DIKIRIM KEPADA: [email protected]
Mei 2006, Vol.9 No.20
****************************** e-JEMMi *****************************
(Jurnal Elektronik Mingguan Misi)
**********************************************************************
** SEKILAS ISI **
<*> EDITORIAL
<*> ARTIKEL MISI : Siapa Memberi Makan Yesus dan Para
Murid-Nya?
<*> SUMBER MISI : OM FeatureLine, Action International
Ministries
<*> DOA BAGI MISI DUNIA: Thailand, Internasional, Belarusia
<*> DOA BAGI INDONESIA : Dukungan Untuk Misi Negeri
<*> SURAT ANDA : Perlu Kiriman e-JEMMi Edisi Sebelumnya
______________________________________________________________________
"ADA SUATU CARA UNTUK MENGETAHUI
APAKAH MISI KITA DI DUNIA SUDAH SELESAI ATAU BELUM.
JIKA KITA MASIH HIDUP, ARTINYA MISI KITA BELUM SELESAI"
-Richard Bach-
______________________________________________________________________
** EDITORIAL **
Pembaca kekasih,
Tentunya Anda masih ingat dengan pesta demokrasi yang kita ikuti
beberapa tahun yang lalu. Bahkan saat ini di tempat Anda mungkin
sedang mempersiapkan Pilkada. Salah satu yang tidak bisa dilupakan
dari kegiatan ini adalah kampanye yang melibatkan simpatisan dari
masing-masing partai. Para simpatisan ini turut andil atau bisa
dibilang punya peran tersendiri untuk mendukung calon dari
partainya.
Semasa penginjilan-Nya, Tuhan Yesus juga memiliki simpatisan!
Siapakah mereka? Pernahkah Anda berpikir dari mana asalnya biaya
yang diperlukan Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya selama mengabarkan
Injil? Dari mana mereka dapat membeli beberapa ketul roti dan
beberapa ekor ikan untuk mengisi piring mereka?
Seperti yang kita ketahui, ketika memulai pelayanan-Nya, Tuhan Yesus
sudah tidak mengerjakan pekerjaan yang diwarisi oleh Yusuf, ayah-
Nya. Simon Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes tidak melaut lagi
sejak mengikut Yesus. Matius juga berhenti menjadi pegawai bea
cukai. Dan bagaimana pun juga, Tuhan Yesus tidak mengadakan mujizat
untuk setiap jam makan mereka. Lalu siapa yang memberi makan Tuhan
Yesus dan murid-murid-Nya selama itu? Alkitab menyebutkan peranan
Maria Magdalena, Marta, Yohana, dan Suzana. Mereka inilah wanita-
wanita yang melayani Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya dengan apa yang
mereka punya. Untuk mengetahui lebih lengkap, silakan baca artikel
yang kami sertakan dalam edisi minggu ini. Selamat membaca!
Redaksi e-JEMMi,
Lisbet
______________________________________________________________________
** ARTIKEL MISI **
SIAPA MEMBERI MAKAN YESUS DAN PARA MURID-NYA?
=============================================
Umumnya, tidak banyak orang yang menulis dan membicarakan keperluan
sehari-hari Yesus dan rombongan-Nya. Padahal kita mengetahui bahwa
Yesus tidak mengadakan mujizat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka
sehari-hari. Kita cenderung membahas bagaimana Yesus memberi makan
ribuan orang dengan makanan yang terdiri dari lima ketul roti dengan
dua ekor ikan. Pada kesempatan lain, orang banyak datang berbondong-
bondong begitu mereka mendengar Yesus berada di sebuah kota atau di
sebuah tempat. Kita tidak pernah bertanya-tanya, dari mana gerangan
Yesus memperoleh makanan pagi, siang, dan petang. Narasi dalam Kitab
Suci menyebutkan bahwa Yesus makan di rumah orang berdosa (Zakheus
sang pemungut cukai) atau mampir di rumah Lazarus, sahabat-Nya itu
dan diberi makan oleh Maria dan Marta.
YESUS BERJALAN KAKI SEHINGGA TIDAK PERLU BIAYA?
