahan yang 
haq selain Dia.
   Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman :

  �Artinya : Segala puji hanya milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam�.  
(Al-Faatihah : 1).
  Semua yang ada selain Allah disebut Alam, dan aku adalah salah satu dari 
semesta alam ini.

Selanjutnya jika anda ditanya : Melalui apa anda mengenal Tuhan ? Maka 
hendaklah anda jawab : Melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui 
ciptaan-Nya. Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, 
matahari dan bulan. Sedang di antara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan 
tujuh bumi beserta segala mahluk yang ada di langit dan di bumi serta yang 
ada di antara keduanya.
   Firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, 
matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah 
(pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang 
menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah�  
(Fushshilat : 37).
  Dan firman-Nya :

  �Artinya : Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit 
dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas �Arsy. Dia 
menutupkan malam kepada siang, sentiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia 
(ciptakan pula) matahari dan bulan serta intang-bintang (semuanya) tunduk 
kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. 
Maha Suci Allah Tuhan semesta alam�.  (Al-A�raaf : 54).
  Tuhan inilah yang haq disembah.
Dalilnya, firman Allah Ta�ala :

  �Artinya : Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu 
dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Tuhan) yang telah 
menjadikan untukmu bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta 
menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan 
segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu 
mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui�.    
(Al-Baqarah : 22).
  Ibnu Katsir (1) Rahimahullah Ta�ala, mengatakan :�Hanya Pencipta segala 
sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam 
ibadah�.(Lihat Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur�an Al-�Azhim, (Cairo, Maktabah Dar 
At-Turats, 1400H) jilid. 1 hal. 57.

Dan macam-macam ibadah yang diperintah Allah itu, antara lain : Islam 
(Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat dan Haji), Iman, Ihsan, Do�a, Khauf (takut), 
Raja� (pengharapan),Tawakkal, Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas), Khusyu� 
(tunduk), Khasyyah(takut), Inabah (kembali kepada Allah), Isti�anah (memohon 
pertolongan), Isti�adzah (meminta perlindungan), Istighatsah (meminta 
pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), Dzabh (penyembelihan) 
Nadzar dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
   Allah Subhanahu wa Ta�ala berfirman :

  �Artinya : Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, 
karena itu janganlah kamu menyembah seorang pun di dalamnya di samping 
(menyembah) Allah�. (Al-Jinn : 18).
  Karena itu barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain 
Allah, maka dia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta�ala :

  �Artinya : Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping 
(menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka 
benar-benar balasannya ada pada tuhannya. Sungguh tiada beruntung 
orang-orang kafir itu�. (Al-Mu�minuun :117).

  Dalil-dalil macam Ibadah
:

1. Dalil Do�a.
  Firman Allah Ta�ala :

  �Artinya : Dan Tuhanmu berfirman : Berdo�alah kamu kepada-Ku niscaya akan 
Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah 
kepada-Ku pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina�.
   (Ghaafir : 60).
   Dan diriwayatkan dalam hadits :

�Artinya : Do�a itu adalah sari ibadah�. ( Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam 
Al-Jaami� Ash-Shahiih, kitab Ad-Da�waat, bab 1. �Maksud hadits ini adalah 
bahwa segala macam ibadah, baik yang umum maupun yang khusus, yang dilakukan 
seorang mu�min, seperti mencari nafkah yang halal untuk keluarga, menyantuni 
anak yatim dll, semestinya diiringi dengan permohonan redha Allah dan 
pengharapan balasan ukhrawi. Oleh karena itu Do�a (permohonan dan 
pengharapan tersebut) disebut oleh Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam 
sebagai sari atau otak ibadah, karena sentiasa harus mengiringi gerak 
ibadah�).

  2. Dalil Khauf (takut).
Firman Allah Ta�ala
:
  �Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah 
kepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman�.   (Ali �imran : 175).

3. Dalil Raja� (pengharapan).
Firman AllahTa�ala.

  �Artinya : Untuk itu barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, 
maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan 
seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya�.  (Al-Kahfi : 110).

