DIKIRIM KEPADA: [email protected]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi)      Januari 2002, Vol.5 No.04
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
SEKILAS ISI:

  o [Editorial]
  o [Artikel Misi]         : Lima Cara Gereja Lokal Dapat Bertumbuh ...
  o [Profil/Sumber Misi]   : Church Initiative, Priority Leader
  o [Doa Bagi Misi Dunia]  : Rusia, Senegal, Jepang
  o [Doa Bagi Indonesia]   : Korupsi di Indonesia
  o [Surat Anda]           : Selamat Tahun Baru dan Retreat Center
  o [URLs Edisi Ini]

***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
  e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
  mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************

~~ EDITORIAL ~~

   Shalom

   Apakah gereja yang sehat itu? Kami yakin ini telah menjadi
   pertanyaan setiap gereja Tuhan yang ingin bertumbuh, karena
   sebagaimana tubuh manusia, gereja kalau tidak sehat tidak akan
   bertumbuh baik. Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini
   kami tampilkan satu artikel, tulisan dari Raymound C. Ourtland dalam
   bukunya yang berjudul "Filsafat Pelayanan Berdasarkan Alkitab",
   yang akan mewujudkan tiga prioritas gereja, yaitu:
   gereja harus:
   - memberikan komitmen kepada Yesus Kristus (Ketuhanan Kristus),
   - memberikan komitmen kepada satu dengan yang lain di dalam Tubuh
     Kristus, dan
   - memberikan komitmen kepada dunia yang mana Kristus rela mati untuk
     menyelamatkannya (Dunia).

   Inginkah gereja anda bertumbuh dengan sehat? Selamat membaca.

   Salam dan doa,
   Staf Redaksi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~

           LIMA CARA GEREJA LOKAL DAPAT BERTUMBUH SECARA SEHAT
           ===================================================
       [Judul Asli: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini ]

   Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh
   secara sehat:
   Paling tidak ada lima cara dimana gereja lokal dapat bertumbuh
   secara sehat:
     1. Gereja yang sehat harus bertumbuh secara jumlah dan secara
        kedewasaan rohani.
     2. Gereja yang sehat harus mengalami pertumbuhan keluar (tidak
        hanya ke dalam), yaitu dengan terlibat dalam pengutusan misi
        dunia.
     3. Gereja yang sehat harus mendirikan gereja-gereja baru di daerah
        sekitar yang tidak jauh dari tempat dimana gereja itu berada.
     4. Gereja yang sehat harus memberikan dorongan semangat dan contoh
        teladan bagi gereja-gereja lain.
     5. Gereja yang sehat harus mengembangkan pengaruh sosialnya di
        masyarakat di mana gereja itu berada.

   1. MENDORONG ADANYA PERTUMBUHAN BAIK SECARA JUMLAH DAN SECARA ROHANI

   PEMBERITAAN INJIL. Adalah sangat penting bagi pendeta dan anak
   buahnya untuk membuat rencana-rencana yang dapat memberikan dorongan
   semangat khususnya di dalam bidang penginjilan untuk jemaat lokal.
   Dan pekabaran Injil ini harus secara kultural dapat diterima.
   Terlalu sering gereja-gereja lokal tidak mempunyai kepekaan terhadap
   masyarakat di sekitar mereka sendiri dengan mengesampingkan
   kelompok-kelompok masyarakat yang secara geografis berdekatan.
   Tetapi orang-orang Kristen akan menunjukkan sikap kritis mereka,
   bilamana melihat adanya seorang penginjil yang melangkah keluar
   untuk melayani di luar lingkungan budayanya sendiri. Tuhan menemui
   orang-orang di tempat mana mereka berada/tinggal. Dia makan dan
   minum bersama-sama mereka dan menghadiri pesta jamuan makan yang
   mereka adakan. Dia berada bersama orang-orang yang lapar, orang-
   orang yang sakit, para bangsawan, orang-orang kaya, seseorang yang
   sudah lima kali mengalami kawin cerai. Pendeta dengan rekan-rekan
   seimannya harus dapat menemukan alat atau sarana yang melaluinya
   Injil dapat disampaikan dan didengar dengan sebaik-baiknya.

