----- Original Message ----- From: Andri To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 11, 2002 8:36 AM Subject: Berita dari Samudra Kidul
Assallamuallaikum wr wb., Saat ini tim ekspedisi Java Trench 2002 masih melayang-layang di tengah Samudra Indonesia, kurang lebih 60 kilometer sebelah selatan Pelabuhan Ratu. Hingga hari kamis kemarin, (4 hari sejak keberangkatan tgl. 7 Okt) dua rencana penyelaman terpaksa dibatalkan karena besarnya gelombang di luat kidul. Sementara itu upaya untuk mempertajam target penyelaman dilakukan eksplorasi seismik single channel pada posisi sekitar 105 46E-105 48E dan 7 24-7 26S. Survey-survey batimetri yang dilakukan oleh tim Jerman dengan kapal Sonne dan Jepang dengan Yokosuka-nya pada tahun 2000-2001 menunjukan morfologi yang unik karena perpanjanjangan sesar Sumatra yang terpantau hingga kedalaman 2000-2500 meter. Zona sesar Sumatra didasar Samudra Indonesia membentuk kelurusan dengan arah NW-SE pada koordinat 104 15E hingga 105 25 E dan 8 0S hingga 7 45S dan tiba-tiba sebagian berbelok pada 105 30E dan 7 25S hingga berarah W-E. Pada sekitar kelokan inilah beberapa titik penyelaman ditargetkan. Zona "kelokan" ini menjadi target yang menarik para scientist Indonesia-Jepang-Jerman karena dari gabungan data morfologi (batimetri), seismik, anomali grafitasi dan sonar lebih unik daripada sekitarnya yang relatif datar. Morfologi pada zona kelokan ini memang menonjol, terletak pada kedalaman -2300 meter, tinggi sekitar 500-600 meter berbentuk elipsoid dengan sumbu sekitar 35km x 25km! Tepat disebelah utara gunung bawah laut (seamount) terdapat kelurusan struktur berupa gawir diskontinu yang berarah W-E (diperkirakan bagian dari sesar Sumatra (Submarire Sumatra Fault Zone=SuSu Fault Zone ? he..he ini singkatan usulan gua asli yang masih diusulkan). Sedang di selatan gunung dibatasi oleh gawir berarah NW-SE. Ofset dari SuSu Fault terdapat disebelah barat, sehingga gunung elipsoid ini nampak seperti telur yang ujung tajamnya diapit dua balok tipis yang saling bertemu kedua ujungnya! (tu bi kontinyu... maaf tiba-tiba dipanggil untuk persiapan selam di buritan kapal). Misi selam Jumat pagi ini (H5) terpaksa ditunda! Jam 09-10.00 WITA tadi pagi persiapan untuk launching sudah cukup matang! Shinkai sudah keluar dari hangar ke buritan kapal, oceanot ( Mr. Soh) dan kedua pilotnya sudah ada dalam kapal selam dan segala perlengkapan untuk sampling sudah disiapkan, namun laut kidul tiba-tiba bergelora dan ombaknya makin besar hingga niat untuk diving terpaksa dibatalkan. Sebagai gantinya dilakukan lagi survei seismik single channel dengan jalu-jalur yang lebih rapat pada koordinat 105 46 30E hingga 105 47 30E dan 7 24 00 S hingga 7 25 00S. Lokasi berada pada kedalaman -2100 hingga -2500meter, berupa subuah gunung kecil yang terdapat pada ujung timur pada kelurusan struktur (punggungan sempit) yang berarah barat timur. Punggungan sempit ini adalah bagian dari SuSu Fault Zone NW-SE yang membelok menjadi W-E! Beberapa alternatif interpretasi dari seismik dan batimetri para scientist a.l. flower structure, mud volcano bahkan serpentinic diapirsm! Dari multibeam (side scan) permukaan gunung ini memperlihatkan reflektor yang tinggi! Dugaan serpentine diapirsm (Serpentine as a capsule, FUJIOKA et al 2002) didasarkan pada penemuan di Mariana forearc yaitu di Chamoro Seamount pada kedalaman -2900 meteran. Diapir ini dihasilkan dari alterasi upper mantle peridotite dengan campuran air dari kerak samudra yang tersubduksi (Fujioka et al. 2002). Yang cukup mencengangkan alterasi peridotit menjadi serpentinit menyediakan gas hidrogen dan metan yang akan menjadi sumber energi kehidupan laut dalam disekitarnya! Beberapa ilmuwan Jepang berharap akan kemungkinan diapir ini pada koordinat tsb diatas. Di Chamoro Seamont (serpentine diapir) hidup berbagai komunitas seperti kerang, kepiting, dan gastropoda. Semua komunitas ini hidup secara chemosynthetic. Bagaimana kemungkinannya di laut kidul!? Kita tunggu yah sampai lautnya seperti kaca dan menyelam kebawah sana! Tu bi kontinyu Wassallam wr. wb. Andri S.S.M

