DIKIRIM KEPADA: [email protected]
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
Jurnal Elektronik Mingguan Misi (JEMMi) Februari 2003, Vol.6 No.06
*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
SEKILAS ISI:
o [Editorial]
o [Artikel Misi] : Gereja Tesalonika Setelah PI Paulus (Bag.II)
o [Profil/Sumber Misi] : OC International,
Mission Training International,
Gereja yang Misioner
o [Doa Bagi Misi Dunia]: Ethiopia, Korea, Mauritania
o [Doa Bagi Indonesia] : Pemerintah di Indonesia dan Situasi Sekarang
o [Surat Anda] : e-MISI ... Apakah Terjamin Kerahasiaannya?
o [URLs Edisi Ini]
***********************************************************************
Anda diijinkan mengutip/mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari
e-JEMMi (untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi (sebagai
penerjemah/penerbit bahan-bahan tersebut dlm bahasa Indonesia). Thanks.
***********************************************************************
~~ EDITORIAL ~~
Salam Sejahtera.
Artikel Misi berikut ini menampilkan lanjutan dari artikel tentang
"Gereja Tesalonika Setelah PI Paulus". Lanjutan ini secara khusus
mengulas "Signifikansi Pertobatan dalam Perjanjian Baru" dan juga
pentingnya "Hasil dari Penyebaran Injil" yang disampaikan melalui
gereja lokal. Sungguh menarik tulisan artikel ini karena mendorong
kita untuk melihat bahwa pelayanan orang Kristen tidak hanya sampai
pada membawa orang untuk bertobat saja tetapi bagaimana orang yang
bersangkutan dapat ditolong untuk dapat hidup menjadi murid Kristus
yang menghasilkan buah-buah roh.
Bagaimana pelayanan Anda di gereja Anda selama ini? Siapkah Anda
untuk menjadi alat Tuhan yang dapat dipakai untuk membawa jiwa-jiwa
yang terhilang dan menjadi teladan untuk kemuliaan nama-Nya?
Redaksi e-JEMMi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ KESAKSIAN MISI ~~
GEREJA TESALONIKA SETELAH PI PAULUS (Bagian II)
===============================================
Eksposisi dari 1Tesalonika 1:5-10
(Oleh: Dr. John R.W. Stott)
Signifikansi Pertobatan dalam Perjanjian Baru
=============================================
Kemudian, berita apa yang tersebar dari Tesalonika? Menurut ayat 8
yaitu iman mereka kepada Tuhan. Dalam ayat 9-10, Paulus melanjutkan
uraiannya mengenai hal itu, yang dimaksudkan agar dapat memberikan
gambaran lengkap mengenai pertobatan dalam Perjanjian Baru.
1. Memutuskan hubungan dengan berhala.
--------------------------------------
"Bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk
melayani Allah yang hidup dan benar" (ayat 9).
Sulit untuk menjelaskan dengan kata-kata bagaimana radikalnya
perubahan dalam kesetiaan yang terkandung dalam kata-kata ini karena
berhala-berhala adalah mati, sedangkan Allah adalah hidup; berhala
salah, Allahlah yang benar; berhala banyak, Allah hanya satu.
Berhala dapat dilihat dan nyata, Allah tidak. Berhala adalah
ciptaan, hasil pekerjaan tangan manusia, sementara Allah adalah
Pencipta alam semesta dan seluruh umat manusia. Misionari Kristen
dalam lingkungan animisme atau agama tradisional mengenal tentang
semua kuasa berhala dan roh-roh yang bersembunyi di belakang mereka.
Praktek penyembahan berhala secara tradisional dari satu suku
tampaknya sebagai suatu hal yang tidak dapat dikalahkan yang
menguasai pikiran, hati, dan hidup penduduk. Berabad-abad mereka
hidup dalam kepercayaan terhadap takhyul yang menakutkan dan
kepatuhan yang menjilat. Ide untuk melepaskan diri tertahan karena
mereka takut akan pembalasan roh-roh.