  4. Dalil Tawakkal (berserah diri).
Firman Allah Ta�ala
:
  �Artinya : Dan hanya kepada Allah-lah supaya kamu bertawakkal, jika kamu 
benar-benar orang yang beriman�.  (Al-Maa�idah : 23).

�Artinya : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Dia-lah yang 
akan mencukupinya�. (Ath-Thalaaq : 3).

5. Dalil Raghbah (penuh minat), Rahbah (cemas) dan Khusyu� (tunduk).
  Firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Sesungguhnya mereka itu sentiasa berlomba-lomba dalam 
(mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo�a kepada Kami dengan 
penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka 
itu selalu tunduk hanya kepada Kami�.  (Al-Anbiyaa : 90).

6. Dalil Khasy-yah (takut).
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah 
kepada-Ku�.  (Al-Baqarah : 150).

7. Dalil Inabah (kembali kepada Allah).
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu serta berserah dirilah 
kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum datang adzab kepadamu, 
kemudian kamu tidak dapat tertolong (lagi)�.  (Az-Zumar : 54).

8. Dalil Isti�anah (memohon pertolongan).
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada 
Engkau-lah kami memohon pertolongan�.  (Al-Faatihah : 4).

Dan diriwayatkan dalam hadits.

  �Artinya : Apabila kamu memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan 
kepada Allah�. (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami� �Ash-Shahiih, 
kitab Shifaat Al-Qiyaamah wa Ar-Raqa�iq wa Al-Wara : bab 59 dan riwayat Imam 
Ahmad dalam Al-Musnad. Beirut Al-maktab Al-Islami 1403H jilid 1 hal. 293, 
303, 307).

9. Dalil Isti�adzah (meminta perlindungan).
  Firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan yang Menguasai subuh�. 
(Al-Falaq : 1).

Dan firman-Nya :

�Artinya : Katakanlah Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Penguasa 
manusia�. (An-Naas : 1-2).

10. Dalil Istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau 
diselamatkan).
Firman Allah
Ta�ala.
   �Artinya : (Ingatlah) tatkala kamu meminta pertolongan kepada Tuhanmu 
untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu�. 
(Al-Anfaal : 9).

11. Dalil Dzabh (penyembelihan).
    Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Katakanlah. Sesungguhnya shalatkku, penyembelihanku, hidupku 
dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatu-pun sekutu 
bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang 
pertama kali berserah diri (kepada-Nya)�. (Al-An�am : 162-163).

Dalil dari Sunnah.

�Artinya : Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena 
Allah�. (Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Adhaahi, bab 8 dan 
riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 1, hal. 108, 118 dan 152)

  12. Dalil Nadzar.
Firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang 
siksanya merata di mana-mana�. (Al-Insaan : 7).


  Fote Note.

   1.Abu Al-Fidaa : Ismail bin Umar bin Katsir Al-Qurasy Ad-Dimasyqi 
(701-774H - 1302-1373M). Seorang ahli ilmu hadits, tafsir, fiqh dan sejarah. 
Diantara karyanya : Tafsir Al-Qur�aan Al-Azhim, Thabaqat Al-Fuqahaa Asy 
Syafiiyyun, al-Bidayah wa An-Nihayah (sejarah), Ikhtishaar �Uluum Al-Hadits, 
Syarh Shahih Al-Bukhari (belum sempat dirampungkannya).


  MENGENAL ISLAM

Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya 
dengan penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri 
dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.
   Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, 
yaitu : Islam, Iman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai 
rukun-rukunnya.

I. Tingkatan Islam
Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :

   1.Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa �Laa Ilaaha Ilallaah�
  (Tiada sesembahan yang haq selain Allah) dan Muhammad adalah Rasulullah.
  2.Mendirikan shalat.
3.Mengeluarkan zakat.
4.Shiyam pada bulan Ramadhan.
  5.dan Haji ke Baitullah Al-Haram.

1. Dalil Syahadat.
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, 
dengan sentiasa menegakkan keadilan (Juga menyatakan demikian itu) para 
malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan (yang haq) selain 
Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana�.  (Al-Imraan : 18).

�Laa Ilaaha Ilallaah�� artinya : Tiada sesembahan yang haq selain Allah.