Barangkali, cara yang paling efektif untuk mengabarkan Injil pada
zaman itu ialah dengan berjalan kaki agar tidak ada yang
terlewatkan. Yesus jarang mengumpulkan orang supaya datang kepada-
Nya. Orang berbondong-bondong menjumpai-Nya karena mereka ingin
mendengarkan pengajaran yang disampaikan-Nya, sebuah pengajaran yang
lain daripada yang selama ini mereka dengarkan dari pejabat di Bait
Allah. Yesus berbicara dan berkhotbah, bahkan ketika membacakan ayat
Kitab Suci pun Ia amat berbeda daripada ahli Taurat dan orang
Farisi. Ia amat berkuasa. Pembacaan ayat yang Ia lakukan amat
menarik dan menyentuh hati mereka. Suara-Nya yang lembut menyejukkan
hati yang resah.
Salah satu teologi penggembalaan yang dilakukan oleh Yesus ialah
teologi penggembalaan individual. Ia bercakap-cakap dengan individu,
muka dengan muka. Ia tidak menggunakan bahasa yang sulit, bahkan
memberikan perumpamaan yang sangat sederhana untuk mengajarkan ihwal
pengajaran yang sulit. Melalui perumpamaan, pelajaran yang sulit
disederhanakan. Kalangan rakyat jelata sampai kalangan elit dapat
memahami pelajaran yang disampaikan-Nya.
ORANG-ORANG TERBUANG MENJADI PENUNJANG ROMBONGAN YESUS
Sebuah kelompok yang terorganisasi harus ditunjang oleh biaya yang
cukup. Yesus membuat kelompok dua belas orang, lalu ada lagi
kelompok tujuh puluh, dan mungkin ada yang lebih besar lagi.
Bagaimana mereka mengatur diri tanpa biaya yang jelas? Salah satu
sumber informasi yang dapat kita peroleh ialah catatan yang dibuat
oleh Lukas dalam Lukas 8:1-3. Coba kita perhatikan dengan saksama.
"Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota
dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas
murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan
yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit,
yaitu Maria yang disebut Magdalena yang telah dibebaskan dari tujuh
roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Suzana, dan banyak
perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu
dengan kekayaan mereka."
Ini merupakan narasi penting bagaimana peranan wanita yang melayani
rombongan Yesus dalam penginjilan. Merekalah yang mendukung dan
memberi serta menyediakan makanan dari hari ke hari untuk rombongan
itu. Khususnya mengenai Maria Magdalena, ia memiliki simpati yang
khusus kepada Yesus, sebuah simpati yang tulus karena ia merasakan
sentuhan Roh Kudus dalam dirinya sejak roh-roh jahat diusir dari
dalam dirinya. Bayangkan, tujuh roh jahat pernah menguasai dirinya
yang membuat ia menderita dan membuat orang takut kepadanya dan
menjauhinya. Perempuan yang tadinya dianggap sebagai perempuan jahat
yang paling menakutkan sekarang sudah dibebaskan dan merasakan damai
yang luar biasa di dalam hidupnya. Ia berterima kasih kepada Yesus.
Ia melihat ada kuasa kemuliaan yang menguduskan dirinya.
Ia benar-benar merasa bahwa Yesus itulah Mesias sehingga ia mengabdi
sepenuh hati untuk membantu-Nya dalam penginjilan. Ia merasa tidak
ada lagi orang yang memerhatikan dirinya. Dalam Yesus, ia menemukan
kedamaian hati yang sejati. Roh yang telah memperbudaknya selama
beberapa waktu amat menyengsarakan dirinya. Kini ia sudah lepas
dari kuasa kegelapan itu dan ia masuk ke dalam suasana hati yang
terang dan jiwa yang bersih. Ia merasakan suasana surga dalam
kelepasannya.