   PEMURIDAN. Gereja harus terlibat di dalam tugas pemberitaan Injil.
   Tetapi, jika hanya membuat keputusan-keputusan saja, dan tidak
   mengadakan langkah pemuridan, maka ini merupakan kesalahan yang
   tragis. Yesus memerintahkan kepada murid-murid-Nya untuk memandang
   sekelilingnya, pergi dan menjadikan murid, membaptiskan dan mengajar
   (Matius 28:19-20). Proses untuk menempatkan domba-domba baru masuk
   ke dalam kawanan domba harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebuah
   gereja lokal harus mengembangkan suatu proses pemikiran mengenai hal
   pemuridan untuk menolong mengarahkan dan menangani hasil-hasil dari
   pekabaran Injil dan memantapkan orang-orang yang baru percaya
   tersebut ke dalam persekutuan. Berikut ini beberapa saran tentang
   langkah-langkah di dalam pekabaran Injil/proses pemuridan
   sebagaimana sudah dikembangkan oleh dua belas anggota dari team
   pastoral (pelayanan penggembalaan) di sebuah gereja yang pernah
   digemabalakan oleh si penulis artikel ini:

   Langkah 1: Setiap pengunjung yang hadir di dalam semua kegiatan
     kebaktian, pagelaran musik rohani dan acara-acara kebaktian
     khusus lainnya diminta untuk mengisi kartu-kartu isian yang
     sudah disediakan.
   Langkah 2: Selama minggu berikutnya satu team pemberita Injil
     mengunjungi rumah-rumah para pengunjung yang hadir (berdasarkan
     kartu-kartu yang sudah diisi) dan menyampaikan berita Injil.
   Langkah 3: Jika pengunjung yang dikunjungi itu menunjukkan sikap
     tertarik terhadap Injil, maka dia didorong untuk bersedia datang
     lagi di dalam kebaktian gereja. Dia juga diundang untuk
     menghadiri kelas-kelas pemahaman Alkitab -- yang terdiri dari
     beberapa kelompok kecil, yang disediakan selama lima minggu
     secara berurutan, yang khusus membahas mengenai pokok-pokok dasar
     Alkitab dan Injil, sehingga dalam suasana seperti itu anggota-
     anggota yang hadir di dalam kelas pemahaman Alkitab mendapat
     kesempatan untuk menerima Kristus.
   Langkah 4: Proses pemuridan berjalan terus, sementara setiap
     pribadi diundang untuk menghadiri kelas-kelas dewasa pada hari
     Minggu sesuai dengan pilihan masing-masing. Kelas-kelas ini
     mengajarkan hal-hal seperti bagaimana hidup di tengah-tengah
     masyarakat sebagai orang yang beriman, bagaimana melakukan
     tindakan-tindakan sosial, kegiatan cell-group, team-team doa,
     dan lain sebagainya, dimana para pendatang baru dapat
     mengembangkan rasa ikut memiliki dari bagian persekutuan dan
     mengembangkan hubungan antara satu dengan yang lain.
   Langkah 5: Keanggotaan Gereja disampaikan setiap kali pribadi-
     pribadi menjadi orang percaya. Penulis yakin apabila hal
     keanggotaan gereja terlalu ditekankan, dapat juga terjadi bahwa
     hal keanggotaan gereja ini tidak mendapatkan perhatian sama
     sekali. Keanggotaan gereja dan baptisan adalah penting bagi
     komitmen kepada gereja lokal.
   Langkah 6. Proses penginjilan dan pemuridan terselesaikan bilamana
     orang percaya baru sudah dimantapkan di dalam kegiatan-kegiatan
     kebaktian umum secara reguler; dan di dalam kelas-kelas Sekolah
     Minggu dewasa untuk bersekutu, saling memberikan perhatian,
     dan belajar bersama, disamping saling menasehati dan mendoakan.
     Juga dimantapkan di dalam kegiatan kelompok-kelompok kecil di
     rumah-rumah yang terdiri dari empat sampai delapan orang anggota
     (cell-group). Kelompok-kelompok kecil ini sangat perlu untuk
     mengembangkan adanya komitmen yang dalam, baik untuk perkembangan
     spirituil masing-masing pribadi, ataupun di dalam hal untuk
     saling merawat dan memelihara kehidupan rohani dalam kebersamaan.

