Ass.wr.wb,

Saya lihat banyak company yang buat keperluan search internal memakai google, seperti Cisco,SLB etc.
 
Barrier to entry untuk masuk bisnis ala google, selain algoritma yang handal, ada faktor lain:
1. Butuh high speed access ke core nya internet. Kalau linknya lambat pasti susah. Sewa link berkapasitas gede lumayan besar recurring costnya, apalagi kalau ditaruh di Indo. Kalau ditaruh di luar, tambah lagi sewa tempat yang cukup mahal.

2. Butuh ribuan PC buat di cluster dan storage gila-gilaan. Ini upfront cost yang besar. Jika satu PC $500 dan butuh 10,000 PC itu sudah 5 juta dollar sendiri.

Masalah diatas related with money. Kalau masalah algoritma, itu sudah masuk kategori human resources alias adu pintar. Dan kayaknya dalam hal ini kita kalah sama orang Yahudi.

Walaupun demikian, kalau saya perhatikan, banyak company originated dari Israel yang sukses jadi market leader di bidangnya, seperti Checkpoint (firewall product) dan Allot (bandwidth management) yang kalau dipikir2 algoritma didalamnya sepertinya 'doable' bagi lulusan ITB.
Tapi mungkin karena masalah fund, creativity dan willingness to take risk yang kurang dari kita..sehingga ketika product orang lain keluar kita masih belum bisa apa-apa (tertinggal).


cheers,
.ari



 
|At 10:46 AM 6/9/2004 +0700, Budi Rahardjo wrote:
On Tue, Jun 08, 2004 at 11:17:33AM +0800, B. Antariksa (Erik) wrote:
> Bp. Budi, kalau dari segi produksi bikin search engine :
> 1. Brp perkiraan biaya dari segi hardware. mestinya gak gede kan ?

Ini tergantung kepada "kelas" dari search engine yang akan dibuat.
Sebagai contoh, Google punya lebih dari 1000 servers ;-)

> 2. dari segi algoritma, bisa tunjukkan siapa di Indo ini yg leading ?
> ilmu komputer UI ? atau ada contoh web lain ?

Untuk algoritma, terus terang saya tidak tahu.
Tapi dugaan saya ada di UI, ITB, dan ITS.
Sayangnya saya kurang "gaul" di dunia per-algoritmaan ;-)

Saya lihat di Indonesia ada beberapa orang yang sudah mencoba
membuat search engine. Yang terakhir adalah lacak.com.
Tapi saya tidak melihat mereka berkembang.

Kalau menurut saya, yang memiliki potensi adalah pengklasifikasian
secara manual seperti yang dilakukan oleh seorang librarian.
Dahulu banyak pustakawan/wati (?) yang sebel dengan Google/Yahoo.
 ... to search, don't ask Google, ask a librarian ;-) he he he
Sekarang Google katanya mencoba bekerjasama dengan perpustakaan
untuk melakukan penjelajahan informasi yang ada di perguruan tinggi.;


-- budi


 

Ari Noviandi
CCIE,CISSP
Subject Matter Expert
Schlumberger Information Solutions

Phone: +62-21-5227282, +62-21-52992685
Fax: +62-21-5227292


***

Referensikan alumni ITB lainnya untuk bergabung,
minta mereka kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Members: 1,508                   Last Updated: Jun 1, 2004
------------------------------------------------------------
                   ***** IA-ITB *****
            - Merajut komunitas alumni ITB -
  Persahabatan, Kesejahteraan, Bisnis, Iptek, Desain, Seni
         http://www.yahoogroups.com/group/IA-ITB

     Managed by: IA-ITB, ITB & 99Venus International
------------------------------------------------------------



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke