DIKIRIM KEPADA: [email protected]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Januari 2002, Vol.5 No.04
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Lima Cara Gereja Lokal Dapat Bertumbuh ...
o [Profil/Sumber Misi] : Church Initiative, Priority Leader
o [Doa Bagi Misi Dunia] : Rusia, Senegal, Jepang
o [Doa Bagi Indonesia] : Korupsi di Indonesia
o [Surat Anda] : Selamat Tahun Baru dan Retreat Center
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Shalom
Apakah gereja yang sehat itu? Kami yakin ini telah menjadi
pertanyaan setiap gereja Tuhan yang ingin bertumbuh, karena
sebagaimana tubuh manusia, gereja kalau tidak sehat tidak akan
bertumbuh baik. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini
kami tampilkan satu artikel, tulisan dari Raymound C. Ourtland dalam
bukunya yang berjudul "Filsafat Pelayanan Berdasarkan Alkitab",
yang akan mewujudkan tiga prioritas gereja, yaitu:
gereja harus:
- memberikan komitmen kepada Yesus Kristus (Ketuhanan Kristus),
- memberikan komitmen kepada satu dengan yang lain di dalam Tubuh
Kristus, dan
- memberikan komitmen kepada dunia yang mana Kristus rela mati untuk
menyelamatkannya (Dunia).
Inginkah gereja anda bertumbuh dengan sehat? Selamat membaca.
Salam dan doa,
Staf Redaksi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~
LIMA CARA GEREJA LOKAL DAPAT BERTUMBUH SECARA SEHAT
===================================================
[Judul Asli: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini ]
Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh
secara sehat:
Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh
secara sehat:
1. Gereja yang sehat harus bertumbuh secara jumlah dan secara
kedewasaan rohani.
2. Gereja yang sehat harus mengalami pertumbuhan keluar (tidak
hanya ke dalam), yaitu dengan terlibat dalam pengutusan misi
dunia.
3. Gereja yang sehat harus mendirikan gereja-gereja baru di daerah
sekitar yang tidak jauh dari tempat dimana gereja itu berada.
4. Gereja yang sehat harus memberikan dorongan semangat dan contoh
teladan bagi gereja-gereja lain.
5. Gereja yang sehat harus mengembangkan pengaruh sosialnya di
masyarakat di mana gereja itu berada.
1. MENDORONG ADANYA PERTUMBUHAN BAIK SECARA JUMLAH DAN SECARA ROHANI
PEMBERITAAN INJIL. Adalah sangat penting bagi pendeta dan anak
buahnya untuk membuat rencana-rencana yang dapat memberikan dorongan
semangat khususnya di dalam bidang penginjilan untuk jemaat lokal.
Dan pekabaran Injil ini harus secara kultural dapat diterima.
Terlalu sering gereja-gereja lokal tidak mempunyai kepekaan terhadap
masyarakat di sekitar mereka sendiri dengan mengesampingkan
kelompok-kelompok masyarakat yang secara geografis berdekatan.
Tetapi orang-orang Kristen akan menunjukkan sikap kritis mereka,
bilamana melihat adanya seorang penginjil yang melangkah keluar
untuk melayani di luar lingkungan budayanya sendiri. Tuhan menemui
orang-orang di tempat mana mereka berada/tinggal. Dia makan dan
minum bersama-sama mereka dan menghadiri pesta jamuan makan yang
mereka adakan. Dia berada bersama orang-orang yang lapar, orang-
orang yang sakit, para bangsawan, orang-orang kaya, seseorang yang
sudah lima kali mengalami kawin cerai. Pendeta dengan rekan-rekan
seimannya harus dapat menemukan alat atau sarana yang melaluinya
Injil dapat disampaikan dan didengar dengan sebaik-baiknya.
PEMURIDAN. Gereja harus terlibat di dalam tugas pemberitaan Injil.
Tetapi, jika hanya membuat keputusan-keputusan saja, dan tidak
mengadakan langkah pemuridan, maka ini merupakan kesalahan yang
tragis. Yesus memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memandang
sekelilingnya, pergi dan menjadikan murid, membaptiskan dan mengajar
(Matius 28:19-20). Proses untuk menempatkan domba-domba baru masuk
ke dalam kawanan domba harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebuah
gereja lokal harus mengembangkan suatu proses pemikiran mengenai hal
pemuridan untuk menolong mengarahkan dan menangani hasil-hasil dari
pekabaran Injil dan memantapkan orang-orang yang baru percaya
tersebut ke dalam persekutuan. Berikut ini beberapa saran tentang
langkah-langkah di dalam pekabaran Injil/proses pemuridan
sebagaimana sudah dikembangkan oleh dua belas anggota dari team
pastoral (pelayanan penggembalaan) di sebuah gereja yang pernah
digemabalakan oleh si penulis artikel ini:
Langkah 1: Setiap pengunjung yang hadir di dalam semua kegiatan
kebaktian, pagelaran musik rohani dan acara-acara kebaktian
khusus lainnya diminta untuk mengisi kartu-kartu isian yang
sudah disediakan.
Langkah 2: Selama minggu berikutnya satu team pemberita Injil
mengunjungi rumah-rumah para pengunjung yang hadir (berdasarkan
kartu-kartu yang sudah diisi) dan menyampaikan berita Injil.
Langkah 3: Jika pengunjung yang dikunjungi itu menunjukkan sikap
tertarik terhadap Injil, maka dia didorong untuk bersedia datang
lagi di dalam kebaktian gereja. Dia juga diundang untuk
menghadiri kelas-kelas pemahaman Alkitab -- yang terdiri dari
beberapa kelompok kecil, yang disediakan selama lima minggu
secara berurutan, yang khusus membahas mengenai pokok-pokok dasar
Alkitab dan Injil, sehingga dalam suasana seperti itu anggota-
anggota yang hadir di dalam kelas pemahaman Alkitab mendapat
kesempatan untuk menerima Kristus.
Langkah 4: Proses pemuridan berjalan terus, sementara setiap
pribadi diundang untuk menghadiri kelas-kelas dewasa pada hari
Minggu sesuai dengan pilihan masing-masing. Kelas-kelas ini
mengajarkan hal-hal seperti bagaimana hidup di tengah-tengah
masyarakat sebagai orang yang beriman, bagaimana melakukan
tindakan-tindakan sosial, kegiatan cell-group, team-team doa,
dan lain sebagainya, dimana para pendatang baru dapat
mengembangkan rasa ikut memiliki dari bagian persekutuan dan
mengembangkan hubungan antara satu dengan yang lain.
Langkah 5: Keanggotaan Gereja disampaikan setiap kali pribadi-
pribadi menjadi orang percaya. Penulis yakin apabila hal
keanggotaan gereja terlalu ditekankan, dapat juga terjadi bahwa
hal keanggotaan gereja ini tidak mendapatkan perhatian sama
sekali. Keanggotaan gereja dan baptisan adalah penting bagi
komitmen kepada gereja lokal.
Langkah 6. Proses penginjilan dan pemuridan terselesaikan bilamana
orang percaya baru sudah dimantapkan di dalam kegiatan-kegiatan
kebaktian umum secara reguler; dan di dalam kelas-kelas Sekolah
Minggu dewasa untuk bersekutu, saling memberikan perhatian,
dan belajar bersama, disamping saling menasehati dan mendoakan.
Juga dimantapkan di dalam kegiatan kelompok-kelompok kecil di
rumah-rumah yang terdiri dari empat sampai delapan orang anggota
(cell-group). Kelompok-kelompok kecil ini sangat perlu untuk
mengembangkan adanya komitmen yang dalam, baik untuk perkembangan
spirituil masing-masing pribadi, ataupun di dalam hal untuk
saling merawat dan memelihara kehidupan rohani dalam kebersamaan.
Pekerja gereja, di mana penulis pernah menjadi gembalanya, menemukan
juga bahwa pada dasarnya Tuhan sudah menetapkan bagi kehidupan
gereja tiga tingkatan kontak yang dapat memenuhi kebutuhan spirituil
masing-masing anggota dan juga menolong mengembangkan persekutuan
dan pemuridan yang sungguh sangat diperlukan bagi suatu pertumbuhan
gereja yang sehat.
Tingkatan pertama: Kontak-kontak yang terjadi selama kegiatan
kebaktian Minggu pagi. Kontak-kontak ini menolong orang-orang
percaya untuk memelihara hubungan mereka dengan Kristus. Suatu
kebaktian yang besar, yang terdiri dari jumlah anggota yang
banyak, dimana di dalam kebaktian seperti itu diusahakan agar
setiap anggota jemaat mengalami kontak langsung secara pribadi
dengan Allah sendiri dan semua aspek dari kebaktian sehingga
penyembahan berjalan terus dan bekerja di dalam pribadi setiap
anggota jemaat sampai pada akhir kebaktian.
