DIKIRIM KEPADA: [email protected]
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Februari 2003, Vol.6 No.05
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Gereja Tesalonika Setelah PI Paulus (Bag.I)
o [Profil/Sumber Misi] : Global Harvest Ministries,
Forum for World Evangelisation
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Internasional, Afghanistan, Burkina Faso,
Iran
o [Doa Bagi Indonesia] : Gereja-gereja di Indonesia
o [Surat Anda] : e-JEMMi dimasukkan dalam Daftar Doa dan
Warta Gereja
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam Sejahtera
Dalam bulan Februari ini, Redaksi akan secara khusus mengulas
tentang bagaimana peran penginjilan dan pengaruhnya bagi
perkembangan gereja. Artikel yang ditulis oleh Dr. John R.W. Stott
dalam kolom Artikel Misi membantu kita untuk melihat bagaimana
Paulus melakukan pelayanan penginjilan yang melahirkan gereja di
Tesalonika. Bagian pertama yang kami sajikan dalam edisi ini
mengulas tentang "Penyebaran dan Perkembangan Injil" di jemaat
Tesalonika. Sedangkan bagian kedua yang membahas dua poin tentang
"Signifikansi Pertobatan dalam Perjanjian Baru" dan "Hasil dari
Penyebaran Injil" akan dimuat dalam edisi mendatang. Sajian lain
dalam edisi ini adalah informasi-informasi penting pelayanan misi
yang terjadi di berbagai tempat di dunia.
Harapan kami artikel dan informasi pelayanan misi di berbagai tempat
yang kami sajikan dalam edisi ini tidak hanya akan menjadi informasi
saja tetapi juga semakin mendorong kita untuk giat dalam pelayanan
penginjilan dan pengembangan gereja di tempat kita masing-masing.
Selamat melayani.
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ ARTIKEL MISI ~~
GEREJA TESALONIKA SETELAH PI PAULUS (Bagian I)
==============================================
Eksposisi dari 1Tesalonika 1:5-10
(Oleh: Dr. John R.W. Stott)
Penyebaran Injil
================
Kisah tentang Yesus yang berbicara kepada perempuan Samaria dekat
sebuah sumur dan tentang Filipus yang duduk di sebelah orang
Ethiopia dalam keretanya, keduanya memberikan dasar Alkitab bagi
penginjilan pribadi. Juga penginjilan secara masal tercatat di
Alkitab seperti yang dilakukan Yesus kepada kerumunan orang Galilea,
dan khotbah Paulus di tempat terbuka di Listra. Tapi penginjilan
melalui gereja lokal dapat mengklaim diri sebagai cara yang paling
efektif dari segala macam cara pendekatan. Jemaat Tesalonika
merupakan contoh yang baik.
Di sini rasul Paulus menggariskan perkembangan Injil dalam tiga
tahap yang jelas.
1. Injil datang kepadamu (ayat 5).
----------------------------------
Jelas Injil tidak datang sendiri ke Tesalonika. Injil dibawa oleh
Paulus, Silas dan Timotius (ayat 2) dalam perjalanan PI yang kedua.
Lukas menulis kisah ini dalam Kis 17 awal. Dan di sini Paulus
menjelaskan proklamasi Injilnya:
a) Berita disampaikan dalam kata.
Benar bahwa Injil tidak datang hanya dalam kata saja. Tetapi
Injil diberitakan dalam kata. Materi berbentuk kata tidak kecil
peranannya dalam penginjilan. Karena Injil harus mempunyai isi
yang khusus, maka harus dikemukakan dengan jelas, secara verbal.
Jelas Injil juga dapat didramatisir, untuk memberikan citra yang
kadang lebih berkesan ketimbang sekedar kata. Namun demikian jika
berita Injil ingin dimengerti, Injil harus dituangkan dalam
bentuk kata-kata.
b) Injil datang dengan kuasa.
Kata-kata mereka (rasul) sendiri lemah dan tidak efektif. Manusia
tidak selalu mau mendengar mereka atau manusia tidak dapat
mengerti mereka atau tidak memberikan perubahan pada mereka.
Kata-kata yang diucapkan dalam kelemahan manusia perlu diperkuat
dengan kuasa ilahi. Jika tidak, mereka gagal menjangkau pikiran,
kesadaran, dan kehendak para pendengar.
c) Paulus mengabarkan Injil dengan keyakinan yang sungguh.
