Hery Sudarmaji <[EMAIL PROTECTED]> menulis :
Selain keunggulan kompetitif (salary, karir, dll) dari perusahaan lain yang
telah mampu menarik Husmani, ternyata ada pula faktor keunggulan komparatif
(alasan ini sekedar perkiraan saya saja, bisa jadi salah) yang sejak telah
mampu menarik 2 orang handal dari Divre I ke Proyek Restrukturisasi CO
mulai 1 Juni 2001.
Untuk menyingkat waktu (padahal untuk nulis kalimat ini malah lebih makan
waktu), 2 orang handal tersebut kami sebut Yuden.
Untuk Yuden, kami ucapkan selamat jalan, semoga sukses di tempat yang baru !
Beritahu kami bila masih ada lowongan di unit tsb.
At 17:01 05/06/01 +0700, you wrote:
>Untuk mas Rizal di P Siantar yang minta pendapat, berikut pendapat saya:
>
>1. Apakah yang kabur memang benar-benar SDM kita yang Handal?
>Ini harus dibuktikan.
>Setahu saya yang keluar s.d saat ini adalah Husni dan Usman, bukan Handal.
>Mungkin mereka memang pake Sandal ketika keluar.
>Untuk selanjutnya untuk menyingkat waktu Husni dan Usman kami sebut
>Husmani (Husni + Usman = Husmani).
>
>2. Bila sdm kita yang keluar itu adalah sdm yang handal, maka dari sudut
>pandang perusahaan hal ini memang sangat disesalkan. Seharusnya perusahaan
>bisa memberikan tawaran yang menarik agar sdm yang handal tersebut mau
>bertahan. Inilah yang dulu pernah dicanangkan dengan program Retention
>Plan. Hanya saja program tersebut samapi sekarang belum nampak wujudnya,
>dan yang pasti belum terasa oleh sdm yang handal itu, sehingga mereka
>keluar. Tapi budaya perusahaan kita saat ini masih sulit untuk menerapkan
>hal ini. Semoga hal ini bisa cepat terwujud, di mana manfaat bekerja
>diperusahaan ini terasa lebih (terutama bagi sdm yang handal) dibandingkan
>bekerja di perusahaan lain.
>
>Demikian pendapat saya,
>
>yuddy aryadi