Yohana, seorang wanita yang juga istri bendahara Herodes, merasa
yakin bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikannya dan menaruh
simpati kepada Yesus lalu menyerahkan kekayaannya untuk membiayai
perjalanan Yesus dan rombongannya. Mereka dengan sukarela meluangkan
waktunya, menyediakan makanan untuk rombongan itu. Yohana tentu saja
mempertaruhkan kedudukan suaminya dengan bersimpati kepada Yesus,
yang justru musuh penguasa agama dan pemerintahan. Ia berani
menanggung risiko demi keyakinannya kepada Mesias yang dijanjikan
itu. Selain Yohana, ada pula Suzana dan sejumlah perempuan yang lain
yang "melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka".
DI BAWAH KAKI SALIB GOLGOTA MEREKA BERANI BERDIRI
Sementara dua belas murid Yesus tidak berani menampakkan diri saat
Yesus ditangkap dan disalibkan di Golgota, kaum perempuan ini tidak
memedulikan diri mereka dan tidak takut ditangkap atau dituduh
sebagai pengikut Yesus. Yudas sudah menggantung diri. Petrus dan
kawan-kawannya entah ke mana. Hanya Yohanes yang masih muda itu yang
berdiri di bawah salib Golgota, menyaksikan derita Yesus dan
menangis melihat tangan dan kaki-Nya yang mengucurkan darah. Dahi-
Nya yang luka dan kepala-Nya yang terkulai sambil meneriakkan puncak
derita pada hembusan napas terakhir. Benarlah, bahwa perempuan-
perempuan itu tidak hanya menyediakan makanan bagi Yesus dan
rombongan-Nya. Mereka dengan sepenuh hati turut merasakan derita.
Derita batin Yesus menjadi derita batin mereka. Dengan setia mereka
menjadi saksi kematian Yesus. Simaklah berita yang disampaikan
Yohanes dalam Yohanes 19:25.
"Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, istri
Klopas dan Maria Magdalena."
Merekalah saksi hidup bahwa Yesus benar-benar mati di kayu salib.
Mereka mengikuti peristiwa penyaliban itu mulai dari kota Yerusalem,
mulai dari pengadilan sampai perjalanan pilu menuju bukit Golgota di
luar tembok Yerusalem. Mereka mau melayani Yesus dan berbagi
perasaan dengan-Nya, menyertai Dia sampai ke bukit derita itu.
Sebuah pengabdian yang tidak ada taranya.
Orang yang benar-benar menjadi sahabat sejati ialah orang yang
menaruh simpati ketika sahabatnya menanggung derita, tidak
meninggalkannya. Mereka berada di sana dan turut merasakan kepedihan
hati Yesus. Dalam sunyi, Yesus disertai ibu-Nya dan perempuan yang
telah dibebaskan-Nya dari kuasa kegelapan. Tidak mudah berada di
bawah kaki salib. Di sana banyak pengolok-olok dan orang-orang yang
menghina Yesus. Di sana berkumpul musuh-musuh Yesus yang menghina
dan membunuh-Nya.
Perempuan-perempuan ini bukan hanya pelayan Tuhan, tetapi mereka
juga pemberani yang siap menanggung risiko apa pun. Mereka tidak
malu mengakui Yesus di depan musuh-musuh-Nya. Bukankah ini merupakan
sebuah keberanian yang luar biasa? Bukankah ini merupakan kekuatan
moral bagi Yesus? Hati Yesus sedih ketika melihat perempuan-
perempuan itu menangisi diri-Nya. "Tangisilah dirimu," kata Yesus
dari salib di tengah-tengah derita yang dialami-Nya. Ibu Yesus
merasa sedih melihat Putranya disalibkan tanpa salah. Kepada murid
yang dikasihi-Nya Yesus memberi pesan agar merawat ibu-Nya untuk
hari-hari berikutnya.
Maria Magdalena pastilah meneteskan air mata karena harus
menyaksikan kematian Mesias, Penebus, yang telah melepaskannya dari
perhambaan roh-roh jahat. Perpisahan dan kematian ini sangat
memilukan hati para perempuan itu. Mereka tidak membayangkan begitu
tragisnya kematian Guru mereka itu.
DI KUBURAN YESUS PADA PAGI HARI ITU
Sudah menjadi kebiasaan orang Yahudi untuk membawa wangi-wangian ke
kuburan, baik waktu baru meninggal dan beberapa hari kemudian.