Berhala-berhala yang lebih canggih (pengganti Allah) dalam dunia
sekuler Barat dapat disamakan dengan tirani. Manusia dikonsumsikan
dengan ambisi terhadap kuasa, kekayaan atau kemasyuran. Lainnya
dihantui oleh pekerjaan mereka atau kecanduan pada makanan, obat-
obatan, alkohol atau seks. Inilah masalah penyembahan berhala,
yang menuntut kesetiaan yang sejajar seperti kepada Allah sendiri.
Lantas dalam banyak kasus, yang mendadak dan komplit, perhatian
mereka berbalik kepada Allah dari berhala-berhala yang lebih dahulu
mendominasi hidup mereka, ikatan terputus dan mereka dibebaskan.
Pada ahli menyebut hal itu peraduan kuasa, di mana kuasa yang lebih
superior dari Allah yang hidup dan yang benar didemonstrasikan atau
dinyatakan. Saksi mata menjadi takjub dan tersebarlah berita.
2. Sebuah pelayanan aktif kepada Allah.
---------------------------------------
Pernyataan manusia untuk berpaling dari berhala-berhala kepada Allah
adalah suatu kepalsuan kecuali mereka melanjutkan dengan melayani
Allah yang hidup dan benar, yang kepada-Nya mereka berpaling.
Pertobatan tidak hanya melihat secara negatif (berpaling dari
berhala atau dari dosa atau bahkan pelarian dari murka yang akan
datang, ayat 10), tapi juga positif (awal dari suatu hidup pelayanan
yang baru). Biarkan saja seseorang mengatakan itu sebagai perubahan
dari satu perbudakan ke perbudakan lainnya, sejauh kita cepat
menambahkan bahwa perbudakan baru itu adalah sebuah pembebasan yang
benar.
3. Penantian yang sabar untuk Kristus.
--------------------------------------
"Mereka yang melayani Allah juga menantikan Anak-Nya dari surga,
yaitu Yesus" (ayat 10).
Satu hal yang layak diperhatikan bahwa melayani dan menantikan
berjalan bersama dalam pemuridan Kristen. Melayani adalah aktif,
sibuk bagi Kristus di dunia, sementara menanti adalah pasif,
memandang kepada Kristus yang akan datang dari surga.
Sebenarnya pengekspresian pasangan ini penting sekali. Satu pihak
bagaimanapun sibuknya kita melayani dan bekerja, jangkauan kita
terbatas. Kita tidak akan pernah berhasil mendirikan sebuah
masyarakat utopia yang sempurna. Oleh sebab itu kita menanti Kristus
kembali. Pada saat itulah Ia menjamin kemenangan puncak dari
keadilan dan kedamaian Allah. Lagipula kita dapat diyakinkan
mengenai kedatangan-Nya karena Allah telah membangkitkan-Nya dari
kematian (ayat 10).
Di lain pihak meskipun kita harus menanti dengan sabar, kita tidak
memiliki kebebasan untuk menanti dengan malas, dengan menutup mata
dan berpangku tangan. Tidak, sementara menanti, kita harus bekerja,
melayani Allah yang hidup dan yang benar. Berarti bekerja dan
menanti saling berkait. Dalam variasinya, mereka akan membebaskan
kita dari anggapan bahwa segala sesuatu dapat kita kerjakan dan juga
dari rasa pesimis bahwa kita tidak dapat melakukan apa-apa.
Kesimpulan Laporan Mengenai Jemaat Tesalonika
=============================================
Menoleh ke belakang, kita sekarang menyimpulkan laporan mengenai
jemaat Tesalonika yang menyebarkan berita di seluruh dan ke luar
dari Yunani, juga 3 hal penting dari pertobatan Kristen -- berbalik
dari berhala-berhala, melayani Allah dan menantikan Kristus. Jelas
berbeda dengan berhala-berhala dari orang yang berbalik, juga bentuk
dalam pelayanan mereka kepada Tuhan. Tapi selalu pemutusan dengan
yang masa lalu secara tegas ("kamu berpaling dari berhala-berhala
kepada Allah"), dan pengalaman sekarang akan membebaskan (untuk
melayani Allah yang hidup dan benar"), dan memandang ke masa depan
yang dinantikan ("untuk menanti Anak-Nya dari surga"). Tanpa
perpalingan ini, melayani dan menanti, tidak ada klaim pertobatan
yang diakui.