Kuasa menunjukkan kepada akibat obyektif dari pemberitaan,
keyakinan kepada kondisi subyektif dari pemberitaan. Paulus yakin
akan kebenaran dan relevansi dari isi berita. Keyakinan ini yang
membuatnya sangat berapi-api. Tapi keyakinan dan semangat jarang
ditemukan dalam pemberitaan Injil akhir-akhir ini.
d) Dan dalam Roh Kudus.
Saya memasukkan ini pada point terakhir, karena bagi saya
sebenarnya ini sudah tercakup dalam tiga hal di atas. Kebenaran
firman, keyakinan memberitakan dan kuasa yang mengubah semua
datang dari Roh Kudus. Kebenaran, keyakinan dan kuasa adalah
ciri-ciri yang tidak bisa dihapuskan dari pemberitaan otentik.
Dan tiga hal ini muncul dari pelayanan Roh Kudus. Mereka sangat
dibutuhkan oleh pemberita pada zaman ini.
2. Kamu menerima Firman (ayat 6).
---------------------------------
Seperti Paulus telah memberikan penjelasan dari khotbahnya mengenai
firman, maka sekarang ia menjelaskan penerimaan jemaat Tesalonika.
a) Mereka menerimanya dalam penindasan berat.
Ada banyak oposisi terhadap Injil, kepada mereka yang
memberitakan dan mendengar Injil. Selalu ada si jahat yang
membenci Injil dan kesetiaan mereka yang memberitakan Injil
membangkitkan antagonismenya. Meskipun demikian, penganiayaan
tidak menghalangi iman dari jemaat Tesalonika.
b) Mereka menerima firman dengan sukacita yang diilhamkan oleh Roh
Kudus (ayat 6).
Kita tidak harus kehilangan referensi kedua ini dari Roh Kudus.
Ia yang memberi kuasa kepada pemberita Injil, juga memberi
sukacita kepada yang menerimanya. Ia bekerja pada kedua belah
pihak. Juga berbicara dan sukacita adalah buah dari Roh Kudus
(Galatia 5:22). Ke manapun Injil pergi dan manusia berespon ada
sukacita di surga di antara malaikat Allah (Lukas 15:7-10). Dan
sukacita di bumi di antara umat Allah (seperti Kisah Para Rasul
8:8,39). Pola dari oposisi yang kelihatan dan sukacita di dalam
seringkali terulang dalam sepanjang sejarah gereja.
c) Kamu menjadi penurut kami dan penurut Tuhan (ayat 6).
Petobat mengikuti pelajaran dan teladan dari rasul-rasul dan juga
Kristus, pemilik rasul-rasul itu. Untuk menerima firman lebih
dari sekedar penerimaan secara intelektual dalam kebenaran, juga
menyangkut satu transformasi lengkap dari kelakuan dengan menjadi
pengikut Kristus dan rasul-rasulnya secara seksama.
d) Kamu menjadi contoh dari semua orang percaya (ayat 7).
Dr. Leon Morris menyebutkan, "peniru pada gilirannya akan
ditiru." Mereka yang mengambil Kristus dan rasul-rasul-Nya
sebagai model bagi diri sendiri, akan menjadi sebuah model bagi
orang lain.
Mengagumkan bila melihat efek dari Injil, di dalam mereka yang
menerimanya. Itu dapat berarti pertentangan, tapi juga menyangkut
sukacita di dalam melalui Roh Kudus, penurut Kristus dan rasul-
rasul-Nya dalam merubah hidup dan juga menjadi contoh bagi orang
lain. Tapi jika pengkhotbah ditandai dengan kebenaran, keyakinan dan
kuasa, petobat juga akan ditandai dengan sukacita, semangat dan
ketaatan. Jangan seorangpun mengatakan bahwa Injil tidak diikuti
konsekuensi-konsekuensi yang sehat.
3. Firman Tuhan bergema terus dari engkau (ayat 8-10).
------------------------------------------------------
Kata kerja Yunani "execheo" (khusus dalam Perjanjian Baru) berasal
dari "echos", sebuah ekho atau gema. Menurut Kittel, berarti suara,
dering, gema, dengung, dentuman. Dipakai dalam Septuaginta untuk
bel, zither, trompet dan alat suara keras lainnya. Paulus
menggunakannya di sini untuk Injil. Apakah ia menyamakan pemberitaan
firman dengan dering bel, tiupan terompet (menurut Chrysostom) atau
dentuman bass (menurut Jerome)? Pengertiannya adalah suara Injil
yang menggema melalui lembah-lembah Yunani. Orang Tesalonika tidak
mampu untuk berdiam diri tentang itu. Karena Tesalonika adalah
ibukota dan terletak pada jalan Egna dan pelabuhan yang mempermudah
jalan menyeberang laut Egea ke Asia, tidak heran kalau Injil
tersebar jauh dan luas.