   Pekerja gereja, di mana penulis pernah menjadi gembalanya, menemukan
   juga bahwa pada dasarnya Tuhan sudah menetapkan bagi kehidupan
   gereja tiga tingkatan kontak yang dapat memenuhi kebutuhan spirituil
   masing-masing anggota dan juga menolong mengembangkan persekutuan
   dan pemuridan yang sungguh sangat diperlukan bagi suatu pertumbuhan
   gereja yang sehat.

   Tingkatan pertama: Kontak-kontak yang terjadi selama kegiatan
     kebaktian Minggu pagi. Kontak-kontak ini menolong orang-orang
     percaya untuk memelihara hubungan mereka dengan Kristus. Suatu
     kebaktian yang besar, yang terdiri dari jumlah anggota yang
     banyak, dimana di dalam kebaktian seperti itu diusahakan agar
     setiap anggota jemaat mengalami kontak langsung secara pribadi
     dengan Allah sendiri dan semua aspek dari kebaktian sehingga
     penyembahan berjalan terus dan bekerja di dalam pribadi setiap
     anggota jemaat sampai pada akhir kebaktian.

   Tingkatan kedua: Kontak terjadi selama diselenggarakannya kelas-
     kelas Sekolah Minggu untuk orang-orang dewasa. Jumlah yang hadir
     di kelas-kelas Sekolah Minggu dewasa bervariasi di setiap kelas
     yang ada, mulai dari 25 sampai dengan 175 dan sengaja diadakan
     dengan cara membagi kelompok-kelompok yang jumlah anggotanya
     besar, menjadi beberapa kelompok-kelompok yang lebih kecil.
     Kelompok-kelompok kecil ini bersatu dan bersehati untuk berakar
     dan bersekutu, bersaksi bersama pada tiap akhir minggu,
     mengunjungi orang-orang sakit, mengadakan perwujudan kasih bagi
     mereka-mereka yang diperhadapkan pada suatu kebutuhan, melakukan
     kegiatan retreat, kebaktian bersama akhir tahun dan berbagai
     langkah kegiatan lainnya di mana melalui kesemuanya itu suasana
     rasa memiliki satu dengan yang lain, saling memperhatikan, saling
     bertanggung jawab dapat dikembangkan dan dimantapkan.

   Tingkatan ketiga: Kontak yang dipusatkan pada kelompok kecil.
     Kelompok-kelompok kecil ini memberikan kesempatan kepada orang-
     orang percaya untuk mengenal satu dengan yang lain secara dekat
     dan saling mengasihi. Di sini mereka dapat mengakui dan
     membereskan dosa-dosa mereka, mendapatkan dukungan rohani dan doa-
     doa di dalam mencapai sasaran-sasaran masing-masing secara
     pribadi, dan melayani Allah sebagai bagian dari satu team.