Tingkatan kedua: Kontak terjadi selama diselenggarakannya kelas-
kelas Sekolah Minggu untuk orang-orang dewasa. Jumlah yang hadir
di kelas-kelas Sekolah Minggu dewasa bervariasi di setiap kelas
yang ada, mulai dari 25 sampai dengan 175 dan sengaja diadakan
dengan cara membagi kelompok-kelompok yang jumlah anggotanya
besar, menjadi beberapa kelompok-kelompok yang lebih kecil.
Kelompok-kelompok kecil ini bersatu dan bersehati untuk berakar
dan bersekutu, bersaksi bersama pada tiap akhir minggu,
mengunjungi orang-orang sakit, mengadakan perwujudan kasih bagi
mereka-mereka yang diperhadapkan pada suatu kebutuhan, melakukan
kegiatan retreat, kebaktian bersama akhir tahun dan berbagai
langkah kegiatan lainnya di mana melalui kesemuanya itu suasana
rasa memiliki satu dengan yang lain, saling memperhatikan, saling
bertanggung jawab dapat dikembangkan dan dimantapkan.
Tingkatan ketiga: Kontak yang dipusatkan pada kelompok kecil.
Kelompok-kelompok kecil ini memberikan kesempatan kepada orang-
orang percaya untuk mengenal satu dengan yang lain secara dekat
dan saling mengasihi. Di sini mereka dapat mengakui dan
membereskan dosa-dosa mereka, mendapatkan dukungan rohani dan doa-
doa di dalam mencapai sasaran-sasaran masing-masing secara
pribadi, dan melayani Allah sebagai bagian dari satu team.
2. MENEKANKAN HAL PENGINJILAN SEDUNIA
Sebagai tambahan atas pertumbuhan baik secara jumlah maupun rohani,
satu jemaat harus bertumbuh juga di dalam keterlibatannya untuk
penginjilan dunia. Gereja yang sehat harus mempunyai visi untuk
menjangkau dunia dan membuat rencana untuk menerangi dan menggarami
dunia. Pendeta berkewajiban untuk memberikan tantangan sehubungan
dengan hal ini kepada anggota-anggota jemaat, tantangan untuk
memberikan perhatian dan ikut mengambil bagian dalam Amanat Agung.
Mengarahkan fokus di bidang misi (pengutusan) bukannya sekedar
pilihan tetapi merupakan suatu perintah atau amanat yang harus
ditaati. Hal ini memerlukan adanya pemeliharaan secara terus-menerus
agar visi yang terarah itu tidak pudar ataupun menyimpang; dan
pendeta harus memberikan teladan serta membuka jalan dengan
melangkah pergi, melayani, dan mendoakan. Dia sebagai pendeta perlu
mengembangkan adanya roh kesediaan untuk memberi di dalam gereja
sehingga dengan demikian anggota-anggota jemaat akan bersedia
untuk ikut mengambil bagian, baik dengan uang mereka untuk mengambil
bagian dalam kebutuhan dunia.
3. MENDIRIKAN GEREJA-GEREJA BARU
Prioritas ketiga dari suatu gereja yang sehat adalah mendirikan
gereja-gereja baru. Jika orang-orang Kristen yang sehat berlipat
ganda dengan sendirinya, maka demikian juga dengan jemaat yang
sehat. Gereja dimana penulis pernah menjadi gembalanya sudah
mendirikan beberapa gereja-gereja muda dengan cara yang pada
mulanya agak serampangan, tetapi gereja tersebut akhirnya mengalami
keberhasilan dan mengusahakan yang terbaik. Pertama, diadakan
penelitian terhadap suatu daerah tertentu, untuk mengetahui apakah
sebenarnya kebutuhan yang mendesak dan potensial dari daerah
tersebut. Dipilih satu letak yang strategis, dan usaha penginjilan
pribadipun dilakukan. Daftarkan orang-orang di sekitar tempat
tersebut yang merasa tertarik dan bersimpati. Anggota-anggota
jemaatpun juga mengadakan penelitian, untuk mencari tahu siapakah
anggota-anggota jemaat yang merasa terbeban untuk menolong
mendirikan serta memperkuat gereja baru ini. Pada kelas Sekolah
Minggu baru yang diadakan berikutnya di gereja "induk", ajaklah
orang-orang yang berasal dari tempat baru, yang tertarik untuk
bergabung dalam gereja baru dan juga anggota-anggota gereja induk
itu sendiri yang menyatakan kesediaan, untuk mengambil bagian
untuk memperkuat gereja yang baru dimulai ini.
