----- Original Message -----
From: "Andri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 16, 2002 7:52 AM
Subject: Deep sea SFZ telah terbukti


> Assallamulaikum wr wb.
>
>
> Yth. Rekan-rekan geologist Indonesia
>
> Berikut liputan singkat penemuan spektakular bukti-bukti kelanjutan
patahan
> Sumatra didasar Samudra Indonesia oleh penyelam dalam pertama Indonesia
> Bung Yusuf Surachman Djajadihardja. Selamat menyelami!
>
> Wassallam wr. wb.
>
>
> Andri S.S.M

Penyelam dalam Indonesia pertama temukan bukti-bukti patahan Sumatra aktif
didasar Samudra Indonesia



Hari Selasa tanggal 15 Oktober 2002, dapat dikatakan hari yang bersejarah,
paling tidak bagi kami tim Ekspedi Palung Jawa 2002 yang saat ini bersama
tim ilmuwan Jepang dan Jerman yang berada di kapal induk Yokosuka dan  kapal
selam dalam Shinkai 6500.



Pada hari selasa kemarin sang penyelam dalam Indonesia pertama, Ir. Yusuf
Surachman Djajadihardja MSc, telah mendapatkan bukti-bukti kelanjutan
patahan aktif Sumatra pada lokasi sekitar 60 kilometer selatan Pelabuhan
Ratu di kedalaman sekitar -2100 meter.



Bukti-bukti tersebut diatas terungkap setelah hasil rekaman deep sea camera
Shinkai ditayangkan usai misi selam Bung Yusuf.



Pada tayangan video nampak zona morfologi bergawir dan bertangga-tangga yang
arahnya sejajar dengan arah utama Sumatra Fault Zone dan letaknya tepat pada
perpanjangan  kelurusan morfologinya yang tertera pada peta batimetri.



Gambaran litologi dibawah sana mencerminkan aktifitas yang sangat muda,
yaitu gawir bertangga-tangga yang disusun oleh batuan yang rapuh dan lunak,
bewarna terang dan sebagian lumpuran yang sangat sulit dipegang oleh tangan
robot (manipulator) Shinkai hingga tidak dapat disampling.



Sampel batuan yang terambil terdapat sebagai fragmen didasar parit, berupa
bongkahan besar (sampel terbesar dan terberat selama misi ini 20 x 40 cm),
calcareous mudstone, kompak, sebagian seperti berlapis, bewarna kaki, banyak
jejak boring binatang dan sebagian permukan dilapisi oleh kerak oksida
mangan dan besi.



Batuan yang terambil jelas lebih tua bila dibandingkan dengan batuan yang
membentuk gawir bertangga yang sangat rapuh dan lunak! Semua ilmuwan Jepang
maupun Jerman yang berada di kapal yang menyaksikan tayangan video hasil
penjelajahan Bung Yusuf, terkesima dan kagum atas ditemukannya bukti-bukti
tersebut diatas yang selama ini hanya bisa diduga (interpretasi) dari data
remote sensing (seismik, gravity dan seabeam bathymetri).



Chief scientist Dr. W. Soh dari JAMSTEC sangat senang dengan ditemukannnya
bukti ini! We have did the best and monumental!



Ekspedisi selam hari ini Rabu 16 Oktober akan dilakukan Dr. Saito dari
JAMSTEC yang akan menjelajahi morfologi gawir yang merupakan kelanjutan
sebelah NW dimana Bung Yusuf untuk pertama kalinya berhasil mendapatkan
bukti SuSu (Submarine Sumatra) Fault Zone.







---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
=====================================================================
Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention
September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

Kirim email ke