   2. MENEKANKAN HAL PENGINJILAN SEDUNIA

   Sebagai tambahan atas pertumbuhan baik secara jumlah maupun rohani,
   satu jemaat harus bertumbuh juga di dalam keterlibatannya untuk
   penginjilan dunia. Gereja yang sehat harus mempunyai visi untuk
   menjangkau dunia dan membuat rencana untuk menerangi dan menggarami
   dunia. Pendeta berkewajiban untuk memberikan tantangan sehubungan
   dengan hal ini kepada anggota-anggota jemaat, tantangan untuk
   memberikan perhatian dan ikut mengambil bagian dalam Amanat Agung.
   Mengarahkan fokus di bidang misi (pengutusan) bukannya sekedar
   pilihan tetapi merupakan suatu perintah atau amanat yang harus
   ditaati. Hal ini memerlukan adanya pemeliharaan secara terus-menerus
   agar visi yang terarah itu tidak pudar ataupun menyimpang; dan
   pendeta harus memberikan teladan serta membuka jalan dengan
   melangkah pergi, melayani, dan mendoakan. Dia sebagai pendeta perlu
   mengembangkan adanya roh kesediaan untuk memberi di dalam gereja
   sehingga dengan demikian anggota-anggota jemaat akan bersedia
   untuk ikut mengambil bagian, baik dengan uang mereka untuk mengambil
   bagian dalam kebutuhan dunia.

   3. MENDIRIKAN GEREJA-GEREJA BARU

   Prioritas ketiga dari suatu gereja yang sehat adalah mendirikan
   gereja-gereja baru. Jika orang-orang Kristen yang sehat berlipat
   ganda dengan sendirinya, maka demikian juga dengan jemaat yang
   sehat. Gereja dimana penulis pernah menjadi gembalanya sudah
   mendirikan beberapa gereja-gereja muda dengan cara yang pada
   mulanya agak serampangan, tetapi gereja tersebut akhirnya mengalami
   keberhasilan dan mengusahakan yang terbaik. Pertama, diadakan
   penelitian terhadap suatu daerah tertentu, untuk mengetahui apakah
   sebenarnya kebutuhan yang mendesak dan potensial dari daerah
   tersebut. Dipilih satu letak yang strategis, dan usaha penginjilan
   pribadipun dilakukan. Daftarkan orang-orang di sekitar tempat
   tersebut yang merasa tertarik dan bersimpati. Anggota-anggota
   jemaatpun juga mengadakan penelitian, untuk mencari tahu siapakah
   anggota-anggota jemaat yang merasa terbeban untuk menolong
   mendirikan serta memperkuat gereja baru ini. Pada kelas Sekolah
   Minggu baru yang diadakan berikutnya di gereja "induk", ajaklah
   orang-orang yang berasal dari tempat baru, yang tertarik untuk
   bergabung dalam gereja baru dan juga anggota-anggota gereja induk
   itu sendiri yang menyatakan kesediaan, untuk mengambil bagian
   untuk memperkuat gereja yang baru dimulai ini.

   Sebagaimana halnya bayi manusia, kelompok ini untuk selama sembilan
   bulan berada di dalam rahim "gereja induk" di mana mereka saling
   berdesakan dan merasa nyaman serta saling akrab satu dengan yang
   lain. Kelas baru ini diberi nama "Gereja Kecil di Lantai Tiga", dan
   pengajar-pengajarnya adalah anggota team penggembalaan dari gereja
   "induk" yang sudah dipilih untuk mendampingi, membimbing "gereja
   yang masih baru" tersebut dan menjadi pendeta (gembala) pertama yang
   penuh waktu. Sesudah mengadakan pertemuan selama sembilan bulan dan
   meulai membentuk kelompok-kelompok kecil di antara mereka, maka
   gereja baru tersebut diluncurkan melalui kebaktian pelepasan yang
   meriah dan doa-doa bersama. Dewasa ini, sesudah tiga tahun, gereja
   tersebut memiliki jumlah anggota sebanyak dua ratus. Dan gereja
   tersebut belum lama ini juga mengangkat pendeta-pendeta pembantu.