Sebagaimana halnya bayi manusia, kelompok ini untuk selama sembilan
bulan berada di dalam rahim "gereja induk" di mana mereka saling
berdesakan dan merasa nyaman serta saling akrab satu dengan yang
lain. Kelas baru ini diberi nama "Gereja Kecil di Lantai Tiga", dan
pengajar-pengajarnya adalah anggota team penggembalaan dari gereja
"induk" yang sudah dipilih untuk mendampingi, membimbing "gereja
yang masih baru" tersebut dan menjadi pendeta (gembala) pertama yang
penuh waktu. Sesudah mengadakan pertemuan selama sembilan bulan dan
meulai membentuk kelompok-kelompok kecil di antara mereka, maka
gereja baru tersebut diluncurkan melalui kebaktian pelepasan yang
meriah dan doa-doa bersama. Dewasa ini, sesudah tiga tahun, gereja
tersebut memiliki jumlah anggota sebanyak dua ratus. Dan gereja
tersebut belum lama ini juga mengangkat pendeta-pendeta pembantu.
4. MEMBANTU, MEMBERIKAN DORONGAN SEMANGAT KEPADA GEREJA-GEREJA YANG
ADA
Prioritas keempat untuk suatu gereja yang sehat adalah membantu,
memberikan dorongan semangat kepada gereja-gereja yang lain. Pendeta
gereja setempat harus terbuka, bersedia untuk mendoakan dan
mengusahakan yang terbaik untuk membantu pertumbuhan gereja-gereja
di sekitar daerah di mana gereja yang digembalakannya berada.
Penulis ini sudah sepuluh tahun lamanya menjadi anggota kelompok
pendeta-pendeta di daerah lokal di mana dia menggembalakan. Setiap
pendeta yang menjadi anggota dari kelompok pendeta-pendeta gereja
lokal di daerah tersebut, bersatu hati untuk menjaga dan memelihara
keberadaan dan kebaikkan gereja-gereja satu dengan yang lain dan
dengan secara jujur, tulus dan murni mengusahakan pertumbuhan dari
gereja-gereja di sekitar daerah tersebut. Seringkali penulis
mengadakan waktu dalam satu team, untuk melayani gereja-gereja lokal
yang lain ataupun mengundang satu kelompok atau team dari gereja
yang lain untuk datang dan saling bersekutu satu dengan yang lain.
5. MENGEMBANGKAN PERHATIAN SOSIAL
Prioritas kelima untuk suatu gereja lokal yang sehat adalah adanya
kesadaran sosial. Di sekitar gereja, senantiasa dijumpai banyak
orang yang miskin, sakit secara mental, sakit secara tubuh di rumah-
rumah perawatan tertentu, mereka yang berada di dalam penjara dan
rumah-rumah sakit, dan mereka yang menderita karena masalah-masalah
keluarga. Gereja-gereja harus melatih anggota-angota jemaatnya untuk
menjadi kelompok-kelompok dengan tugas pelayanan khusus secara lokal
dan mengarahkan perhatian gereja untuk mengatasi berbagai
permasalahan sosial yang timbul di daerah di mana gereja berada.
Sumber:
Judul Buku : Filsafat Pelayanan Berdasarkan Alkitab
Judul Artikel: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini
Pengarang : Raymond C. Ortlund
Penerbit : Yakin, Surabaya
Halaman : 65 - 69
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
CHURCH INITIATIVE
==> http://www.churchinitiative.org
==> http://www.griefshare.org [GriefShare]
==> http://www.divorcecare.org [DivorceCare]
==> http://www.facingforever.org [Facing Forever evangelism and
outreach resources]
Church Initiative adalah pelayanan non-profit dan interdenominasi
yang bertujuan untuk memperlengkapi gereja-gereja agar dapat
melakukan pelayanannya secara efektif kepada jemaat/masyarakat.