Peristiwa yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu, yang
menggentarkan penduduk kota Yerusalem dan desa sekitarnya, belumlah
lepas dari ingatan orang. Perhatikanlah kisah berikut ini setelah
Yesus tiga hari di kubur.
"Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih
gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa
batu telah diambil dari kubur .... Tetapi Maria berdiri dekat kubur
itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu
(Yoh. 20:1,11)."
Tugas pelayanan bukan saja pada waktu masih hidup, tetapi juga pada
waktu kematian. Maria Magdalena begitu peduli. Mungkin sepanjang
malam ia sukar tidur. Itulah sebabnya ia "pagi-pagi benar ketika
hari masih gelap" sudah berangkat ke kubur. Ia merasa kecewa karena
kubur telah kosong. Ia menjadi bingung. Bagaimana mungkin? Bukankah
batu kubur itu telah disegel oleh penguasa Romawi? Tidak seorang pun
dapat membuka pintu kubur itu.
Ia benar-benar bingung. Siapa gerangan yang mencuri mayat-Nya?
Itulah pikiran yang timbul dalam benaknya. Ketika ada orang yang
berdiri di dekat kubur itu, dalam samar cahaya pagi, dalam remang-
remang, ia menyangka bahwa orang itulah yang mengambil mayat Yesus.
Ia tidak tahu bahwa Guru yang dikasihinya sedang berdiri dan
menyaksikannya. Kisah berikutnya ditutup dengan berita yang
mengejutkan. "Janganlah engkau menyentuh Aku, sebab Aku belum pergi
kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan
katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-
Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu (Yoh. 20:17)."
Maria Magdalena merasa amat terhibur. Yesus tidak mati. Guru yang
dilayaninya selama ini, yang disaksikannya mati di bukit Golgota,
sudah bangkit. Ia pergi dan memberitahukan peristiwa itu kepada
murid-murid yang lain. Dan sejak itu, perempuan-perempuan itu
menjadi pemberita Injil bahwa Yesus sudah bangkit dan naik ke tempat
Bapa-Nya di surga, menyediakan tempat yang indah bagi mereka.
Siapa yang mau mengikuti jejak perempuan-perempuan perkasa ini?
Bahan diambil dan diedit dari sumber:
Judul majalah: Sahabat Gembala, Januari 2004
Judul artikel: Siapa Memberi Makan Yesus dan Para Murid-Nya?
Penulis : Wilson Nadeak
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 44 - 48
______________________________________________________________________
** SUMBER MISI **
OM FeatureLine
==> http://www.om.org [1]
==> http://www.om.org/features/ [2]
==> http://www.om.org/opportunities [3]
Tim OM adalah salah satu organisasi misi yang membuka kesempatan
luas bagi anak muda untuk terlibat dalam pelayanan kapal misi[1].
Salah satu fasilitas yang disediakan oleh situs ini adalah bagian
feature[2] yang memuat cerita-cerita dan feature dari seluruh dunia
-- Turki, Hungaria, Moldova, dan masih banyak lagi. Sementara itu,
OM Headlines menyajikan berita yang dirangkum dari seluruh dunia.
Nah, bagi Anda yang tertarik untuk bergabung dengan tim ini, temukan
tempatmu di ladang Tuhan karena ratusan kesempatan telah tersedia
sekarang[3]!
ACTION INTERNATIONAL MINISTRIES
==> http://www.actionintl.org/
ACTION adalah sebuah organisasi misi nondenominasi yang mengutus
misionaris ke pusat-pusat urbanisasi di Asia, Amerika Latin, dan
Afrika. Para misionaris ACTION memberitakan Injil dan kasih Kristus
kepada anak-anak yang mengalami pelecehan termasuk keluarga mereka
melalui pelayanan-pelayanan praktis, khususnya untuk menjangkau para
keluarga miskin. Strategi pelayanan ACTION terbagi menjadi tiga
bagian, yaitu penginjilan, pemuridan, dan pengembangan.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI MISI DUNIA **
* THAILAND
CHIANG MAI, Thailand: Meski kecelakaan sudah menjadi hal biasa bagi
orang Prai, tiga kecelakaan yang terjadi di sana telah menarik
perhatian banyak orang.