Hasil dari Penyebaran Injil
===========================
Dua pelajaran mengenai pengabaran Injil melalui gereja lokal dari
pasal ini:
1. Gereja yang menerima Injil harus meneruskan berita itu.
----------------------------------------------------------
Tidak ada yang lebih ditekankan dalam 1Tesalonika pasal 1 daripada
urutan peristiwa: "Injil kami datang kepadamu ... dan engkau
menerimanya, dan bergema melalui engkau."
Setiap gereja lokal diharuskan Allah menjadi transmiter, penerima
pertama berita, dan melanjutkannya. Inilah rencana Allah yang
sederhana untuk dunia penginjilan. Jika setiap generasi menerimanya
dengan tanggung jawab, dunia sejak dulu telah di-Injili.
2. Gereja yang melanjutkan Injil harus mewujudkannya.
-----------------------------------------------------
Kita telah melihat tidak hanya berita ditransmisikan dari
Tesalonika, tidak hanya orang Tesalonika yang menggemakan Injil
(penginjilan secara verbal), tapi berita pertobatan mereka sampai ke
mana-mana (Penginjilan desas-desus). Mungkin banyak yang mendengar
mengenai pemutusan orang Tesalonika terhadap penyembahan berhala dan
hidup baru nampak jelas dalam mereka. Maka mereka diyakinkan tidak
hanya melalui pendengaran tapi juga melalui penglihatan. Tidak ada
gereja yang dapat menginjil dengan memakai tingkatan masyarakat,
kecuali mereka dapat dipercaya dalam pewujudan nyata dari Injil
yang diberitakan. Manusia perlu melihat mengenai yang kita katakan.
Tanpa suatu penyajian secara audio-visual berita kita kehilangan
keasliannya.
Kiranya Allah memampukan gereja kita untuk menerima Injil dengan
sungguh-sungguh, menggemakan dengan keras dan jelas dan
mewujudkannya dalam hidup kita sehari-hari dalam iman dan kasih,
sukacita dan damai, kebenaran, pelayanan dan kebebasan!
[Penulis adalah Ketua dari The London Institute for Contemporary
Christianity. Judul asli artikel ini "Evangelization Through The
Local Church" dalam majalah World Evangelization March-April 1989.]
Sumber:
Judul Buletin: Momentum 6, September 1989
Judul Artikel: Gereja Tesalonika Setelah PI Paulus (Bag. II)
Penulis : Dr. John R.W. Stott
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia
Halaman : 31 - 32
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ PROFIL/SUMBER MISI ~~
OC INTERNATIONAL: Menjangkau Dunia dengan Kasih Kristus
==> http://www.oci.org/
OC International merupakan lembaga pelayanan misi yang membantu
pelatihan kepemimpinan gereja nasional di 22 negara. Situs OC
International menampilkan profil-profil negara dan cerita-cerita
misi yang di-update secara rutin tiap bulan sekali, juga kesempatan-
kesempatan untuk terlibat dalam pelayanan misi jangka panjang atau
jangka pendek. Anda dapat mengetahui lebih banyak informasi tentang
pelayanan OC International saat berkunjung ke alamat situs di atas.
MISSION TRAINING INTERNATIONAL (MTI)
==> http://www.mti.org/
Mission Training International (MTI) merupakan nama baru untuk
Missionary Internship. Sejak tahun 1954, MTI telah menjalin kerja
sama dengan gereja-gereja dan organisasi-organisasi misi dalam
mempersiapkan dan membimbing orang Kristen agar dapat terlibat dalam
pelayanan lintas budaya secara efektif. Program yang ditawarkan MTI
antara lain:
- SPLICE (Revised and Expanded Pre-Field Orientation).