Syahadat ini mengandung dua unsur : menolak dan menetapkan. �Laa Ilaaha�, 
adalah menolak segala sembahan selain Allah. �Illallaah� adalah menetapkan 
bahwa penyembahan itu hanya untuk Allah semata-mata, tiada sesuatu apapun 
yang boleh dijadikan sekutu didalam penyembahan kepada-Nya, sebagaimana 
tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.

Tafsiran syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah Subhanahu wa Ta�ala.

  �Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan   
kepada kaumnya : �Sesungguhnya aku menyatakan lepas dari segala yang kamu 
sembah, kecuali Tuhan yang telah menciptakan-ku, karena sesungguhnya Dia 
akan menunjuki�. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang 
kekal pada keturunannya supaya mereka sentiasa kembali (kepada tauhid)�.  
(Az-Zukhruf : 26-28).

�Artinya : Katakanlah (Muhammad) : �Hai ahli kitab ! Marilah kamu kepada 
suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, yaitu  
hendaklah kita tidak menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan 
sesuatu apapun dengan-Nya serta janganlah sebagian kita menjadikan sebagian 
yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah 
kepada mereka :�Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang muslim 
(menyerahkan diri kepada Allah)�. (Ali �Imran : 4).

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah.
Firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kalangan kamu 
sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan 
dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayang kepada 
orang-orang yang beriman�.  (At-Taubah : 128).
  Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti : mentaati apa yang 
diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang 
dilarang serta dicegahnya, dan menyembah Allah hanya dengan cara yang 
disyariatkannya.

2. Dalil Shalat dan Zakat serta tafsiran Tauhid.
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali supaya beribadah 
kepada Allah, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya lagi bersikap lurus, dan 
supaya mereka mendirikan Shalat serta mengeluarkan Zakat. Demikian itulah 
tuntunan agama yang lurus�.
(Al-Bayyinah : 5).

3. Dalil Shiyam
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu untuk 
melakukan shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum 
kamu, agar kamu bertakwa�.  (Al-Baqarah : 183).

4. Dalil Haji.
Firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Dan hanya untuk Allah, wajib bagi manusia melakukan haji, yaitu 
(bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa 
yang mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha tidak 
memerlukan semsesta alam�.  (Al �Imran : 97).

II. Tingkatan Iman.
Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah 
syahadat �LaiIlaaha Ilallaah�, sedang cabang yang paling rendah ialah 
menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu dari 
cabang Iman.

Rukun Iman ada enam, yaitu :
   1.Iman kepada Allah.
2.Iman kepada para Malaikat-Nya.
  3.Iman kepada Kitab-kitab-Nya.
4.Iman kepada para Rasul-Nya.
  5.Iman kepada hari Akhirat, dan
6.Iman kepada Qadar, yang baik dan yang buruk. (Qadar : takdir, ketentuan 
Ilahi.
Yaitu : Iman bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam semesta ini adalah 
diketahui, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta�ala).

  Dalil keenam rukun ini, firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Berbakti (dari Iman) itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu 
(dalam shalat) ke arah Timur dan Barat, tetapi berbakti (dan Iman) yang 
sebenarnya ialah iman seseorang kepada Allah, hari Akhirat, para Malaikat, 
Kitab-kitab dan Nabi-nabi...�.  (Al-Baqarah : 177).
   Dan firman Allah Ta�ala.

�Artinya : Sesungguhnya segala sesuatu telah Kami ciptakan sesuai dengan 
qadar�. (Al-Qomar : 49).

III. Tingkatan Ihsan.
Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :

  �Artinya : Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu 
melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu�. 
(Pengertian Ihsan tersebut adalah penggalan dari hadits Jibril, yang 
dituturkan oleh Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu �Anhu, sebagaimana akan 
disebutkan).

Dalilnya, firman Allah Ta�ala.

�Artinya : Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan 
orang-orang yang berbuat ihsan�.  (An-Nahl : 128).
   Dan firman Allah Ta�ala.

�Artinya : Dan bertakwallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha 
Penyayang. Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) 
perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesunnguhnya 
Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui�. (Asy-Syu�araa : 217-220).
   Serta firman-Nya.