Lebih dari itu petobat baru tidak hanya menyebarluaskan Injil dengan
mulut tetapi berita pertobatan mereka, iman mereka yang baru dalam
Tuhan, diketahui di mana saja (ayat 8). Di dalam sebuah pelajaran
yang penting bagi kita. Kita adalah generasi media-penyadar. Kita
tahu kuasa dari media-massa pada pemikiran publik. Konsekuensinya
kita harus menggunakan media ini untuk penginjilan dengan cetakan,
kaset, dan film, dengan radio dan video, kita ingin memenuhi dunia
dengan kabar baik. Tekhnologi modern di bawah pimpinan Allah yang
dikembangkan manusia, harus dimanfaatkan untuk penginjilan.
Tapi ada cara lain yang jika kita bandingkan lebih efektif, tidak
memerlukan perlengkapan elektronik; sederhana saja, juga tidak
perlu organisasi maupun komputerisasi; spontan. Tidak mahal, tidak
butuh biaya: gosip yang kudus! Transmisi mengagumkan dari mulut ke
mulut sebagai hasil kabar baik atas manusia. "Sudah dengar peristiwa
ini dan itu? Sesuatu sedang terjadi di Tesalonika!"
[Penulis adalah Ketua dari 'The London Institute for Contemporary
Christianity'. Judul asli artikel ini "Evangelization Through The
Local Church" dalam majalah "World Evangelization", March - April
1989.]
Sumber:
Judul Buletin: Momentum 6, September 1989
Judul Artikel: GEREJA TESALONIKA SETELAH PI PAULUS -- (Bag. I)
Penulis : Dr. John R.W. Stott
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia
Halaman : 29 - 31
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
FORUM FOR WORLD EVANGELISATION (Forum bagi Penginjilan Dunia)
==> http://www.gospelcom.net/lcwe/2004/
Pada tanggal 29 September - 5 Oktober 2004, the "Lausanne Committee
for World Evangelisation" bekerja sama dengan the "Great Commission
Round Table", akan mengadakan "Forum on World Evangelisation in
Thailand". The 2004 Forum ini diadakan dengan tujuan menjadi ajang
konsultasi dan mengajak para pemimpin gereja untuk lebih
memperhatikan masalah paling vital saat ini yang berhubungan dengan
penginjilan. Forum ini terbuka bagi semua pemimpin dalam pelayanan
Kristen dan gereja. Apakah Anda atau organisasi Anda berminat
mengikutinya? Silakan berkunjung ke alamat situs di atas untuk
mendapatkan formulir pendaftaran (ditutup tanggal 30 Mei 2003).
Jangan lupa untuk mendoakan pertemuan ini supaya tujuannya tercapai.
GLOBAL HARVEST MINISTRIES
==> http://www.globalharvestministries.org/
==> http://www.globalharvestministries.org/observatory
Apakah Anda merindukan terjadinya revival di kota/gereja Anda?
Apakah Anda ingin menjadi penuai-penuai di ladang penginjilan?
Tentu saja bisa, jawabnya!!
"Revival akan terjadi jika kita dapat meruntuhkan tembok-tembok
pembatas yang ada di antara gereja dan masyarakat," ungkap C. Peter
Wagner -- kutipan dari bukunya yang berjudul "Praying with Power"
(Berdoa dengan Kuasa). Dalam bukunya tersebut C. Peter Wagner
menyarankan tentang bagaimana berdoa secara efektif bagi kota dan
masyarakat kita. Informasi selengkapnya mengenai hal tersebut dan
beragam informasi lain, dapat Anda jumpai saat berkunjung ke situs
Global Harvest Ministries (GHM).
Salah satu cara yang dipakai GHM untuk mengkoordinasi jutaan pendoa
syafaat adalah dibentuknya Observatory Research Center (Pusat
Penelitian Observatorium) -- dimana informasi dan pokok-pokok doa
yang strategis serta relevan dikumpulkan dan disebarkan kepada
gereja-gereja di seluruh dunia.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
I N T E R N A S I O N A L
Meskipun umat percaya menjadi target utama penganiayaan di banyak
daerah yang menolak Injil, namun masih ada harapan yang terus harus
diperjuangkan. Walau orang-orang Kristen mengalami banyak tekanan
dan menghadapi banyak resiko, gereja-gereja terus bertumbuh. Dr.