- PILAT (Program in Language Acquisition Techniques).
- DAR (Debriefing and Renewal).
- Keahlian Interpersonal bagi para misionaris.
Sementara itu bagian-bagian seperti 'About Us', '2003 Schedule',
'Training Programs', dan 'Workshops' dalam situs ini dapat
menolong Anda untuk mengenal Mission Training International.
GEREJA YANG MISIONER
Edisi-edisi e-JEMMi yang pernah mengulas tentang gereja yang
misioner (berkomitmen untuk melakukan pelayanan misi secara aktif):
e-JEMMi Edisi 05-22#2002
==> http://www.sabda.org/publikasi/jemmi/2002/22/
e-JEMMi Edisi 04-03#2001
==> http://www.sabda.org/publikasi/jemmi/2001/03/
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI MISI DUNIA ~~
E T H I O P I A
Krisis bahan pangan melanda lagi di Ethiopia, Afrika Timur.
Perwakilan dari World Concern mengatakan, mereka sedang
mengembangkan program-programnya di tengah-tengah bangsa yang
mengalami kekeringan ini. Dia mengatakan bahwa kekurangan bahan
pangan kali ini telah memaksa 15 juta penduduknya mengalami
kelaparan. "Apa yang Anda lihat adalah situasi yang melebihi dari
situasi yang pernah dialami sepanjang sejarah negeri ini. Apa yang
Anda lihat bukanlah suatu dinamika baru tetapi jauh melebihi dari
yang pernah terjadi." Perwakilan dari World Concern ini mengunjungi
Ethiopia pada bulan Januari untuk melihat perkembangan dari program-
program mereka yaitu memperlengkapi gereja-gereja agar lebih
memiliki pemikiran misi. Dia mengatakan bahwa gereja-gereja di
wilayah ini mengucapkan terima kasih, "Terima kasih karena tim Anda
ada di sini. Terima kasih atas perhatiannya. Terima kasih karena
telah menunjukkan kasih. Kami ingin dapat melakukan lebih dari hal
itu." Berawal dari hal tersebut, ada keinginan mereka untuk merintis
berdirinya dua gereja lagi. Sungguh merupakan kenyataan untuk
mengatakan bahwa, "Kami ada di sini, kami rindu memperhatikan
keadaan Anda dan kami mengerjakan pelayanan ini hanya demi satu nama
-- Yesus Kristus."
Sumber: Mission Network News, January 24th, 2003.
* Doakan pelayanan World Concern yang saat ini sedang mengembangkan
program-programnya untuk membantu mencari jalan keluar bagi
penduduk yang sedang kelaparan di Ethiopia.
* Berdoa supaya setiap penduduk Ethiopia yang turut bergabung dalam
program-program ini dapat mengenal kasih Allah bagi mereka.
K O R E A
Kawat berduri dan kontroversi ideologi yang ada di antara Korea
Utara dan Korea Selatan bukanlah satu-satunya tembok pembatas yang
perlu didoakan oleh orang-orang Kristen di Korea Selatan. "Meskipun
gereja Korea tampaknya hidup bila dilihat dari luar, namun perbedaan
denominasi tampaknya masih memegang peranan kuat dalam masyarakat
Kristen di sana." kata Richard Briggs, inisiator dari inisiatif doa
'No More Walls' (Tidak Ada Lagi Tembok-tembok Pembatas). Setiap
Senin orang-orang Kristen beribadah di "lapangan netral" pada jam
06.30 pagi untuk berdoa agar "tembok-tembok isolasi pembatas yang
memisahkan antara pendeta dan jemaatnya di gereja-gereja Korea
diruntuhkan." Di sisi lain, ketakutan karena adanya "pencurian
domba" sangatlah besar sehingga beberapa pendeta melarang jemaatnya
menghadiri konser rohani yang diselenggarakan oleh gereja lain.