   4. MEMBANTU, MEMBERIKAN DORONGAN SEMANGAT KEPADA GEREJA-GEREJA YANG
      ADA

   Prioritas keempat untuk suatu gereja yang sehat adalah membantu,
   memberikan dorongan semangat kepada gereja-gereja yang lain. Pendeta
   gereja setempat harus terbuka, bersedia untuk mendoakan dan
   mengusahakan yang terbaik untuk membantu pertumbuhan gereja-gereja
   di sekitar daerah di mana gereja yang digembalakannya berada.
   Penulis ini sudah sepuluh tahun lamanya menjadi anggota kelompok
   pendeta-pendeta di daerah lokal di mana dia menggembalakan. Setiap
   pendeta yang menjadi anggota dari kelompok pendeta-pendeta gereja
   lokal di daerah tersebut, bersatu hati untuk menjaga dan memelihara
   keberadaan dan kebaikkan gereja-gereja satu dengan yang lain dan
   dengan secara jujur, tulus dan murni mengusahakan pertumbuhan dari
   gereja-gereja di sekitar daerah tersebut. Seringkali penulis
   mengadakan waktu dalam satu team, untuk melayani gereja-gereja lokal
   yang lain ataupun mengundang satu kelompok atau team dari gereja
   yang lain untuk datang dan saling bersekutu satu dengan yang lain.

   5. MENGEMBANGKAN PERHATIAN SOSIAL

   Prioritas kelima untuk suatu gereja lokal yang sehat adalah adanya
   kesadaran sosial. Di sekitar gereja, senantiasa dijumpai banyak
   orang yang miskin, sakit secara mental, sakit secara tubuh di rumah-
   rumah perawatan tertentu, mereka yang berada di dalam penjara dan
   rumah-rumah sakit, dan mereka yang menderita karena masalah-masalah
   keluarga. Gereja-gereja harus melatih anggota-angota jemaatnya untuk
   menjadi kelompok-kelompok dengan tugas pelayanan khusus secara lokal
   dan mengarahkan perhatian gereja untuk mengatasi berbagai
   permasalahan sosial yang timbul di daerah di mana gereja berada.

   Sumber:
   Judul Buku   : Filsafat Pelayanan Berdasarkan Alkitab
   Judul Artikel: Lima Cara Untuk Menjangkau Dunia Dewasa Ini
   Pengarang    : Raymond C. Ortlund
   Penerbit     : Yakin, Surabaya
   Halaman      : 65 - 69

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~

 CHURCH INITIATIVE
==>     http://www.churchinitiative.org
==>     http://www.griefshare.org  [GriefShare]
==>     http://www.divorcecare.org [DivorceCare]
==>     http://www.facingforever.org [Facing Forever evangelism and
                                       outreach resources]
   Church Initiative adalah pelayanan non-profit dan interdenominasi
   yang bertujuan untuk memperlengkapi gereja-gereja agar dapat
   melakukan pelayanannya secara efektif kepada jemaat/masyarakat.
   Situs ini menyediakan materi dan bantuan operasional bagi kelompok-
   kelompok kecil yang sedang melayani mereka yang berdukacita
   (GriefShare), mereka yang mengalami perceraian (DivorceCare), dan
   mereka yang kecanduan judi. Saat menghadapi krisis kehidupan yang
   rumit, kebanyakan orang seringkali membuka hati untuk menerima
   solusi-solusi spiritual bagi penyelesaian masalah mereka. Kelompok-
   kelompok GriefShare dan DivorceCare telah ditempatkan di ribuan
   gereja di seluruh wilayah USA, Kanada, dan 20 negara lain.

   Yang menarik, pelayanan Church Initiative dapat juga diakses oleh
   orang-orang non-Kristen. Program dari Church Initiative yang
   didasarkan pada Alkitab dan berpusatkan pada Kristus ini dirancang
   sedemikian rupa sehingga mudah diterima bagi orang-orang non-
   Kristen. Program tersebut meliputi materi seminar video dari
   pembicara-pembicara Kristen terkemuka seperti Bill Bright, Elizabeth
   Eliot, Joni Eareckson Tada dan Luis Palau. Situs pelayanan
   GriefShare and Divorce-care dirancang untuk menarik banyak orang
   agar ikut berpartisipasi dalam program tersebut sekaligus sebagai
   media informasi tentang pelayanan yang mereka lakukan.