David Shibley dari Global Advance menjelaskan tentang salah satu
trend yang dia lihat dalam pelayanan penginjilan di tahun 2003 ini
adalah dampak positif yang muncul dari ancaman-ancaman keamanan dan
keselamatan para pelayan Tuhan di seluruh dunia.
"Saya melihat dua trend yang semakin kuat di tahun ini. Pertama
adalah semakin banyak bermunculan gereja pribumi di seluruh dunia
dan berdirinya banyak gereja di wilayah Afrika, Asia, dan Amerika
Latin. Yang kedua adalah semakin meningkatnya revival di kalangan
kaum muda yang telah dimulai beberapa tahun terakhir ini."
Sumber: Mission Network News, January 15, 2003.
* Bersyukur atas pertumbuhan gereja pribumi di tempat-tempat yang
tertutup bagi Injil. Berdoa supaya pertumbuhan tersebut dapat
menolong agar lebih banyak masyarakat di sekitarnya mengenal kasih
Yesus.
* Doakan para misionaris yang melayani di wilayah-wilayah sulit
tersebut. Berdoa juga untuk usaha mereka dalam menjangkau kaum
muda dan mewujudkan adanya revival di wilayah pelayanan mereka.
A F G H A N I S T A N
"Di bulan-bulan semenjak rezim Taliban diruntuhkan, kami sering
mendengar bahwa banyak orang Afghanistan yang mulai mengenal
Kristus," lapor seorang perwakilan dari Open Doors. Salah seorang
dari penduduk tersebut adalah Fahmir (bukan nama asli). Dia berasal
dari keluarga Mullah (salah satu dari kelompok masyarakat yang
terkemuka di Afghanistan). Dia mengenal Yesus melalui kontak dengan
seorang Kristen dan membaca Alkitab. Perwakilan Open Doors
mengatakan bahwa:
"Menceritakan dan menjadi pengikut Kristus sangatlah berbahaya di
Afghanistan. Biasanya saya dan seorang teman bergaul dengan
penduduk Afghanistan. Sembari minum teh, kami memasang mata untuk
memperhatikan mereka-mereka yang terbuka bagi hal-hal rohani.
Lalu kami meluangkan banyak waktu bersama mereka dan melihat
siapa di antara mereka yang terbuka bagi Injil. Di suatu wilayah,
kami memiliki 200 kontak, dan sekarang kami dapat merintis
berdirinya sebuah gereja rumah. Banyak penduduk Afghanistan yang
siap untuk mengenal Yesus dan Injil. Beberapa orang dari mereka
mengatakan kepada kami bahwa mereka mengetahui empat atau lima
orang yang berpikiran sama dengan mereka -- dan gerakan
penginjilan ini pun menyebar."
Sumber: Friday Fax, January 3, 2002.
* Bersyukur untuk setiap penduduk Afghanistan yang telah mengenal
Yesus. Doakan proses follow-up mereka dan juga pengembangan gereja
rumah yang telah dirintis di beberapa wilayah.
* Berdoa untuk para pekerja dan misionaris yang melakukan pelayanan
di Afghanistan supaya Allah senantiasa menyertai mereka dan
memberikan kemampuan untuk mengatasi segala rintangan.
B U R K I N A F A S O
Burkina Faso, terletak di Afrika Barat, populasi 11.946.000 jiwa;
mayoritas muslim. Merupakan salah satu negara termiskin di dunia dan
okultisme cukup kuat mempengaruhi kehidupan masyarakat di sana.
Sekitar 81% penduduk berusia dibawah 35 tahun.
Di samping pertumbuhan gereja, bertambahnya misionaris dan banyaknya
orang yang merespon terhadap Injil, namun masih ada 24 suku
terabaikan di Burkina Faso. Gereja-gereja dan pelayanan misi di
wilayah suku-suku terabaikan seringkali mengutamakan suku-suku yang
lebih responsif atau yang adatnya punya kesamaan.
Sumber: P.D. Timotius edisi Desember 2002, dan Operation World.
* Berdoa agar kuasa-kuasa jahat yang mengikat masyarakat Burkina
Faso dipatahkan dan kuasa Tuhan dapat bekerja sehingga masyarakat
Burkina Faso terbuka untuk menerima pemberitaan Injil Kristus.
* Secara khusus berdoa bagi masa depan para pemuda agar dalam
masa mudanya mereka dapat bertemu Juruselamat dan menyerahkan
hidupnya kepada Tuhan.
* Doakan para misionaris/pekerja misi/lembaga misi yang saat ini
melayani di Burkina Faso untuk menjangkau suku-suku terabaikan
dengan Injil.