Gerakan doa dalam bentuk baru memiliki tiga tujuan:
- Korea Utara dan Selatan akan bergabung secara damai;
- Tembok-tembok pembatas antar denominasi akan diruntuhkan;
- Revival (kebangkitan rohani) sejati akan melanda bangsa ini.
Sumber: FridayFax, February 7, 2003
* Bersyukur atas adanya gerakan doa baru yang terbentuk untuk berdoa
bagi negara Korea Utara dan Selatan, dan persatuannya.
* Berdoa agar tiga tujuan utama dari gerakan doa ini bisa
terealisasi secara nyata dalam waktu dekat ini.
M A U R I T A N I A
Banyak penduduk suku Moors, suku terbesar di Mauritania (Afrika
Barat), telah memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus dalam
beberapa tahun terakhir. Sebenarnya mereka dapat menghadapi hukuman
mati jika ketahuan membuat komitmen untuk menjadi pengikut Kristus.
Negara ini, salah satu bagian dari Afrika Barat, telah mengalami
wabah kekeringan, pemberontakan militer, dan konflik antar suku
sejak mereka mendapatkan kemerdekaannya dari Perancis pada tahun
1960. Meskipun hukum melarang pemberitaan Injil di Mauritania, suku
Moors yang bermukim di negara-negara terdekat juga telah dijangkau
Injil. Situasi ekonomi di Mauritania telah menciptakan peluang-
peluang bagi orang Kristen untuk melayani di negara ini sebagai
tentmakers. Kasih Allah sungguh-sungguh telah dinyatakan melalui
cara-cara yang praktis.
Sumber: Advance: Feb. 5, 2003
* Doakan agar penduduk suku Moors yang telah percaya dapat menjadi
saksi-saksi Kristus di wilayah tempat tinggal mereka.
* Bersyukur untuk kesempatan bagi para tentmakers untuk melayani di
Mauritania.
* Doakan juga untuk proses pemulihan bagi negara mereka yang
menghadapi keadaan sulit saat ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ DOA BAGI INDONESIA ~~
Pemerintah di Indonesia dan Situasi Sekarang
--------------------------------------------
* Berdoa untuk pemerintah Indonesia khususnya Presiden dan Wapres
agar Allah mencurahkan hikmat bagi mereka untuk memimpin bangsa
Indonesia dengan adil dan bijaksana. Juga jangan lupa untuk
mendoakan para menteri dan pejabat pemerintah dalam membantu
Presiden menjalankan pemerintahan.
* Berdoa bagi anak-anak Tuhan yang saat ini mempunyai kedudukan
dalam pemerintahan. Doakan supaya Allah memberikan hikmat dan
bijaksana sehingga mereka bisa menjadi saksi-saksi Kristus dalam
setiap tindakan dan keputusan yang mereka ambil.
* Doakan agar keadaan ekonomi dan politik yang kurang sehat saat
ini bisa segera dicari penyebabnya secara tuntas sampai ke akar-
akarnya -- berdoa agar pertobatan terjadi! Doakan supaya
kepentingan bangsa/Tuhan menjadi motivasi utama, dan bukannya
kepentingan pribadi/kelompok, bagi para pejabat pemerintahan dalam
bertindak.
* Kiranya terjadi kesadaran yang kuat di antara masyarakat untuk
menjaga kerukunan dan kedamaian bersama dalam menjalankan
kehidupan bernegara supaya kesejahteraan bersama dapat segera
terwujud.
* Doakan agar kuasa-kuasa setan yang ingin menghancurkan kesatuan
bangsa Indonesia dapat dipatahkan. Doakan juga agar kuasa Allah
akan meremukkan setiap kebencian, ketamakan, keirihatian, dan
kemalasan yang dikobarkan oleh setan untuk merusak setiap usaha
dari orang-orang yang mengasihi bangsa ini.