 PRIORITY LEADER
==>     http://www.PriorityLeader.com
   Priority Leader adalah Situs yang disediakan bagi para profesional
   Kristen agar mereka dapat diperlengkapi dan dilatih untuk melakukan
   penginjilan, pemuridan, dan kepemimpinan. Ini adalah Situs bagus
   bagi para profesional Kristen yang serius ingin dapat melakukan
   penginjilan dan pemuridan di tempat mereka bekerja. Ada banyak
   sumber gratis yang tersedia dalam Situs ini, seperti sumber tentang
   apologetik dan berita- berita aktual. Priority Leader adalah Situs
   utama bagi pelatihan pemuridan dan kepemimpinan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~

 R U S I A
   Target penginjilan dari sebuah kursus Alkitab jarak jauh melalui
   internet adalah orang-orang yang menggunakan bahasa Rusia sebagai
   bahasa tutur. Perwakilan dari Greater Europe Mission mengatakan
   bahwa mereka mengadakan kerja sama dengan Mission Aviation
   Fellowship, Bible Mission dan Moody Bible Institute (MBI). Kursus
   tersebut akan menggunakan pola yang sama dengan programnya MBI --
   MBI memiliki 5 tingkatan kursus Alkitab yang telah diterjemahkan
   oleh Bible Mission International ke dalam bahasa Rusia. Dan kursus
   Alkitab tersebut telah meraih sukses dimana sekitar 30% dari orang-
   orang non-Kristen dapat ditolong untuk menjadi pengikut Kristus
   setelah mengikuti kursus tersebut. Hal itu baru permulaan saja.
   Greater Europe Mission tidak hanya tertarik untuk menggunakan kursus
   Alkitab tersebut di wilayah Eropa saja, tetapi mereka juga ingin
   menjadikan kursus Alkitab tersebut sebagai kerangka acuan yang dapat
   digunakan oleh Situs-situs PI di seluruh dunia. Beberapa lembaga
   pelayanan telah bekerja sama dengan Greater Europe Mission.
   Sumber: What In The World ... Dec 2001
   * Doakan terus pelayanan Greater Europe Mission dalam usahanya untuk
     menjangkau orang-orang non-Kristen melalui kursus Alkitab lewat
     internet.
   * Berdoa untuk proses follow-up dari orang-orang yang telah selesai
     mengikuti kursus Alkitab tersebut.

 S E N E G A L
   Orang-orang Kristen diminta untuk mendoakan pelayanan-pelayanan misi
   di Senegal, Afrika Barat. Populasi penduduk Afrika yang non-Kristen
   mencapai 90%, meskipun demikian negara tersebut mempunyai toleransi
   tinggi dan terbuka bagi Injil. Salah seorang perwakilan dari SIM
   (Serving In Mission) Missionary menjelaskan bahwa untuk menceritakan
   Injil kepada para muslim di sekitarnya adalah hal yang mudah.
   "Mereka seringkali memperbincangkan keyakinan orang Kristen yang
   mereka anggap tidak benar. Sebenarnya ada banyak jembatan-jembatan
   yang dapat menghubungkan kita dengan para Muslim karena banyaknya
   benang merah yang terjalin antara Islam dan Kristen". Juga perlu
   diingat untuk mendoakan orang-orang Kristen yang tersebar di
   berbagai tempat di Senegal. Selain jumlahnya hanya sedikit, orang-
   orang percaya tersebut masih kurang sekali dalam hal pemahaman
   Alkitab.
   Sumber: Mission Network News, December 28, 2001
   * Doakan pelayanan SIM dalam menjangkau mereka yang belum mengenal
     Kristus di antara penduduk Senegal.
   * Berdoa terus untuk kelanjutan bimbingan bagi orang-orang percaya
     di Senegal agar iman mereka dapat terus bertumbuh dan ada orang-
     orang/lembaga misi yang terbeban untuk melayani mereka.