Situs ini menyediakan materi dan bantuan operasional bagi kelompok-
kelompok kecil yang sedang melayani mereka yang berdukacita
(GriefShare), mereka yang mengalami perceraian (DivorceCare), dan
mereka yang kecanduan judi. Saat menghadapi krisis kehidupan yang
rumit, kebanyakan orang seringkali membuka hati untuk menerima
solusi-solusi spiritual bagi penyelesaian masalah mereka. Kelompok-
kelompok GriefShare dan DivorceCare telah ditempatkan di ribuan
gereja di seluruh wilayah USA, Kanada, dan 20 negara lain.
Yang menarik, pelayanan Church Initiative dapat juga diakses oleh
orang-orang non-Kristen. Program dari Church Initiative yang
didasarkan pada Alkitab dan berpusatkan pada Kristus ini dirancang
sedemikian rupa sehingga mudah diterima bagi orang-orang non-
Kristen. Program tersebut meliputi materi seminar video dari
pembicara-pembicara Kristen terkemuka seperti Bill Bright, Elizabeth
Eliot, Joni Eareckson Tada dan Luis Palau. Situs pelayanan
GriefShare and Divorce-care dirancang untuk menarik banyak orang
agar ikut berpartisipasi dalam program tersebut sekaligus sebagai
media informasi tentang pelayanan yang mereka lakukan.
PRIORITY LEADER
==> http://www.PriorityLeader.com
Priority Leader adalah Situs yang disediakan bagi para profesional
Kristen agar mereka dapat diperlengkapi dan dilatih untuk melakukan
penginjilan, pemuridan, dan kepemimpinan. Ini adalah Situs bagus
bagi para profesional Kristen yang serius ingin dapat melakukan
penginjilan dan pemuridan di tempat mereka bekerja. Ada banyak
sumber gratis yang tersedia dalam Situs ini, seperti sumber tentang
apologetik dan berita- berita aktual. Priority Leader adalah Situs
utama bagi pelatihan pemuridan dan kepemimpinan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
R U S I A
Target penginjilan dari sebuah kursus Alkitab jarak jauh melalui
internet adalah orang-orang yang menggunakan bahasa Rusia sebagai
bahasa tutur. Perwakilan dari Greater Europe Mission mengatakan
bahwa mereka mengadakan kerja sama dengan Mission Aviation
Fellowship, Bible Mission dan Moody Bible Institute (MBI). Kursus
tersebut akan menggunakan pola yang sama dengan programnya MBI --
MBI memiliki 5 tingkatan kursus Alkitab yang telah diterjemahkan
oleh Bible Mission International ke dalam bahasa Rusia. Dan kursus
Alkitab tersebut telah meraih sukses dimana sekitar 30% dari orang-
orang non-Kristen dapat ditolong untuk menjadi pengikut Kristus
setelah mengikuti kursus tersebut. Hal itu baru permulaan saja.
Greater Europe Mission tidak hanya tertarik untuk menggunakan kursus
Alkitab tersebut di wilayah Eropa saja, tetapi mereka juga ingin
menjadikan kursus Alkitab tersebut sebagai kerangka acuan yang dapat
digunakan oleh Situs-situs PI di seluruh dunia. Beberapa lembaga
pelayanan telah bekerja sama dengan Greater Europe Mission.
Sumber: What In The World ... Dec 2001
* Doakan terus pelayanan Greater Europe Mission dalam usahanya untuk
menjangkau orang-orang non-Kristen melalui kursus Alkitab lewat
internet.
* Berdoa untuk proses follow-up dari orang-orang yang telah selesai
mengikuti kursus Alkitab tersebut.
S E N E G A L
Orang-orang Kristen diminta untuk mendoakan pelayanan-pelayanan misi
di Senegal, Afrika Barat. Populasi penduduk Afrika yang non-Kristen
mencapai 90%, meskipun demikian negara tersebut mempunyai toleransi
tinggi dan terbuka bagi Injil. Salah seorang perwakilan dari SIM
(Serving In Mission) Missionary menjelaskan bahwa untuk menceritakan
Injil kepada para muslim di sekitarnya adalah hal yang mudah.
"Mereka seringkali memperbincangkan keyakinan orang Kristen yang
mereka anggap tidak benar. Sebenarnya ada banyak jembatan-jembatan
yang dapat menghubungkan kita dengan para Muslim karena banyaknya
benang merah yang terjalin antara Islam dan Kristen". Juga perlu
diingat untuk mendoakan orang-orang Kristen yang tersebar di
berbagai tempat di Senegal. Selain jumlahnya hanya sedikit, orang-
orang percaya tersebut masih kurang sekali dalam hal pemahaman
Alkitab.