* Doakan agar ada pemimpin-pemimpin masyarakat yang dapat menjadi
motor bagi terjadinya gerakan menjunjung tinggi moral dan akhlak
bangsa supaya bangsa Indonesia kembali dikenal menjadi bangsa
yang berbudaya halus dan bersahabat -- serta takut kepada Tuhan!!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ SURAT ANDA ~~
Dari: "pari" <@worldmail.org>
>Shallom ...
>Kami ingin menyampaikan beberapa pertanyaan:
>1. Apakah situs e-MISI dapat dijamin kerahasiaannya?
>2. Siapa sajakah yang dapat akses mendapatkan informasi pokok-pokok
> doa serta informasi misi melalui situs ini?
>3. Bagaimana agar beberapa informasi yang ingin kami bagikan
> melalui situs ini dapat 'terkunci' dari pihak-pihak lain?
> Demikian pertanyaan saya. Tuhan memberkati. Amin
>Salam, Jo
Redaksi:
Berikut ini adalah penjelasan kami:
1. Dalam dunia web/elektronik, kerahasiaan informasi tidak bisa
dijamin. Sama halnya dengan informasi yang dicetak dalam versi
kertas. Namun, kami berusaha secara bijaksana untuk menyamarkan
(membuat anonim) identitas dan fakta-fakta sensitif jika
diperlukan -- kerahasiaan dari informasi yang ditampilkan dalam
situs e-MISI dan e-JEMMi sudah kami jaga semampu kami.
2. Siapapun yang tertarik dengan pelayanan misi dan mengetahui
bagaimana caranya bisa mengakses situs e-MISI (biasanya mereka
yang menerima e-JEMMi). Untuk mendapatkan informasi yang lebih
lengkap, mereka harus mengirim permohonan langsung melalui email
kepada redaksi e-JEMMi/staf e-MISI. Meskipun demikian, mereka
yang bisa mengakses e-MISI kemungkinan juga akan me-forwardnya ke
teman-teman mereka. Karena itu untuk menjaga kerahasiaan, Anda
bisa memilih poin ketiga berikut ini.
3. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar informasi yang ingin
Anda bagikan melalui situs ini dapat 'terkunci' dari pihak-pihak
lain:
* Information Selectivity:
Anda bisa menentukan informasi mana yang bisa ditampilkan (bisa
dibaca/terima untuk umum) atau informasi apa yang harus
dirahasiakan (Anda/kami bisa mengedit, mengubah, membuat
anonim, atau menghapusnya).
* Audience Screening:
Anda bisa memberikan penjelasan secara garis besar tentang
informasi yang ingin disampaikan dalam situs. Berikan alamat
kontak/email yang bisa dihubungi untuk memperoleh informasi dan
detail lebih lanjut, dan Anda bisa cek keperluan/identitas
mereka.
Demikian penjelasan kami. Selamat melayani.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~ URLS Edisi Ini ~~
* Advance subscriber <[EMAIL PROTECTED]>
* Friday Fax http://www.cmd.org.nz/fridayfax
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
_____________________________ DISCLAIMER ____________________________
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari macam-macam pihak.
Copyright(c) 2003 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
______________________________________________________________________
Pertanyaan, tanggapan, saran dan kontribusi bahan dapat Anda kirimkan:
Kepala Redaksi --- Natalia Endah S. <[EMAIL PROTECTED]>,
atau Staf e-MISI dan Staf Redaksi <[EMAIL PROTECTED]>
Staf Redaksi: Natalia Endah S., Meilina, Heru, Yanto, dkk.
______________________________________________________________________
Untuk berlangganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Untuk Situs e-MISI dan e-JEMMi http://www.sabda.org/misi/
Untuk Arsip e-JEMMi http://www.sabda.org/publikasi/misi/
______________________________________________________________________
"Setia dalam tugas yang kecil,
menyiapkan kita untuk menyongsong tugas yang lebih besar."
_I-KAN_________________________________________________________e-MISI_
'Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"' (Yesaya 6:8)