 J E P A N G
   Saat tim dari Every Home for Christ dan Campus Crusade for Christ
   mensharingkan Injil di Jepang, seorang pendeta agama Shinto yang
   berumur 80 tahun dari Kuil Shinto tidak dapat tidur karena dia
   mendengarkan kaset Yesus dan membaca buklet Injil berulang-ulang
   sepanjang semalaman sebelum akhirnya dia mau membuka hatinya bagi
   Kristus. Keesokan harinya, ia datang ke gereja sambil membawa buku-
   buku dan pakaian-pakaian yang berhubungan dengan dewa-dewa masa
   lalunya dan meminta gereja untuk membakarnya. Sekarang, ia sangat
   bersemangat untuk berdoa dan membaca Alkitab setiap hari! Lebih dari
   700,000 buklet Injil dan kaset-kaset Yesus dibagikan melalui
   pelayanan outreach.
   Sumber: Advance: Dec 2001
   * Muliakanlah Allah yang telah menuntun pendeta Shinto tsb. untuk
     menemukan jalan keselamatan yang sejati dalam Yesus Kristus.
   * Berdoa agar Allah membukakan pintu bagi setiap pelayanan di Jepang
     untuk dapat membawa orang-orang lebih banyak lagi kepada Kristus.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~

 Korupsi di Indonesia
   --------------------
   * Tetaplah berdoa tanpa henti-hentinya bagi kasus-kasus korupsi yang
     tengah ditangani oleh pemerintah. Kiranya hal ini bukan hanya
     sebagai formalitas saja, tetapi betul-betul terjadi gerakan
     pembrantasan dari tingkat atas sampai tingkat bawah.
   * Doakanlah terus agar Allah memberikan keberanian kepada lembaga
     peradilan, Hakim, Jaksa dan semua yang terlibat didalamnya untuk
     betul-betul menjalankan keadilan dan hidup bersih dengan tidak
     tergoda untuk mengikuti kebiasaan korupsi yang ada.
   * Korupsi telah mengakar dalam budaya Indonesia, ibarat pohon yang
     akar-akarnya telah menggurita & menjalar ke segala penjuru. Doakan
     budaya tersebut dapat terkikis perlahan-lahan tetapi pasti.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~

   Dari: "Ivone Palar" <wismapangestu@>
   >Selamat Tahun Baru! Kita percaya Tuhan yang telah memimpin di tahun
   >2001, DIA pula yang memimpin kita di tahun 2002 khususnya buat
   >e-JEMMi yang sudah jadi berkat untuk banyak orang juga saya dengan
   >milis-milisnya yang bagus. Saya tidak kekurangan bahan doa dan
   >banyak bahan lainnya yang saya perlukan bisa langsung diklik saja.
   >Terima kasih ya. Oh ya boleh nggak titip website pelayananku?  Saat
   >ini saya sedang melayani di Retreat Center yang bernama WISMA
   >PANGESTU di daerah Cicurug-Sukabumi, tepatnya 20 Km dari Ciawi.
   >Siapa tahu pelanggan e-JEMMi sedang cari-cari tempat retreat bisa
   >kunjungi di http://www.reenbo.com/Pangestu/index.html
   >Terima kasih atas perhatiannya. Tuhan memberkati.
   >Salam dan Doa, Ivone Palar.

   Redaksi:
   Amin atas doa anda. Bersyukur jika anda dapat mendukung berbagai
   pelayanan Tuhan dengan doa-doa anda. Terima kasih juga untuk
   informasinya tentang tempat Retreat. Untuk pembaca e-JEMMi yang
   sedang mencari-cari tempat retreat, silakan berkunjung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~

* Mission Network News             http://www.missionnetworknews.org/
* WHAT IN THE WORLD... http://www.egroups.com/messages/whatintheworld
* Advance Newsletter          < [EMAIL PROTECTED] >


_____________________________ DISCLAIMER _____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2002 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Oenike, Asih, Evie, dkk.
______________________________________________________________________
Situs Web e-MISI/e-JEMMi (Arsip/Link/dll):  http://www.sabda.org/misi/
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti,   kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi              http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi               http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________

                   "Muliakanlah Allah dengan Hidupmu" 


_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
 'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
 "Siapakah yang akan Kuutus,  dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" 
  Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"'                 (Yesaya 6:8)

Kirim email ke