I R A N
Iran, terletak di Padang gurun Arabia dengan populasi sekitar
65.620.000 jiwa; mayoritas Islam Sunni (93%). Termasuk negara yang
berpengaruh di Timur Tengah dan juga di Asia Tengah. 73% penduduknya
berada dibawah usia 37 tahun. Penganiayaan terhadap gereja dan orang
percaya sangat sering terjadi di sana. Ada banyak orang percaya yang
menjadi martir karena iman mereka.
Pelayanan penginjilan tidak bisa bebas dilakukan di wilayah ini.
Namun peluang terbuka lebar bagi para tenaga profesional dan
tentmakers untuk melayani di negara ini sesuai dengan profesi mereka
masing-masing.
Sumber: P.D. Timotius edisi Desember 2002, dan Operation World.
* Doakan negara dan masyarakat Iran supaya hati mereka dilembutkan
untuk menerima berita Injil.
* Berdoa secara khusus bagi para pemuda. Doakan agar hati mereka
bertanya-tanya tentang Kebenaran sejati dan mengenal Kebenaran
itu.
* Doakan untuk orang-orang Kristen yang terus mendapat aniaya, agar
Tuhan memberi kekuatan dan keberanian yang pantang menyerah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Gereja-gereja di Indonesia
--------------------------
* Marilah kita berdoa gereja-gereja di Indonesia memiliki visi dan
kerinduan untuk memberitakan Injil ke berbagai pelosok Indonesia.
* Doakan juga agar bagi kesatuan gereja-gereja di Indonesia.
Kiranya Tuhan menjauhkan perasaan iri hati dan persaingan gereja
yang tidak sehat, sehingga Injil bisa dengan leluasa disebarkan.
Biarlah melalui kesatuan ini gereja-gereja bisa melihat kembali
panggilan-Nya yang mula-mula yaitu menjadi umat Tuhan yang
bersaksi dan memuliakan nama-Nya.
* Doakan gereja-gereja di Indonesia agar dapat bekerja sama dan
saling mendukung tanpa memandang perbedaan yang ada di antara
mereka. Berdoa agar Allah terus melawat dan menyatakan kuasa
kasih-Nya melalui gereja-gereja di Indonesia.
* Berdoa agar jemaat-jemaat Tuhan di Indonesia dapat terlibat secara
aktif dalam pelayanan, baik di dalam maupun di luar gereja, agar
dapat menghasilkan/menimbulkan pengaruh yang positif bagi
komunitas/kota dimana mereka tinggal. Mereka dapat memberitakan
penginjilan melalui aktivitas mereka sehari-hari!!!
* Doakan agar gereja-gereja di Indonesia bersedia dengan sukacita
mendukung, mendoakan, dan mengutus jemaatnya untuk menjadi
misionaris. Masih banyak suku-suku yang terabaikan (yang belum
mendengar Injil) di Indonesia dan di ujung-ujung bumi yang perlu
mendapatkan pelayanan dari para utusan Injil lintas budaya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: anthony <tandyanthony@>
>Staff of i-kan-misi,
>Pertama-tama terima kasih atas kiriman newsletter ini, sangat
>informatif isinya. Saya akan memasukkan pokok-pokok doanya dalam
>daftar doa saya. Terus terang saya merasa senang sekali jika terus
>dikirimi newsletter ini .... Thank You n God Bless.
>Anthony
Redaksi:
Mendorong para pembaca e-JEMMi untuk berdoa bagi pekerjaan pelayanan
misi merupakan salah satu tujuan dari diterbitkannya e-JEMMi.
Melalui e-JEMMi selain kita dapat mengetahui informasi bagaimana
Allah bekerja secara luar biasa di berbagai penjuru dunia, kita juga
mendapat informasi tentang pokok-pokok doa supaya kita dapat turut
berpartisipasi berdoa bagi kebutuhan pelayanan misi yang ada di
berbagai tempat, di Indonesia dan di luar negeri. Terima kasih untuk
partisipasi Anda dan selamat berdoa!
Satu tujuan utama e-JEMMi/E-MISI adalah supaya informasi dan pokok-
pokok doa yang ada di dalamnya dimuat dalam Warta Gereja. Jangan
lupa untuk mencantumkan sumber asli dan e-JEMMi (sebagai penerjemah/
penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Friday Fax http://www.cmd.org.nz/fridayfax
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* Operation World http://www.operationworld.org/
* P.D. Timotius <[EMAIL PROTECTED]>
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Meilina, Heru, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Setia dalam tugas yang kecil,
menyiapkan kita untuk menyongsong tugas yang lebih besar."
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