�Artinya : Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari 
Al-Qur�an yang kamu baca, serta pekerjaan apa saja yang kamu kerjakan, tidak 
lain kami adalah menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya�. (Yunus : 
61).

Adapun dalilnya dari Sunnah, ialah hadits Jibril(1) yang masyhur, yang 
diriwayatkan dari �Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu �anhu.

  �Artinya : Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu �alaihi wa 
sallam, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih 
pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda 
sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yang 
mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi Shallallahu �alaihi wa 
sallam, dengan menyandarkan kelututnya pada kedua lutut beliau serta 
meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata : 
�Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam�, maka beliau menjawab :�Yaitu : 
bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad 
adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam 
pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk 
mengadakan perjalanan ke sana�. Lelaki itu pun berkata : �Benarlah engkau�. 
Kata Umar:�Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi 
juga membenarkan beliau. Lalu ia berkata : �Beritahulah aku tenatng 
Iman�.Beliau menjawab :�Yaitu : Beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, 
kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Akhirat, serta beriman kepada 
Qadar yang baik dan yang buruk�. Ia pun berkata : �Benarlah engkau�.Kemudian 
ia berkata : �Beritahullah aku tentang Ihsan�. Beliau menjawab :Yaitu : 
Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamumelihat-Nya. Jika kamu 
tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu�. Ia berkata lagi. 
Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau menjawab : �Orang yang ditanya 
tentang hal tersebut tidak lebih tahu dari pada orang yang bertanya�. 
AKhirnya ia berkata :�Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu�. 
Beliau menjawab : Yaitu : �Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan 
tuannya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak 
berpakaian sempurna melarat lagi, pengembala domba saling 
membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi�. Kata Umar : 
Lalu pergilah orang laki-laki itu, semantara kami berdiam diri saja dalam 
waktu yang lama, sehingga Nabi bertanya : Hai Umar, tahukah kamu siapakah 
orang yang bertanya itu ? Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih 
mengetahui. Beliau pun bersabda : �Dia adalah Jibril, telah datang kepada 
kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian�. (Hadits Riwayat Muslim dalam 
Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan diriwayatkan juga hadits 
dengan lafadz seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam 
Shahih-nya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke 1.)


  Fote Note.

   1.Disebut hadits jibril, karena jibril-lah yang datang kepada Rasulullah 
Shallallahu �alaihi wa sallam, dengan menanyakan kepada beliau tentang, 
Islam, Iman dan masalah hari Kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan 
pelajaran kepada kaum muslimin tentang masalah-masaalah agama.



  MENGENAL NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU �ALAIHI WA SALLAM

Beliau adalah Muhammad bin �Abdullah, bin �Abdul Muthallib, bin Hasyim. 
Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, 
sedang bangsa Arab adalah termasuk keturunan Nabi Isma�il, putera Nabi 
Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita 
sebaik-baik shalawat dan salam.

Beliau berumur 63 tahun, diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi nabi 
dan 23 tahun sebagai nabi dan rasul.
   Beliau diangkat sebagai nabi dengan �Iqra� yakni surah Al-�Alaq : 1-5, 
dan diangkat sebagai rasul dengan surah Al-Mudatstsir.

Tempat asal beliau adalah Makkah.
   Beliau diutus Allah untuk menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan 
mengajak kepada tauhid. Dalilnya, firman Allah Ta�ala.

   �Artinya : Wahai orang yang berselimut ! Bangunlah, lalu sampaikanlah 
peringatan. Agungkanlah Tuhanmu. Sucikalah pakaianmu. Tinggalkanlah 
berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan 
balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk memenuhi perintah 
Tuhanmu�.  (Al-Mudatstsir : 1-7).

Pengertian :

�Sampaikanlah peringatan�, ialah menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan 
mengajak kepada tauhid.�Agungkanlah Tuhanmu�. Agungkanlah Ia dengan berserah 
diri dan beribadah kepada-Nya semata-mata.�Sucikanlah pakaianmu�, maksudnya  
Sucikanlah segala amalmu dari perbuatan syirik. �Tinggalkanlah 
berhala-berhala itu�, artinya : Jauhkan dan bebaskan dirimu darinya serta 
orang-orang yang memujanya.

  Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh 
tahun, mengajak kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun itu beliau di mi�rajkan 
(diangkat naik) ke atas langit dan disyari�atkan kepada beliau shalat lima 
waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama tiga tahun. Kemudian, 
sesudah itu, beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.

Hijrah, pengertiannya, ialah : Pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan 
Islami.
   Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam. Dan 
kewajiban tersebut hukumnya tetap berlaku sampai hari kiamat. Dalil yang 
menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu firman Allah Ta�ala.


�Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan zhalim 
terhadap diri mereka sendiri (1), kepada mereka malaikat bertanya :�Dalam 
keadaan bagaimana kamu ini .? �Mereka menjawab :Kami adalah orang-orang yang 
tertindas di negeri (Makkah). Para malaikat berkata : �Bukankah bumi Allah 
itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (kemana saja) di bumi ini ?. Maka 
mereka itulah tempat tinggalnya neraka Jahannam dan Jahannam itu adalah 
seburuk-buruk empat kembali. Akan tetapi orang-orang yang tertindas di 
antara mereka, seperti kaum lelaki dan wanita serta anak-anak yang mereka 
itu dalam keadaan tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak mengetahui 
jalan(untuk hijrah), maka mudah-mudahan Allah memaafkan mereka. Dan Allah 
adalah Maha Pema�af lagi Maha Pengampun�.  (An-Nisaa : 97-99).

Dan firman Allah Ta�ala.

�Artinya : Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman ! Sesungguhnya, bumi-Ku adalah 
luas, maka hanya kepada-Ku saja supaya kamu beribadah�.  (Al-Ankabuut : 56).

Al-Baghawi (2), Rahimahullah, berkata :�Ayat ini, sebab turunnya, adalah 
ditujukan kepada orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang mereka 
itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah menyeru kepada mereka dengan 
sebutan orang-orang yang beriman�.
   Adapun dalil dari Sunnah yang menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu sabda 
Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam.

   �Artinya : Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu taubat belum 
ditutup, sedang pintu taubat tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari 
barat�.
   (Hadits Riwayat Imam Ahmad dalam Al-Musnad, jilid 4, hal. 99. Abu Dawud 
dalam Sunan-nya, kitab Al-Jihad, bab 2, dan Ad-Darimi dalam Sunan-nya, kitab 
As-Sam, bab 70).
  Setelah Nabi Muhammad menetap di Madinah, disyariatkan kepada beliau 
zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma�ruf dan nahi mungkar, serta 
syariat-syariat Islam lainnya.

Beliau-pun melaksanakan untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih 
selama sepuluh tahun. Sesudah itu wafatlah beliau, sedang agamanya tetap 
dalam keadaan lestari.

Inilah agama yang beliau bawa : Tiada suatu kebaikan yang tidak beliau 
tunjukkan kepada umatnya dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau 
peringatkan kepada umatnya supaya di jauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan 
ialah tauhid serta segala yang dicintai dan diredhai Allah, sedang keburukan 
yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah syirik serta segala yang 
dibenci dan tidak disenangi Allah.

Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam, diutus oleh Allah kepada 
seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada seluruh jin dan manusia untuk 
mentaatinya. Allah Ta�ala berfirman.

  �Artinya : Katakanlah. �Wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah 
kepada kamu semua�.    (Al-Araaf : 158).
  Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita, 
firman Allah Ta�ala.

  �..Pada hari ini 3, telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku 
lengkapkan kepadamu ni�mat-Ku serta Aku redhai Islam itu menjadiagama 
bagimu�. (Al-Maaidah : 3).
  Adapun dalil yang menunjukkan bahwa beliau Shallallahu �alaihi wa sallam 
juga wafat, ialah firman Allah Ta�ala.
  �Artinya :Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka-pun akan 
mati (pula). Kemudian, sesungguhnya kamu nanti pada hari kiamat berbantah- 
bantahan di hadapan Tuhanmu�.    (Az-Zumar : 30-31).

  Manusia sesudah mati, mereka nanti akan dibangkitkan kembali. Dalilnya 
firman Allah Ta�ala.