Sekitar seminggu yang lalu, misionaris David dan Fran Jordan
mendengar bahwa Lut, seorang Prai beragama Kristen, terluka dalam
sebuah kecelakaan sepeda motor. Bajunya tersangkut rantai sepeda
motor; dia jatuh dan terseret sejauh beberapa meter dengan jemari
dan sikunya masuk ke rantai itu. Masih banyak orang Prai yang
mengendarai sepeda motor kecil yang seringkali sudah bobrok di jalan
pegunungan untuk pergi ke sawah atau mengunjungi tetangga mereka.
"Jika Anda melihat mereka mengendarai motor itu, memacunya di
jalanan bukit yang curam dan meluncur ke turunan tajam, Anda bisa
melihat bahwa 'olahraga ekstrim' sudah menjadi bagian dari
keseharian mereka," tulis Fran. Keengganan untuk memerhatikan faktor
keselamatan dan lingkungan seringkali menjadi penyebab utama dalam
banyak peristiwa kecelakaan.
Di hari yang sama, seorang Kristen suku Prai mendapatkan luka di
sepanjang perutnya saat motornya yang tidak memiliki rem terperosok
ke jurang dan kabelnya menjerat tubuhnya, sementara beberapa bagian
lain menggores dan memutuskan otot tendonnya. Orang-orang pun mulai
membicarakan hal itu. "Beberapa orang mengatakan kalau orang-orang
Kristen itu tidak dilindungi karena ditinggalkan oleh roh mereka,"
tulis Fran Jordan. "Hal ini akan menimbulkan keraguan pada mereka
yang masih belum dewasa imannya, yang saat ini belum mendalami
Alkitab secara konsisten." Namun, ada juga orang Kristen suku Prai
yang memakai kesempatan ini untuk melayani satu sama lain, untuk
berdoa dan bertumbuh dalam iman mereka. Nute, seorang pemuda
Kristen Prai yang mengajar baca-tulis, secara sukarela menunggui Lut
di rumah sakit dan membantu merawatnya.
E-Shy, seorang guru Alkitab Prai, telah pulih dari kecelakaan yang
baru ia alami dan harus menghabiskan sebulan lagi untuk melatih
tubuhnya. Selama penyembuhannya, ia menghabiskan banyak waktu untuk
mendoakan orang-orang Prai di desa tempat ia dan suaminya melayani.
Sementara itu, Tate, menantu Lut yang sama-sama Kristen, telah
mengalami kemajuan besar dalam membaca selama menjalani terapi fisik
atas kecelakaan yang membuatnya lumpuh. "Ia terus mendengarkan kaset
pengajaran Alkitab dan sering melakukan kontak telepon dengan kami
dan orang Kristen Prai lainnya," tulis Fran. "Kami sangat bersyukur
atas perawatan dan latihan yang ia terima, dan kami tahu bahwa Tuhan
memakai doa-doa Anda untuk menguatkan dan menyemangatinya."
[Sumber: New Tribes Mission, Mei 2006]
Pokok Doa:
----------
* Doakan tim NTM yang melayani orang-orang Prai agar sungguh-sungguh
menjadi alat yang luar biasa di antara suku ini. Doakan agar
mereka beroleh hikmat saat memberitakan Injil kepada orang-orang
Prai yang masih percaya pada roh-roh, juga agar mereka dapat
menguatkan orang Prai yang baru percaya.
* Doakan agar orang-orang percaya Prai memandang semua kejadian yang
menimpa mereka dengan cara pandang Tuhan sehingga dapat memberi
dampak bagi mereka yang masih meragukan kekuatan Tuhan.
* I N T E R N A S I O N A L
Internasional -- Air minum yang aman adalah komoditas yang kurang
dihargai di negara berkembang. Inilah misi pelayanan yang dilakukan
Lifewater International. "Ada milyaran masyarakat tanpa air sehat.
