Mohon diskusinya dipindahkan ke server baru ya ...
Di server baru ini akan memungkinkan utk pengarsipan diskusi. Walopun 
tidak terakreditasi, tetapi diskusi ini perlu di arsipkan.... dan anda 
tidak perlu repot menyimpannya.

Please... !

RDP
>
> Ini yang lebih bernuansa "rasa bahasa" dibandingkan dengan kaidah 
bahasa. "Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar", seperti sering 
disarankan, tetapi tetap perlu juga mengindahkan rasa bahasa. Untuk 
pengertian yang lebih kurang sama, kita punya : tumbukan, tabrakan, 
tubrukan, benturan, suntukan, tertinju, bentrok, dan mungkin masih ada 
lagi; seperti bahasa Inggris juga punya : collision, crash, smash, 
shatter, splinter, jar, dll. Nah, kita pilih saja yang rasanya lebih 
enak didengar untuk pengetian yang lebih spesifik. Di geologi, 
misalnya, saya "merasa" kalau collision antara microplates itu lebih 
enak didengar kalau diterjemahkan sebagai benturan atau tabrakan atau 
tubrukan (alasannya : benturan/tabrakan/tubrukan mengesankan gerak 
lateral seperti gerak microplates itu sendiri). Kalau "jar drilling", 
akan saya terjemahkan "bor tumbuk", sebab gerakannya memang menumbuk, 
seperti asal kata tumbuk itu sendiri yang mesti berasal dari "menumbuk 
padi di lumpang dengan alu" yang geraknya vertikal. Perluasan makna 
memperkaya bahasa, tetapi mengindahkan rasa si pemakai bahasa, bisa 
jadi lebih penting. Saya juga lebih "rela" bila tetap diusahakan 
pencarian padanan istilah dalam bahasa Indonesia, daripada sekedar 
menerjemahkan subduction jadi subduksi, collision jadi kolisi, 
obduction jadi obduksi; kecuali bila memang kita tak menemukannya atau 
tak terjadi kesepakatan di antara para pemakai. Seperti subduction 
misalnya, apa yang mau dipakai : penunjaman (apa memang kerak itu 
"plunge"), penyusupan, ?? Bila bentrokan terjadi, terpaksa kita mesti 
rela dengan 'subduksi'. Atau perlu komisi istilah geologi-kah yang 
anggotanya terdiri atas para ahli bahasa dan para ahli geologi...
>Salam,
>Awang H. Satyana
>  "R.P.Koesoemadinata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tetap saja 
kedengarannya tidak enak. Apapun dikatakan Kamus besar Bahasa
>Indonesia, saya tidak pernah dengar sehari-hari ke-4 pengertian itu.
>Pagi-pagi sudah ada tumbukan? Mike Tyson kena tumbukan? Ada mobil kena
>tumbukan, mobil saling tumbukan?
>Hanya satu yang saya pernah dengar: pagi pagi biu sudah menumbuk padi,
>kopi di tumbuk (dilumatkan?). Memang ada kopi tubruk, tetapi kata asalnya
>dari Tobruk (di Maroko).
>Entah dari mana Dewan bahasa mendengar berbagai pengertian tumbukan itu.
>Contoh-contoh yang diberikan sama sekali tidak mendengung di telinga saya.
>"does not ring a bell"
>
>
>----- Original Message -----
>From: "subroto"
>To:
>Sent: Thursday, July 18, 2002 12:19 AM
>Subject: Re: [iagi-net] Masalah kata "tumbukan"
>
>
>>
>> Pak RPK,
>>
>> Kata tumbukan maknanya sudah diperluas. Di dalam Kamus Besar Bahasa
>> Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun 1989 yang disusun oleh tim dari
>> Pusat Bahasa pada halaman 969 penjelasan lema (entri) tumbukan adalah: 1.
>> tubrukan: pagi-pagi sudah ada tumbukan, maklumlah, semuanya ingin cepat
>> sampai di tempat tujuan; 2. yang ditumbuk.
>>
>> Untuk kata "tertumbuk" terdapat 4 arti:
>> 1 terlanggar, tertubruk, terbentur; 2 sudah ditumbuk, sudah dilumatkan; 3
>> tergocoh, terpukul, tertinju, dan 4 terjumpa (pada, dengan), tersuntuk,
>> sampai (pada), jatuh di, timbul(tembus; tersembul) di.
>>
>> Di halaman 881 pada lema "tabrakan" terdapat dua padanan, yaitu tumbukan
>> dan tubrukan. Jadi, kata tumbukan sebagai terjemahan collision saya rasa
>> tidak menyalahi kaidah bahasa Indonesia.
>>
>> Wasalam,
>> Eddy Subroto
>>
>> On Wed, 17 Jul 2002, R.P.Koesoemadinata wrote:
>>
>> > ---berhentinya spreading akibat 'tumbukan' di tempat lain...? Yang
>ditumbuk
>> > itu hanyalah padi atau kopi. Kalau mobil saling mendekati terjadi
>tabrakan
>> > (collision)
>> > Pakailah bahasa Indonesia yang benar!


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
=====================================================================
pesan sponsor: visit http://iagi.or.id
sukseskan PIT IAGI di Surabaya, September 2002

Kirim email ke