  �Artinya : Berasal dari tanahlah kamu telah Kami jadikan dan kepadanya 
kamu Kami kembalikan serta darinya kamu akan Kami bangkitkan sekali lagi�    
(Thaa-haa : 55).

Dan firman Allah Ta�ala.

�Artinya : Dan Allah telah menumbuhkan kamu dari tanah dengan 
sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalamnya (lagi) dan (pada 
hari Kiamat) Dia akan mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya�.   (Nuh : 
17-18).

  Setelah manusia dibangkitkan, mereka akan di hisab dan diberi balasan 
sesuai  dengan amal perbuatan mereka, firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang 
ada di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat 
buruk sesuai dengan perbuatan mereka dan memberi alasan kepada orang-orang 
yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih baik (surga)�.  (An-Najm : 31).
  Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka dia adalah kafir, 
firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : (Kami telah mengutus) rasul-rasul menadi penyampai kabar 
gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada lagi suatu alasan bagi menusia 
membantah Allah sebelum (diutusnya), serta beliaulah penutup para nabi�. 
(An-Nisaa : 165).

�Artinya : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka tidak akan 
dibangkitkan. Katakan : �Tidaklah demikian. Demi Tuhanku, kamu pasti akan 
dibangkitkan dan niscaya akan diberitakan kepadamu apapun yang telah kamu 
kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah bagi Allah�. (At-Tghaabun : 
7).

  Allah telah mengutus semua rasul sebagai penyampai kabar gembira dan 
pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : (Kami telah mengutus) rasul-rasul menjadi penyampai kabar 
gembira dan pemberi peringatan supaya tiada lagi suatu alasan bagi manusia 
membantah Allah setelah (diutusnya) para rasul itu ..�    (An-Nisaa :165).

  Rasul pertama adalah Nabi Nuh �Alaihissalam 4, Dan rasul terkahir adalah 
Nabi Muhammad Shallallahu �alaihi wa sallam, serta beliaulah penutup para 
nabi.

Dalil yang menunjukkan bahwa rasul pertama adalah Nabi Muhammad Shallallahu 
�alaihi wa sallam, firman Allah Ta�ala.
  �Artinya : Sesungguhnya Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami 
telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi sesudahnya ..�  (An-Nisaa : 163).
  Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul, mulai dari Nabi 
Nuh sampai Nabi Muhammad, dengan memerintahkan mereka untuk beribadat kepada 
Allah semata-mata dan melarang mereka beribadah kepada thagut. Allah Ta�ala 
berfirman.

   �Artinya : Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada setiap umat 
seorang rasul (untuk menyerukan) :�Beribadahlah kepada Allah (saja) dan 
jauhilah thagut itu ..�.  (An-Nahl : 36).
  Dengan demikian, Allah telah mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya supaya  
bersikap kafir terhadap thagut dan hanya beriman kepada-Nya.
   Ibnu Al-Qayyim 5, Rahimahullah Ta�ala, telah menjelaskan pengertian 
thagut tersebut dengan mengatakan.

  �Artinya : Thagut, ialah setiap yang diperlakukan manusia secara melampui 
batas (yang telah ditentukan oleh Allah), seperti dengan disembah, atau 
diikuti atau dipatuhi�.
  Dan thagut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima :

1.Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah.
2.Orang yang disembah, sedang dia sendiri rela.
3.Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
4.Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib, dan
5.Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah   
diturunkan oleh Allah.

  Allah Ta�ala berfirman.
  �Artinya : Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas 
kebenaran dari kesesatan. Untuk itu, barangsiapa yang ingkar kepada thagut 
dan beriman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan 
tali yang terkuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha 
mendengar lagi Maha Mengetahui�. (Al-Baqarah : 256).
  Ingkar kepada semua thagut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana 
dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat syahadat �Laa Ilaaha Ilallah�.

Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu �alaihi wa sallam 
bersabda.

  �Artinya : Pokok agama ini adalah Islam(6), dan tiangnya adalah shalat, 
sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fi sabilillah�. (Hadits Shahih 
riwayat Ath-Thabarani dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dan riwayat 
At-Tirmidzi dalam Al-Jaami Ash-Shahih, kitab Al-Imaan, bab 8).