Sumber: Mission Network News, December 28, 2001
* Doakan pelayanan SIM dalam menjangkau mereka yang belum mengenal
Kristus di antara penduduk Senegal.
* Berdoa terus untuk kelanjutan bimbingan bagi orang-orang percaya
di Senegal agar iman mereka dapat terus bertumbuh dan ada orang-
orang/lembaga misi yang terbeban untuk melayani mereka.
J E P A N G
Saat tim dari Every Home for Christ dan Campus Crusade for Christ
mensharingkan Injil di Jepang, seorang pendeta agama Shinto yang
berumur 80 tahun dari Kuil Shinto tidak dapat tidur karena dia
mendengarkan kaset Yesus dan membaca buklet Injil berulang-ulang
sepanjang semalaman sebelum akhirnya dia mau membuka hatinya bagi
Kristus. Keesokan harinya, ia datang ke gereja sambil membawa buku-
buku dan pakaian-pakaian yang berhubungan dengan dewa-dewa masa
lalunya dan meminta gereja untuk membakarnya. Sekarang, ia sangat
bersemangat untuk berdoa dan membaca Alkitab setiap hari! Lebih dari
700,000 buklet Injil dan kaset-kaset Yesus dibagikan melalui
pelayanan outreach.
Sumber: Advance: Dec 2001
* Muliakanlah Allah yang telah menuntun pendeta Shinto tsb. untuk
menemukan jalan keselamatan yang sejati dalam Yesus Kristus.
* Berdoa agar Allah membukakan pintu bagi setiap pelayanan di Jepang
untuk dapat membawa orang-orang lebih banyak lagi kepada Kristus.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Korupsi di Indonesia
--------------------
* Tetaplah berdoa tanpa henti-hentinya bagi kasus-kasus korupsi yang
tengah ditangani oleh pemerintah. Kiranya hal ini bukan hanya
sebagai formalitas saja, tetapi betul-betul terjadi gerakan
pembrantasan dari tingkat atas sampai tingkat bawah.
* Doakanlah terus agar Allah memberikan keberanian kepada lembaga
peradilan, Hakim, Jaksa dan semua yang terlibat didalamnya untuk
betul-betul menjalankan keadilan dan hidup bersih dengan tidak
tergoda untuk mengikuti kebiasaan korupsi yang ada.
* Korupsi telah mengakar dalam budaya Indonesia, ibarat pohon yang
akar-akarnya telah menggurita & menjalar ke segala penjuru. Doakan
budaya tersebut dapat terkikis perlahan-lahan tetapi pasti.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: "Ivone Palar" <wismapangestu@>
>Selamat Tahun Baru! Kita percaya Tuhan yang telah memimpin di tahun
>2001, DIA pula yang memimpin kita di tahun 2002 khususnya buat
>e-JEMMi yang sudah jadi berkat untuk banyak orang juga saya dengan
>milis-milisnya yang bagus. Saya tidak kekurangan bahan doa dan
>banyak bahan lainnya yang saya perlukan bisa langsung diklik saja.
>Terima kasih ya. Oh ya boleh nggak titip website pelayananku? Saat
>ini saya sedang melayani di Retreat Center yang bernama WISMA
>PANGESTU di daerah Cicurug-Sukabumi, tepatnya 20 Km dari Ciawi.
>Siapa tahu pelanggan e-JEMMi sedang cari-cari tempat retreat bisa
>kunjungi di http://www.reenbo.com/Pangestu/index.html
>Terima kasih atas perhatiannya. Tuhan memberkati.
>Salam dan Doa, Ivone Palar.
Redaksi:
Amin atas doa anda. Bersyukur jika anda dapat mendukung berbagai
pelayanan Tuhan dengan doa-doa anda. Terima kasih juga untuk
informasinya tentang tempat Retreat. Untuk pembaca e-JEMMi yang
sedang mencari-cari tempat retreat, silakan berkunjung.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* WHAT IN THE WORLD... http://www.egroups.com/messages/whatintheworld
* Advance Newsletter < [EMAIL PROTECTED] >
_____________________________ DISCLAIMER _____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2002 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Oenike, Asih, Evie, dkk.
______________________________________________________________________
Situs Web e-MISI/e-JEMMi (Arsip/Link/dll): http://www.sabda.org/misi/
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Muliakanlah Allah dengan Hidupmu"
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)