Jika ada sedikit saja yang memahami kondisi kemiskinan mereka dan
mengidentifikasikannya dengan kemiskinan seluruh dunia, hal ini
tentunya akan sangat berpengaruh bagi mereka," ujar Dan Stevens dari
Lifewater. Ia mengatakan bahwa proyek 'Significant Sacrifice' yang
diadakan selama empat puluh hari menjelang Paskah mengajarkan
berbagai hal tentang puasa dengan tujuan. "Air minum yang sehat
adalah langkah pertama pengembangan masyarakat untuk mewujudkan
beberapa jenis kesejahteraan masyarakat, dan ini bersifat
transformatif dalam kesehatan dan kesejahteraan. Ketika orang
memahaminya dan bersama-sama datang sebagai suatu komunitas, kami
akan membicarakan kuasa dan transformasi dalam Kristus Yesus."
Sejumlah gereja terlibat dengan kampanye-kampanye yang masing-masing
mampu menggalang rata-rata 1.500 dolar, dan dana itu akan langsung
diteruskan untuk pelayanan ini.
[Sumber: Mission Network News, Mei 2006]
Pokok Doa:
----------
* Mengucap syukur atas perhatian dan pelayanan Lifewater
International kepada kebutuhan air masyarakat dunia. Berdoa agar
melalui pelayanan yang mereka lakukan, banyak orang dapat melihat
kepedulian Kristus pada kebutuhan setiap orang tanpa memandang
status.
* Mari memohon hikmat bagi orang-orang yang bertanggung jawab dalam
mengelola dana hasil kampanye gereja-gereja agar dapat langsung
meneruskannya kepada pelayanan ini.
* B E L A R U S I A
Belarusia -- Dua puluh tahun berlalu sejak bencana nuklir di Ukraina
menimbulkan musibah di daerah bekas wilayah Uni Soviet tersebut.
Global Aid Network, disingkat GAiN USA, sejak dua belas tahun telah
membantu panti asuhan dan rumah sakit-rumah sakit di negara yang
telah ditinggalkan sekitar 60% rakyatnya setelah kejatuhan negeri
itu. Duane Zook dari GAiN telah diundang untuk memperingati kejadian
tersebut di Belarusia. Ia mengatakan bahwa tujuan akhirnya bukan
hanya untuk membantu secara fisik. "Apa yang kami lakukan adalah
menjalin kerja sama yang erat dengan gereja di sana untuk membantu
mereka membuka pintu kepada masyarakat di sana serta menyatakan
kasih dan kebaikan Tuhan." Meski baru-baru ini telah terjadi
perubahan politik, GAiN USA tetap terus bekerja di sana. "Tekanan
terhadap gereja memang terjadi, namun dalam kunjungan saya yang
terakhir, permintaan terus berdatangan -- untuk melanjutkan
penempatan orang Amerika, melanjutkan pemberian bantuan -- dan
melanjutkan pelayanan di negara itu." GAiN membutuhkan ahli
kardiologi dan onkologi untuk membantu pelayanan outreach mereka.
[Sumber: Mission Network News, Mei 2006]
Pokok Doa:
----------
* Bersyukur atas perlindungan dan pemeliharaan Tuhan selama dua
belas tahun kepada GAiN USA. Doakan agar mereka semakin
bersukacita dan berhikmat dalam pelayanan yang mereka lakukan.
* Doakan pula agar GAiN USA dapat menjalin kerjasama yang baik dan
erat dengan gereja-gereja lokal di Rusia, juga agar kasih Allah
dapat dinyatakan kepada mereka yang belum percaya.
______________________________________________________________________
** DOA BAGI INDONESIA **
DUKUNGAN UNTUK MISI NEGERI
==========================
Lewat pokok-pokok doa berikut ini, kami mengajak Anda semua untuk
mendukung pelayanan misi Indonesia yang dikerjakan baik di dalam
maupun di luar negeri.
* Doakan setiap orang yang rela dan siap dipanggil untuk menjadi
misionaris bagi suku-suku terabaikan di negara lain, agar mereka
dapat diutus ke tempat panggilannya.
* Ada banyak halangan yang selalu merintangi mereka yang sudah
dipanggil. Diharapkan jemaat-jemaat di Indonesia dan jemaat-jemaat
berbahasa Indonesia di luar negeri mau mendukung (1 Tawarikh 29:9-
14), mendoakan (Kolose 4:3), dan mengutus para pekerja lintas
budaya (Kisah Para Rasul 13:1-3) dengan sukacita menanggapi
panggilan TUHAN untuk berbagi dalam pelayanan lintas budaya.
* Situs e-MISI (http://www.sabda.org/misi/) yang dikelola oleh
Yayasan Lembaga SABDA menyediakan berbagai informasi seputar misi.
Berbagai artikel, kesaksian, dan renungan mengenai misi. Informasi
dari ladang misi dapat Anda temukan pada bagian "Doa" dan "Lintas
Budaya". Doakanlah agar pelayanan ini boleh terus eksis dan dapat
membagikan berbagai hal di bidang misi.
* Doakan pula OM Indonesia (Obor Mitra, Operation Mobilisation) yang
masih mencari orang-orang yang siap diutus ke ladang TUHAN di
berbagai belahan dunia. Alamat surat: PO Box i-195 UKSW, Salatiga
50711A.
* Badan Pengutus Lintas Budaya (BPLB) mengutus tenaga PI untuk
merintis jemaat baru di Asia Timur. Mari mendukung pengutusan ini
di dalam doa.
* Zending WEC INDONESIA siap mengutus para misionaris kepada suku-
suku terabaikan di negara-negara lain untuk memperkenalkan Kristus
kepada mereka sekaligus merintis jemaat-jemaat baru. Mereka juga
menerbitkan majalah Terang Lintas Budaya setiap dua bulan sekali
dengan berita yang menarik dan informasi yang luas dari ladang
penginjilan di luar negeri.
______________________________________________________________________
** SURAT ANDA **
>From: Dina Rahayuni <narani_(at)>
>Terima kasih atas kiriman jemmi 18. Kalau boleh saya ingin
>memperoleh penerbitan sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati
Redaksi:
Kami telah mengirimkan edisi sebelumnya ke mailbox Anda. Kiranya
melalui setiap edisi e-JEMMi yang Anda terima, Anda boleh mengetahui
tentang pelayanan misi di berbagai negara dan tergerak untuk
mendoakannya atau bahkan terjun dan terlibat di dalamnya.
Untuk edisi-edisi e-JEMMi yang lain bisa diakses di situs SABDA.org:
==> http://www.sabda.org/publikasi/misi/arsip/ [Arsip JEMMi]
______________________________________________________________________
** URLS Edisi Ini **
* Mission Network News http://www.missionnetworknews.org/
* New Tribes Mission http://www.ntm.org/
______________________________________________________________________
Anda diizinkan mengcopy/memperbanyak semua/sebagian bahan dari e-JEMMi
(untuk warta gereja/bahan pelayanan lain) dengan syarat: harus
mencantumkan SUMBER ASLI dari masing-masing bahan dan e-JEMMi
(sebagai penerbit bahan-bahan tersebut dalam bahasa Indonesia). Thanks
______________________________________________________________________
Staf Redaksi: Lisbet, Ary, Endah
Bahan-bahan dalam e-JEMMi disadur dengan izin dari berbagai pihak.
Copyright(c) 2006 oleh e-JEMMi/e-MISI --- diterbitkan: YLSA dan I-KAN
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Staf e-MISI dan Staf Redaksi : < staf-misi(at)sabda.org >
Untuk berlangganan : < subscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-misi(at)xc.org >
Untuk pertanyaan/saran/bahan : < owner-i-kan-misi(at)xc.org >
______________________________________________________________________
Situs e-MISI dan e-JEMMi : http://www.sabda.org/misi/
Arsip e-JEMMi : http://www.sabda.org/publikasi/misi/
Situs YLSA : http://www.sabda.org/ylsa/
Situs SABDA Katalog : http://katalog.sabda.org/
**********************************************************************