  Hanya Allah-lah Yang Mahatau. Semoga shalawat dan salam sentiasa 
dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad kepada keluarga dan para sahabatnya.


  Fote Note.

   1.Yang dimaksud dengan orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka 
sendiri dalam ayat ini, ialah orang-orang penduduk Makkah yang sudah masuk 
Islam tetapi mereka tidak mau hijrah bersama Nabi, padahal mereka mampu dan 
sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir supaya ikut 
bersama mereka pergi ke perang Badar, akhirnya ada diantara mereka yang 
terbunuh.

2.Abu Muhammad Al-Husein bin Mas�ud bin Muhammad Al-Farra� atau Ibnu 
Al-Farra�. Al Baghawi (436-510H - 1044-1117M). Seorang ahli dalam bidang 
fiqh, hadits dan tafsir. Di antara karyanya : At-Tahdziib (fiqh), Syarh 
As-Sunnah (hadits), Lubaab At-Ta�wiil fi Ma�aalim At-Tanziil (tafsir).

3.Maksudnya, adalah hari Jum�at ketika wukuf di Arafah, pada waktu Haji 
Wada.

4.Selain dalil dari Al-Qur�an yang disebutkan Penulis, yang menunjukkan 
bahwa Nabi Nuh adalah rasul pertama, di sana juga ada hadits shahih yang 
menyatakan bahwa Nabi Nuh adalah rasul pertama yang di utus kepada penduduk 
bumi ini, seperti hadits riwayat Al-Bukhari dalam Shahih-nya kitab 
Al-Anbiya, bab 3 dan riwayat Muslim dalam Shahih-nya kitab Al-Iman, bab. 84. 
Adapun Nabi Adam Alaihissalam, menurut sebuah hadits yang diriwayatkan dari 
Abu Dzar Al-Ghifari, Radhiyallahu anhu. Beliau adalah nabi pertama. Dan 
disebutkan dalam hadits ini bahwa jumlah para nabi ada 124 ribu orang, dari 
jumlah tersebut sebagai rasul 315 orang, dan dalam riwayat lain disebutkan 
310 orang lebih. Lihat : Imam Ahmad, Al-Musnad, jilid 5, hal. 178, 179 dan 
265.

5.Abu Abdillah : Muhammad bin Abu Bakar, bin Ayyub, bin Said, 
Az-Zur�i,Ad-Dimasqi, terkenal dengan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah (691-751H - 
1292 - 1350M). Seorang ulama yang giat dan gigih dalam mengajak umat Islam 
pada zamannya untuk kembali kepada tuntunan Al-Qur�an dan Sunnah serta 
mengikuti jejak para Salaf Shalih. Mempunyai banyak karya tulsi, antara lain 
: Madaarij As-Salikin, Zaad Al-Ma�aad, Thariiq Al-Hijratain wa Baab 
As-Sa�aadatain, At-Tibyaan fi Aqwaam Al-Qur�aan, Miftah Daar As-Sa�aadah.

6.Silahkan melihat kembali pengertian Islam yang disebutkan oleh Penulis, 
dalam Tiga Landasan Utama bagian 3/4


>Assalamualaikum semua,
>
>Tokoh ulama' Sunni kota Mekkah paling terkenal yang mengisytiharkan
>Wahabiyyah (Salafiyyah/Kaum Muda) adalah suatu FITNAH ialah Mufti
>as-Sheikh Ahmad Zayni Dahlan al-Makkiyy, ash-Shafi'i (1815-1886) -
>dalam bukunya "Fitnat-ul-Wahhabiyyah". Berikut adalah biodata ringkas
>mengenai beliau.
>

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 ( Melanggan ? To : [EMAIL PROTECTED]   pada body : SUBSCRIBE HIZB)
 ( Berhenti ? To : [EMAIL PROTECTED]  pada body:  UNSUBSCRIBE HIZB)
 ( Segala pendapat yang dikemukakan tidak menggambarkan             )
 ( pandangan rasmi & bukan tanggungjawab HIZBI-Net                  )
 ( Bermasalah? Sila hubungi [EMAIL PROTECTED]                    )
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pengirim: "k b" <[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke